Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Terburuk


__ADS_3

Elghora Dezira mematung disana berdiri duduk kembali sehingga tak dirasa ia pun bergumam sendiri,


"Bagai induk yang ingin bertelur, kenapa sulit banget menghindari nya kali ini, menyebalkan, "


Sin yang mendengar gumaman berat itu penuh tanda tanya akan dirinya yang berperan menjadi sahabat namun ternyata ia mala menghindar, semua penuh tanda tanya beda lagi dengan Limoran yang lebih asyik menikmati santapan beserta minumannya, melihat satu temannya yang sangat santai membuat hati Sin sangat lega,


sedang firasat buruk Elghora Dezira semakin membludak ketika mereka saling menghantam percakapan dengan sengitnya,


"Hentikan sikap kekanakan mu itu Biyanka! kau tau itulah yang mambuat ku sangat muak dengan mu, "


"Muak, bisa-bisanya kau mengatakan hal itu padaku, disaat baru kemarin kau mengatakan menyukai ku menyanyangi ku, dan sekarang kau membalikkan segalanya dengan ucapan gila mu itu, "


sahut sang Wanita berparas menggoda yang kini ikut serta memojokkan Biyanka Barnia,


"Seharusnya kau itu harus liat kaca, bagaimana seorang dosen bisa menjalin hubungan dengan gadis yang pernah diajar olehnya, atau bisa dibilang kau adalah seorang wanita perayu disini, sedangkan kami sudah tiga tahun menjalin hubungan bahkan sudah bertunangan, sekarang siapa orang ketiga disini, "


Mendengar perkataan itu sontak Elghora tercekat sesuatu yang sangat sulit ditelan bahkan dicerna ketika mengetahui kenyataan yang begitu menyayat dialami sang sahabat,


batin Elghora,


"Dia yang kau anggap berharga kini dalam hitungan detik menghancurkan hati mu Biyanka, seseorang yang begitu kau percayai merusak segala harapan mu, dan kini apa yang akan kau lakukan, mundur pun sulit maju pun tak mungkin? "


Sin yang sedari tadi memahami ekspresi Elghora Dezira langsung mengajaknya pergi dari cafe tersebut, seketika terlihat kegundahan luar biasa dari jemari tangan yang semakin bergerak cepat,


ucap Sin sambil menyentuh jemari Elghora Dezira,


"Apapun yang ada dipikiran mu, maka berpikir lah positif, maka itu yang terbaik untuk mu, Elghora, "


Saran dari Sin seolah membuat hati Elghora menjadi tenang seketika,


balasnya yang sudah semakin tenang,


"Terimakasih Sin, "


"Tentu, "


tanya Limoran,


"Sekarang kita kemana El? "


melihat dari ekspresi Elghora Dezira seperti nya tak mungkin untuk melanjutkan perjalanan untuk bersenang-senang, walaupun hanya sekedar makan bersama belanja dan lainnya,


sahut Elghora Dezira,


"Kalian duluan saja, aku mau istirahat di apartemen hari ini, "

__ADS_1


sebenarnya Sin tau jika ia masih berputar dengan semua yang menyulitkan pikiran nya tapi,


kata Sin,


"Istirahat lah dan jangan membebani pikiran mu dengan pertengkaran mereka barusan, "


"Ya aku mengerti Sin, sampai jumpa, "


berjalan melangkah menaiki taxi disana tepat perusahaan Hjb Stive El Zeidan yang tengah duduk dikursi kebanggaan nya sebagai seorang CEO ternama, mengatur nafas serta menarik dasi yang begitu kencang dirasa,


ujarnya,


"Akan ada hari dimana penganggu lama menjadi benalu, sepertinya kehidupan ini akan selalu mengusik Milikku dari genggaman ku, Biyanka Barnia, sampai kapan kau akan berulah menyusahkan orang lain, "


Sikap Stive El Zeidan saat ini merasa muak sebab dirinya mendapatkan kabar informasi dari bodyguard nya tentang sang kekasih, sebenarnya tanpa sepengetahuan Elghora Dezira disekitar gadis itu telah dijaga oleh beberapa bodyguard namun dengan pengawasan jarak jauh, sehingga tak menimbulkan kecurigaan tersendiri dari sang pujaan hatinya,


Hampir Enam orang berjaga dua puluh empat jam untuk nya, namun tak satu pun dari mereka sanggup terlihat sebab pengawal itu adalah penjaga khusus kediaman Besar Stive yang sudah terlatih demi keselamatan Elghora Dezira, sejak dari awal keluarga memintanya untuk menjalin asmara dengan Biyanka Barnia, disanalah ia tau bahwa seseorang yang disukainya adalah sahabat dari Biyanka sendiri jadi sangat mudah bagi Stive untuk mendekati nya,


Namun rusaknya hubungan Biyanka Barnia dan Dosen Hazen tak membuatnya gusar, sebab disini ia lebih menjaga Elghora Dezira dari jamahan siapapun apalagi keluarga nya,


"Akan kubunuh mereka yang berani melukai milikku, bahkan jika mereka adalah keluarga ku sendiri, "


melihat kenyataan pahit sang Bos beberapa Pengawal nya sampai merasa ngeri akan tindakan yang jauh diluar nalar,


*********


Elghora Dezira membaringkan tubuh nya yang nampak letih setelah selesai berbenah,


gumamnya,


"Tolong jangan mempersulit ku! semua pasti akan Baik-baik saja, yah seperti itu, "


memantap kan diri,


lalu tak sengaja ia mendengar suara dering dari ponsel milik nya,diambillah benda pipih tersebut ternyata nama panggilan tersebut adalah,


"Biyanka Barnia, "


seseorang yang sudah tak pernah menghubungi nya sekarang kembali lagi untuk membicarakan sesuatu hal,


"*Apa yang akan kau bicarakan kepada ku, Biyanka? "


"Taukah kau, hari ini kau seperti mimpi buruk bagi ku, dengan sikap mu yang seperti itu, kau akan menyulitkan hubungan ku, haruskah aku mengangkatnya? jika tidak malah ia akan berpikir kalau aku telah memutuskan persahabatan, ahhh... semua mengesalkan*, "


Dengan menahan emosinya hingga stabil akhirnya Panggilan yang berdering ketiga kalinya pun diangkat oleh Elghora Dezira,

__ADS_1


suara sesegukan seseorang dari ponsel miliknya mencemaskan keberadaan nya namun,


"El, Tolong maafkan aku, maaf,ku mohon maafkan aku, aku tidak bisa bertahan untuk melalui semua ini, Elghora Dezira ku mohon kembalikan Stive kepada ku! aku butuh dia di sisi ku El, ku Mohon! "


Elghora Dezira langsung mematikan panggilan tersebut, gemuru detak jantung nya berpacu cepat, cinta yang tumbuh mekar indah seolah pupus layu dengan semua ucapan gadis itu, dia tau jika Biyanka Barnia sampai membuat masalah maka semua yang akan menerima kehadiran penyelesaian dari nya hanyalah Stive El Zeidan, sedangkan jika itu sampai terjadi maka apa yang akan dilakukan olehnya, tentang hubungan nya apa yang akan terjadi?


Lalu detik itu juga Elghora mendapatkan panggilan dari pihak keluarga Biyanka, bahwa saat ini Putri mereka sedang berusaha melompat dari gedung tertinggi rumah sakit, ia dikabari kalau sebelumnya Biyanka mengalami gangguan pikiran akibat stress akan ditinggalkan sang kekasih hati, kini segalanya seolah berdampak buruk bagi Elghora Dezira dan Stive El Zeidan,


mendengar kabar tersebut Elghora Dezira langsung berlari keluar apartemen dan mencari taxi untuk menuju ke rumah sakit,beberapa menit kemudian ia berlari terburu-buru mencari tempat yang nampak terlihat dari bawah gedung sangat ramai dengan kerumunan mengatakan ada seorang pasien yang mencoba bunuh diri, dan gadis itu tidak lain adalah,


"Biyanka Barnia, "


Bergegas masuk menggunakan sebuah lift seluruh tubuhnya berkeringat dingin jemari tangan yang beradu membuat kegugupan tersendiri seolah kondisi Elghora Dezira nampak kacau balau dibuat karena kabar akan bunuh diri seorang sahabat dan terakhir kalinya permintaan yang sulit bagi nya itu,


tepat dilantai atas dengan kerumunan seorang dokter Elghora Dezira berusaha menguatkan hatinya tentang apa yang terjadi kedepan nya, namun nyaris ketika ia melewati mereka kedua tatapan beradu antara Biyanka Barnia dan Elghora Dezira berpacu, Stive yang berada disana melihat wajah pucat Wanita yang dicintainya teramat menyakitkan,


Pikir Stive kala itu,


"Inikah yang ingin kau pastikan dari ku Elghora Dezira, antara hubungan mu dengan ku dan keberadaan yang membuat ku harus memilih sebuah keputusan disini, Elghora Dezira atau Biyanka Barnia? tentu saja aku memilih Elghora, lalu jika dititik ini aku mengatakan lebih memilih nya maka Gadis benalu itu akan menyingkirkan dirinya didunia ini, yah walaupun itu pilihan yang terbaik seharusnya, tapi melihat wajah dari semua keluarga berharap aku kembali kepada nya agar dia mau turun dari posisi tersebut, maka aku hanya mencoba diam saja,mati saja itu lebih baik, dasar gadis pembuat masalah, "


Sekarang tepat dihadapan nya kepala keluarga besar Biyanka memohon bantuan kepada Elghora Dezira untuk melepaskan Stive El Zeidan untuk Putri nya,


"Apa mereka gila? kenapa harus membuatku seolah akulah disini yang menjadi orang bersalah atas tindakannya, bukankah pilihan terbaiknya adalah Dosen brengsek tersebut, "


Lirihnya berat,


"Kenapa kau sampai senekat ini Biyanka? "


balasnya sembari menangis menatap Stive El Zeidan,


"Aku hamil El, "


tubuh sang ibu Biyanka terkulai lemas disana begitu juga dengan sang ayah yang tak mampu bicara lagi, dihadapan keluarga besar Stive ia hanya menunduk malu untuk memohon agar putrinya terselamatkan, namun justru pandangan keluarga Stive memacu pada tatapan nanar tertekan yang semakin dirasakan Gadis yang kini berada disamping putra nya, ia tak mampu berbicara,


Namun Gadis itu mala semakin memojokkan dirinya,


"Aku hamil El, tolong kembalikan Stive kepada ku! "


semua mata kedua keluarga tertuju kepada Biyanka Barnia, sedangkan mereka yang tak memahami situasi semakin meracau mengatakan kalau ternyata gadis pendiam itu adalah orang ketiga dalam hubungan ini sehingga pria itu tak mau tanggung jawab akibat keberadaan gadis pelakor tersebut,


hati Elghora Dezira tersudut ia menitihkan air mata, sambil berteriak kencang kepada Biyanka Barnia,


"Kau sudah gila Biyanka,yang menghamili bukan kekasih ku, tapi pacar gila mu diluar sana, dan sekarang kau mencoba mengatakan kalau aku dan kekasih ku yang bersalah disini! kau juga tidak berpikir, dari cara mu berbicara kau sudah menuduh keluarga kekasih ku dengan tuduhan palsu mu, kau bahkan membuat ku sahabat mu sendiri menjadi tertuduh kalau aku menjadi orang ketiga dalam hubungan mu, kau lah yang menjadi penghancur hubungan ku saat Ini, Biyanka Barnia, panggil Dosen gila itu, mintalah pertanggungjawaban dari nya, bukan pada orang yang salah yang harus menanggung semuanya, "


"Jika kau tidak memberikan nya padaku maka lebih baik aku mati, Elghora Dezira, "

__ADS_1


Elghora terduduk lemas disana menyaksikan semuanya sudah kacau dan apakah yang akan dilakukan oleh mereka dengan kegilaan nya.


__ADS_2