
Setelah sampai di Kediaman Zoead, Elghora Zoead langsung melangkah tanpa menunggu Lezif yang masih menghela nafas akan sang istri yang masih merajuk, tanpa tau sebab kemeluk dibalik mood buruk yang selalu ada pada dirinya,
memang Lezif sendiri masih tidak sadar kalau sang istri sedang hamil,makanya dia sampai kebingungan dalam bentuk perubahan mendadak Elghora terhadap nya, berbeda dengan Stive yang selalu gusar takut akan terjadi sesuatu kepada Sang kekasih hati,sekaligus buah hati yang berada dalam rahim istri orang lain itu,
mengingat hubungan nya yang teramat rumit, Elghora sampai bangun pagi buta demi memikirkan ribuan cara agar bisa bertemu dengan Stive El Zeidan, ia sadar keberadaan nya begitu berarti kadang rasa rindu berat menyeruak dalam hati kecilnya itu,
"Kenapa selalu ingin bertemu dengan nya?padahal baru saja kemarin berjumpa walaupun hanya dalam sekejap, tapi rasanya aku masih tidak percaya kalau ingin berjump**a lagi dengan nya, seolah ini adalah keinginan yang harus dipenuhi,kadang apa yang sebenarnya terjadi kepada ku? biasanya ketemu atau tidak bukan masalah juga buat ku, hemm, entahlah, "
wajar sebab dirinya juga belum tau tentang kehamilan yang tengah disembunyikan oleh Stive El Zeidan kepada dirinya,
memang kehamilan nya kali ini tidak begitu terasa, bahkan mual pun tidak seolah semua baik-baik saja tanpa ada gangguan yang dirasa aneh pada diri nya,
disisi itu Lezif Zoead yang tengah terbangun karena jemari tangan yang meraba diranjang tidak terasa keberadaan sang istri, maka seketika ia terbangun dan mencarinya, ia takut kejadian hilangnya sang istri terulang lagi dalam kehidupan nya,
menyusuri anak tangga tepat disebelah ruang makan tepat ditepi jendela terlihat sosok yang kini dicarinya, sedang meminum teh sembari melihat terik mentari menghangatkan tubuh nya, pandangan nya seolah kosong sehingga menyadari keanehan itu Lezif langsung memeluk nya dari belakang,
"El, sepagi ini sudah bangun, apa mimpi buruk membuat mu terbangun emm? "
tutur lembut Lezif selalu membuat Elghora merasakan kenyamanan dan kehangatan dari sikap yang tak pernah diduga untuk nya,
"Tidak, cuma terbangun karena sudah pagi saja, Lezif, "
entah kenapa hampir saja ia mengucapkan nama Stive dalam suaranya, namun terhenti mengingat ia masih berada dikediaman Zoead,
"Kau sudah mandi El, bagaimana kalau kita mandi bersama? "
tersenyum berharap kalau Elghora langsung merespon dan menanggapi ucapan nya namun,
"Aku sudah mandi Lezif, sepagi ini mau buat aku mandi dua kali, hemmm, enggak, mandi saja sendiri! "
sambil merajuk karena ulah keinginan Lezif bikin suasana hati Elghora berubah tidak suka dengan ide konyol suaminya,
sedangkan dalam batin Elghora,
__ADS_1
"Seandainya itu Stive, pasti akan sangat menyenangkan kalau bisa bersama nya! hemm, menginginkan sesuatu yang sulit adalah sebuah kebodohan, "
selalu berpikir akan keputusan dari keinginan nya yang buruk,
lalu akhirnya Lezif naik keatas untuk mandi sendiri tanpa bersama sang istri yang masih menatap lekat kearah keluar kediaman Zoead,
"Aku hanya bisa membuat mu bahagia El, tapi kenapa aku merasakan kau lebih berbeda dari sebelumnya? apa telah terjadi sesuatu saat kau menghilang saat itu? dan kenapa kau selalu bungkam tanpa memberitahu ku? "
bingung dengan semua segudang pemikiran akan sang istri,
************
Saat terbangun dari tidur lelapnya ia sadar sudah berada ditempat yang salah,
gusar nya,
"Kau tidak melakukan sesuatu yang aneh pada tubuh ku kan, Liven? "
memeriksa setiap inci tubuh nya yang masih berpakaian penuh,
men jelas secara detail kepada teman yang masih bingung dengan keadaan nya,
menutup pintu kamar namun ia bergumam sebal pada dirinya,
"Sudah ditolong juga, tidak tau trima kasih, malah menuduh orang sembarangan, bisa-bisa nya, hah,, "
berjalan turun untuk bersiap sarapan dengan Stive El Zeidan,
selang beberapa menit Stive turun dan langsung duduk disekitar Liven,
"Kenapa kau belum makan Liven? "
dengan tatapan penuh tanya,
__ADS_1
"Tentu saja menunggu mu, apa harus aku tinggal dan menyisahkan nya kepada mu? kau mau aku seperti itu? memang kau mau makan sisa ku hem? "
Liven sampai kesal kepada nya karena perkataan yang selalu menyinggung dirinya,
"Sudahlah Liven, setelah ini aku akan ke luar sebentar, "
ujarnya memberitahu Liven agar tidak mengkhawatirkan nya,
"Lama juga terserah, ngapain juga kau bilang padaku, seharusnya orang yang kau kasih tau mengenai kehidupan mu adalah wanita mu itu, lebih tepatnya seperti saran ku, cuma mau gimana lagi? kau pilih cinta yang sudah menjadi milik orang lain, "
mendesah kesal karena berbicara kepada teman yang selalu dia pikir mencintai orang salah dikehidupan keberuntungan nya,
Dia tak memiliki kekurangan, bahkan dari nya sangat banyak kelebihan yang sangat diinginkan oleh para wanita, tapi diantara banyak nya sosok hati kenapa harus jatuh pada gadis yang sudah punya suami, heran dari Liven membingungkan kebimbangan nya,
***********
lalu disaat Kediaman Zoead kosong, Elghora pun berinisiatif untuk pergi keluar mencari beberapa bahan untuk nya, sedangkan Lezif sendiri pergi ke urusan yang sangat pribadi, apalagi mencoba menggagalkan nya juga tidak akan bisa, sebab ini termasuk satu rutinitas dari ahli waris seorang putra terkemuka dalam perbisnisan,
tepat di sebuah toko Elghora berencana memilih beberapa bahan keperluan, namun karena disana ia tidak menemukan sesuatu yang dirasa kosong,akhirnya dirinya mencari ditempat tokoh ternama dengan sebuah desain yang sangat populer, sebenarnya ini bukanlah sebuah bahan melainkan itu adalah alasan tersendiri bagi nya untuk bisa keluar mencari pakaian,
dan rancangan seseorang yang kini tengah duduk berhadapan dengan nya itu sangat terkejut atas kedatangan dirinya, sebab ia sadar baru pertama kali melihat wanita menarik seperti Elghora,
selang beberapa waktu Stive El Zeidan pun keluar dari Vila milik Liven, begitu pula dengan temannya yang kini tengah kembali bertugas dirumah sakit,dalam perjalanan mengendarai mobil, dengan tatapan tanpa sadar ia menoleh pada sebuah Toko perancang dan tidak lain ketika ia hendak masuk,
kedua tatapan itu bertabrakan sehingga membuat keterkejutan terselubung bagi perancang yang tersenyum memandangi keduanya,akhirnya Stive duduk tanpa seizin pemilik Toko, ia mengusap kepala Elghora dengan sangat lembut,
"Sedang membutuhkan sesuatu, kenapa tidak bilang, emm, pesanlah, biar aku yang akan membayarnya untuk mu, yah! "
senyum kebahagiaan terpancar indah pada wajah Stive, begitu pula dengan Elghora, pertemuan kali ini teramat sangat spesial bagi nya,sampai tak sadar sikap manja Elghora langsung nampak disana,
"Bisakah hari ini kau menemani ku, Stive! tolong jangan pergi, yah! "
"Ya, akan aku lakukan itu untuk mu El, tenanglah, emm! "
__ADS_1
keduanya sangatlah lembut dihadapan orang yang sejak tadi tidak dihiraukan oleh mereka, sedang ketika tersadar keduanya tersenyum melihat ekspresi pemahaman yang ditujukan oleh sikapnya, sebuah kerinduan yang teramat berat dari kedua belah pihak.