
Bersandar pada sisi ranjang Lezif zoead nampak kalut akan semua pikiran kacaunya, dengan mendengar Elghora Dezira memiliki keturunan dari Stive El Zeidan membuat darah itu kembali berdesir, baginya selalu saja dialah yang menjadi penghalang hubungan nya,
Tak mampu dipungkiri dulu berkat bantuan Blezen ia bisa mendapatkan dengan mudahnya wanita itu berada dalam dekapan nya, namun sekarang ia hanya mampu berharap bahwa usaha terbaik dari ketulusannya tanpa permainan licik bisa mengubah sedikit hati kecilnya untuk Lezif,
Namun angan itu melambung jauh disaat ia membayangkan betapa dirinya ingin mengetahui keturunan sang Elghora Dezira, tanpa pikir panjang Lezif zoead memerintahkan beberapa pelayan untuk menyiapkan kamar khusus buat seseorang yang teramat ditunggu nya, walaupun dia bukan anak dari Zoead, namun hal yang tak bisa dipungkiri kalau anak itu sebenarnya adalah hasil keturunan rahim Elghora Dezira,
Bagi Lezif zoead siapapun anak itu setidaknya, kedua mata itu bisa menatap lekat darah Elghora Dezira, memang disayangkan kesempatan emas ia lemparkan pada musuh yang selama ini menjadi penetap pada hati yang kini menjadi Ayah dari anak Elghora,
Siapa sangka bukan kemarahan emosi atau apalah setidaknya akan berdampak buruk bagi Lezif, namun kenyataan selalu berubah dalam pandangan Elghora Dezira, yang sedari tadi memantau gerak-gerik sikap tersenyum bahagia itu menata setiap isi ruangan yang akan ditempati oleh anaknya tersebut,
Gumamnya jelas,
"Dimana dia bisa tak kesal sedikitpun? padahal itu adalah Putra dari seseorang yang begitu ia benci, sepertinya ada satu hal kemungkinan dari Angan terbesar ku, ku harap kau tak beranggapan tak peduli siapa Ayah orang tua nya, melainkan kau hanya memandang siapa yang melahirkan nya, astaga, ini akan membuat ku masuk ke dalam dua jurang sekaligus, lalu sekarang apa yang bisa ku lakukan? sepertinya aku harus pergi dari sini! "
Keluar dari sana Lezif melihat mobil Elghora Dezira yang dikendarai oleh Luwis Ndrizen keluar gerbang utama, tepat di dalam mobil ketika perjalanan cukup panjang dilalui, dirinya merubah pikiran yang tadinya ingin menemui Paman Lerif Zoead kemudian memilih untuk pergi ke perusahaan Hjb,
Disana ketika dirinya langsung berjalan menuju kantor Stive El Zeidan berada, sempat beberapa orang menghadangnya, namun tak ada satu pun dari mereka mampu mengalahkan satu orang yang berada disamping wanita tersebut,
beberapa pegawai disana terperangah akan kecantikan dan anggunnya yang sedari tadi menjadi pusat perhatian, Namun ketika pintu itu dibuka pemandangan yang mengejutkan terjadi, kedua tatapan itu sayu dengan penuh kebahagiaan melihat wajah yang selama ini menghilang tanpa kabar berita sekecil apapun, tepat didepannya ia memberikan sebuah salam manis,
"Lama tidak bertemu, bagaimana kabar mu, Kak Elghone Dezirev? aku sangat merindukan mu, apakah aku akan mendapatkan sebuah pelukan yang sangat spesial buat ku! "
langsung sekejap saja Elghone Dezirev yang tadinya berada dekat dimeja Stive beralih menuju Elghora Dezira dan pelukan erat terjadi didepan mata Stive El Zeidan, tersirat kerinduan akan keduanya yang terlihat oleh mata yang tak mampu membohongi dirinya yang masih terpaku akan dua saudara dengan pertemuan mendadak mengejutkan Stive,
"Kau kembali Elghora, apa kau akan menetap di sini lama, emmm? jangan pergi lagi jika kau mau kita bisa pergi bersama, setidaknya ada yang bisa menjaga mu, "
__ADS_1
sahut seseorang dari belakang,
"Pergi bersama, apa kau sengaja ingin memisahkan ku dengannya? sedangkan sudah cukup lama hubungan ini selalu saja banyak masalah, sekarang ketika semua hendak membaik, kau mala menyarankan untuk pergi bersamanya, apa kau tidak memandang ku di sini, kakak ipar? "
mendengar Stive El Zeidan memanggilnya dengan sebutan Kakak ipar sontak membuat seuntai senyuman penuh kebahagiaan tersulut seketika diwajah Elghora Dezira, kini kedua tatapan pria itu saling tertuju satu sama lain,
Ucapku,
"Apa kalian akan berlanjut berperang tatap dingin seperti ini? "
tanpa adanya respon Elghora Dezira langsung menghubungi Paman Lezif zoead, pria itu kini beralih di pandangan Elghora yang berbicara serius,
"Ada yang ingin ku katakan Paman, Sepertinya Lezif sama sekali tak terpengaruh atas pengalihan nama kediaman besar Zoead kepadaku, "
Elghone dan Stive terpaku mendengar penuturan dari wanita yang kini melihat kearah luar perusahaan dari kaca yang nampak jelas semua tempat dari atas,
sahut Lerif dari balik ponselnya,
"Aku hanya bisa mengatakan kepada mu Elghora, jangan sampai terpengaruh kepada perubahan mendadak keduanya, karena hal itu bisa membuatmu terjebak sendiri dalam situasi terburuk dalam kediaman Zoead, jadi sekarang apa kau membutuhkan sesuatu? "
balas Elghora Dezira,
"Tidak Paman, namun aku butuh satu hal yang pasti, tentang Limoran aku sudah membuat beberapa anak buah ku menyelidiki nya, dan akan ada hal baru yang nampak terjadi disini! "
lalu menutup panggilan secara sepihak,
__ADS_1
namun baru sebentar saja ia menutup ponselnya, tatapan mengintimidasi ditujukan secara langsung kepada sang kakak,
"Aku hanya ingin kau jujur padaku, Apa hubungan mu dengan wanita keturunan Folando Reslium, Elghone Dezirev? "
Stive bisa melihat begitu mudah tatapan yang kini menekan sang kakak,
"Asal kau tau Anggeliya Reslium yang mengincarmu,lalu Anggelika yang menginginkan Stive, sepertinya Folando sedang mengeluarkan taktik untuk menjadikan kubu pemegang ternama bisa berada dalam naungannya, sehingga ia bisa bebas mendapatkan dukungan,jika kedua putrinya bisa membantu menjalankan aksinya, jika aku sampai mendengar salah satu dari kalian terjerat terlalu dalam, maka bersiaplah salah satu dari kalian harus menjadi lawan ku, kalau begitu ku sarankan untuk berunding, aku ada urusan jadi sampai jumpa lagi! "
seperti biasa Luwis Ndrizen mengikuti Langkah pergi nya sang Nona,
pergi meninggalkan perusahaan Hjb Elghora Dezira kembali ke Kediaman Zoead, namun tiba-tiba saja ia dikagetkan dengan sebuah mobil yang melaju cukup keras yang kini berhenti tepat didepan nya, sehingga mobil yang dikendarai oleh Luwis Ndrizen harus berhenti mendadak, ketika sebuah pintu mobil itu terbuka, sosok pria tak asing datang menghampiri dirinya sambil mengetuk kaca mobil agar meminta Elghora Dezira membuka pintu tersebut,
sebab dirinya sudah sangat mengenal orang itu tadinya Luwis yang nampak siaga terhenti, melihat wajah cantik Nona nya menjadi resah, sampai sejauh ini tak ada yang bisa membuat ekpresi seolah mustahil tersebut, dibukalah sambil Elghora menatap pasrah kearah nya,
"Sepertinya kau cukup banyak waktu luang sampai bisa menghentikan mobil ditengah jalan seperti ini, apa kau tidak lulus tes mengemudi mobil, sampai kau tak tau arah parkir sebuah mobil? "
mendengar Nona nya berbicara hal itu sontak wajah Luwis Ndrizen tercengang melongo hebat, pasalnya baru pertama kali nya ia bisa mendengar kalimat candaan sekaligus cibiran dari Elghora Dezira, namun dipikir kembali siapa sosok pria asing tersebut,
jawabnya,
"Lama tak bertemu apa kau tak merindukan ku, Elghora ku sayang? "
heran Luwis Ndrizen,
"Dia bilang apa barusan, sayang? "
__ADS_1
Gumamnya,
"Sepertinya cara mereka memproduksi nya benar-benar diluar pemikiran, atau dengan paksaan sambil candaan, hasilnya jadi seperti yang terpampang jelas didepan, Karim, "