Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Melamun


__ADS_3

Dikamar megah dengan interior ruangan yang dirancang khusus, Elghora Dezira merasa ada beberapa sudut dari sebuah tempat, seolah ada kamera pemantau untuk mengawasi nya, ia tipikal orang yang paham dengan hal seperti itu, sedangkan kedua mata masih menjelajah penuh ketelitian dan alhasil,


Gumamnya,


"Empat kamera pemantau yang cukup pandai dalam penempatan nya, ini benar-benar diluar perkiraan, "


bahkan sampai Elghora Dezira dibuat berkhayal juga, apakah kamar ini juga menggunakan hal semacam itu, maksudnya kedap suara, benarkah, segala angan nya nyata membuat dirinya bingung, situasi hanya bisa menyudutkan nya, hingga reaksi tak terduga dari Vizhen Devizher pun membikin seorang Elghora terperangah akan semua tingkahnya,


Sedangkan dalam berjam-jam kurun lamanya ia bosan dan beranjak untuk berjalan-jalan mengelilingi sekitar kediaman dengan luas sepuluh kali lipat dibandingkan dengan miliknya,


Ujarnya,


"Ini Kastil, Mansion, istana atau apa? gede amet, gak bisa apa gak bikin jengah mata? setiap pahatan dan dalam penglihatan mata hanya bisa menyilaukan mata? sama persis sama pemiliknya, mengherankan saja, "


Elghora Dezira sampai tak merasakan kehadiran seorang pengawal yang sedari tadi tersenyum akan pengucapan sang Nona muda yang ada dihadapan nya, setiap langkah dari kaki unik itu menyusuri segala ruangan, hingga pada akhirnya jejak itu terhenti tepat pada sebuah rumah kaca yang membuat bibir Elghora Dezira membulat tidak percaya,


Ekspresi itu pun menjadi salah satu pemicu Vizhen Devizher berkata,


"Jika kau masih tak menangkup kan kedua bibir bulat itu, maka jangan salahkan orang lain yang akan memasukinya! "


perkataan barusan sontak mengagetkan Elghora disana, bahkan pengawal yang melihat tubuh sang Nona terjingkat itu pun berasa hal paling lucu dilihat bagi nya, begitu pula dengan Sang kakak,


Batinnya,


"Oh my God, aku bisa gila beneran kalau begini caranya, kenapa cara bicara nya sangatlah penuh dengan penekanan sih? "


lalu ketika Elghora masuk kedalam rumah kaca tepat dibelakang punggung Vizhen tanpa diduga, kedua mata yang masih jengah itu pun sampai membuat tubuh nya menabrak punggung besar milik Vizhen,


"BUK,"


elak nya,


"Auuu, sakit tau, napa juga berhenti gak ngomong, main mendadak aja sih? "


Berbalik dan menatap Elghora yang masih mengosok dahinya dengan jemari itu, namun dalam sekejap mata,telapak tangan yang disingkirkan halus oleh Vizhen kini dahi itu mendapatkan sebuah kiss manis dari nya,


Ucapnya,


"Apa sesakit itu? bukannya sekarang sudah membaik, emm? "


karena kesal Elghora pun mengomel tak jelas dihadapan nya,


"Dasar menyebalkan, kenapa aku harus menabrak mu sih? dan lagian kau itu selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan, kau benar-benar bikin kesel aja Vizhen_"


belum juga menyelesaikan pengucapannya ia pun merasakan bibir nya sudah basah dengan tanggapan bibir milik sang kakak yang bermain manis dengan bibir pink muda Elghora, beberapa pergerakan liar penuntut dan posesif itu membuat tengkuk leher yang ditekan penuh dengan Vizhen, mau tidak mau harus menurut saja,

__ADS_1


"Hahh... hahh... haaa, "


"Bukannya ini sangat manis sayang? "


sambil menjulurkan lidah merasakan bibir basah milik sang empu yang kini terdiam ditempat seperti patung pahatan,


ketika sadar akan pancingan kata Vizhen,


"Jika kau masih diam, maka itu artinya kau menginginkan ku melanjutkannya diranjang over size sekarang, Adik! "


"Hahhhh, "


helaan nafas heran pun keluar,


"Kau itu kakak atau apa? main terobos aja! "


Senyum terkekeh pun terdengar oleh Elghora dari Vizhen untuk nya,


Ucapnya,.


"Seperti nya kau memang dalam keadaan yang tidak baik untuk saat ini? "


menghindari percakapan yang dirasakan tak ingin dijawab oleh nya,


"Apa kau menyukai tempat ini Elghora? "


Ungkap nya,


"Cantik sederhana namun menawan, walau hanya melihat, itu pun terasa amat nyaman, bagaimana jika? "


"Sampai aku memiliki nya? "


kalimat yang dilanjutkan oleh Vizhen membuat tatapan itu semakin rumit, lamunan kosong dan angan pria saling bertabrakan alur dengan Elghora,


pikir nya,


"Kau harus ku miliki, Elghora Dezira, "


Lagi-lagi menarik pinggang ramping milik wanita yang masih heran tersebut kemudian dibungkam nya bibir itu lagi membikin Elghora semakin kalut dan cemas,


"Bagaimana cara menghentikan ciuman yang begitu dalam ini? "


kini Elghora Dezira terjebak dalam rangkulan erat tubuh Vizhen, ia masih memutar menelisik setiap sudut hingga sang empu tak bisa berkutik, namun hanya menerima kenyataan bahwa ia tak mampu mengimbangi lawan yang hebat dalam berciuman,


setelah sang mangsa sudah puas Elghora Dezira sampai tersengal-sengal dengan nafas memburu hendak menormalkan kembali namun, ketika tubuh pria itu kini mencoba mendekat kembali dihadang oleh Elghora Dezira dengan menyentuh dada bidang miliknya,

__ADS_1


"Menjauh,kau benar-benar sudah tidak waras kah, bibir gue bukan permen lolipop asal manis langsung dicomot, ni branded langka, punya cewek, napa sih nafsu banget? "


"SREK, "


tubuh Elghora kembali ditarik oleh Vizhen dengan sangat kuat, hingga kini kedua tatapan itu kembali tajam menelisik gemeru hati Vizhen sang kakak angkat, namun tidak disangka,


Ucap Sinhe,


"Woi itu adik lo jangan beneran diembat, Vizher!"


sahut Mozhe,


"wah parah gila seharusnya kita carikan saja yang lebih perfect, gimana Vizher? "


sambil menghampiri keduanya membuat Elghora mendapatkan kesempatan emas bisa lepas dari jeratan tangan yang melingkar dipinggang nya, lalu tibalah Mozhe mendatangi Elghora Dezira,


bahu Elghora ditoel oleh Mozhe,


"El, kau baik-baik saja kan, seperti nya wajah mu memerah, haruskah aku kasih obatnya? "


Tiba-tiba serangan brutal datang dari Elghora melayang kepada Mozhe,


"Hari ini seperti nya kau akan menjadi korban ku! tadi aku,sekarang kau, dan itu harus, "


"**BUK,"


"BUK, "


"BUK**, "


keluh Mozhe,


"Vizher ni adek lo napa jadi brutal kek gini, tolongin hei, jangan asal natap aja! "


keduanya ditinggal oleh Sinhe dan Vizher sebab masih ada urusan yang lebih penting untuk diutamakan,sedangkan Mozhe dibabat habis mendapatkan perlakuan aksi heroik mencengangkan dari adik sahabat nya tersebut,


melihat kelakuan tanpa ampun bahkan tak ada tanda jeda Mozhe pun berkeluh hebat,


"Kau ini pria atau wanita? kenapa tenaga mu penuh banget? padahal juga adik dengan umur segitu, tapi kemampuan benar-benar ku akui menyeramkan, "


Lebih tepatnya kini Mozhe berlari menghindar disusul sang Nona muda dibelakang begitu pula pengawal satunya yang jengah,


"Astaga kondisi kediaman besar ini nampak berubah secara drastis, dari visual dingin seperti es beku, bak keras nya batu tak mungkin dilawan karena kuat nya, sekarang berubah bagai rimbunan rumput berbunga di hamparan luas, "


mendengar hal itu Elghora Dezira berceloteh dengan menoleh kepada nya,

__ADS_1


"Lo itu asyik banget ngedrama sejak dari tadi, narasi juga panjang amet, biasa aja kali,dan Tuan lo tu bisa nya cari gara-gara doang ma cewek, gila pula kek batu nyebelinnya kek es yang bisa meleleh menyusahkan ku saja, "


__ADS_2