Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Om nyebelin


__ADS_3

Masih menatap lekat wajah Elghora dari ujung mata rambut sampai kaki, itu pria gak ada bosannya memandangi tubuh gadis imut centil cantik anggun sekarang berubah seperti ketua geng saja, mengherankan si pria hingga mendesah,


"Gimana aku bilangnya nanti? "


Elghora yang tau jalan pemikiran si Om mengalami jalan buntu pun dibantu,


"Bilang aja kalau sedang dalam proses bertahap penyembuhan,dan lebih baik jujur dari pada belok kanan belok kiri, "


seketika mimik ekspresi Pria yang disebut Om tadi menyahuti nya,


"Emang kau pikir jalan raya apa?sampai harus belok kiri belok kanan, "


jawab usil,


"Itu mah bukan jalan raya, yang benar gang kampung, gak percaya Om? "


tatapan penuh selidik si Om,


"Kau yakin gak demam? "


kesalnya berujung kasar,


"Gue tonjok ya Om, lagi pengen ni ngidam, nonjok mukanya Om nyebelin nya selepangan, "


tepok jidat akhirnya dibuat pusing Elghora,


keluh nya,


"Kenapa harus keponakan ku sih? bagaimana aku harus beralasan saat kembali nanti? muka ku, perut ku? "


Elghora melirik perut sambil mengoceh sebal,


"Perut gak jelas aja dipikirin, lagian perut cowok kok gak kotak-kotak, lurus lagi, mana gak ada terjalnya, kan gak seru! "


marah kepada Elghora,


"Kau bilang apa barusan? ni perut gak ada yang nyamain kau tau! "


sahut spontan gadis si keponakan bawelnya,


"Itu mah jelas, buat gak minat nyentuh dua kali, sekali udah cukup dan gak akan mau lagi, kalau nyubit mah nagih,kenapa gak seperti level pria bohai lainnya si Om? emang Om gak pernah rawat tubuh ya, kok kayak cewek sih,jadi males liatnya! "


decak nya,


"Emang yang suruh liat siapa? lagian kamu itu baru sadar udah bikin bibir Om capek dari tadi bicara muter gak jelas seperti itu? "


"Gimana mau jelas Om? kan gak ada alamat, heheh, "


Alhasil ia dibikin ribet sama kejailan sekaligus gaya bicara nya yang super aktif dari biasanya,ketika perawat mengatakan bahwa kondisi pasien sudah membaik dan diperbolehkan untuk pulang, maka dalam sekejap saja Pria Om nyebelin itu mengambil penerbangan khusus agar dirinya bisa sampai ke Castil Carligo,


Dimana disana seluruh keluarga besar berkumpul, sedangkan saat ini setelah kelulusan SMA tubuh yang dihuni oleh Elghora ternyata memang benar-benar seorang gadis yang amat dimanja oleh keluarga nya, sedangkan kini perjalanan panjang itu terhenti di sebuah bandara asing,


Ujarnya,


"Memasuki planet baru dimensi waktu sama namun berbeda tempat, "


heran dengan semua ucapannya, pria itu sama sekali tak ingin merespon sikap keponakannya yang sedang mengalami pikiran kritis, entah dari mana seorang yang dianggap Om nya berpikir demikian, lalu didalam mobil taxi yang dipesan online, ternyata sampai juga, perjalanan berliku kembali beda lagi dengan tanggapan Elghora,


"Akan ada banyak hal bahkan masalah yang datang sedang menunggu ku! "


jawab si Om,


"Bukan menunggu mu, tapi lebih tepatnya menunggu ku, Priyaz Zefira putra dari Praza Zefran, keturunan murni dari darah tertua menyeramkan, dia Daddy mu, ku harap dia tidak menebas ku dengan senjata pamungkas nya, "


usil Elghora yang kini dipanggil Zefira,


"Maka tamatlah riwayat mu, pasti sangat menyenangkan, "


menyandarkan punggung pada kursi belakang,


"Oh astaga, kau amnesia tapi kenapa mala justru lebih mirip dengan nya?menyeramkan, "


pendapat nya yang membikin sang Om memicingkan sebelah matanya,


"Jika tidak menyeramkan maka tidaklah menarik perhatian, bukan begitu, lagian mau lari apa bener Om ini pria, hadepin aja langsung, entar pasti beres, "


deru nafas seolah tercekat kuat,


"Lebih baik aku berterus terang dari pada nanti babak belur kek dadar guling, "


sahutnya,


"Enak tu tinggal dimakan, "


keluh nya,

__ADS_1


"Anak sama Ayahnya sama saja, lagian kakak dari mana juga dapat hasil cetakan murni duplikat dirinya seperti ini, malah yang menegangkan jadi nambah lagi, tapi nanti ketika datang ke Castil Carligo apa tidak akan terjadi masalah yah, mengingat Daddy mu punya_"


meminta penjelasan,


"Jelaskan saja semuanya, aku akan menjadi pendengar setia mu Om, "


Ungkap nya,


"Baiklah, Istri Daddy atau Mom baru mu itu bernama Eliska Ermania, dia seorang janda dengan dua anak, dan mereka saat ini akan menjadi kakak angkat mu, pria yang bekerja sebagai seorang pelukis terkenal ternama dalam waktu ini dia adalah kakak kedua mu, bernama Elzamka Ermanz, lalu kakak pertama mu dia seorang CEO perusahaan, Elsaka Ermanz, dan Daddy mu sangat mencintai nya, beda hal lagi jika kau datang, pasti akan ada masalah, "


Zefira hanya menggut-manggut kepala tengah membikin Pria yang bernama Praka Zefran geleng-geleng kepala,


kata Zefira,


"Om asyik ya geleng-geleng kepala, padahal lebih enakan manggut-manggut lo Om, coba deh! "


geram Praka,


"Kapan sampai nya ini? berasa satu minggu didalam taxi saja, "


Tiba-tiba gelak tawa Zefira membuat angan Praka terpotong, sambil memegang dahi Zefira,


"Kau tidak demam tapi mampu mengecoh pikiran ku, astaga jangan buat aku takut atau khawatir, Zefira, emm, jangan buat Om ke empat mu ini menjadi orang pertama yang mengalami depresi berat, okey, "


lalu setiba nya Praka meminta Zefira untuk turun tepat pada sebuah gerbang hitam besar nan tinggi,Tatapan gadis itu berpaut pada si Om yang sejak turun dari taxi masih membuat dirinya bingung dengan versi keponakan nakal nya ini,


sarkas nya,


"Kau ingin menggoda Om mu Zefira? "


namun hal paling tidak diduga bisa lolos dari bibir manis sang keponakan tercinta,


"Kau ingin aku menerkam bibir mu Om? "


melongo keheranan,tanpa pikir panjang tak berani bicara ia lebih memilih untuk masuk gerbang yang sudah terbuka buat mereka berdua, Zefira hanya mengekor dibelakang Om bawel nyebelin luar biasa,


gerutunya,


"Ni rumah, gak seperti castil, malah lebih tepat seperti kebun binatang, "


Praka terhenti membalik badan melihat wajah Zefira yang sejak di rumah sakit sampai sekarang masih membuat nya terngiang dengan wajah menarik menggoda hatinya,


menyentuh dahinya,


"Astaga bagaimana aku bisa tertarik dengan keponakan ku sendiri? jika begini hidup ku berada dalam genggaman kakak kejam ku yang ingin aku jauhi, tapi kenapa gadis ini begitu berbeda yah? sejak dia pandai bicara memojokkan lawan bicara, fantastis ia mampu mengutik hati seseorang begitu mudah, benar-benar gila, "


Batinnya,


"Dia benar-benar tidak baik untuk jantung ku mulai saat ini, "


tanya Zefira,


"Om, Ini castil tapi kok aneh ya, mirip kek Om, "


percakapan berlangsung,


"Dari mana mirip nya? gak ada sama sekali, dan jauh banget kau sampai bisa menyamakan ku dengan sebuah tempat castil menyeramkan seperti pemiliknya, "


"Jika sedara, mau gimana nya tetep aja sama, "


"Sama apanya? "


"Nyebelin nya, "


"Kau itu masih dalam kondisi tidak sadar Zefira, "


"Apa kau demam Om? "


"Kenapa bertanya seperti itu pada Om? "


"Karena Om mengatakan kalau aku dalam kondisi tidak sadar, coba pikir!apa orang tidak sadar itu bisa berjalan apalagi bicara em?"


"Hahhh, kalah juga pada akhirnya kalau main debat dengan mu Zefira, tapi bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi? "


"Tadi kau mengatakan jika aku dalam kondisi tidak sadar, sekarang malah bertanya pada ku, siapa coba yang seharusnya diperiksa saat ini? "


"Keponakan ku lebih tepatnya, "


"Enak aja Om la, kan Om lebih aneh dari ku, "


"Aneh mana nya Zefira? "


"Semuanya Om Praka,"


namun tiba-tiba suara seseorang membuyarkan percakapan keduanya,

__ADS_1


"Sampai kapan kalian mau berdebat? tumben lama,apa ada masalah dalam perjalanan kalian? "


sambil merangkul pinggang Zefira,


tapi dalam hitungan menit Zafira langsung menghindar dan menjauh, melihat gelagat itu Sang Om kedua melihat kearah Praka menanyakan perubahan sikap sang keponakan,


Tanya nya,


"Kau menghasut nya, Praka, "


Praka tercengang dengan tuduhan Sang Kakak kedua sebut dia Prezan Zefran,


"Jangan asal tuduh lagian sebenarnya_"


belum tuntas menerangkan kakak ketiga langsung angkat bicara,


..."Kau memang pandai berbuat onar, Praka, pantes Kak Praza selalu emosi jika dengan mu, sekarang kau apain lagi ni keponakan ku, hah? "...


Zefira melihat Praka yang terpojok tersudut tapi senyum seringai badas milik keponakan melejit bak roket terlihat dikedua mata Praka Zefran,


"Kau memang duplikat Praza Zefran yang menyeramkan, oh kepala ku, "


lantas Zefira menyahuti nya, hingga kedua Om nya yang tidak lain Prezan dan Praha Zefran termenung sesaat,


"Mau gue tonjok sekalian Om, biar lebih lega! "


keduanya beradu pandang heran dengan perubahan serta ucapan Priyaz Zefira dihadapan kedua Om nya,


keluh Praka,


"Jika kedua kakak ku saja reaksi nya berlebihan seperti ini, bagaimana dengan Kakak pertama? "


sahut nyaring Zafira,


"Mati saja kau, Om Praka, dari pada gak tanggung jawab, "


lagi-lagi Praka dibuat sengsara dengan kalimat keponakannya, sekaligus tatapan pembunuh dari dalam pintu utama nyaris membikin Praka menelan saliva nya,


intonasi tinggi menghancurkan suasana,


"Kau berani padaku sampai tidak bertanggung jawab hah, Praka? "


"Tidak kak bukan begitu_sebenarnya? "


kalimat menggantung membuat Praza emosi bahkan marah namun dalam kurun waktu sedetik Priyaz Zefira mendinginkan keadaan,


"Om Praka laper, mau makan, boleh gak? temenin, masak ya tega dibiarin aja seperti ini, Om Praka ayoo! "


sambil menarik pergelangan tangan yang ditatap tajam Praza,


Gumam pelan Praka,


"Terima kasih sudah menolong ku, keponakan, "


"Ada syaratnya, buatin makanan dong Om, laper ni perut, jika gak Om aja yang aku makan, gitu juga boleh! "


"Enak aja main makan orang, awas jika sampai kakak pertama tau keusilan ucapan mu itu, bisa-bisa kau mempercepat umur ku, bukan untuk menjadi tua tapi_"


"Tertidur lepas tanpa beban, bukan enak yah Om, "


"Tukk, "


pukulan sendok pada dahi Zefira,


keluh nya,


"Auuu,,,sakit Om, "


"Gak ada sakit, kau sudah sembuh total, bahkan volume nya bertambah lebih seperti nya, "


"Maksudnya? "


"Kau gemukan, "


"Mau gue tempol gak Om, ngegemesin banget sih, "


"Boleh tapi entar langsung Om cium, kamu semakin dimari makin nambah cantik tau gak, "


"Gombal, gak ngaruh, "


"Entar kalau udah Om nempel malah kangen Om lo, "


"Om emang paling nyebelin yah, "


melihat candaan bahkan keakraban keduanya membikin Praza heran dibuat pusing karena kejanggalan Sang Putri nya,

__ADS_1


ujar nya,


"Putriku berubah? "


__ADS_2