
"Apa kau sama sekali tidak berniat untuk membuat wanita mu istirahat, hah? "
tatapan tajam mengarah pada Liven,
lanjut nya,
"Itu sama sekali tidak menakuti ku, kau paham, aku tau dia pujaan sekaligus belahan jiwa mu, tapi setidaknya berilah ruang agar dia bisa bernafas! "
"Aku adalah nafasnya asal kau tau itu, "
"Bahkan jika aku tau penderita sesak nafas tidak perlu oksigen maka apa gunanya dilarikan ke rumah sakit kalau obatnya saja sudah diketahui,apa gunanya pula seorang dokter,kau pikir peran mereka main-main hah?, ya kalau pria nya adalah nafas dari pasangan nya maka tak ada yang perlu untuk di cemaskan, kau sadar dengan perkataan mu barusan bukan? lalu kenapa kau cemas saat ini nafasnya kan ada disebelah nya, lagian dia juga tidak butuh dokter seperti ku, to sudah ada obatnya yang setia duduk dua puluh empat jam,seolah hari ini juga kau baru jadi seorang dokter gadungan saja, dasar bodoh, aku baru tau kalau kau sedang dalam kondisi setengah sadar saat ini,tidak ada gunanya bicara panjang lebar dengan mu, Stive El Zeidan,hahhh, "
"Kaulah yang tidak akan pernah paham situasi kami, Liven, dia adalah satu-satunya yang paling berharga dan terpenting dalam hidup ku, bahkan seolah aku tak bisa hidup tanpa nya, seandainya jalan pemisah tak pernah ada, maka sejak dari awal semuanya akan baik-baik saja, "
"Sekarang bedanya kau gila dan aku sadar, walaupun bicara blak-blakan tak ada gunanya juga, karena kesadaran mu hanya terletak pada wanita mu,tapi tadi dia dari mana? kan kau kesana hanya bersama ku, jangan bilang kau meninggalkan janji mu dengan nya hanya untuk pergi bersamaku! "
"Andai kau bukan orang terdekat ku detik ini juga rasanya jemari tangan ku ingin membidik mu, kau pikir aku pria semacam apa meninggalkan wanita ku demi pria seperti mu? dasar gak jelas, pikir tu otak sedari tadi ngomel tapi tidak punya respon positif pada teman mu, dia disana bersama mereka dan selebihnya kau tidak perlu tau, mengerti! "
*************
Merasa Elghora Zoead sudah begitu lama tak kembali akhirnya Lezif Zoead meminta Biyanka Barnia untuk menyusul nya namun , setelah melihat dia kembali tanpa Istrinya firasat buruk menghantui pikiran nya lagi,
ucap Blezen,
"Apa dia menghilang sama seperti sebelumnya? ini tidak mungkin terjadi, sebenarnya siapa pelaku dari semua kejadian kali ini? "
batin Biyanka Barnia,
"Dasar orang-orang bodoh tentu saja dia, siapa lagi yang bisa se keren ini melenyapkan Elghora Dezira tanpa bukti?sepertinya setampan dan sekaya Lezif Zoead tak akan mampu bersaing dengan Stive seorang jenius berkedok CEO Hjb tingkat nasional,hehehe, hah terserah, ku harap dia baik- baik saja bersama mu disana, "
tanya Blezen pada Lezif yang sangat kebingungan,
"Sekarang apa tindakan mu Stive? jika dibiarkan maka kejadian seperti kali ini pasti akan terjadi lagi, dan aku takut kan kalau sampai dia membawanya tanpa membuat Elghora kembali, maka bukankah itu lebih beresiko tinggi, tentang kejadian untuk ketiga kalinya, jangan pernah biarkan kau memberi kesempatan untuk pelakunya, sebab ini sudah dibatas ketidak normalan nya, ada kau saja dia bisa menghilang, bagaimana sekarang? tadi kau lengah terhadap istri mu, ya walaupun jika aku jadi kau sih wajar membayangkan tak mungkin sampai terpikir akan adanya kejadian seperti ini, "
Batin Biyanka Barnia yang semakin menghela nafas dengan perundingan yang selalu mengalami jalan buntu,
"Hah, aku ucapkan selamat atas kebingungan kalian, lagian kenapa juga dipikir bikin stres aja?lawan kali ini bukan main perannya, walaupun dia seorang yang sangat tidak pernah bisa diduga, tapi kadang kedatangannya seperti bayangan yang menakutkan, dan kenapa aku dulu sampai tergila-gila dengan orang gila sikopat separuh sadar itu? hah capek mending keluar mencari udara segar, "
Tiba-tiba jemari tangan seseorang menggenggam erat pergelangan tangan Biyanka Barnia,
__ADS_1
Ucapnya,
"Mencoba kabur! "
"Yah,sepertinya perlu dicoba! "
"Tukk, "
pukulan sendok mengarahkan pada dahi lebar yang terpampang jelas oleh Blezen,
"Brani selangkah saja mencoba kabur!,malam ini ku dobrak pintu yang tersegel itu,ingat baik-baik Biyanka Barnia! "
"Kenapa sih pria itu suka banget main asal dobrak pintu orang? orang lain sih biyarin, toh bukan hidup ku, kali ini apa mesti harus aku?emang kau pikir pintu bermerk itu barang mainan apa tinggal asal ngomong dobrak aja, Blezen? "
"Kau itu kenapa Biyanka? tumben usil seperti ini, atau_"
"Tuduh lagi, Lagi-lagi main tuduh, sekalian ngomong jika gue komplotan nya, sedari tadi juga duduk tak bergerak ditempat, lagian kau juga tahu, ponselku sedang lobet, ini buktinya,"
melihat Blezen sampai mencurigai Biyanka Barnia membuat dirinya merasa tak enak hati mengenai hal ini,
Ungkap Lezif Zoead,
gerutunya,
"Proses dia percaya pada ku gak akan pernah seratus persen, dan lagian itu juga keinginannya, memang siapa juga yang bisa menghentikannya, benar kan! jadi terserah kau saja, Bleeezen, denger itu!"
langsung meninggalkan Restoran,
Tegur Lezif Zoead,
" Bagaimana bisa kau mencurigai kekasih mu? kau ini,sana hampiri dia dan minta maaf lah Blezen, kau telah melukai perasaan nya, sebelum dia ngambek menjadi satu tahun ke depan, "
balas Blezen,
"Kau itu seperti tahu sifat akal bulus wanita saja, "
ujar Lezif kembali,
"Walaupun begitu kita para pria juga butuh wanita kan, jadi sebisa mungkin memperlakukan mereka dengan baik, tapi Apa hubungan kalian ada kemajuan, Blezen? "
__ADS_1
jawab Blezen,
"Yang ada mengalami kemunduran, apa lagi sekarang aku sudah berbuat seperti ini, hahh, aku juga salah sih, sudah tahu berurusan dengan wanita itu rumit, tapi malah memperkeruh keadaan, hahh ini karena aku begitu mengkhawatirkan mu, Lezif, "
pergi keluar mengejar sang wanita tercinta,
tanya lenza,
"sekarang apa yang akan kau lakukan Lezif? "
"Entah lah kepala ku rasanya nyeri saat keberadaan Elghora menghilang begitu saja, "
*************
DiVila,
Elghora yang masih belum terbangun membuat Stive El Zeidan sangat khawatir,
"Kenapa kau masih belum sadar juga sayang? "
sambil menggenggam erat jemari tangan putih pucat itu,
sahut Liven yang kini bersandar didekat pintu,
Tegur nya,
"Apa kau sedang ikutan para ibu- ibu untuk lomba diet? turun dan makanlah sesuatu Stive, emang kau sedang berencana mogok makan yah? kau tau wanita itu saja sudah membuat ku bingung, bagaimana jika ditambah lagi satu orang yang sakit? otomatis ranjang ku penuh dengan pasien yang cinta nya sehidup semati, yah turun dan makan sekarang! "
"Mau ditonjok atau pistol? "
mengarahkan tepat pada nya,
sambung perkataan Liven,
"Kau itu, ya sudah terserah toh yang sakit juga bukan perut ku, hahh terserah kau sajalah, nyerah aku sama prinsip gila lo sama tu cewek, "
batin Liven yang pergi meninggalkan kamar tersebut,
"Apa perasaan ku? atau pikiran ku sudah mulai berumur, sepertinya wanita itu tidak asing dalam pandangan ku, tapi berpapasan dimana ya? hah ikutan nempel sama Stive kini Syndrom daya ingat ku menurun drastis, ternyata berteman dengan orang gila bisa jadi ikutan gila juga yah,hah melelahkan,"
__ADS_1