Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Rencana


__ADS_3

kesadaran yang sudah mulai pulih akibat obat yang mengontrol dirinya menjadi gila akan permainan ranjang dengan seorang wanita, serpihan demi bertahap diingat, hingga tak mampu berpikir akan jebakan picik tipu muslihat sang lawan, kini semua terjadi begitu saja, mustahil baginya untuk mengatakan sebuah kejujuran kepada seseorang yang dinanti dalam pelaminan, pikir nya yang teringat tentang acara pernikahan nya,segera dia berdiri bergegas bangun dari ranjang walaupun masih menatap wajah gadis tertidur pulas akibat pergulatan, namun ia langsung menghubungi beberapa bodyguard yang berjaga disekitar pelaminan tanpa disadari oleh semua orang,


Dan ternyata rencana sejak awal mempermudah baginya mengetahui segala hal di luar kesadarannya, kali ini permainan gila ini akan dibalas sedemikian gilanya seperti caranya menjebak Stive El Zeidan dalam perangkap obat bayangan,dirinya begitu masuk mendalami sampai nyaman disebabkan efek dan pengaruh darinya bersifat nyaris mengelabui pandangan nya, gadis yang membuatnya melakukan aksinya kala itu adalah Elghora Dezira, wanita itulah yang bermain gila dengan nya, namun ketika terbangun semua adalah kepalsuan gila hingga menyebabkan dirinya harus kehilangan wanita yang dicintainya dan berakhir pada pria lain yaitu Lezif Zoead, teman sejak kecil Stive sendiri,


mencoba mencari bukti atau tindakan seseorang diluar sana sebelum kejadian gila ini terjadi, nyatanya tak ada satu bukti pun yang mampu di dapat oleh Stive El Zeidan,


Emosinya,


"Brengsek, Sial, bagaimana pelaku itu bisa menyingkirkan semuanya tanpa meninggalkan jejak satu pun? awas jika aku sampai menemukan mu! maka ku pastikan pelatuk ku yang akan mengenai mu, "


semua bodyguard Stive hanya bisa menundukkan pandangan nya melihat sang bos kehilangan kesempatan kedua mendapatkan seseorang yang begitu dicintainya,


terkadang beberapa dari pengawal setianya banyak yang berpikir kalau cinta sang Bos sangat mendalam, sehingga hari hubungan keduanya nyaris sulit untuk bersatu dengan banyak nya rintangan ujian yang didapat untuk mendapatkan Elghora Dezira,


Gumamnya menatap kosong jendela kaca hotel tersebut,


"Akan ku dapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikku! siapapun lawan permainan kali ini, akan ku buat kau menyesal membuat ku jauh dari Elghora Dezira, tunggu aku, setelah aku hancurkan musuh ku, sayang! "


**********


Terbangun dari mimpi buruk Elghora menatap wajah yang tak begitu diinginkan dalam kehidupan nya, tapi jika bukan karena dia pernikahan yang berakhir dengan dipermalukan seperti itu membuat air mata jatuh berlinang begitu saja, lalu terbukalah kedua mata Lezif, melihat sang istri tengah bersedih tepat dihadapan nya, maka dengan sangat lembut dia bertindak, bukan dengan usapan jemari ataupun telapak tangannya, melainkan dia menangkup air mata itu dengan ciuman dari bibir nya, sehingga wajah Elghora langsung dibuat kaget detik itu juga,


dia hanya tidak membayangkan mendapatkan perlakuan yang dianggap nampak begitu spesial disisi Lezif Zoead,


Ucapnya lirih,


"Jangan sedih El! aku ada disini untuk mu, tenang kan dirimu, semua akan baik-baik saja dengan ku, "


meyakinkan hati Elghora yang rapuh ternyata menambah kan hasil sempurna, ucapannya barusan membuat gadis yang kini menjadi istrinya langsung memeluk tubuh Lezif dengan begitu erat,mendapatkan hal yang tak pernah dibayangkan oleh keturunan tunggal Zoead, sontak wajahnya merona penuh kebahagiaan yang tak terlukis kan, walaupun hanya sebuah pelukan tapi bagi Lezif itu sangat amat berarti untuk nya,


sambung Lezif,


"Ini sudah pagi El, bagaimana jika kita mandi dulu? "


namun Elghora masih tetap memeluk tubuh Lezif disana, sedangkan tak mau berpikir terlalu panjang akan kedatangan Stive yang mungkin mengacau di kesempatan kapan pun, maka Lezif pun menggoda Elghora dengan pelukan yang lebih erat,


bisiknya ditelinga Elghora,


"Bagaimana kalau kita berdua mandi bersama, Elghora Zoead? "


wajah yang tersembunyi diceruk leher Lezif kini seketika memerah dan melepaskan diri dari pelukan tersebut,


Berlari pergi menuju kamar mandi lalu mengunci pintu dengan rapat, melihat tingkah lucu Elghora Lezif semakin dibuat suka dengan segala hal mengenai dirinya,

__ADS_1


gumamnya,


"Kenapa dulu aku begitu bodoh hanya mampu menatap mu dari kejauhan? sedangkan kau begitu menarik apalagi mengemaskan saat bersikap malu seperti itu, Elghora ku, "


beranjak dari sana Lezif keluar mengangkat sebuah panggilan telfon dari seseorang yang tidak lain adalah Blezen, sebenarnya dia juga ikutan memanggilnya seperti itu karena sebutan dari Biyanka, karena dianggap nya lucu sehingga dirinya juga memanggilnya dengan sebutan yang sama,


"Ada apa Blezen? sepagi ini menghubungi ku, apa ada masalah? "


jawab senyum kebahagiaan darinya,


"**Apa kau tau? kita berdua mendapatkan dua wanita yang sangat menarik, dan sekarang aku hanya mengkhawatirkan dirimu, bagaimana hubungan baru yang kau jalani sekarang ini, Lezif? "


"Seharusnya aku yang khawatir karena kau menghubungi ku duluan, tapi, emm semua baik, sangat terkendali, bagaimana dengan milik mu itu**? "


selalu bereksperi menyeringai,


"Apa kau melupakan siapa sosok pria yang kau ajak bicara kali ini, Lezif? "


mendesah pelan,


"Oh ya, pria pemikat dengan ribuan cara, terkadang aku berpikir bagaimana bisa kau begitu ahli dalam melakukannya? itu sangat menakjubkan, Blezen, "


bertanya karena penasaran,


"Apa kau seranjang dengan Elghora? "


jawabnya senang,


"**Tidak ada tidak mungkin untukku Lezif, walau menolak pun juga akan percuma jika pelakunya adalah seorang Blezen bukan, "


"Itu memang benar, tapi kau bisa membuat seorang Biyanka tunduk, maka ku akui kau sangat hebat, Blezen**, "


penuh kebanggaan,


"Kau lupa siapa yang membuat mu membikin gadis itu berada dalam ranjang mu, hemm, "


senyum sendiri,


"**Ya kau memang benar, ku akui itu, kau benar-benar gila luar biasa, "


"Ya sudah, sana lanjutin aktivitas seru ma bersamanya, karena aku juga sangat merindukan punya ku saat ini, see you**, "


akhirnya panggilan pun terputus secara langsung,

__ADS_1


**********


saat kembali memasuki kamar, Blezen menatap liar gadis yang sedang mengeringkan rambutnya dihadapan cermin saat ini, dirinya hanya berdiri sambil melipat kedua tangannya dengan senyum-senyum sendiri,


Gerutu Biyanka,


"Apa dia normal? "


sahutnya dari kejauhan,


"Kau meragukan ku sayang,


(sambil mendekati Biyanka Barnia,)


tak seharusnya kau berbicara seperti itu padaku, haruskah sekarang kita melakukan olahraga ranjang di pagi hari! "


mengecup pucuk kepala Biyanka,


melihat pergerakan Blezen yang mulai aktif gila nya Biyanka mulai mencoba menghindari nya, namun dia secara langsung ditangkap dengan rangkulan pergelangan tangan pria yang menatap buas kepada nya, dengan sebuah dorongan tubuh besar Blezen kini dirinya terpojok tak mampu bergerak bebas, terperangkap dalam jebakan sudut dinding kamar hotel,


Batinnya,


"Kenapa selalu ku dapati diriku terjebak dalam genggaman tubuh gila nya itu, dulu aku begitu menginginkan hal seperti ini saat menyukai Stive, tapi ketika perasaan ku sudah mulai hilang dari cinta itu, sekarang mala ku dapati hal yang tak ku inginkan dari orang lain, pasti inilah perasaan Stive saat aku mengganggu kehidupan nya bersama Elghora, namun dia tidak pantas untuk nya, hanya Lezif lah pria baik cocok bagi Elghora, tapi sekarang kenapa mala masuk dalam perkara semua hal ini? menjengkelkan, "


langsung tanpa aba-aba Biyanka ditarik dengan kencang sehingga ia terkejut sampai menatap melongo kearahnya, tapi tiba-tiba saja bibir itu menyentuh warna menggoda bibir Biyanka, menciumnya, merasakan rasa khas milik Biyanka yang tak bisa dilepas begitu saja, namun jemari tangan Blezen perlahan membuka tali bathrobe yang dikenakan oleh gadis ranjang kesayangannya itu, karena sensasi yang diberikan Blezen, Biyanka Barnia sama sekali tak sadar dengan tali pengikat bathrobe yang sudah terbuka sepenuhnya, namun ketika jemari tangan mulai bergerilya menari disana, ia menghentikan ciumannya, sontak Biyanka tersenyum sebab dari awal hal ini sudah direncanakan Biyanka sehingga Blezen pun tertipu dengan trik nya tersebut,


sebenarnya sejak awal dia sudah mengenakan pakaian dalam kaos dan celana namun karena pendek jadi tak terlihat saat bathrobe nya di pakai,


seru Biyanka disaat bisa lepas darinya,


"Kena kau, Blezen, kau pikir hanya kau yang bisa bersikap gila, orang harus gila juga jika berhadapan dengan seseorang yang gilanya kebangetan kek Kamu, "


"Baiklah, menghindar lah, jika kau tertangkap,akan ku pastikan semua pakaian itu pasti ku lepas dari tubuh mu, Biyanka Barnia! "


"Waduhh, gawat dong, kabur... "


berlari mencari tempat untuk bersembunyi dari Blezen, jika dipikir kan mustahil kalau kabur kan dirinya ada didalam hotel, lalu,


"Tunggu ini tidak adil, hotel kan tempatnya tidak luas, pasti aku akan kena kan, tidak jadi, enakan kau yang pasti akan menang, itu curang, "


"Mau dilanjutin di Vila ku, Biyanka? "


"Itu baru seru, "

__ADS_1


batin Blezen,


"Dimana pun tempat nya bagiku sama saja, sebab kau tak akan bisa lepas dari ku, Biyanka Barnia! "


__ADS_2