
Rapat itu akhirnya dihentikan sebab Elghora Dezira akan melakukan pelacakan keberadaan Stive El Zeidan, ia tau bahwa semua ini pasti berkaitan dengan permainan sang Putra, Zeman Zeridhan,dirinya tau jika dialah pria yang mempunyai sejuta cara mengecoh lawan dengan penuh kemenangan, beda lagi jika yang dikelabui adalah dia,
walapun sebelumnya dia juga terhanyut oleh kecerdikan dari siasat mulus sang Putra, tak disangka getaran akan suara berdencing hebat bagai sambaran kuat akan keberadaan nya,
Perintah Elghora Dezira kepada beberapa pengawal pribadinya,
"Luwis, suruh ribuan orang untuk melakukan pelacakan secara bertahap di penjuru wilayah, karena aku tau dia pasti berada dalam jangkauan yang mudah untuk dikunjungi oleh Zeman Zeridhan, sekarang kau suruh untuk mengawasi gerakannya secara acak, dan jangan sampai terlacak atau ketahuan olehnya, jika sampai hal itu terjadi pastikan bunuh mereka ditempat, kau mengerti Luwis! "
Luwis Ndrizen langsung menjawab nya,
"Baik Nona besar, saya mengerti, permisi,"
Disebrang jalan kini Zeman Zeridhan sedang melakukan kunjungan nya menjenguk pria yang selama ini ia sekap dalam pantauan ketat nya, Tepat disebuah apartemen dikawasan terpencil, ia memasuki tempat tersebut, melihat sekeliling tanpa adanya gerakan dari luar, maka dengan sigap Zeman Zeridhan memasuki apartemen dengan gaya kuno terdahulu,
beberapa dari pengawal yang ditugaskan pribadi secara langsung oleh Elghora Dezira terpaku terkejut bukan main, ternyata sang Putra dari pemimpin besar VVIP memiliki sesosok pria yang teramat menakutkan, walau hanya dilihat dari kedua tatapan tajam menyekat tubuh, seolah mampu mengintimidasi lawan hingga mundur dalam sekejap,
Disini lah salah satu dari mereka langsung memberikan informasi khusus dan hal itu semakin membuat Elghora Dezira tersenyum penuh kemenangan,
Batinnya,
"Aku tidak menyangka harus menghadapi Putra ku sendiri hanya untuk mendapatkan mu, Stive El Zeidan, dan tidak tau kenapa juga? ribuan luka yang kau toreh, walaupun terkadang melelahkan ingin menyerah, namun kata hati sangatlah berbeda dari ucapan, semua hal tentang hidup ku seolah tak lengkap tanpa keberadaan mu disisi ku, Stive El Zeidan, tunggu aku! "
Memasuki sebuah kamar mata Zeman Zeridhan tertuju pada sosok seorang pria yang dipanggil nya Daddy,
Sapa nya,
__ADS_1
"Morning Daddy,bagaimana kabar mu? setidaknya kau sudah sadar dan bisa melihat kenyataan terpahit akan semua keputusan gegabah mu itu, anggaplah ini hukuman dari ku, Daddy, Putra terburuk mu, yang selalu membela perasaan Sang Mommy nya, yah walaupun begitu setidaknya aku sudah cukup puas membuat mu menjauh dari semua orang, setelah ini mungkin kita akan bertemu lain waktu secara resmi, jika bukan karena seseorang yang begitu penting dalam kehidupan ku, maka, sudah sejak kemarin aku melenyapkan mu, penghianat, camkan itu, Daddy, sampai jumpa dilain waktu, emm, "
sambil melambaikan tangan kepada nya,
kini Zeman Zeridhan keluar dari Apartemen tersebut dan selang beberapa jam orang suruhan Elghora Dezira membuat semua penjaga disana terbius Oleh aroma mematikan yang dibuat untuk menghilangkan kesadaran para penjaga,memasuki apartemen mereka maju melalui pintu tersebut dan berapa terkejutnya,mendapati sosok pria yang dimaksud adalah tujuan utama mereka untuk membebaskan dirinya,
setelah sudah dibawah ke mobil, kini Stive El Zeidan dibawa ketempat persembunyian paling aman di kediaman besar VVIP Elghora Dezira, setelah perjalanan panjang yang ditempuh cukup memakan waktu yang lama,tibalah mereka membawa pria itu ke sebuah ruangan spesial yang tengah disiapkan sang Nona,
Tanpa bisa bergerak bebas, sebab tubuh Stive masih dalam pengaruh obat yang diberikan Zeman Zeridhan, sontak sosok yang ditunggu selama ini membuat Stive meneteskan air mata penuh penyesalan akan kebodohan nya, nyatanya, demi menepati sebuah janji seseorang yang ditunggu selama beberapa tahun agar bisa bersama kini terlihat didepan mata,
seolah bibir itu ingin berujar menyampaikan beberapa perihal, sayangnya semua terkunci rapat karena masih adanya efek dari obat yang dikonsumsi Stive El Zeidan selama ini,
gumamnya,
"Kau tau, seandainya cinta ku sudah berakhir terhadap mu, maka hari ini pun kau tak akan dibiarkan nya hidup begitu saja, Stive, kau bahkan lupa Putra mu sangatlah menakutkan dari pada semua empat kubu disatukan, selama ini dia bersikap tenang dan biasa, namun jika semua bersangkutan dengan ku, maka lawan main siapapun itu tak akan pernah dipandang olehnya, jadi aku harus menerobos semua rencana Putra ku demi diri mu, tapi kau pun tak seberani seperti dugaan ku, tapi dibalik semua itu, terkadang aku berpikir, perasaan ini selalu tetap utuh hanya untuk Stive, "
Lalu beberapa saat kemudian datang lah seorang dokter yang memeriksa Stive,lalu mengatakan segalanya tentang kondisi yang dialami nya, dengan obat yang harus ia makan rutin agar bisa sembuh lebih cepat,
Ucapnya,
"Tenanglah sebentar lagi kau juga akan sembuh, jadi kau tidak perlu khawatir Stive El Zeidan, "
Dibalik punggung yang semakin menjauh pergi dari pintu tersebut sekaligus dari tatapan Stive, Elghora Dezira menghela nafas berat,
"Kenapa semua terjadi begitu saja? bukankah sudah ku katakan, jalan hubungan ku dengannya selalu saja rumit, Elghora Dezira, walaupun sudah menjadi seorang istri dari Stive, tapi nyata nya dunia seolah membuat jalan berliku untuk bisa keduanya menyatu secara utuh, apa memang sesulit ini hidup bagiku demi menyatukan keluarga ku?astaga benar-benar membingungkan saja, "
__ADS_1
Didalam kamar tersebut sebuah angan muncul terlampau tinggi,
"Andai tak ada penghalang, semua pasti berjalan dengan mudah, ku gapai impian ku hidup bersamamu, sejauh apapun kau pergi, ingin ku selalu berada dibelakang mu, disamping mu, disekitar mu sampai kapan pun, bahkan ketika waktu menghentikan segalanya, hanya kau yang selalu ku dambakan Elghora Dezira, cinta terdalam ini memang sangat kacau pada akhirnya, "
Ditempat yang paling istimewa kini sepanjang malam keduanya terjaga, walaupun sudah menjadi pasangan suami istri, namun sikap mereka masih tetap sama melucu di sembarangan tempat,pria nya menunggu diatas ranjang sedangkan sang wanita tidur berbaring diatas sofa besar nan luas,
Desahnya,
"Sayang, kok aku di cuekin gini, kemari dong butuh pelukan, yah"
"Ogah, Kau tidur saja Blezen, lagi capek gue gara-gara tu gaun gak main buat hidup gue menderita sesaat, dan sekarang lo bilang mau gue,tidur aja, lanjut besok, gak pakai koma oke, "
Tanpa menduga sikap Blezen tak mampu ditebak oleh Biyanka Barnia sang istri, dirinya digendong ala bridal style menuju keatas ranjang king size nya,
peringatnya,
"Jangan coba macem-macem kamu! "
balasnya dengan senyuman penuh arti menyiratkan makna menyengsarakan Biyanka,
"jelas dong sayang, kan ini hari malam terspesial lo buat kita, jadi kita harus ke tahap macem-macem oke, jadi bersiapp, aku mulai aba-aba nya yah sayang! "
"Kau gila, "
"Sangat tergila-gila, emmuachh, emmuachh, kau sangat manis sayang, "
__ADS_1
"Astaga malam tragis gue terjadi juga, "