
Pagi mulai terasa namun Limoran masih tidur dengan pulasnya, ketika sebuah tirai kamar disingkap dalam sekejap ada pandangan yang membuat nya berpikir sejenak,
"Tu Karim ngapain senyum-senyum gak jelas yah? "
tapi terlihat seseorang dibelakangnya sedang memantau si Karim dan menarik kera kemejanya, mereka seolah berceloteh tentang sesuatu hal namun tiba-tiba saja, suara seseorang membuat nya menyentuh dadanya,
"Jadi Karim beneran selingkuhan kamu El? "
"haduh,jantung gue, la ile Li, ngagetin aja kamu ni, Enggak Li jangan hiraukan orang gak jelas seperti nya, okeyy! "
sedang disebrang sana seorang pria tidak lain adalah Sang kakak dari Karim sedang mencoba bernego dengan nya,
"Ada apa kak,tumben nyasar dimari? apa perlu sesuatu? "
percakapan keduanya pun berlangsung,
"Dateng ke perusahaan dan jadilah sekertaris diperusahaan Daddy, dia butuh bantuan mu, sekarang juga! "
"Oh, gak ah, males, lagian yang butuh siapa? yang dateng juga siapa? "
"Plakk, "
"ni ni yang bikin gue gak suka main kaplok pala orang aja, emang kakak aja toh bisa kan! lagian buat apa aku disana, yang ada entar aku mala malu-maluin lagi, kan kakak udah liat aku pengen bebas, punya dua rumah, satu lagi gue kontrakin, "
"Terserah lo tentang hal itu tapi ini penting, darurat, Pergi bersama sekarang dan Daddy bisa menjadi lebih baik lagi! "
"Ogah, gue udah bener-bener gak mau tau tentang yang namanya perusahaan, pokok nya DiL, "
"Berapa uang yang lo mau, gue kasih atau apapun itu, bagaimana adik brandalku? "
"Wah, baiklah ayo kita jalan! "
"Hemm, kalau sudah uang dia tak pernah bisa menolaknya, dasar mata duitan, "
namun ketika didepan gerbang tiba-tiba dari rumah sebelah ada suara seseorang yang memanggilnya,
"Karim mau kemana? "
sebelah alis Sang kakak terangkat,
"Siapa Karim? "
"Gue mau pergi Li, Oh ya Cantik ku oh bukan sayang ku mau dibeliin oleh-oleh Apa? "
"Sayang dia bilang, emang dia apanya,tu anak beneran gak beres, "
batin Sang kakak mengebu,
sedangkan Elghora sentak langsung menanggapi nya,
"Lo gak waras yah! "
sahut Sang kakak yang berada dibelakangnya,
"Bener tu omongan nya, "
"Beneran Cantik ku,yakin gak mau! tidurnya gimana? "
"Nyungseb diranjang, napa lo repot gitu sana pergi! lo gangguin mata gue tau gak, dasar Karim lebay, "
"Hati-hati ya Rim, "
__ADS_1
"iya Neng Limoran, dan bye Neng Elghora Dezira selingkuhan ku, "
"mau gue tempol pakek sendal hah! "
"Langsung saja lempar biar kelar! "
gumam Sang kakak,
"jangan sadis Neng, tapi walaupun garang abang Karim tetep mau kok jadi selingkuhan nya Neng, "
"Gak waras lo, "
"Gimana aku bisa punya adek gak waras kek gini sih? berasa emosi aja liatnya, "
mereka pun pergi menaiki bus untuk urusan utama agar semuanya bisa selesai,
batin Elghora Dezira,
"Akhirnya, bisa pergi kekampus,dan gak natap sikap jengkel nya si Karim itu, "
"Sepertinya Kau begitu senang El, kenapa? "
"Soalnya bisa bertemu temen sekaligus sahabat disana, "
"Kau punya sahabat? "
"Ya, walaupun gak seangkatan, tapi dia gadis yang menarik, itu bagi ku, gak tau tentang pendapat yang lain, "
*************
Ketika keduanya sudah masuk ke kampus tatapan Elghora Dezira terpaku pada sosok pria yang kini menatapnya begitu dalam,
"Apa aku mengenal pria itu? kenapa dia menatap ku seperti itu? aneh, "
lalu tak disangka seorang wanita yang keluar dari mobil yang jadi bahan perbincangan tidak lain adalah sahabat nya sendiri Biyanka Barnia,
gadis dari pemilik kampus sekaligus terkenal ditempat manapun, namun pria tersebut sama sekali tak begitu penting karena Elghora sendiri baru kali ini tau tentang nya,
dan tidak tau kenapa Biyanka Barnia datang menghampiri nya dengan memperkenalkan seseorang,
"Elghora aku kenalin ini pacar aku,Stiven El Zeidan,nama tengah mirip dengan mu El, bukan begitu! "
pria itu langsung mengulurkan tangan didepan Elghora Dezira,
"panggil aja Eidan,sama seperti Biyanka! "
"Aku Elghora Dezira dan disebelah ku, dia Limoran teman ku juga, "
"jadi kalian baru berteman, "
"ya, tidak sengaja juga, kalau begitu aku permisi dulu mau masuk, takut terlambat, permisi! "
Entah kenapa Biyanka Barnia kembali ke mobil mengambil sesuatu, disitu Eidan berbicara kepada nya,
"Kau sahabat nya Biyanka, El? "
"Ya,"
"Nanti aku jemput, jadi tidak perlu jalan kaki, kau mengerti! "
"Hei, maksud mu itu_"
__ADS_1
"Kita sambung lagi nanti, Elghora Dezira, "
"El aku bawakan sesuatu untuk mu! "
sebuah bingkisan dan banyak lainnya,
"haruskah aku membawanya masuk Biyanka, nanti gimana mereka kalau sampai tanya ke aku, hemm? "
"Kau bisa bilang itu dari pacar mu, bukan begitu Biyanka Barnia! "
"iya benar, terus gimana ini? "
"Nitip aja tu sama pacar kamu, nanti aku akan ambil jika kemari! "
"jangan khawatir aku akan kemari tepat selesai jam kuliah kalian berdua, Hati-hati ya, Biyanka, "
sambil mengecup keningnya Stiven menatap penuh arti pada Elghora Dezira,
batinnya,
"Gak si Karim gak si Stiven kelakuan berkedok otak udang ternyata, hahh, perlu diralat biar normal, "
*************
Tanya Elghora Dezira pada Biyanka Barnia,
"Udah berapa lama kalian pacaran? "
"tiga bulan, dan sebenarnya ini sekedar hanya pendekatan si, bisa dibilang seperti itu El, "
"Maksudnya? "
"Ortu aku pengen nikahin aku sama CEO tadi Stiven, namun sengaja aku undur sebab masih kuliah El, "
"Hahh, tapi kamu suka kan sama dia Biyanka? "
"iya suka, tapi hanya sekedar suka aja El, gak cinta gimana dong? "
"haduh, kamu itu ada saja tingkah nya, "
"Ya gak tau juga, mereka pengen malah seminggu lagi buat jadwal pernikahan kita, tapi aku tolak secara gamblang aja, toh masih pengen ngerasain kuliah dengan damai, "
"Jadi dia setuju, "
"Akhirnya kami diresmikan menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih El,kalau gak gitu udah dijamin pasti mereka akan menikahkan aku sama dia, padahal_? "
kalimat menggantung yang membikin Elghora Dezira penasaran tentang sahabat ini,
"Lanjutkan Biyanka Barnia! "
"Aku suka sama Dosen Hanzo, dan kami sudah menjalani hubungan El, "
"Kau gila, gimana ini cerita sahabat ku juga terkena efek gak waras sampai sejauh ini, kau gak lagi ngigau kan Biyanka? "
"Aku gak bohong El, aku cinta sama Dosen Hanzo, tapi kalau aku jujur sama keluarga, ada rasa takut jika sampai keputusan yang sengaja aku perpanjangan ini mala dipercepat oleh mereka, sekarang bantuin aku El? "
"Mustahil bisa bantu, ini masalah runyam, selesai kan sendiri, pendapat ku cuma satu, jujur saja sama Kedua orang tua mu mengenai hal ini, jangan mempermainkan mereka seperti sekarang Biyanka, "
"Tapi aku takut Elghora, entar nasib aku gimana? "
"Terima semua konsekuensi nya, berani berbuat maka ia harus berani menghadapi semuanya, toh itu yang kau mau sejak awal kan, Biyanka Barnia! "
__ADS_1