Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Jujur


__ADS_3

Dalam keheningan sesaat kedua ponsel Anak dari Dezir berdering secara bersamaan, namun bukannya diangkat mala keduanya saling bertatap mata, beradu pendapat akan apa yang harus dilakukan, sedangkan Anggeliya Reslium yang sudah mulai diterima oleh Elghora Dezira hanya diam melihat ketegangan yang ada,


Ucap Elghora yang mengakhiri pandangan keduanya,


"Angkatlah, katakan iya apapun itu, kakak! "


sebenarnya Elghone tertegun sebab ia belum mengangkat sebuah panggilan namun sang adik sudah berujar untuk menanggapi dengan kata iya, sehingga ia pun bergeming akan pemikiran yang membuat hati serta pikiran Elghone Dezirev merasa heran,


lalu diangkatlah benda pipih tersebut,


"Elghone, nanti malam kemarilah, menginap lah disini, serta kau juga hubungi adik mu, dia sama sekali tak merespon panggilan dari ku,disini akan ada sebuah pesta Elghone,jadi kalian berdua harus datang, jadi tolong sampaikan hal ini pada adik mu juga, kau mengerti kan! "


balasnya sambil menatap Elghora sang adik yang sedari tadi tersenyum sendiri tidak jelas,


"Ya, Mengerti, "


sahut Elghora,


"Tumben kau tak menyebut sapaan benar kepada nya, Kakak, "


masih dengan senyuman khas bukan menarik tapi menghanyutkan,


ungkap nya,


"Seperti kata mu tadi, aku sudah melakukan seperti yang kau suruh, dan ternyata feeling mu sangat tajam, dia menganjurkan ku dan kau untuk tinggal disana, karena ada_"


belum sempat Elghone melanjutkan Elghora langsung melanjutkan nya


"Mengadakan sebuah pesta penyambutan kehadiran sosok baru dalam keluarga Dezir, waow, waow, waow, sempurna, hari ini akan menjadi awal permulaan permainan dengan sambutan hadiah dari ku, apakah ia bisa tetap berpegang teguh dengan pendirian nya, hahahah akan sangat menarik nanti malam, "


pergi keluar dari ruangan ia langsung menuju pintu utama, pergi dari kediaman Elghone Dezirev, Anggeliya Reslium yang berada disana kini baru bisa berbicara kepada Elghone,


"Kau tidak menyusul nya, apa ia akan baik-baik saja? entah kenapa ada sesuatu seolah firasat ini mengatakan akan ada terjadi sesuatu? "


balasnya,


"Kalau firasat mengenai terjadi sesuatu, tentunya, aku hanya bisa mengatakan, iya, namun jika kau mengkhawatirkan nya, sebaiknya tidak, lihat sendiri bagaimana ia mengekspresikan wajah sedetail tapi menelisik tajam menakutkan itu, Anggeliya? "


"Emmm, bisa dimengerti tapi dia juga adik mu kan tentunya kau harus khawatir,mala kau membiarkan nya, "


"Jika hari ini aku menyusul jangan harap aku bisa bernafas lega, bahkan kali ini nyaris aku seperti takut membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam?walapun kami tidak sedara tapi kau juga bisa melihat perbandingan terbalik bukan, "


"Apa? jadi kalian tidak sekandung, astaga, pantas, jika dia sangat berbeda dengan mu Elghone, walaupun nama kalian berdua memiliki kesamaan, "


"Mommy yang tengah mengatur semua itu, tapi ada satu hal lagi yang disembunyikan Oleh Mom tanpa sepengetahuan dirinya? "


"Tunggu jadi selama ini dia belum mengetahui sesuatu kebenaran yang kau ketahui, Elghone? "


"Emm, tapi seperti nya aku harus menunggu waktu, namun perasaan buruk ini seolah menghantui ku, Anggeliya, "


Anggeliya pun ikutan bingung dengan semua rumitnya permasalahan yang telah terjadi,

__ADS_1


Akhirnya waktu yang ditunggu oleh Elzedam Deziren pun telah tiba, namun sosok kedua anaknya sama sekali tak kunjung nampak dalam pandangan nya, ia semakin resah sedangkan Batrecia Barmeliya tersenyum jika memang sampai keduanya tak hadir,


Setelah beberapa jam Elghone Dezirev datang bersama Anggeliya Reslium sedangkan Stive El Zeidan juga masuk kedalam, namun tak didampingi oleh Elghora Dezira, ia sengaja membuat kehadirannya terlambat sebab susunan rencana telah dipersiapkan dengan meriahnya,


Ketika Sang kepala keluarga besar Dezir menyambut para tamu yang datang, tiba-tiba Recia merasakan sesuatu yang membuat perutnya semakin tak tahan untuk ke toilet, tanpa berpikir panjang ia pergia keatas dan masuk kekamar Zedam yang sudah resmi menjadi suaminya tersebut,


Tanpa diduga langkah kaki itu terhenti melihat tulisan bercak darah dengan sebuah pesan pengantar,


' **AwaLi HadiAh Ku DenGan SenyUm baHagiA Mu, KareNa AkU Akan SelAlu Disisi Mu, RECIA, '


"PEMBUNUH**, "


sekejap detik itu juga ia membekap bibir nya yang tak sanggup menahan kekhawatiran memuncak, bergegas dengan kekalutan luar biasa ia mengambil sesuatu agar menghilang bercak darah tulisan dicermin rias miliknya itu,


Sedangkan pelaku utama permainan,sedang bersama Sang Daddy nya tengah asyik berbicara biasa,tanpa merisaukan keadaan sang wanita yang kini histeris berdenging di telinga nya,


Batin Elghora,


"Daddy ku tersenyum lah, disaat senyum kebahagiaan mu terpancar, akan ada penderitaan pedas tajam sedang berdenging di telinga seseorang, sayang aku harus melewatkan wajah histeris namun menarik itu, hahahahah, "


lalu dengan mengalihkan segalanya ia kembali turun dengan memasang wajah ala pesona malaikat yang berhati iblis itu, menebarkan senyum demi mengalihkan rasa takut namun tak bisa disembunyikan oleh jemari yang tergerak tak beraturan tersebut,


Ucap Elghora saat dirinya berada di sekitar seseorang yang memahami nya, Elghone dan Stive beserta Anggeliya,


"Lihatlah kalian, ujiannya baru saja tiba, masker tak berwujud memasang triknya,tapi cukup kebal juga, kita tunggu yang kedua, "


Batin Ketiga orang yang saat ini begidik ngeri disamping Elghora Dezira,


Elghone,


Stive,


'Apa dia akan melakukan lebih dari dugaan ku? '


Anggeliya,


'Perasaan buruk lebih dominan dari apapun untuk saat ini, dia wanita yang menyeramkan dari pada hantu,'


sedangkan Elghora Dezira tersenyum pasti tanpa beban apapun, helaan nafas ketiganya meluncur secara bersamaan, hingga membuat Mata Elghora tertuju pada ketiga nya,


"Astaga jangan setegang itu, jadi pengen nambah hadiah lagi biar jadi surprise juga buat kalian, atau kalian juga mau? aku bisa berikan secara gratis! "


ketiganya menggeleng kan kepala secara bersamaan,


"Aduhhh kompak banget deh keluarga aku ini, jadi seneng deh, "


lalu pergi menuju minuman yang hendak ia ambil sedangkan kepergian Elghora membuat ketiganya berbicara,


Elghone,


"Bagaimana kau bisa hidup bersama nya dengan keadaan normal seperti sekarang Stive El Zeidan? "

__ADS_1


Stive,


"Jika diruang lingkup ku, dia menjadi sosok berbeda, Elghone, "


sahut Anggeliya,


"Itu artinya dia memiliki banyak wajah, Stive? "


Stive kembali bicara,


"Memang kau bisa melihat berapa wajah dari istri ku itu emmm? "


Anggeliya,


"Banyak, "


Elghone,


"Satulah, banyak dari mana nya Anggeliya? "


sembari mengangkat kedua bahunya pertanda bahwa ucapan nya hanya sekedar pendapat saja,


sedangkan di sisi lain kini Elghora Dezira bersama Sang Daddy dihalaman belakang, ia secara terus terang berkata jujur dan tak mau menyembunyikan apapun dari nya sehingga Zedam memberitahu kan kebenaran akan adanya pesta yang dibuatnya kali ini,


"El, sebenarnya Daddy melakukan pesta malam ini untuk menyambut kedatangan Mommy baru mu sayang, "


"emmm, "


"Apa kau masih marah sama Daddy? maaf jika aku harus melakukannya secara diam-diam, agar kau tak marah El, dan hari ini tinggallah disini yah? "


"emmm, "


"El kok cuma emm aja, Daddy ingin jawaban yang lain dari kamu_"


mendengar sebuah keramaian sontak Elghora pun langsung meninggalkan sang Daddy dan menuju tempat tersebut, disana nampak sebuah kado besar yang mengejutkan Elzedam,


"Apa ini? "


"Kau tanya pada ku, lalu aku tanya pada siapa emm? "


"Firasat ini? "


Batinnya


"Akan membuat mu merasakan_"


"Sesuatu yang buruk akan terjadi, "


pikir nya,


"Akan terjadi, "

__ADS_1


__ADS_2