
Di sebuah Club Limoran tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang ia kenal, dia adalah sosok pria yang dulunya pernah menjadi dosen nya,
Sapanya,
"Dosen Hazen,anda disini,ditempat seperti ini, seperti tidak percaya saja jika ini anda, "
Balas sapanya,
"Iya, sedang cari hiburan saja, sedangkan kau sendiri Malam-malam begini kemari kenapa? kau itu tak seharusnya disini Limoran, "
Keluh nya,
"Hanya mencari hiburan Pak, lagian aku juga tidak tau harus kemana, maaf juga pak jadi mengganggu bapak, punya satu keluarga saja ia lebih memilih melepaskan ku demi wanita lain, hahh, "
menengak beberapa minuman yang teramat memabukkan hingga tepat dihadapan Hazen, ia mendesah geram,
"Dasar wanita ja-lan... akan ku bunuh kau dengan sumpit, ku tikam kau, baru ta-u rasa, "
"BRUK, "
roboh sudah tubuh itu diatas meja tak berkutik, melihat Limoran yang sudah tak bisa diajak bicara lagi, ia langsung mengambil benda pipih tersebut kemudian mengacak no ponsel milik gadis itu,
namun tak diduga jika ada satu chat masuk yang membuat nya tau harus bagaimana,
balasnya,
"Datanglah ke Club Xzn,dia tak bernyawa disini, jika kau tak kemari, akan ku pastikan dia lenyap tanpa jasat,"
Gumamnya,
"Yah, setidaknya menjahili seseorang seperti Lezif Zoead cukup menarik juga, tapi ngomong-ngomong tampangnya yang gusar dan ketakutan nya seperti apa yah? astaga untuk pertama kalinya meluangkan waktu yang membosankan dengan menjahili seseorang, yah, walaupun dia orang yang bermarga besar, apa peduli ku? setidaknya menyenangkan, heheh, "
beberapa jam kemudian Lezif Zoead datang menghampiri nya di Club Xzn yang terkenal akan dunia malam panas disana, melihat dari sudut meja seseorang nampak membelai lembut rambut gadis tersebut, ternyata, seperti perkiraan nya, wanita itu adalah,
"Limoran, kau baik-baik saja, katakan sesuatu padaku,"
lalu menepis tangan seseorang yang mencoba mengganggu nya,
Tanpa pikir panjang Limoran kini berada dalam bopongan ala bridal style, sehingga sosok pria tadi, Dosen Hazen tersenyum puas melihat Lezif Zoead tersulut emosi,
Ujarnya,
"Ternyata menarik juga mengganggu orang lain, kenapa tidak dari dulu saja? tapi aneh sih, biarpun begitu, oke lah jika dicoba, "
gerutu hati seseorang yang tau bagaimana tingkah Dosen yang ngejengkelin nya gak main,
"Andai tadi gue yang dijahilin, gue pastikan lo Dosen akan mati gue tepok dengan kedua tangan ini, hiii, geram liat cowok usil kurang kerjaan seperti dia, sampai heran perilaku Dosen kok gila kebangetan parah nya, "
Tidak diduga juga ketika pria itu lewat, tubuhnya tidak sengaja menabrak seorang wanita, dia adalah,
Biyanka Barnia,
"Woi cowok tu mata keselip dimana heh?main oleng tubuh gue aja, gak nyadar cewek cantik lewat, "
batinnya lemas,
"Tadi aku melihat hal gak jelas sekarang malah aku nya kena masalah, astaga ni hidup gue ribet amat, gara-gara nyari tu bocah ngilang kemana? "
bahkan ia sampai geleng-geleng kepala,
__ADS_1
dia adalah kakak dari Dirgo yang dijuluki Elghora sebagai Karim, sedangkan yang dicari sedari tadi menyaksikan tontonan aneh dari sikap kakaknya yang bermasalah dengan seorang cewek,
ujarnya,
"Tu cewek siapa nya abang gue yah? kok kepo gue? tapi kok serius banget, "
Ucap Dirga,
"Gue jalan pakek kaki tadi, bukannya mata, makanya kau pun tau sendiri apa yang barusan tadi tidaklah disengaja, jadi kuharap, kau tidak mempermasalahkan nya, "
Biyanka Barnia tidak Terima,
"Enak aja lo ngomong, gak minta maaf malah nyolot tu mulut, pengen gue sumpal apa pakek sendal hah? "
Sahut seseorang yang kini berada di sebelah Dirgo yang menyaksikan siaran langsung kakaknya sedang live ditempat,
Blezen,
"Kasian banget sama kakak lo, tu cewek lagi berpotensi memakan orang, sebab kau tau jika cewek sedang mengalami tanggal merah? "
Dirgo membekap mulutnya,
"Astaga, kakak semangat, lawan terus, maju kak, gue tau lo pasti bisa lawan tu cewek, tapi ini kali pertama juga ia berhadapan sama cewek, pasti sangat menyenangkan, hehehe, seru ni! "
Blezen mengehela nafas,
"Bukan dibantuin malah dibiarin apa lo gak kasian sama kakak lo ?cewek itu garang lo, "
sahut sewot nya,
"Emang gue pikirin, ogah banget, dia itu tipikal kek cewek modelnya, nyusahin mulu, mending cewek cantik, la tu, cantik juga enggak, sok kecakepan malah susah pula nyingkir darinya,kalau garang maka pas aja jika ketampol ma dia, biar mampus sekalian gak nyusahin Q mulu,"
Ungkap Blezen lagi,
menoleh dengan keterkejutan,
"Apa cewek lo? yang bener! "
katanya,
"Yap, gue dukung cewek gue yang akan menang dan lo semangatin kakak lo biar kelar, "
gerutu Dirgo,
"Wah ini sangat menarik, oke, kita lihat siapa pemenangan pertandingan babak semifinal kali ini? waow, sangat menegangkan, "
gumam seorang pekerja disana yang melihat tingkah kekonyolan keduanya,
"Memang benar di Club ini semuanya sudah diujung mengalami kegilaan yang luar biasa,benar-benar bikin jengah saja, yah biarlah orang yang normal lewat sementara,"
sedangkan live nya masih berlanjut,
"Lo itu yah emang gak punya otak apa? lo cowok tapi kok nyusahin amet sih? "
sahut dari kejauhan,
Dirgo berada di pihaknya,
"emang nyusahin, "
__ADS_1
lanjut nya lagi Biyanka Barnia yang masih tersulut emosi,
"Semua ini gara-gara lo yang halangin jalan gue, "
Jawab Dirga,
"sebenarnya siapa sih yang bikin emosi lo menlunjak kek Rolerkoster, hemm katakan biar gue bogem dia? "
tanya nya,
"Benarkah, kalau begitu Bogem aja wajah lo sekarang biar gue lega! "
ucap Blezen,
"Waow, parah tu kalau dia sampai benar ngelakuinnya, "
Dirgo,
"Dilihat dari tampangnya, kayaknya bogeman itu akan meluncur, "
"WHAT?benarkah "
Blezen sampai heran akan tingkah pria yang bernama Dirgo adik dari Dirga,lagian jika dipikir kembali Sang kakak yang mengalami masalah bukan dibantu malah dibuat kek pertandingan aja, dua bersaudara ini memang aneh dari dulu nya,
Sedangkan situasi tegang pun menjadi lebih extrim disaat dicela sengit keduanya datangkanlah sosok pria yang samar dikenal oleh Biyanka Barnia,
Ucapnya,
"Gue kenal wajah pasaran itu, "
sahut Dirga di sebelah nya sambil menoleh kearah pria yang sudah ada di sebelah nya,
"Jadi kek begini yang namanya wajah pasaran yah, "
yang di toleh ke arah sumber malah menyapa,
"Halo cantik jumpa lagi ama abang, "
tanya Dirga,
"Kenalan lo? "
Biyanka menyolot,
"Enak aja lo main kata kenalan gue, elo kali, kan dia ada disamping lo, "
desahnya Dirga,
"Walaupun dia disamping gue, kan yang disapa ia nya natap lo, liat tu wajah pasaran jablay ngangkat sebelah alis sama lo, "
"Widih, risih gue sama dia, karungin gitu, buang jauh ke emperan, sekalian bawa ke TKP, males gue berurusan sama dia, idih pria anjay, "
Biyanka Barnia memang sudah tak sanggup lagi jika berurusan dengan dua pria sekaligus,
Kata Dirgo dari kejauhan yang sedari tadi tak menghampiri sang kakak begitu pula dengan Blezen yang masih kukuh berdiri melihat dari kejauhan,
tanya Dirgo sambil menatap Blezen,
"**Gak nyusul cewek lo, awas di embat ma dua cowok, abang gue sih gak kan ngembat langsung, la tampang pasaran itu, gue gak yakin seratus persen kalau dia orang normal! "
__ADS_1
"Gue juga sependapat**, "
akhirnya Blezen dan Dirgo pun langsung menghampiri mereka.