
Tak sampai setengah jam wanita serangga itu kini menghentakkan kaki dan pergi keluar begitu saja, ibarat skor dari pertandingan dimenangkan oleh sang tuan tanah, Stizo dan Stiya El Zeidan hanya tersenyum di sofa,
"Hari ini pulang lah ke keluarga Zeidan, Stizo yang akan mengantarkan mu, dan untuk sementara kalian berdua, termasuk Kau Stiya, hanya hari ini jam libur disematkan kepada mu,maka pergilah untuk menemani keponakan mu, kau mengerti! "
Ucapan yang berujung pemaksaan tak mungkin dielakan oleh kedua adiknya,
"Baiklah kalau begitu aku akan ke bawah mengambil mobil ku, kak Stizo, kau sama Keponakan Oke, "
saran dari sang adik termuda,
"yah, Hati-hati, jangan menabrakkan dengan sengaja ke mobil wanita manapun, kau mengerti, cukup sampai disini menjebak ku dalam urusan wanita dalam kasus tabrakan yang kau sengaja dengan mobil mu, ingat itu! "
ancam nya,
berjalan menelusuri arah dimana kini ketiga pria tersebut menjadi sebuah objek pandangan luar biasa teruntuk semua pegawai wanita yang bekerja diperusahaan Hjb,sesampainya diluar kini mereka memasuki sebuah mobil dan melaju ke kediaman Zeidan,
pandangan yang lurus menatap keluar nya kedua mobil dari kedua putra Zeidan sontak membuat angan Stive jauh ke Elghora Dezira,
"Akankah kau kembali padaku di waktu yang tepat, kapan pun, akan selamanya ku tunggu sampai kau datang, Sayang! "
berbalik menatap kearah dokumen yang terlihat diatas meja kerja nya, Stive sendiri sangat terkejut dengan hasil yang menyatakan bahwa dia memiliki kecocokan dengan nya, walaupun sejak awal ini memang niatnya, namun semua berjalan tak sesuai harapan nya, terlebih kini Stive membutuhkan rencana untuk kedepannya lagi biar bisa berjalan dengan lancar,
Dalam perjalanan Stizo bertanya kepada Zeman Zeridhan,
"Kau tau, melihat wajah mu, aku bisa tau kalau kau putra dari Elghora, bahkan sebenarnya aku tidak percaya, jika selama ini orang yang begitu didambakan oleh keluarga besar Zeidan, telah memiliki seorang penerus seperti yang diharapkan, "
penjelasan itu membuat kedua mata Zeman terperangah,
"Benarkah, "
seolah tidak percaya akan semua perkataan nya,
"Aku yakin kau tidak percaya, mengingat bagaimana kakak ku berusaha mati-matian mendapatkan Mama mu, hingga sampai menghilang untuk bisa bersama nya, alhasil dari semua usaha nya tak terbuang percuma, "
penjelasan panjang lebar terdengar oleh sang keponakan,
"Tapi biarpun begitu, bagaimana bisa ada wanita serangga itu? "
tanya nya yang membikin hati Stizo gelisah,
__ADS_1
"Ku harap dia tak merambat ke sisi dimana aku harus meladeni nya seperti Stiya El Zeidan, "
diam heran tapi berbicara dalam hati,
lanjut nya,
"Dia adalah putri dari keluarga terpandang Reslium, dulu Ayahnya teman nenek mu, jadi ketika keluarga nya pindah dinegara ini dan bertemu kembali, tiba-tiba saja_"
belum melanjutkan untaian katanya Zeman lebih dulu menjawab alur perjalanan nya,
"Serangga itu jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Papa, rumitnya dia bermanja kepada nya tanpa rasa penyesalan, karena cinta yang membuat nya gila, bukan begitu, Paman Stizo walaupun Stive sendiri tidak menyukai caranya **mengganggu** yang seperti itu! "
menatap lekat kearah Stizo yang fokus pada pandangan kedepan
pikir Stizo El Zeidan,
"terkaan yang tepat pada serangga itu, tapi kenapa aku jadi ikutan memanggilnya serangga, ahh benar, inilah cara terbiasa orang terdekatnya akan sama sepertinya jika hal itu menekan pada salah satunya, dan itu adalah aku, "
menghela nafas perlahan,
setelah selesai melakukan perjalanan yang dirasa cukup lumayan jauh, akhirnya kedua mobil masuk kedalam kediaman yang sangat ingin diketahui oleh Zeman Zeridhan, sebab selama ini ia hanya tau kalau dia cuma memiliki keluarga dan itu cukup Mama Elghora Dezira saja,
Ucap Stiya berteriak dari luar kediaman,
tepat berjalan di ruang tamu sebuah pukulan mendarat dikepala Stiya El Zeidan, melihat hal itu Zeman sontak terkejut,
bisa menerka keterkejutan keponakan nya, ia pun memberikan penjelasan,
"Itu sambutan hangat kepada orang yang dari dulu nyusahin keluarga besar Zeidan, kau tak perlu kaget dengan ulah paman termuda mu, sebab kegigihannya dalam membuat masalah dinyatakan menjuarai dunia kelas usia yang tak lagi wajar, "
sambil berdecah melihat tingkah Stiya yang tak kunjung mereda,
imbahnya,
"Yang Paman Stizo katakan memang benar, lalu jika sikap Paman saja seperti itu, berarti bisa dipastikan kalau dia sama sekali tak memiliki wanita, atau kekasih, apa tahan jika berdekatan dengan Paman yang seperti itu! "
masih menimang perkataan dari semua penuturan Zeman,
lontaranya yang membikin kedua mata Zeman Zeridhan membulat seketika,
__ADS_1
"Kalau wanita, walaupun jika aku menjadi wanita, maka seluruh dunia jika cuma hanya tersisa satu pria dan itu Stiya maka sudah ku pastikan, lebih baik, sendiri dari pada nambah jatah emosi perbulan, perhari sampai perjam yang selalu ada pada tatapan ku, agaknya memancing keinginan agar dia sesekali tak membuat ku depresi, hahh begitu lah Paman mu itu,biarpun begitu dia orang yang paling dikatakan bisa memiliki wanita yang paling dia inginkan,entah kenapa semua itu mudah Zeman?"
mendengarkan segalanya dari Stizo El Zeidan adalah hal yang sangat berkenan bagi nya, namun tiba-tiba seseorang yang mereka sebut Ibu menghampiri Zeman Zeridhan, memandang nya sembari menyentuh pipi pria tersebut,
"Entah kenapa wajah ini sangat mirip dengan Elghora Dezira, dan memiliki kemiripan dengan Stive, apa aku salah, Stizo? "
tebakan pas tak teralihkan,
"Dia cucumu yang kini akan tinggal disini bersama kita bu, dan kak Stive yang menuturkan hal itu, sebab dia adalah putra dari keturunan Zeidan untuk pertama kali dari Elghora Dezira, "
seketika Sang Ibu membungka mulut sembari menitihkan air mata akan keterkejutan nya,
bagaimana tidak, hal ini adalah yang paling ia inginkan namun gagal sebab suatu masalah pelik dalam hubungan keduanya, namun kini nyatanya keduanya berhasil ke tahap sejauh ini,
"Kau tau, kedatangan mu adalah menjadi sebuah kebahagiaan terbesar bagi Zeidan, kalau boleh tau siapa nama lengkap mu nak? "
masih tidak percaya akan apa yang saat ini berada didepan matanya,
balasnya,
"Zeman Zeridhan nenek, bagaimana kabar mu? sepertinya nenek sangat terkejut akan kedatangan ku kemari! "
melihat ekspresi senyum bahagia wanita yang sedari tadi menatap lekat dirinya dengan penuh kasih sayang, sekilas terkulai senyum hingga pelukan ia berikan kepada sang nenek,
sambil mengusap pelan punggung sang nenek Zeman mengucapkan sebuah kesan yang membikin air mata sang nenek sontak menetes buliran putih dipelukan hangat sang cucu,
"Keluarga ini akan selalu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Zeman nek, sebab Mama pernah mengatakan bahwa kasih sayang kalian tak kan pernah meredup untuk Elghora Dezira,dan dengan kedatangan ku ini, adalah hal yang diinginkan Mam agar Zeman bisa mengenal lebih dekat dengan nenek dan semua keluarga yang ada disini, "
terkadang hal tak terduga terjadi begitu saja, melihat kedua orang yang kini berpelukan erat kedua mata dari ketua Grup Zeidan tengah menghampiri nya,
Ucap Zherico El Zeidan,
"Tidakkah aku diberikan kesempatan untuk mendapatkan pelukan yang sama, cucuku, Zeman Zeridhan! "
lalu dilepaskan nenek yang masih tersenyum sedari tadi dan kini beralih memeluk seseorang yang akan menjadi kakek bagi Zeman Zeridhan,
"Selamat datang nak di kediaman Zeidan, katakan pada ku jika kau menginginkan sesuatu, maka bisa dipastikan kakek mu akan memberikan apapun kepada mu, Zeman Zeridhan, "
mendengar perkataan yang begitu tegas Zeman bisa merasakan bagaimana aura mencekam dari sang kakek,
__ADS_1
batinnya,
"Inikah kehangatan dari sebuah keluarga yang tak pernah ku kenal selama ini, makasih Mam, sudah memberikan kesempatan bagi ku untuk mengenal mereka, Mam Elghora Dezira, aku sangat menyanyangi mu, "