Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Kerinduan Hati


__ADS_3

Selesai memasak makanan favorit sang keponakan Praka menatap lekat wajah merona penyantap masakan buatan nya,


Tanya nya,


"Enak banget yah Zefira? sampai lahap begitu, mau lagi emm? "


sambil mengusap lembut kepala Zefira,


berbicara disaat mengunyah makanan,


"Om.... ini enak banget lo, handal juga Om ku ngebuat nya, besok bikinin lagi juga boleh Om, "


sambil senyum memperlihatkan semua sederet gigi depan nya,


melihat keakraban keduanya lagi dan lagi Praza memicingkan satu alis matanya,


Batin terdalamnya,


"Apa yang dia lakukan pada anak gadis ku? sampai berubah berbeda dari biasanya, apa Praka telah memanipulasi otak Putri ku? jika demikian akan aku bunuh dia tanpa ampun! "


bahkan kedua Saudara nya juga sampai ikutan melongo keheranan akan keterkejutan mereka, saat manik mata menatap pria dan wanita itu saling berbicara serius dan menarik perhatian tiba-tiba hal unik terjadi,


Zefira bertanya kepada sang Om yang berujung percakapan panjang lebar disekitar dapur,


"Om... mau tanya boleh? "


"Katakan saja, lagian sejak dari tadi kau sudah aktif bahkan seperti seorang introgasi saja kan, "


"Om, emmm... gak jadi deh, entar mala Om nya gak jujur lagi, "


"Udah terlanjur ngomong, cap cuz gak ada alasan lain, "


"Om emang demen yang maksa-maksa yah? "


"Kau pula yang udah bikin Om semakin penasaran, apa kau sengaja ngejahilin Om sayang? "


"Sayang pala lo, anjir lo Om, gak jadi deh tanya, lagian Om ini cowok kok ngeselin banget, pantes jodoh nya lelet gak jempol sama Om, idih, soyang sayang, Ogah gue dengerin itu, "


"Lalu sayang ku ini mau nya apa? kasih tau ke Om biar paham, yah? "


"Gue bejek-bejek ya Om tu kaki sampai lecet biar gak usilin orang mulu, "


Praza kehilangan akal melihat interaksi keduanya yang memang sangat aneh dibenak nya,


pikir nya,

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi? kapan Putri ku bisa menggunakan bahasa bebas kepada Om nya sendiri? dan keberanian nya, benar-benar telah berubah, "


sebenarnya di Castil Carligo Praza Zefran ingin memperkenalkan Putrinya kepada keluarga baru nya, namun justru ibu beserta kedua putra nya tertegun melihat sisi unik dari gadis yang dibawah masuk yang kini nampak berdebat berbeda pendapat, jika dibilang sih emang sulit akur, tapi sama saja kalau soal banyak bicara,


walaupun sebelumnya gadis itu berbeda jauh dari sikapnya sekarang, justru itu membuat hati Praza makin berdebar hebat,


"Woi Om udah punya gebetan belom? "


"Belom, kan gak nyari, "


"Carilah, masak kerjaan mulu yang dipentingin sih, "


"Kenapa memang? "


"Biar Om gak akan ngeganggu aku, "


"Enak banget kamu kalau ngomong, "


"Mau gue makan gak Om, "


beberapa orang disana melotot kaget akan ucapan yang tak seharusnya pernah diucapkan oleh putri kesayangan Praza Zefran, seketika ia menghampiri Praka lalu menarik kera kemeja nya dengan sangat kuat,


Ucapnya,


"Jika hari ini kau tak menjelaskan sesuatu mengenai Putri ku, akan ada sebuah nisan baru di Castil Carligo sekarang juga! "


akhirnya Praza Zefran memeluk sang putri kesayangan nya,


"Katakan padaku, harus ku apakan seseorang yang berada dibalik semua kejadian mu itu, sayang ku, Priyaz Zefira? "


hanya mampu mengangkat kedua bahunya pertanda tak tau,


balasnya,


"Aku tidak mengingat apapun Dad, "


dalam pikir nya,


'Yang ku rindukan adalah Stive El Zeidan, dan juga Putra ku Zeman Zeridhan, hanya itu, '


sambil melamun Praza tau putri nya masih memikirkan sesuatu hal yang mengusik hati nya,


Batin Praza Zefran,


"Akan ku buat mereka menyesal telah mengusik mu, putri ku! "

__ADS_1


Di selang perbincangan mereka berdua justru membuat Priyaz Zefira mengingat sesuatu yang membikin bulir air mata menetes dipipi merah Sang keponakan,


diusap lah lembut sembari mengusap perlahan tetesan putih bening tersebut,


bisik pelan Praka,


"Ada apa dibalik tatapan sendu itu? Zefira, Om tau, jika semua masalah pasti ada jalan keluar nya, namun setidaknya nikmatilah hidup mu tanpa pengganggu yang akan menghancurkan dirimu, atau Om bisa menggantikan nya sebagai penghibur mu, jangan sedih okey, nanti Om juga ikutan sedih kalau lihat keponakan Om yang paling ku sayangi,dalam kondisi seperti sekarang ini, "


binar mata memandang wajah Praka dengan isyarat aneh,


"Seandainya Zefira mati, Apa yang akan Om lakukan? "


sahut Praza Zefran terhadap sang Putri tercintanya,


"Akan ku bunuh orang yang membuat mu menghilang dari dunia ku! "


mendengar hal itu Zefira menundukkan pandangan,


batinnya,


"Semuanya akan terasa sangat sulit, walaupun harus sembunyi dari jati diri sesungguhnya, hal ini benar-benar menyiksa ku, menjadi pribadi orang lain, yang berbeda dari dirinya, Priyaz Zefira, haruskah berjalan seperti ini, semua seperti mimpi buruk bagi ku, namun menjadi kesempatan emas dalam keberuntungan ku, "


kedua Om yang lain hanya menghela nafas mendengar keseriusan mereka, hingga akhirnya Priyaz Zefira mendapatkan rangkulan hangat dari Daddy nya,


Ujarnya,


"Aku akan memperkenalkan mu dengan seseorang yang akan menjadi Mommy mu sayang, dan juga kedua kakak mu, walaupun kalian tak sedara, tapi mulai hari ini, mereka menjadi bagian dari kita, "


melihat wajah Praza Zefran langsung saja keputusan itu membuat pikiran Zefira semakin kacau,


"Menjauh dari ku, jika mudah bagi mu menggantikan posisi Mom, maka kenapa kau juga tak menggantikan posisi ku dengan putri mu yang lain, emm?bukankah itu mudah, seperti keinginan mu tanpa mengatakan kejelasan padaku, lakukan apapun mau mu, setidaknya jangan mencoba mengganggu kehidupan baru ku, Om anter aku kekamar, capek, pengen istirahat! "


diantar lah oleh Praka dengan teramat penyesalan terlintas dari wajah kakak pertama nya, untuk sekali dalam seumur hidupnya, ia mendapatkan perlakuan tajam dari sang putri tercintanya, mereka yang disana hanya bisa menyaksikan tanpa mampu menghentikan sebuah kebenarannya,


bahwa pernikahan nya kali ini bukan membuat nya semakin dekat dengan putrinya namun sebaliknya, kini bagian terpenting dari kehidupan Praza Zefran menjauh dari dirinya, bahkan tidak menutup kemungkinan kalau ia akan mendapatkan perlakuan berbeda dari Priyaz Zefira,


setelah sesampainya dikamar, Zefira terduduk ditepi ranjang sambil melamun, dan tak lupa pula Praka menepuk lembut punggung kecil keponakan yang masih tetap dengan wajah tak bersemangat itu,


"katakan lah Zefira!Om ada buat kamu, jangan pendam sendiri, kau membuat Om menjadi lebih khawatir jika kau malah mendiami Om juga, "


menatap bibir bersuara berat mengkhawatirkan dirinya lalu kembali tak berdaya lagi membaringkan tubuh beratnya diatas ranjang melihat keadaan Zefira, Praka semakin bingung,


lagi dan lagi deru tetesan air mata menggenang diwajah Zefira,


gumamnya lirih,

__ADS_1


"Mom, aku kangen, pengen sama Mom, andai aku bisa didekat Mom, pasti semua menjadi lebih tenang, "


mendengar hal itu tiba-tiba Praka meneteskan air mata tepat disamping tubuh kecil Zefira yang meringkuk dibalik selimut tanpa mau memandang Om nya, akhirnya ia pun keluar kamar dengan sedih yang tak lepas dalam hati yang dipenuhi dengan keberadaan gadis manis tersebut.


__ADS_2