
Beberapa jam telah usai kesadaran Elghora membuatnya merasakan penat luar biasa, disaat dirinya mencoba untuk beranjak dari ranjang tiba-tiba,
"Aaaaa.... punggung ku, apakah retak karena ulah buaya darat itu? "
"Siapa yang kau sebut dengan buaya darat itu, hemm? "
"Kau, sudah tau, masih bertanya, "
"hahaha, iya baiklah, itu julukan terbaru ku dari mu, lagian punggung mu juga tidak akan semudah pikiran mu El,dan baru juga beberapa gempuran mungkin hanya sedikit bergeser, mungkin,hemm, "
sambil tersenyum,
"gempuran kau bilang, lo pikir punggung ku dinding apa sampai digempur,dan kau bilang bergeser,kau sudah hilang akal Leezin, "
"Leezin, kenapa tidak menanggil nama ku El? "
"Siapa suruh pakai topeng? saat ini wajah yang kulihat adalah Leezin Hoezon, jadi apa aku harus pakai kacamata ekstra tebal agar lebih jelas, emm? "
"Oh, jadi ini lagi mode kesal El, ya baiklah setidaknya kau sadar dengan siapa saat ini kau sedang berbicara? "
"jangan khawatir aku masih sadar selagi aku tidak berbaring dikamar ICU, "
"Ya iya, kenapa kau begitu manis El, menggemaskan, "
"Darimana datangnya semua kalimat itu, menjengkelkan, "
"Dari Cinta ku pada mu El, "
"Udah kelar chapter manis-manis nya, "
"Terus mau kamu gimana El? akan aku lakukan jika itu normal, "
"Kata ku normal sudah jelas terbukti pasti tanggapan mu tidak normal, setelah semua yang kau lakukan padaku, apa menurut mu itu normal? "
"Tentu itu sangat normal, "
"dan orang normal seperti ku akan menjadi tidak normal jika berurusan dengan kegilaan mu ini, Stive El Zeidan! "
"Jadi sekarang kau mengingat ku El? "
"yah sepertinya kau lupa jika aku tidak sedang dalam kondisi amnesia karena ulah mu, bukan begitu, "
"Kau sangat manis, imutnya, ini makanlah aku sudah siapkan semuanya untuk mu El! "
"Benarkah,maksud ku apa ini asli, tanpa campuran apapun?"
"Entahlah, "
"Uhk... uhhkkk, "
terbatuk-batuk,
"Minumlah dulu El sebelum memakan hidangan nya! "
"Apa ini bener-bener seratus persen tanpa obat? "
"Baiklah, seharusnya tadi aku kasih obat penambah nafsu olahraga biar setiap jam kita bisa bermain diatas ranjang, akan aku ingat saran mu, Elghora Dezira! "
"Ya, apa kau sudah gila? "
"Jika kau bawel lagi akan ku tambahkan obat itu ke makanan mu tepat dihadapan mu, bagaimana? "
tanpa komentar lagi Elghora langsung menyantapnya,
__ADS_1
batinnya,
"jika seperti ini kapan aku akan bernafas lega? "
setelah selesai Leezin mengatur semuanya untuk Elghora, bahkan hari ini dia menyiapkan sesuatu yang tidak tau apa pastinya namun berhasil membuat pikiran Elghora berputar memikirkan nya,
selang beberapa saat ada sebuah panggilan dengan nomor baru,
"Siapa ini? nomor tak dikenal, hah aku angkat saja lagian bosen jika hanya duduk mulu, keluar kamar juga takut dengan ulah nya yang siap menerkam mangsa kapan pun dimana pun, "
tanya Elghora,
"Siapa ini? "
percakapan serius keduanya terjadi,
"ini aku Biyanka El, jangan tutup dulu, aku gak akan ganggu kamu, cuma aku hanya ingin tanya apa kau yakin baik-baik saja dirumah neraka itu? "
Elghora bingung dengan ungkapan kata rumah neraka,
"Maksud mu Apa Biyanka Barnia? "
"Hari ini dan kemarin kau tidak sedang diganggu kan? maksud ku oleh sepupu mu itu? "
pikiran Elghora sedang melawan arus,
"Bagaimana dia bisa paham seolah situasi ku sedang kacau saat ini? "
Ucapnya,
"Katakan saja apa yang membuat mu seolah menahan untuk tidak memberitahu kan ku Biyanka? dan darimana kau dapat no ponselku? "
"aku dapat dari ponsel Blezen yang kini sedang ada di atas nakas, dia sedang mandi jadi aku mencoba mencari nomor ponsel milikmu, dan sebenarnya kau yakin bahwa saat ini sedang dalam keadaan baik dengan topeng palsu sepupu mu itu? "
"Sebenarnya itu sebuah ketidak sengajaan El, lalu sekarang kau bisa menghindar atau pergi dari sana bukan? El dia sangat berbahaya, "
"Bagaimana kau bisa tau? "
"Dia bahkan mengancakm ku mau membunuh ku, sebaiknya berhati-hati lah El, aku harus mencari bantuan El agar dia tak melakukan hal gila kepada mu, tapi posisi ku juga sulit saat ini, aku bingung El, mau membantu tapi aku sendiri berada dalam jalan buntu, "
"Aku hanya berharap Lezif Zoead kembali sesegera mungkin Biyanka, agar aku bisa selamat dari nya, "
"Selamat, jadi dia sudah melakukan sesuatu kepada mu, katakan yang jelas El, dia tidak melukai mu kan? "
"Dia sudah menggempur ku Biyanka? "
sambil terisak menangis,
"menggempur mu, setidaknya kau masih bicara tentu dia tak menggempur mu El, "
"kau ini paham maksud ku atau tidak sih? "
"Paham kok, biarkan saja dia melakukannya, toh menggempur dinding kan, lagian selagi dia tidak menyentuh mu El? "
"Huaaa.... Hikhs.. hikk, "
"kenapa kau malah terisak kencang si El? kan benar kan ucapan ku, selagi jika dinding itu yang roboh biarkan saja kan, "
"Bagaimana jika aku yang roboh kalau digempur lagi? "
"Lo gak akan roboh, kan tubuh lo gak terbuat dari dinding, jadi lo aman gak mungkin digempur sama pria cap topeng itu, "
"Gue jadi nambah sedih jika bicara sama lo Biyanka, "
__ADS_1
"emang kenapa El? aku ini khawatir dan mikirin kamu, ya masak sedih jika bicara sama aku sih El, "
"Karna lo gak nyambung, "
"kan ya mana bisa nyambung to El, ni kita berdua gak ada kabel sambung nya toh, bener kan, "
"Gue tutup telfon nya, jika dilanjutin yang ada bukan nambah ngurangin masalah malah jadi nambah stress, haa.. hiks.. hiks.. "
"Apa dari ucapan ku ada yang salah ya? sepertinya tidak, ya sudah toh aku sudah sedikit lega sudah menghubungi nya, "
panggilan itu pun akhirnya berakhir,
***********
Ucap seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi,
"Apa yang kau lakukan sampai melamun seperti itu, Biyanka? "
langsung membuyarkan angannya yang tidak jelas,
"Tidak ada, hanya bingung saja, "
"ini, "
menjulurkan tangannya pada Biyanka Barnia,
"maksudnya apa? "
"Pegangan biar kau tidak jatuh Biyanka! "
"Tidak perlu,seperti nya kali ini menyegarkan diri lebih baik, hahh, menghilangkan penat dengan mandi pasti lebih nyaman, "
"Dan paling nyaman jika aku temani, "
"BRUk, "
pintu ditutup dan dikunci rapat oleh Biyanka Barnia, Blezen pun menghela nafas panjang,
"Kenapa begitu sulit untuk mendapatkan sebuah mutiara yang berharga? ya mungkin usaha ku belum maksimal untuk menaklukkan nya, emmm perlu dipikir kembali kali ini, usaha apa yah demi bisa meluluh kan hatinya, emm? "
*********
Wajahnya kembali lagi seperti sedia kala,
Gumamnya,
"Aku baru tau kalau dia sangat suka berubah seperti bunglon, apa mereka bersaudara? hah sudahlah aku menjadi tidak bersemangat lagi melihat wajah nya itu, "
"Jadi kau lebih suka aku menjadi Leezin Hoezon, Elghora, "
Elghora masih bungkam dan kembali tertidur diranjang, ia merasakan tubuhnya perlu istirahat cukup kali ini namun, tiba-tiba Stive El Zeidan menyodorkan sebuah obat kepada nya, dengan gerakan reflek Elghora langsung menampiknya hingga obat itu terlempar jauh,
melihat sikap pemberontak Elghora dengan sigap Stive mengambil obat baru itu dan kembali meminumnya,
Ucap Elghora yang sangat terkejut,
"Apa kau sakit Stive? lalu yang kau minum itu obat apa lagi? "
Tanpa menghiraukan akhirnya ia mendekati Elghora dan membuat penyatuan dua bibir yang bisa membuat Elghora menelan obat pemberian dari Stive El Zeidan,
"GLEK, "
"Dia melakukan nya dengan perantara bibir nya, sepertinya dia masih memiliki ribuan cara untuk membuat ku jengah, dan aku bahkan sampai menelannya, hah sudahlah,terlanjur mau bagaimana lagi, toh aku juga tidak tau ada efek apa dengan obat yang ia berikan itu? "
__ADS_1