
Masih sibuk dengan semua dokumen kerja dikantor perusahaan Hjb,Stive sekali pun tak pernah menampik bahwa dirinya ingin sekali berada dekat dengan Elghora Dezira, dengan niat untuk menikahinya, namun seperti nya harus diurungkan sedikit lebih lama, pasal nya wanita itu lebih memilih bersembunyi untuk ketenangan nya sesaat,
"Akan kutunggu sampai kapan pun, Elghora! "
**************
Dikediaman Zoead Limoran selalu saja melihat wajah tak bersemangat itu, semenjak bertahun-tahun lamanya dunia Wanita yang bernama Elghora runtuh, seolah segalanya begitu tak berarti bagi Lezif Zoead,
namun disela terkecil Limoran selalu membuat cela agar dirinya bisa mengisi dan menggantikan tempat yang selama ini dipenuhi oleh bayangan wanita yang begitu mengusik kepala Sang kakak,
Limoran selalu mencoba untuk membuat kebahagiaan ketika berada di sisi nya, walaupun tau akan ada perbedaan sikap ini, tapi tak membuat ia berkecil hati untuk selalu berusaha,
sehingga akhirnya ia berinisiatif untuk mengajak Sang kakak pergi keluar agar bisa menikmati udara segar, setelah selesai melakukan persiapan kini keduanya berangkat tanpa adanya percakapan di dalam mobil,
walaupun itu teramat menyesakkan bagi Limoran,namun semangatnya tak akan putus atau padam begitu saja, setibanya keluar dari mobil kedua mata tertuju pada desiran ombak yang terdengar begitu nyaring dalam pendengaran,
dan tak diduga dari sudut Restoran yang berhadapan dengan pantai tatapan seorang wanita langsung beralih penuh arti melihat pandangan di luar sana, sehingga pria yang di sebelah nya pun ikutan menegok menatap siapa yang sedang mengusik penglihatan dambaan kekasih tercintanya,
Ucap Blezen si pria yang cukup kesal karena melihat keberadaan orang yang selama ini tak ingin ditatap nya,
"Wah, bagaimana mereka berdua bisa keluar dari Gua? "
sontak ucapan Blezen membalikkan dirinya tersadar akan tatapan yang sedari tadi tak memikirkan akan adanya Blezen disana,
"Gua,Ya mungkin karena sudah selesai bercocok tanam, membuat lobak, atau tomat merah segar, bisa jadikan! "
atensi Blezen seketika runtuh memikirkan perkataan Biyanka Barnia,
"Apa kau pikir bercocok tanam itu bisa pindah dari ladang ke Gua, Biyanka? "
mendesah kesal,
"Sepertinya akan sulit jika kau tak paham maksud ku, bagaimana aku harus bicara pada orang yang gak akan pernah nyambung dengan semua perumpamaan ku?hahh, "
__ADS_1
cecarnya,
"Kau lah yang gak paham tapi menyalahkan ku,"
reaksi kesal Biyanka yang geram akan Blezen,
"Begini ni kalau berurusan dengan orang yang sok pintar tapi gak pintar,nyatanya gak pintar namun bodoh dalam pemahaman, hemm, tepat nya itu kau! "
kedua mata Blezen sontak melotot,
"Kau tau tak ada rumus secara vertikal atau horizontal mengatakan adanya bercocok tanam pindah ke gua, Biyanka! "
masih bedebat dengan urusan yang tak penting,
"Lalu bagaimana hasil produksi akan berjalan sempurna tanpa Gua, emmm,? "
disini Blezen dibuat kebingungan dengan tingkah Biyanka, bagaimana tidak, dari Cocok tanam pindah ke Gua, sekarang produksi dengan Gua,
Ujar Biyanka yang emosional,
"Kita akan berdebat seperti ini sampai malam pun juga gak akan bisa membuat mu paham, jadi lupakan saja, beres! "
sambil bersedekap dada,
namun terlihat dari sudut pandangan mereka, kalau sebenarnya nampak hubungan keduanya seolah berbatas sebuah jarak yang cukup jauh terlihat dari segi penglihatan terjauh Biyanka dan Blezen,
"Sepertinya dia sudah merasakan akan kebodohannya,lagian wanita licik seperti itu dipertahankan juga percuma! "
sahut Biyanka Barnia yang tak Terima,
"Kalau begitu kenapa kau juga mempertahankan ku? lagian kan tadi kau bilang percuma, emang cowok itu semuanya seperti ini yah, mudah bicara namun lain dihati, dasar! "
pergi meninggalkan Blezen,
__ADS_1
keluh nya yang hanya bisa menatap punggung Biyanka semakin menjauh,
"Harus sabar mengahadapi serangan wanita, kepala ku rasanya mau pecah, dan semua ini karena pemandangan yang tidak menyenangkan dimata, ujung-ujungnya yang dibahas jadi biang masalah,aahhh sial! "
pergi dari sana mengikuti Biyanka,
Namun langkah kaki itu terhenti saat tepat dengan jarak beberapa meter, terdengar pertengkaran antara seorang wanita dan pria, hal ini justru membuat Biyanka Barnia kembali untuk mencari tau kenapa Blezen belum sampai ditempat parkir untuk menyusul dirinya,
"Tu Laki nyantol dimana sih? sampai membiarkan ku menunggu lama! "
terus menyusuri jalan, namun yang didapat dari tatapan serius Blezen ternyata, terdapat pada sosok yang begitu dikenal nya,
batin Biyanka Barnia,
"Bukankah itu Elghone Dezirev, kakak angkat dari Elghora Dezira, astaga kejutan besar didepan mata,sedangkan apa Blezen mengetahui tentang seluk beluk keluarga Elghora?bukannya dulu keduanya menikah juga karena akal-akalan dari taktik strategis sehingga akhirnya bisa ke jenjang pernikahan bersama Lezif, walaupun harus menghancurkan hubungan kepercayaan antara Elghora dan Stive, namun kehendak selalu berpihak pada mereka,dan malah membuat keduanya menjalin asmara dibalik pernikahannya, ya aku sih menganggap jika itu sebuah balasan setimpal, "
disisi lain terdengar begitu jelas pembicaraan antara Elghone Dezirev dengan wanita yang sama sekali tak dikenal oleh Biyanka Barnia,
"Bukankah sudah ku bilang menyingkir dari hadapan ku! kau pikir mengubah penampilan mu akan membuat ku bisa terpikat oleh mu kembali, kenapa? apa kau sudah bosan dengan semua hubungan ranjang mu itu? "
sebuah tangan hendak melesat kearah wajah Elghone tapi dengan sigap ia bisa menghentikan ulah tamparan yang akan dilesatkan pada pipi pria dari keluarga kalangan tingkat atas tertinggi dalam Class VIP,
"Mendekati ku karena kau sudah tau siapa sebenarnya pria yang menyukai mu bukan, tapi hari ini kau harus tau satu hal, wanita seperti mu, bisa mudah ku temukan didunia ini, jadi hiduplah sesukamu, dan jangan pernah ikut campur dalam urusan ku, kau paham! atau kau ingin aku mengusik seluruh keluarga mu, emm! "
mendengar ancaman yang diberikan kepada Elghone membuat hati dan nyali Anggeliya Reslium mundur,
"Kau salah paham tentang semua itu Elghone, mereka hanya ingin memisahkan kita, jadi tolonglah cari tau segalanya!setelah itu kau baru bisa mengatakan dengan semua kesimpulan mu, "
Ucap seseorang yang bergumam sendiri sambil dengan wajah serius Blezen bergerutu,
"Apa hubungannya Anggeliya dengan pria itu? bukannya dia adalah seorang ternama di Class VIP, lalu bagaimana bisa dia kenal dengan nya? Anggeliya Reslium, Putri pertama dari keluarga Reslium, walaupun dia juga memiliki adik, jika tidak salah, astaga, ini akan jadi masalah terbesar, jika Sang kakak Anggeliya menyukai kakaknya Elghora, sedangkan Anggelika menyukai Stive maka_"
"Kedua kakak beradik akan mati di dua kubu yang paling menakutkan dalam perkembangan Class tertinggi disemua kalangan,jika kau mengenal keluarga Reslium, maka kau pastikan tak mengusik mereka yang haus akan penghancuran dari pihak lawan pengusik kehidupan nya, aku sulit berpikir kali ini, setelah kau menjauh dari Lezif Zoead, apa kau akan berada di pihak lawan sejak dari dulu kau mainkan? yaitu keluarga Zeidan dan Dezir, sedangkan kau juga tau melangkah kedepan menempatkan posisi ditengah diantara mereka, maka kau akan jadi korban selanjutnya, dan aku akan siap menjadi penonton tercinta, sejauh apa kau menyelidiki kedua keluarga itu, semakin lebih mudah mereka akan mengorek segalanya tentang dirimu, bye byee, gue mau cabut, lo nikmatin aja sendiri, Blezen! "
__ADS_1