Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Sial


__ADS_3

Bagaimana kehidupan Elghora harus dipertemukan dengan orang yang sudah sejak lama ia kenal, sebut dia Dirgo, kenapa di panggil Karim, sebab itu julukan yang diberikan oleh wanita cantik itu kepada diri nya,


Secara tidak langsung dengan sigap ia membuka pintu mobil lalu menggeser Elghora Dezira sampai ke sebelah, melihat reaksi tertegun akan tingkah laku sang Nona membuat Luwis Ndrizen masih terdiam didepan, tepat pada pengemudi mobil,ia menyaksikan Nona Besar ketua VIP tersudut ditempat,


Namun sebuah klakson mengalihkan pandangan nya dari ketiga pria yang berada didalam mobil tersebut,


Teriak seseorang dari sebrang sana,


"Woi, lo pikir ni jalan punya nenek moyang lo, kalau mau pacaran cari tempat, gak sadar apa sampai jalan tol lo embat sendiri, nyingkir atau gue tindak lanjut kepolisian setempat! "


Ancap nya yang membikin Elghora Dezira tersenyum,


Gumamnya,


"Hidup ku ini memang sangat sulit! "


mendengar penuturan kata Nona nya Luwis bahkan sampai geleng-geleng kepala,


sahut teriak dari Dirgo,


"Mobil gue mogok Mas, karena cewek gue nyantol dimari, makanya sekarang gak mau jalan, jadi gue nya langsung kemari Mas, apa Mas terganggu? jika Yah ponselku juga lobet Mas, bisa kan panggilkan tukang bengkel biar bisa dijemput Mas,lagian Mas kan sedari tadi ngedumel mulu,jadi bisakan diurus! gue titip mobil gue yah Mas, permisi, Pak cabut sekarang! "


Mau tidak mau Luwis pun langsung mengikuti kemauan dari pria tengil gila itu,


Batinnya,


"Bagaimana bisa Nona mendapatkan masalah dari pria tengil licik ini, dasar jika bukan karena Nona tak memberi perintah, sudah ku pastikan tu pria gila, gue jadikan acar cincang biar tau rasa, sayangnya gue harus nahan sampai semuanya selesai, baru lo berurusan dengan gue, cebol darat, "


Dalam perjalanan Elghora Dezira memberikan perintah untuk menepikan mobilnya disebuah tempat,


"Luwis Ndrizen, tepat di sebuah Restoran tepikan mobilnya, aku ingin makan sebelum kembali! "


Jawab Luwis,


"Baik Nona, "


Tepat satu jam perjalanan mobil Elghora Dezira langsung terparkir didepan Restoran yang bisa dikatakan sangat ramai pengunjung, apalagi kini tempat itu menjadi Favorit bagi semua kalangan dengan menu spesial nya,


memesan tempat akhirnya si pria tengil itu juga ikutan duduk, melihat nya berada didekat nya, maka mata Elghora Dezira memincingkan sebelah sehingga Luwis pun kini berada di kursi yang sebelumnya Nona nya tempati,


Ujar Dirgo,


"Kenapa pindah tempat Sayang? kan masih rindu lo Karim nya, "


Sahutnya,


"Idih gak jelas amat, "


lalu tiba-tiba seseorang datang menduduki kursi tepat disebelah Elghora Dezira,


"Sudah beberapa tahun tidak bertemu, sepertinya,kau nampak lebih menarik, Elghora Dezira, "

__ADS_1


menatap tajam kearah suara yang terasa tidak menyenangkan,


"Menghindar satu, malah ketempol dua, bisa-bisanya Dosen nimbrung disini, apa bapak tidak lagi ada jam mengajar? "


tersenyum menatap manik mata yang sangat tajam,


"Sibuk sebagai alibi hanya ingin menikmati menyantap makanan bersama mu, Elghora! "


gelut jengkel Elghora Dezira,


"Aku baru tau kalau kebiasaan terburuk seorang Dosen Hazen atau lebih tepatnya mantan dari Biyanka Barnia, atau mantan suami seseorang begitu, sepertinya sikap anda sangat mencerminkan jati diri orang yang saat ini duduk tanpa izin yang bersangkutan, aku bahkan lupa, jika itu memang sifat aslimu, belum puas dengan beberapa wanita, kini kau mencoba beralih pandangan, jika itu aku, maka kau memilih orang yang salah, Hazen! "


Penjelasan penuh penekanan tersebut memang sangat lah menyinggung, namun hal itu tak membuat gentar dirinya untuk beralih tempat malahan, kini pergerakan nya membuat Dirgo sekaligus Luwis, ingin menghajar habis wajah sok tampan tapi hanya mempermainkan saja,


membelai beberapa helai rambut Elghora Dezira dengan jemari tangannya, seketika emosi dua pria yang tertahan berhenti berdetak kala Elghora langsung memberikan perlawanan,


"Jangan sok dekat, bajingan seperti mu, ternyata masih punya banyak wajah, haruskah aku membuatmu mengubah kedok bodoh mu itu, Mantan Dosen! "


kedua pria itu seketika menelan salivanya akan mendengar ancaman untuk pertama kalinya,


"Kau cantik tapi bisa mengancam juga rupanya, baiklah apa yang kau bisa sekarang_? "


melingkar kan pada pinggang Elghora Dezira hingga langsung terjadi sebuah ledakan keras menggebrak meja sampai menggema disana,


"Bruak, "


Tubuh Hazen kini kalah dilawan oleh Elghora Dezira, tepat menghantam diatas meja dengan kepala menyentuh meja, tangan terkunci kebelakang, wanita itu tersenyum puas,


semua pandangan kini tertuju pada meja yang ditempati Elghora, melihat Sang pria ditaklukkan telak oleh wanita, maka saat itu juga hal gila pasti terjadi jika keberadaan Si tengil ada disana juga,


"Ternyata Sayang ku lebih kuat dibandingkan Hulk sialan kurang akal badannya aja yang besar tapi otaknya tekor disepenghujung jalan, lalu sekarang akan kau apakan, Manis? "


Geram Elghora,


"Setelah ini giliran mu, Karim Tengil! "


Bela Dirgo,


"Kan gue ada dipihak lo Sayang, napa jadi sekarang aku yang digilir? "


memang suntuk jika berurusan dengan semua perkataan Karim si Dirgo itu,


"Dia itu ngerti ucapan ku atau emang ngetes kesabaran ku sih, Sialan!


Batin Luwis,


" Digilir? yang cowok siapa, ceweknya siapa, mala bisa ngomong kalau dia cowok bilang aku yang digilir, ada ada saja tu otak tekor nya sekarung, "


Luwis Ndrizen hanya mampu menjadi penonton setia namun ketika Hazen ingin membalikkan keadaan disaat Elghora Dezira lengah, maka disaat itulah wanita tersebut mencekal lutut Hazen si Hulk sehingga terjengkal dibawah, akibat ulah nya beberapa dari orang merasa salut akan tindakan Elghora Dezira,


lalu tibalah keamanan yang membereskan semuanya, dan kini hanya tinggal si Karam,

__ADS_1


Pikir nya,


"Sepertinya mengusirnya lebih tak mungkin dibandingkan dengan yang tadi, Karim lebih susah dan merepotkan, hah sudahlah, makan dulu sambil berpikir, menyingkirkan nya, "


selalu saja mengawali pembicaraan dengan hal yang tak penting,


"Elghora, apa kau suka pelatuk? "


"Gak, "


malas menanggapi,


"lalu kau suka pisau? "


"Gak, "


jenggah jika itu Karim tengil sialan itu,


Batin Luwis,


"Tu bibir pengen gue gampar sejak dari tadi!"


"Lalu apa yang kau sukai Elghora? "


"Panah, "


"Waow, kau benar-benar orang yang pandai memilih, jadi kau suka yang lebih panjang yah, pasti menurut mu itu lebih nyaman dan enak! "


"Tu otak kalau bisa request pengen gue giling sekarang juga! "


"Apa Nona ku tidak kesepian? Mau ditemani gak? "


"Promosi mu gak akan pernah bisa mempengaruhi ku, kau mengerti! "


"Aku cuma memberi saran jika iya, maka Abang Karim bisa sebagai hati meluangkan waktunya untuk sayang ku juga manis ku, "


Ucap Luwis yang sedari tadi tak bosan nahan omongan,


"Jika bisa potong babat habis orang sebelumnya dan dia,karena hanya bisa membuat masalah saja,namun dialah orang yang sangat sulit digugurkan! "


jawab Elghora Dezira tenang,


"Kau tembak juga akan langsung tumbang! kenapa bingung dan kesulitan mengugurkan nya? "


"Nona, tapi itu akan jadi masalah,mengacungkan pistol didalam restoran,akan sangat berakibat fatal, "


"Memang siapa yang menyuruh mu mengacungkan pistol, hah, "


"Lalu bagaimana melakukannya Nona? "


"Nembak bukan berarti dengan pistol, tapi nembak dalam arti nyatakan, maka sedikit belok tidak masalah untuk menghadapi orang gila sepertinya,butuh menjadi gila untuk menyamai nya, benar tidak! ""

__ADS_1


"Bahkan sekarang Nona ku juga sama,sama tertular alergi nya itu, hahhh, "


__ADS_2