Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Berlanjut


__ADS_3

Batin Elghora kebingungan akan kejadian yang kini menimpa nya,


Tanya Limoran,


"Elghora, maksud dari perkataan Pak Karam apa? "


jelas Elghora bimbang dengan semua hal yang kini menimpa nya,


"Lagian kenapa juga kalian malah terpancing oleh ulah nya sih? mudah banget terpancing, hemm, "


tukas Biyanka,


"Kaget juga kan, lagian dia itu siapa sih El?kok demen banget sama lo, jadi pengen nabok aja tu muka, paras gak oke, umur dah lanjut, tapi tingkahnya kepo nya kebangetan,kenal dari mana sih orang yang model kek beginian, antik bener? "


Elghora hanya geleng-geleng kepala,


dan mencoba menjelaskan sebisanya,


"Gak tau, nempol waktu naik kereta bareng Limoran, dan setelah itu dah gak lagi la, tapi kalau dah ketemu reseknya ngalahin pola para wanita, hah repot kalau sudah terlanjur berurusan dengan nya, panjaanggggg pula akan selesai nya, "


sahut Limoran,


"Ya menurut ku juga jelas, tapi kenapa selalu bertemu dengan nya yah? "


gumam Biyanka Barnia,


"Fans berat lo mungkin, kalau gue ma anti deh model kek begituan El, "


gerutu Elghora,


"Lo pikir ni gue demen apa? ya sama la kayak lo, Ogah, cuma kalau ada tu gini aja mulu, gak liat ni muka ku uda stress berat kek gini, "


Sahut Karam,


"Neng, kok malah jadi reuni bertiga toh, napa abang gak di ajak sih Neng kan pengen juga ikutan? "


Tiba-tiba Elghora berubah berulah seolah ingin mencabik-cabik mangsanya, melihat sikap itu sekejap saja Limoran dan Biyanka Barnia menghentikan nya dengan mencengkram kuat kedua bahu oleh mereka,


Jelas nya,


"Lo tu gak mikir apa? sedari tadi walaupun kau tidak diajak juga udah nerocos mulu, gak diajak juga ngikut, diajak pula kau pasti bikin rusuh, Lo tu tua akik tau diri lah, masak sedari tadi disini mulu, pergi sana! atau gue panggang lo mentah-mentah biar tau rasa, Karim akik, "


senyum terkekeh langsung ditujukan kepada Elghora,


Batin Biyanka Barnia yang melihat reaksi menggelikan tersebut,


"Ni orang apa baru keluar dari rumah sakit jiwa ya? error nya kebangetan, pengen gue servis aja ke bengkel terdekat, biar kelar mampet tu omongan nya, dilakban juga percuma, orang nya udah gak waras, tapi jika dipikir-pikir bukannya kek sama ya kalau kita sendiri ngeladenin yang kek beginian, hehh, pusinglah terserah deh,dan lagian dia cowok nimbrun didalam gak nyusul kemari pasti lagi asyik ngobrol sampai gak kehilangan para ceweknya,lagian gua juga kan bukan ceweknya,napa jadi kepikiran seperti ini sih?"


Limoran mencoba melerai dan menghentikan Elghora yang menjadi diluar kendali,


"El sudahlah jangan hiraukan Karam, kita pergi saja dari sini, aku jadi khawatir sama lo Elghora kita cabut aja yah! "

__ADS_1


emosi Elghora,


"Ogah dia musuh bebuyutan gue, gak di kereta di Cafe, mancing gue mulu, biarin gue kasih pelajaran biar jerah dia dasar Karim tua, "


masih dalam posisi dipegang kuat oleh kedua temannya emosi Elghora hari ini tak seperti hari-hari sebelum nya, melihat keadaan hati nya yang tersurut emosi Biyanka pun langsung bertanya,


"El, lo tu gak sedang hamil kan, kali ini lo bener-bener sensitif deh bawaannya, lagian gue ambilin sapu sekalian biar kita kasih pelajaran berdua biar dia kapok ganggu lo sampai begini modelnya! "


Limoran,


"Aku juga setuju! "


Elghora berhenti sambil menatap Limoran begitu pula Biyanka Barnia,


Ucap Elghora,


"Emang lo bisa nyolot kek kita-kita, dilihat dari tampang wajah yang gak ada emosi begitu mau nyerang balik, emang gimana cara lo buat kasih tu akik peringatan, Limoran? "


Biyanka juga ikutan menyambung nya,


"iya juga, wajah saja sedari tadi on datar mulu,"


menyahuti keduanya,


"Neng akang kok gak di anggep sih, akang disini lo! "


lirik Elghora,


sambil menunjukkan kepalan tangan nya,


gumamnya,


"Garang banget, tapi cantik ngangenin pula, heheh, ya udah nang ndi lanjut, abang tungguin neng dulu disini sambil liat-liat, "


Biyanka mengernyitkan dahi,


"Jika dipikir aku juga jadi ikutan kek mereka, kenapa jadi bermasalah dengan pria itu? padahal aku juga tidak mengenal nya, kalau seperti ini capek juga, gak selesai-selesai, ni perut udah bunyi pengen makan sesuatu?napa juga yang cari perkara sama pria akik? yang datang tampan kan enak, kenyang juga walaupun hanya bisa mandang doang, hehehe efek wanita kalau lihat cowok ganteng mbeee, langsung dilihat, giliran cowok keren yang dapet job besar liat cewek bohai, wuii gak nanggung kepala sampai melengok hebat sampai gak kenal ceweknya sendiri, emang yang namanya sifat itu yah, ada aja bawaannya heheh, "


*********


Dimeja makan,


Lezif Zoead sudah merasa gusar karena kedatangan keduanya tak kunjung terlihat, namun ketika dirinya hendak menyusul ujar dari Blezen membuat nya kini terduduk kembali,


"Mau ikutan nimbrun ditoilet cewek apa? tungguin aja, mungkin juga lagi ngobrol sesuatu Lezif! "


duduk kembali sambil membalas perkataannya,


"Apa wanita kalau nimbrun itu gak kenal tempat yah? "


pikir mendalam Blezen,

__ADS_1


"Mungkin juga sih, bisa jadi seperti itu, lagian kan mereka juga baru beberapa menit keluar, gak akan pergi jauh Lezif, sudah ada Biyanka kan! "


rasa khawatir Lezif menyeruak,


"Aku tidak seperti dirimu yang bisa setenang itu, sebab kau juga tak pernah berada dalam posisi ku, makanya kau bisa mengatakan nya semudah itu kepada ku Blezen, "


senyumnya sembari menyindir Lezif,


"Kau itu semenjak punya istri kenapa jadi seperti wanita sih? seolah kau baru mengenal wanita baru kemarin saja, lagi pula memang terkadang siapa sih yang gak penasaran obrolan mereka cuma, mereka itu lebih menyeramkan jika punya masalah namun kita mencoba untuk menghentikan nya, apa kau tak pernah mencobanya Lezif? "


jawab Lezif sambil bergumam,


"**Kalau begitu aku juga gak akan mencobanya, lagian kan sudah ada percobaan nya, jadi ngapain aku ikutan nyoba kalau hasilnya saja sudah ada emm, "


"dasar lo**, "


***********


Dirumah sakit Liven mendesah mengeluh tentang sikap Stive El Zeidan,


gusar nya yang membikin Liven heboh dengan sendirinya,


"Kau itu mau melahirkan atau apa? mondar-mandir gak jelas, ni mata bisa-bisa rabun ngeliat kegusaran lo mengenai hal yang gak jelas seperti sekarang,coba duduk dan katakan dengan jelas, Stive El Zeidan? "


berhenti sembari menatap wajah Liven yang kini heran dengan salah satu teman paling setia mengganggu diri nya,


"Tidak tau kenapa aku memiliki firasat buruk mengenai Elghora? "


sahut lembut Liven,


"Cuma pikiran mu saja Stive dia akan baik-baik saja, tenanglah sini duduk! "


masih mondar-mandir kebingungan,


omel nya,


"Yah, gak denger omongan gue yah, duduk, jangan bikin darah tinggi gue naik lima senti ngerti gak, Stive kau denger kan! "


gerutunya,


"Sepertinya hanya orang tuli yang gak denger, jika lo masukin gue ke daftar itu, ya oke gue gak jadi dengerin lo! "


menyandarkan kepala tepat dimeja Kerja Liven,


"Gak ada ujan gak ada angin mending yang kek gini cewek bisa resah hati gue, la ini cowok parah gila gue liatin hampir setengah jam bisa servis ni mata jika sejam mondar-mandir begituan, yah walaupun olahraga kaki, tapi mata gue capek juga ngeliat hal yang sama berulang kali, mending juga pas jam istirahat gue, hah cinta itu emang bikin orang waras jadi setengah gila, bahkan parahnya teman ku sendiri terlanjur gila karena nya, "


gumamnya lagi,


"Aku hanya khawatir kalau sampai dia ketemu akik keriput itu lagi Liven, dan jika sampai emosinya naik lagi siapa yang akan menurunkan ya? "


ungkapnya,

__ADS_1


"Tolong kuat kan hati ku menghadapi kenyataan kali ini, sampai ke akik keriput tua tu nyantol dimana emang wanita lo? sampai disamperin begitu an,cewek lo itu emang bikin gusar saja, lo yang ngomong napa gue jadi ikutan merinding?tapi wajar lah,kau juga kenapa ikutan kek orang hamil saja, buat pusing saja, "


__ADS_2