
Tepat tengah malam Stive Elghora Zeidan melakukan perjalanan kebandara menuju ke kota dimana dirinya harus datang dengan sekertaris pribadinya yang baru, kesengajaan membuat Stive harus menjadikan dirinya melakukan pekerjaan, supaya bakat dari kepiawaian dalam bekerja pun bisa langsung diasa, kemampuan yang cukup besar itu membuat Stive harus menjadikan nya sebagai seorang sekertaris pribadinya, sebut dia Endilen Wilzoma, dia adalah adik dari sekertaris yang selama bertahun-tahun bekerja di perusahaan Hjb, pria yang selalu mendapatkan pekerjaan extra dari Stive sehingga dirinya membuat sang adik juga ikut berperan tanpa sepengetahuan Bos nya,
Namun ketika bantuan itu diketahui akhirnya keputusan pun diambil dengan mengangkat nya sebagai seorang sekertaris pribadinya dalam melakukan perjalanan panjang, Sesampainya dalam pendaratan mereka berdua langsung menuju ke sebuah vila yang sudah sengaja dibeli oleh Stive El Zeidan untuk dirinya bisa beristirahat, sedang Ilen masuk ke kamar yang sudah dipersiapkan, ini perjalanan panjang bagi gadis keluarga Wilzom,dulu mendiang keluarga mereka selalu membantu Stive El Zeidan sehingga sejauh ini ia tak bisa lepas dari keluarga tersebut,
semenjak kematian kedua orang tua mereka, putra tertuanya tidak lain adalah Endiron Wilzom dan putri keduanya Endilen Wilzoma menjadi pantauan dari Stive El Zeidan, menjaga mereka seperti keluarga, sebab inilah yang menjadi kan adiknya diangkat sebagai sekretaris pribadi dengan kemampuan menariknya dalam perusahaan, dari hasil gaji sang kakak dibuat agar sang adik mendapatkan hasil kuliahnya yang menakjubkan dan itu pun membawakan hasil dari setiap usahanya,
Divila kini keduanya beristirahat di kamar mereka masing-masing,
*********
suara ketukan nyaring terdengar,
"Tok.. tok.. tok.. "
Ucap Erghone,
"Masuklah, "
Lezif lalu masuk kedalam sembari menyampaikan sesuatu,
"Bisakah kalian berdua turun, sebab kedatangan kalian sangat dinanti di meja makan! "
Entah kenapa sikap Lizef sedikit berubah menjadi lebih lembut kepada Elghora Dezira, Erghone tau dia selalu agak tegas tapi dengan kata kelembutan seperti ini mengisyaratkan bahwa dia memang akan berusaha semaksimal mungkin demi adiknya,
jawab Erghone Dezirev,
"Baiklah, kau duluan biar kita akan menyusul setelahnya, "
Erghone Dezirev langsung mengatakan kepada sang adik agar dirinya bisa bersiap untuk kebawah dengan hati yang tenang,
beberapa menit sudah lalu keduanya kini berjalan secara bersamaan seperti adik kakak yang sangat membahagiakan hanya dengan melihat nya,lalu duduklah ia disebelah sang Daddy Elzedam Deziren yang nampak ceria atas keputusan putri nya, sebenarnya ini sangat membuat Elghora Dezira tidak nyaman karena entah kenapa tiba-tiba pikiran nya terlintas nama yang seolah terasa begitu dekat,Stive El Zeidan,
__ADS_1
setelah semua telah usai Lezif yang sedari tadi tak melihat keberadaan Elghora Dezira langsung mencari dimana kini ia sedang menyendiri, ternyata ia mengambil sebuah kunci mobil untuk berjalan-jalan di tengah malam, sebenarnya Lezif mau menghampiri nya namun melihat sang kakak Erghone Dezirev dari kejauhan pun tak berani mendekati, akhirnya dirinya pun langsung mengurung kan niatnya,
Mobil sudah melaju pergi keluar gerbang untuk mencari udara segar penuh ketenangan diluar dengan penuh harap,
batinnya
"Apakah hidup ku harus di penuhi dengan sebuah kerinduan? tidak bisakah aku bertemu dengan nya lagi? "
mobil itu melaju dengan kecepatan penuh Elghora Dezira tidak sadar akan bahaya yang akan menimpa dirinya, sebab ketika dia tersadar laju mobilnya terlalu kencang ia mencoba untuk menurunkan kecepatan nya, namun kedua mata Elghora melotot seolah tengah terjadi sesuatu, rem mobilnya mengalami kerusakan tanpa sepengetahuan nya hingga kini dia pun harus mencoba menghentikannya,
Dia kebingungan, mau menghubungi juga tak mampu dibuatnya,kedua tangan yang tak bisa lepas dari kemudi membikin Elghora Dezira semakin ketakutan dan tiba-tiba sebuah truk dengan kecepatan luar biasa melaju ke arah nya dan disanalah mobil itu menghindari truk namun celakanya Elghora Dezira menabrak sebuah mobil yang melaju dari arah berlawanan, mobil itu pu tak berhenti sampai disitu juga,kini tabrakan keras tadi membuat mobilnya menjadi terbalik, sehingga sosok gadis yang mencoba keluar dari mobil karena kesadaran nya masih dirasa pun membuat seseorang yang kini mematung ditempat melihat gadis penuh darah adalah seorang wanita yang selama ini berada di pikiran nya,
Ucap Lirih gadis itu,
"Tolong aku,
disaat kedua mata melihat wajah jelas pria itu hingga dengan sengaja ia memanggilnya,
terngiang denyut kepala luar biasa hebatnya yang mampu membuat seketika ingatan dulu kini kembali berputar hebat membikin ia tersadar,sehingga langsung saja dirinya menghampiri gadis yang dicintai yang kini tergeletak tepat didepannya tersebut,
Ucapnya dengan penuh ketakutan,
"Elghora katakan sesuatu!bangun El, kumohon sadarlah! "
ponsel tersebut dirogoh dalam kantong celananya dan menghubungi ambulans segera,
dan setelah beberapa saat mobil ambulans pun datang Stive El Zeidan langsung membopongnya ala bridal style secepat mungkin membawa nya ke brankar dorong dan memasukkan nya kedalam mobil ambulans tersebut, didalam beberapa tim medis sedang berusaha menyelematkan nyawanya, Stive tercekat menatap wajah kekasih hati yang telah lama dia lupakan kini kembali teringat dengan menyaksikan kejadian mengenaskan bahkan sangat mengerikan dalam pikiran Pria tersebut,
sesampainya dirumah sakit akhirnya Elghora Dezira diperiksa dengan beberapa dokter dalam ternyata dia harus dirawat diruang ICU karena kondisinya yang membuatnya tak sadarkan diri,salah satu dokter mengatakan kepada Stive yang saat itu menjadi wali baginya,tak kuasa mendengar kabar ternyata Gadis tersebut sedang dalam keadaan kritis, air mata mengalir deras ia tak sanggup menghadapi kehidupan ini jika sampai terjadi sesuatu kepada nya,
Sedangkan Erghone Dezirev mendengar kabar langsung dari kepolisian bahwa sang adik mengalami kecelakaan dan dilarikan kerumah sakit, seketika ia pergi menuju ke rumah sakit itu,kedua tetua dan Lezif yang saat ini sedang bersama sengaja tak diberitahu agar mereka bisa menikmati hari ini sejenak, Erghone Dezirev keluar tanpa sepengetahuan mereka untuk melihat keadaan Elghora Dezira,
__ADS_1
hanya butuh waktu beberapa menit Erghone Dezirev sampai dirumah sakit tersebut namun kedua mata terpaku melihat sosok pria yang berderai air mata penuh ketakutan berada didepan pintu ruang ICU dia tidak lain adalah orang yang dicintai sang adik,
batinnya,
"Kenapa harus mempertemukan dengan kejadian yang sangat mengerikan seperti ini? "
mendengar penjelasan kepolisian mengenai mobil sang adik mengalami rem blong sekaligus seorang pria yang ditabrak sang adik tengah membawanya kerumah sakit, ternyata dia adalah orang yang ingin ditemui Elghora Dezira,
"Takdir yang mengerikan, Stive El Zeidan, "
kalimat tersebut membuat wajah gusar ketakutan itu menoleh menghadap dirinya,
Tanya nya kepada Erghone,
"Siapa kau?jangan mencoba membuat masalah disini!"
kalimat penegasan ini secara frontal membuat linglung Erghone, sebab ia melihat tatapan membunuh jika sampai dirinya berani mendekati nya,
tapi seketika itu ia langsung duduk di sebelah nya sembari memberitahukan,
"Aku Erghone Dezirev, kakak dari Elghora Dezira, Stive El Zeidan, Terima kasih sudah menyelamatkan nyawa adik ku, maaf kau harus menyaksikan kejadian yang akan membuat mu terluka setiap waktu, kali ini Terima kasih atas bantuan dan pertolongan darimu, "
Sedang Stive El Zeidan nampak terdiam tak mampu berkata-kata hanya mematung sambil menatap pintu kamar ICU tersebut, melihat reaksi nyata pria itu, mungkin cinta gila dari adiknya akan Pria disamping nya memang terbalas dengan kegilaan pula, bahkan dia berbicara pun sama sekali tak direspon oleh nya, hanya menatap pintu kamar ICU penuh harap luar biasa,
Ucap nya yang membikin Erghone Dezirev merinding,
"Kau harus hidup jika ingin melihat ku hidup, dan jika kau pergi maka aku juga akan sama pergi nya dengan mu, Elghora Dezira, "
Erghone tiba-tiba meneteskan air mata secara tidak sengaja, mendengar ucapannya seolah batinnya tak kuasa bisa melihat kenyataan sebenarnya, dirinya bahkan menghela nafas berat saat mengingat sang adik dengan semua masalah nya,
pikir Erghone Dezirev,
__ADS_1
"Akankah mereka bisa bersama? cinta gila ini bahkan membuat ku juga ikutan menjadi gila hanya dengan membayangkan nya, cinta terbalas namun harus waktu lagi yang membuat keduanya menyatu, tapi akankah ada kebahagiaan menanti keduanya, aku hanya berharap kalian berdua bisa bersama dengan kebahagiaan yang utuh,aku akan bantu kalian dengan semua usaha semampuku, Stive El Zeidan dan Elghora Dezira, "