
Terasa sudah beberapa menit pelukan tak terlupakan oleh Stive El Zeidan,
"Kau tidak bosan selalu memeluk ku seperti ini, Stive? "
mengusap kepala Elghora dengan lembut,
kebiasaan menyentuh Sang pujaan tak akan bisa dilupakan oleh CEO Hjb tersebut,
"Kata bosan untuk mu, tidak ada dalam kamus cinta ku padamu El,"
menghela nafas panjang,
"Sampai kapan kau akan mengurung ku seperti ini? "
menoleh mendongakkan wajahnya menatap lekat kearah Stive,
"Mau cari udara segar dengan ku El! "
senyum ceria Elghora Dezira langsung melambung terbang,
"Benarkah, janji, kau tidak akan melanggar nya kan Stive! "
merangkul tubuh ramping gemulai milik kekasih hati nya,
"Ya, akan ku pastikan ini akan menjadi hari yang paling menyenangkan bagi kita, sayang, "
mengecup dahi Elghora, sesaat dirinya merasakan sikap gadis itu semakin berubah manja kepada nya,
hal ternyaman bagi Stive disaat Elghora mau terbuka serta tersenyum bahagia saat dia bersamanya,
Sebelumnya, setelah Stive El Zeidan melakukan pertemuan khusus dengan seseorang yang dipercayai nya,dan sebelum dia memasuki kamar Elghora Dezira dirinya telah memesan sebuah tempat yang sangat istimewa,
Lalu tibalah keberangkatan keduanya memasuki mobil pribadi milik Stive El Zeidan pergi menuju tujuan utama yang paling istimewa baginya,
tanya Elghora,
"kita mau pergi kemana Stive? "
jawab halus Stive kepada nya,
"Kesuatu tempat yang paling istimewa khusus buat kamu, Sayang, "
sambil mencubit pucuk hidung Elghora Dezira, sikap manis Stive selalu dilayangkan kepada gadis yang kini begitu bersemangat serta sangat antusias agar segera cepat sampai ditempat tujuan nya,
*************
Setelah selesai makan Biyanka Barnia mendapatkan kabar yang sangat membuat dirinya luluh seketika,
Bisik Blezen,
__ADS_1
"Hari ini aku sudah pesankan ruang VVIP agar kita bisa menikmati keseharian bersama berdua disana, Biyanka, "
hanya melongo heran dengan tindakannya,
Ucapnya yang tidak percaya,
"jangan bercanda,kau tidak sakit kan Blezen! "
sambil memegangi dahinya memeriksa kebenaran akan kondisi fisik Blezen saat ini,
saat telapak tangan menyentuh dahi Blezen segera ia menarik tubuh Biyanka Barnia sampai tertarik dalam sekejap duduk dipangkuan nya,
"kau benar-benar sangat aktif menarik jika hal itu berkaitan dengan tubuh ku bukan begitu, Blezen, "
mencium leher jenjang milik Sang gadis yang kini berada dalam pangkuannya,
"Blezen jangan seperti ini! "
******* nafas Blezen begitu terasa bagi Biyanka,
"Kenapa, Biyanka? ini sangat spesial kan! "
celetuk Biyanka Barnia membuyarkan keromantisan,
"yang ada jika kado didepan mata baru spesial, lah ini seperti sekarang dimana menarik nya coba, sampai kau bilang hal begini spesial, bagiku tidak sama sekali, "
sangat sulit memahami jalan wanita satu ini, sebab memang sulit kan tidak bisa ditebak, apalagi Jalan nya berada di otak tentu tak ada yang tau seluk-beluk mengenai hal ini,
selonong ucapan aneh Biyanka muncul,
"Kenapa jauh-jauh mencari udara segar? sejak kemarin sampai sekarang kau sudah mendapatkan udara segar kan Blezen! "
"O...h jadi maksud perkataan itu adalah udara segar milik deru basah bibir mu itu, ya memang tidak ada dua nya, "
"Hemm, jika ada duanya itu lebih baik,seandainya saja! "
"kenapa berharap seperti itu? "
"Agar kau tidak mengganggu ku Blezen! "
"aku akan tetap berada di sekitar mu, sebab aku menyukai mu Biyanka Barnia,sekarang kita pergi bersama, tapi sebelum itu ganti pakaian mu dulu biar bisa pergi keluar dengan nyaman dengan ku! "
"Baiklah, "
namun tiba-tiba saja saat mereka sudah memasuki mobil setelah selesai berbenah, kini berjalan menyusuri jalan untuk ketempat tujuan hal tak terduga terjadi,sebuah panggilan membuat mereka terbawa sampai dimana keduanya harus membatalkan janji acara keluar bersama menikmati udara segar,
batin Biyanka,
"Sudah ku duga, "
__ADS_1
beberapa jam kemudian panggilan singkat itu membuat mobil Blezen terparkir didepan kediaman Lezif Zoead, memasuki pintu utama Blezen beserta Biyanka Barnia disambut oleh Lerif Zoead Sang Ayah dari teman terdekatnya,
Ucap Blezen yang tidak tau kabar apapun mengenai Lezif, sebab kehadiran Biyanka membuatnya lupa akan segalanya,
"Kenapa paman menelfon ku untuk langsung datang kemari? apa ada masalah paman? "
menaiki anak tangga sambil diikuti oleh Blezen begitu juga Biyanka,
kaget dengan kekhawatiran luar biasa pintu terbuka menatap sang teman dekatnya terbaring lemah tak sadarkan diri diranjang dengan semua alat penyangga kehidupan, Lezif mengalami trauma pikiran hingga berdampak buruk baginya,
untuk bisa bertahan hidup dibutuhkan alat bantu medis ditubuh nya, melihat hal itu pikiran Biyanka pun kaget,
pikir nya,
"Dia kenapa menjadi seperti ini? lalu dimana Elghora Dezira? "
tanya Blezen kepada paman Lerif,
"Paman kenapa sampai seperti ini? "
paman hanya meneteskan air mata sambil bercerita perlahan,
"Disaat dia berada dalam kunjungan diluar kota, ia merasakan ada yang aneh sehingga tanpa pikir panjang pun Lezif kembali pulang untuk menjumpai Elghora,disaat kembali dia mendapatkan sebuah dokumen berisi fakta kalau Sang istri dan sepupunya mengalami kecelakaan tragis dan meninggal ditempat, sejak hari itu dia merasa semua ini adalah kesalahan dirinya karena lalai menjaga dua orang yang sangat dicintainya, Blezen, "
Batin Biyanka Barnia,
"Yang benar hanya satu orang yang penting, yaitu Elghora, sedangkan sepupunya adalah topeng kedua dari gilanya sikap Stive El Zeidan agar dirinya bisa bersama dengan Elghora Dezira, jika aku jadi dia pasti akan mati ditempat, dia adalah orang yang melebihi gila nya orang berkeliaran ditepi jalan dengan sebutan orang gila, namun Stive lebih darinya, sikopat bahaya level satu, untung aku tidak lagi menyukainya, "
tanya Blezen kepada paman,
"Benarkah, apa paman tidak merasakan ada sesuatu yang aneh mungkin perlu untuk ditindak lanjuti dalam penyelidikan khusus,mustahil paman bisa terjadi kecelakaan tanpa sebab!dan sampai membuat kondisi Lezif jadi seperti ini,"
keluh dalam benak Biyanka Barnia,
"Sayang sekali, kesempatan bisa mendapatkan kebahagiaan bersama dengan Lezif hancur dalam sekejap, tapi benarkah Elghora sudah mati? kenapa aku merasa ada yang disembunyikan Stive mengenai hal ini, atau jangan-jangan ini ide untuk memonopoli Elghora agar berada dalam genggaman nya, pasti seperti itu, "
Blezen menatap sedih atas kejadian yang menimpa Sang teman,lalu melihat Biyanka Barnia yang hanya diam membuatnya merasa khawatir atas kediaman gadis yang kini berada disisi nya itu,
batinnya,
"Tumben dia seperti itu, apa dia menyembunyikan sesuatu? "
tidak diduga Blezen melangkah mendekat dan berbisik kepada nya,
"Apa kau mengetahui sesuatu mengenai hal ini, Biyanka? "
tatap jengah wajah Biyanka,
"Bukannya seharusnya kau yang lebih tau, kan aku sama sekali tak tau apapun mengenai teman mu, dari mana coba aku mengetahui nya? coba pikir! "
__ADS_1
ternyata ucapan Biyanka ada benarnya juga, sehingga Stive langsung mendesah pelan.