Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Paksaan


__ADS_3

Wajah Elghora Dezira tercekat kalau diri nya menatap keseriusan Stive El Zeidan, kelopak mata itu mengisyaratkan sesuatu hal yang nampak berbeda ketika memandangi Biyanka Barnia, semuanya membuat kegusaran dalam hati kecil Elghora,


Batin Elghora Dezira,


"Tau kah kau, jika kau benar-benar serius maka segalanya akan membuat hidup ku menjadi runyam Stive, aku tidak mau hal itu sampai terjadi, sedangkan ada ketakutan tersendiri jika suatu saat aku akan terjebak dalam dirimu yang seolah menuntut ku agar berada pada jalan mu, aku tidak mau sampai perasaan ini muncul karena dirimu, pacar dari sahabat ku, Stive El Zeidan, "


Sentuhan lembut jemari seseorang mengusap kepala belakang Elghora Dezira, mendekatkan kepalanya pada bahu Stive sehingga kini kepala gadis cantik itu tepat bersandar kepada pundak milik pria tersebut,


Elghora yang mencoba melawan tak mampu berkutik dirinya kini benar masuk dalam perangkap Stive El Zeidan, keluh Elghora yang kini berada tepat bersentuhan dengan dada bidang pria yang tertarik kepada nya itu,


"Kenapa kau bersikap seperti ini kepadaku, Stive? "


Senyum kebahagiaan terpancar jelas diwajah gagah mempesona itu, sebab Stive merasakan sikap Elghora Dezira berubah dalam sekejap ketika dirinya memberikan sikap perhatian lebih untuk nya,


"Kau tidak menyukainya! kalau tidak maka aku bisa lebih protektif lagi kepada mu, apa kau kesal, El? "


Elghora Dezira merubah posisi wajahnya dengan mendongakkan Kepala nya tepat menghadap ke wajah Stive El Zeidan,sontak senyum sumringah bahagia nampak jelas dilihat oleh Elghora saat ini,


"Kau itu membikin aku bingung Stive, tolong hentikan semua ini, mengertilah! "


Entah hanya perasaan Elghora Dezira atau apa, tapi ada rasa meruak yang menekan hati Elghora,


Batinnya,


"Apa dia akan melakukan sesuatu yang lebih menakutkan? ku harap ini hanya sekedar sebuah firasat saja, "


Namun Elghora Dezira mencoba mengalihkan perhatian nya dengan bertanya kepada Stive yang masih erat mencengkram tubuh Elghora didada bidang miliknya,


"Tapi ngomong-ngomong tu anak ngilang kemana yah, liat gak Stive? "


Stive membalas nya dengan lembut dengan melepaskan jemari tangan serta pelukan eratnya,


Pikir Elghora,


"Akhirnya lepas juga, "


ucap Stive El Zeidan,


"Kita pergi mencarinya, lekas itu aku akan membawa mu ke Apartemen milik mu, "


Elghora memiringkan Kepala nya pertanda dirinya bingung dengan perkataan sang pria yang masih aktif menatap dirinya,


Stive berbicara sambil memeluk tubuh molek Elghora Dezira,


"Kenapa bingung hem? "


sikap manis ini seharusnya Biyanka Barnia yang mendapatkan nya, bukan Elghora Dezira,


gadis itu pun langsung angkat bicara,

__ADS_1


"Aku gak punya apartemen Stive, cuma rumah sewa aja itu pun sama temen aku yang tadinya masuk kuliah bareng saat berangkat, ingat gadis bernama Limoran gak? "


jawabnya,


"Oh dia, jadi Limoran yang menjadi teman tidur mu El? kenapa gak dengan ku saja? kan lebih enak, hangat pula,em, "


"ihhh maunya itu ada-ada saja kamu, mesum, "


"Kan gak papa, aku mesum juga hanya dengan kamu saja El, "


"benarkah, pacar kamu itu, "


"Gak pernah El, cuma sama kamu, jadi mulai hari ini kamu harus manja dengan aku saja, okey, jangan pria lain! "


"Kau begini seolah aku ini pacar mu aja Stive, "


"Kan kamu memang milikku mulai saat ini, "


"Jangan bercanda deh Stive, capek aku, "


sambil memegang pergelangan tangan Elghora Dezira kini keduanya pergi berjalan keluar untuk mencari Biyanka Barnia, namun ketika satu jam lebih ternyata Stive yang tiba-tiba berhenti membuat Elghora Dezira menatap lekat dimana arah tatapan yang saat ini ia tuju, ternyata,


"Dasar gadis itu sama sekali tak tau aturan, "


terlihat Biyanka di Mall bawah bermanja dengan seorang pria yang tidak lain adalah Dosen Hazen, mereka berdua seolah tak sadar dengan apa yang telah dilakukannya,


"Dilanjutkan atau mengakhiri, katakan dengan jelas Biyanka Barnia? "


lalu chat yang terkirim tersebut membuat sosok gadis manja itu kini mematung, dia berpikir sangat bingung tentang kerisauan dan cinta nya, dirinya tak rela harus bersama dengan Stive sedang kan ia sangat menginginkan Dosen Hazen,


kemudian gadis itu berinisiatif untuk melakukan perkumpulan dengan nya bersama Kekasih kebanggaan nya itu, melihat balasan chat tersebut Elghora Dezira memalingkan dirinya tak menatap pandangan dibawah sana, melihat sang gadis tercintanya berpaling ia langsung menggenggam erat jemarinya sambil bertanya,


"Ada apa El? kau khawatir? "


Elghora Dezira sama sekali tak menjawab, namun ketika keduanya hendak berjalan dalam pertemuan merisaukan hati nya, langkah nya terhenti,


"Bisakah aku juga tak ikut mendengar setiap keputusan dari kalian Stive? "


"Kau harus ikut menemaniku El, aku yang mengajak mu kesini, kau ingin aku terlihat seperti pria yang tak bertanggungjawab, hem, "


"hemm, baiklah, "


dengan menghela nafas panjang,


*********


Tepat didalam sebuah cafe MiCoffe, keempat manusia ini saling beradu pandang, dan tak disangka pula ada kedatangan beberapa orang masuk langsung menghampiri kami, mereka adalah kedua belah pihak dari keluarga Biyanka Barnia dan juga Stive El Zeidan,


Disinilah tak butuh waktu lama Biyanka Barnia langsung mengatakan,

__ADS_1


"Aku Biyanka Barnia mengatakan dengan sangat terhormat untuk seluruh kedua keluarga terpandang agar bisa menerima keputusan, bahwa kami berdua, aku dan Stive El Zeidan sudah tidak memiliki hubungan apapun, jadi keputusan ini tidak bisa diubah oleh siapa pun, dan ku harap kalian bisa menghargai apa yang telah aku ambil ini, Terima kasih, "


pikir ku,


"Ternyata dia cukup gila mengatakan hal itu, "


bahkan Stive El Zeidan hanya mampu diam tanpa suara,


namun pihak dari keluarga Stive tak Terima sehingga mengakibatkan kedua keluarga yang bersahabat itu terpecah belah karena ulah sang putri dari keluarga besar Barnia,


sehingga mau tidak mau keputusan bulat itu diterima tapi berakibat fatal dengan hubungan kedua keluarga nya, tapi Ayah Stive bertanya kepada Biyanka karena merasa ingin tau penjelasan lebih dari gadis tersebut,


"Kenapa kau langsung memutuskan Biyanka? apa semua karena kesalahan putra ku? "


"Maaf Om, sebenarnya disini yang salah adalah Biyanka, bukan karena Stive, dia sangat baik, pengertian, dan tak ada satu sikapnya pun yang memberatkan ku atau menganggu ku, tapi_"


"Lanjutkan Biyanka? "


"Aku menyukai pria lain Om, dan dia_"


"Adalah seseorang yang kini duduk disebelah mu, "


"Iya Om maaf kan Biyanka, "


"Baiklah kalau begitu, jika itu keputusan bulat, maka Om tidak akan pernah bisa membalikkan keadaan, tapi ingatlah Biyanka, jika kau berubah pendirian itu tak akan bisa dirubah kembali, karena hari ini kau telah menghina Om Biyanka, "


"Biyanka ngerti Om, aku tidak akan menyesali perkataan ku, "


"Tapi siapa gadis yang berada disebelah mu Stive? "


ketika hendak Biyanka akan menjawab tiba-tiba Stive El Zeidan menjawab singkat Ayahnya,


"Kekasih ku, "


sontak semua mata terbelalak akan ucapan Stive El Zeidan begitu pula dengan Elghora Dezira yang bergumam,


"Kenapa kau harus mengatakan hal itu disaat seperti ini? "


"Agar mereka tau siapa kau sebenarnya, Elghora Dezira, kau hanya milikku seorang, bahkan siapa pun yang berani menyentuh mu saat ini juga, aku akan membunuhnya, jadi kau tidak perlu takut mulai dari sekarang! "


sambil tersenyum manis pada nya dan perhatian nya dirasakan sang Ayah sangatlah tulus,


"Jadi selama ini kalian menyembunyikan semuanya hanya demi menghargai keputusan kami, baiklah, tadinya aku akan merusak persahabatan kedua keluarga ini, karena kau Biyanka, tapi melihat putra ku juga bersikap sama maka, hal keburukan ini tak akan terjadi, dan mulai sekarang lakukan apa yang kalian mau, "


batin Elghora Dezira,


"Wah gue mendapatkan restu begitu mudah, yah kayaknya akan mustahil lagi untuk_"


"jangan mencoba lari, Elghora Dezira! "

__ADS_1


__ADS_2