
kehidupan yang tak bisa diprediksi dengan mudah membuat kedua pria dan wanita itu kini terduduk diam dalam hanyutan pikiran, ingin sekali ia merasakan kehangatan yang terjalin indah sebelumnya bisa kembali, namun dilihat dari segi mana pun Stive El Zeidan sedang berusaha mencerna keadaan membingungkan angan nya akan gerak gerik berbeda dari Elghora Dezira,
sahutan suara lembut Elghora nyaris menghantam detak jantung Stive ditempat,
"Aku benar-benar lelah, kabur juga percuma sekarang aku bisa bernafas lega, setelah ditemukan kembali, hidup ku juga akan dikendalikan oleh siapa yang berkuasa, kau tau Stive, ini melelahkan bukan, kau bahkan meragukan hati ku saat ini, padahal, tanpa ucapanmu yang tak keluar pun aku bisa memahami mu dengan sangat jelas,tapi kenapa kau berbeda dengan ku? aku berpikir untuk kabur bersama dengan mu, tanpa segalanya, kita bisa mulai bersama, namun kenyataan tak seperti harapan ku, kau mencemaskan jika hatiku terambil alih oleh orang lain sebelum ini bukan? maka sebaiknya memang kita harus berhenti sampai sini saja, lagi pula aku sudah tidak lah pantas untuk mu, Stive El Zeidan, "
setelah itu tatapan Stive dan Elghora tertuju tanpa arti sedikit pun, keraguan yang membelit keduanya membuat Elghora Dezira menyerah, hingga pada akhirnya keduanya memutuskan untuk pergi terpisah tanpa arah, tidak tau kenapa perasaan Stive seharusnya tak menjadikan keputusan yang harus ditetapkan diluar akal,kini mala semakin mengganggu dirinya, bahkan disaat mengemudi pun ujung-ujung nya hanya memikirkan Elghora Dezira,
"Sepertinya aku sudah bertindak bodoh bahkan ceroboh, aku harus mengejar nya sebelum terlambat, El ku harap kau memliki pilihan terbaik untuk saat ini, sebelum kau memutuskan hal yang bodoh tanpa ku, dasar Stive gila, dia begitu mencintai mu namun kenapa kau meragukan nya? sialan tadi pikiran ku hilang sesaat, tunggu aku El! "
membalikkan laju mobil berbalik menuju kemana arah Elghora Dezira pergi, walaupun diri nya tak tau sudah sampai mana laju mobil milik Elghora Dezira tersebut, rasa khawatir bahkan rasa cemas dan serba salah kini mengoyak hati Stive El Zeidan, begitu bodoh akan tindakan meragukan kesetiaan Elghora, bahkan tanpa bantuan dari Morvez Morvize ia pun tak akan bisa melihat keadaan Gadis yang selama ini berpaut dalam dihati hingga akal sehatnya itu,
namun waktu seolah mempermainkan hubungan keduanya, melaju sekencang apapun ia bahkan sama sekali tak melihat Elghora Dezira, ia merutuki dirinya dalam hati, kenapa justru kesempatan emas ia buang dengan percuma, jika seperti ini maka Elghora Dezira pun akan membalik hati dengan orang lain, bahkan orang yang dituju pun mengakhiri segalanya,
Batin Stive,
"Tolong El, berhentilah, biar aku tau dimana keberadaan mu! aku menyesal telah bersikap seperti itu kepada mu, justru disaat ini kau sangat membutuhkan ku, nyatanya aku malah begini terhadap mu, ku mohon maafkan aku! jangan biarkan orang lain menggantikan tempat ku! aku bahkan akan gila tanpa mu El, "
sedangkan didalam sebuah mobil putih dikendarai oleh Elghora Dezira kini masih melaju kencang kearah tujuannya, walaupun perasaan kecewa memang ada, dan itu tak mampu bisa diungkapkan sehingga dalam perjalanan nya deru derasnya jatuhnya air mata membasahi pipi merona Elghora Dezira,
Gumamnya,
"Aku memang tidak pantas untuk mu, tapi seharusnya kau tidak bersikap seperti ini bukan, kau melukaiku Stive, perasaan teramat dalam ini, apa yang harus aku lakukan? membunuhnya, memusnahkan nya, bagaimana? aku bahkan tak mampu kembali, Morvez sudah menyelamatkan ku dari semua masalah hanya demi bisa bersama mu, dan kau melepaskan ku, walaupun aku berkata demikian atau diamnya aku tak seharusnya membuat mu ragu kepada ku, aku memang orang tak pantas untuk berada disamping mu disaat aku pun tak memiliki kuasa apapun sekarang ini, ya kau benar aku harus pergi jauh-jauh agar aku bisa melupakan segalanya tentang mu! dan semuanya! "
dan justru mala petaka menghampiri hidup Elghora Dezira,
"Bruak, "
tabrakan keras menghantam bagian belakang mobilnya dan sekaligus tepat ditempat itu terjadilah dua kecelakaan besar secara bersamaan,namun mobil Elghora mendapatkan himpitan di tengah kondisi tragis ini tabrakan itu justru membuat nya terjepit didalam mobil yang masih ia pegang kemudi oleh nya,
Hati Elghora yang lelah,
"Lebih baik tinggal sebuah nama dari pada aku harus melihat kebelakang dan kedepan tanpa tujuan, maaf kan Mommy, Zeman Zeridhan, Mommy lelah sayang, jika Tuhan berkehendak baik maka kehidupan kedua Mommy, hanya ingin melihat mu bahagia sayang, hanya kau yang berat ketika semua terlepas dan bisa bertahan untuk tetap sadar saat ini adalah keajaiban jika itu terjadi,selamat tinggal, Zeman, Stive, semua keluarga ku, Maaf, "
kesadaran Elghora Dezira menghilang bahkan kecelakaan disatu tempat dengan dua kejadian membuat Stive pun keluar dari mobil dan berlari kencang melihat kondisi sang wanita pengisi hatinya kini ditolong seseorang yang masih tergeletak dibawah,setelah mendapatkan himpitan keras didalam mobil, terkapar bersimpuh darah dengan genangan merah disekitarnya,
peluknya erat sambil berteriak disana,
"Elghora, sayang, sadarlah, maafkan aku, tolong buka matamu, ku mohon, maafkan aku, aku salah, aku akan menyelamatkan mu kau akan selamat, jadi tenanglah, yah, aku disini, dan aku tidak akan pernah lagi meninggalkan mu! "
memeluk erat tubuh lunglai penuh cedera pada setiap tubuhnya, bahkan bagian kepala gadis itu masih tercucur darah kental berjatuhan, beberapa orang melihat sampai langsung menangis tersentuh melihat adegan menyesakkan tersebut, dan ada juga sejak dari awal telah memanggil mobil ambulan namun belum juga menapakkan diri,
gumam salah satu yang berada disana,
'apa gadis itu akan selamat? '
tanya seseorang dari samping nya,
'mereka berdua yang mengalami kecelakaan ditempat sama, saling ditabrak, sepertinya parah, dan kau juga bisa lihat kecelakaan disebrang sana, kondisinya juga parah, apa keduanya akan terselamatkan? '
jawab gadis yang tadi,
__ADS_1
'kuharap selamat dan mendapatkan kabar baik bagi kedua anggota keluarga nya, '
'Semoga saja, '
namun dalam ketika ambulan datang keduanya langsung dimasukkan kedalam mobil tersebut, bahkan bukan hanya satu mobil, dua mobil ambulan dikerakan disana, kedua pihak keluarga mendampingi disisi Nya, ada penyesalan luar biasa didalam diri Stive El Zeidan,
"El jika terjadi sesuatu kepada mu, aku akan pergi juga untuk menemani mu, biarlah kita pergi bersama dan menghadapi semuanya bersama, aku tak akan goyah lagi El, hanya kau yang ku mau saat ini! "
dalam ruangan operasi mereka sedang bertaruh nyawa namun beberapa jam kemudian tepat disamping Stive ditemani Zeman Zeridhan yang sejak dari tadi dihubungi oleh Stive agar menemani nya dirumah sakit ternyata mendapatkan kabar yang menyesakkan, tepat disaat semua keluarga disana ingin melihat kepastian hidup Elghora Dezira, nyatanya ketika sang dokter keluar dengan nafas berat mengatakan,
"Maafkan akan kami yang tak bisa menyelamatkan kondisi pasien yang sudah sangat lemah dan tak mampu bisa tertolong lagi, bahkan di menit terakhir setelah operasi pasien masih dalam kondisi baik, namun keadaan justru berbalik secara drastis, seolah tak ada semangat untuk bertahan hidup bagi pasien, dan semua sudahlah takdir tolong maafkan kami, "
Stive langsung menerobos masuk seolah hendak dicegah sang perawat sebab masih belum ditempatkan di ruang berbeda, dan dokter yang paham kondisi buruk ini maka membiarkan keluarga menjenguk pasien dengan buliran air mata deras membasahi kedua pipi mereka semua,
sedangkan setelah perang Dingin derai air mata terkuras Elghora Dezira pun dimakamkan, dengan nisan yang masih hangat Stive memeluk nisan tersebut sambil duduk merengkuh disisi makam ia berucap,
"Aku datang El, aku mencintaimu, maafkan aku, "
tubuh itu seketika lemas menundukkan diri di pemakaman Elghora, melihat hal aneh tersebut Zeman Zeridhan langsung melihat sang Daddy ternyata, nafas nya pun sudah tak lagi ada, dua kehidupan yang paling diharapkan kebersamaan nya oleh Zeman kini meninggalkan dirinya sendiri, walapun ia tau masih ada keluarga dari pihak sang Mom dan Dad,tapi yang dia harap kan hanya kasih sayang keduanya yang selama ini ditunggu agar bisa bahagia bersama justru berhenti di sebuah pemakaman,
detik itu juga, dijam menjelang sore sang Daddy ternyata mengalami serangan jantung yang tak mampu tertolong, penuturan dokter yang sengaja ikut melakukan pemakaman membuat Zeman terdiam, waktu berputar dua hal terindah berharga tiada duanya menghilang dalam sekejap mata, Zeman Zeridhan paling terpukul dititik ini, sedangkan beberapa keluarga besar mencoba menenangkan nya diatas kedua pemakaman Mommy dan Daddy nya,
Ucap nya pilu,
"disaat kalian ingin bersama, bahkan kalian pun pergi bersama tanpa ku, aku selalu berada pada garis belakang menunggu yang berakhir harus menerima semua rasa sakit ini, Mommy, Daddy aku menyayangi kalian, maafkan Zeman yang tak bisa berbuat apapun buat kebahagiaan kalian, maafkan aku, maaf! "
Zeman Zeridhan pingsan ditempat melihat ini pihak keluarga langsung membawanya kerumah sakit takut terjadi sesuatu kepada sang cucu satu-satunya, sedangkan setibanya disana dan dokter memeriksa nya, ternyata hati mereka dibuat kabar sangat lega bahwa cucu dari mereka dalam keadaan baik, hanya merasa syok atas kejadian yang terjadi,
sedangkan dirumah sakit yang sama saat Elghora Dezira dirawat, gadis yang terkulai lemas kini perlahan membuka mata, gercapan mata itu melihat sekitar ruangan, namun ia hanya menyadari jika dirinya masih dirumah sakit,lalu seseorang yang kini menekan tombol memanggil dokter agar ke sana sama sekali membuat gadis itu bingung,
memejamkan mata, kemudian membuka kembali, ia sadar seseorang memeriksa dirinya dan mengatakan kepada pria disamping nya,
"Sepertinya kondisi keponakan anda sudah membaik, dia mengalami cedera cukup berat dalam pikiran nya, dan mungkin bisa dipastikan tak ada satupun ingatan yang akan bisa menjelaskan tentang jati diri nya, "
pria tampan itu menjawab,
"Jadi dia amnesia Dok? "
Dokter menganggukkan kepala dan pergi,
sedang batin gadis itu yang tiba-tiba diperlakuin lembut bahkan membelai setiap inci rambutnya merasa heran hingga bergumam,
"Jangan mencoba bertindak lebih padaku! karena aku bukan keponakan mu, "
jawabnya pelan dan lembut,
"Kalau begitu siapa nama mu? "
gadis itu memicingkan satu alis nya,
pikir nya,
__ADS_1
"Bukannya nama ku Elghora, seharusnya papan nama menyebutkan seperti itu kan, apa ada kesalahan?lantas kenapa dia menanyakan nama ku? "
sedangkan ketika ia meminta cermin dengan paksa membuat pria itu keluar meminta bantuan perawat meminta sebuah cermin kecil dan, di tengoklah hingga dia berkata mengejutkan,
"Hal gila menyerangku dan sekarang aku bermimpi! "
cubitan kecil sangat sakit mendarat dikaki jerit Gadis itu,
"Auuu....Yah, Om gila, apa yang kau lakukan, kemari kau gue cubit biar tau rasanya sakit itu kek gimana hah? "
Tiba-tiba bukannya si pria tampan yang dipanggil Om itu khawatir mala justru semakin tertawa terbahak-bahak,
geram gadis yang masih ling lung dengan sikap pria itu,
"Dia ini yang seharusnya dirawat, bukan aku, "
hingga terpingkal-pingkal Pria itu tertawa melihat ucapan lucu sang keponakan,
tanya nya,
"Lo kesambet apa emang? jelek amet ketawa nya, "
dihina jelek senyuman itu padam seketika,
sambung nya lagi,
"Seperti mobil pemadam, ketika ada kobaran api kena semprotan air besar maka, padam lah sudah api besarnya,dan itu persis kau Om gila, "
lalu mendekatkan wajah hingga deru nafas keduanya saling berpaut,
"Mau gue cium! "
sedetik itu juga,
teriakan mengelegar ruangan terjadi,
"Aauuuuuu, "
cubitan kecil melintir memutar perut yang tak kotak-kotak namun rata kek cewek membikin jemari tangan gadis itu masih bertahan aktif mencubit Om gila itu,
jengkelnya,
"Sekarang kau tau sakit juga hah, dasar Om gila, "
lalu mendegar sebuah teriakan tiba-tiba seorang perawat datang mencoba menanyakan apa yang terjadi namun ditepis oleh si Om,
"Gak ada pa pa Sus, cuma tadi ada kecoak lewat, "
sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal,
geram emosi gadis itu,
__ADS_1
"Mana ada kecoak lewat, pikiran lo lewat sih gue lebih percaya, "
kedua mata pria itu jengah perubahan drastis sang keponakan karena kecelakaan membuat nya sangat kuwalahan memahami watak dan peringai nakal nya.