
Dalam perjalanan Elghora Dezira selalu berpikir apakah ini akan membuat nya dalam masalah, sebenarnya dalam hati gadis itu tak ingin mendapatkan kesulitan yang menyesakkan jika mengenai percintaan hubungan asmara seperti sekarang ini,
sedangkan tatapan kosong menatap keluar kaca mobil sebuah kesengajaan membuatnya melihat sesosok pria yang begitu familiar dilihatnya,
Batinnya,
"Barusan seperti pernah melihat nya, tapi dimana? "
lalu pembicaraan Stive El Zeidan membuat nya mematung,
"Dosen Hazen dia bersama wanita lain, kau melihat nya, Elghora? "
"Emm, apa semua akan membaik, aku merasakan sesuatu yang aneh Stive? "
"Apa itu? kau sakit? "
sambil memegang dahi nya,
"Enggak Stive, tapi aku hanya sedang merasa khawatir, "
"Wajar kan jika kau khawatir,
(membelai pucuk kepala Elghora)
kan Biyanka sahabat kamu El, tapi wajah kamu terlihat sangat pucat, bagaimana jika ambil cuti sehari dan beristirahat lah di apartemen, emm, mau aku temani? "
terkadang Elghora berpikir bahwa sesosok pria yang saat ini sudah berada singgah dalam hati nya takut akan menghilang, disaat ia melihat kenyataan terpahit pria yang dipilih Biyanka adalah pria brengsek seperti itu,
angannya semakin jauh rasa kecemasan mulai mengeruak dalam pikiran nya, jika dia mengetahui kebenarannya akankah ia akan menganggu hubungan mereka, sedang perasaan yaman ini nyata sudah melekat erat karena kasih sayang Stive El Zeidan kepada dirinya, perhatian nya bahkan segalanya tentang dirinya seolah ia takut akan kehilangan sosok pria menarik tersebut,
"Kenapa menatap ku seperti itu El? ada apa? katakan sayang, jangan hanya diam! kau membuat ku takut, "
"Jika kau terdesak dalam sebuah pilihan yang menyudutkan mu untuk memilih, bisakah kau memutuskan nya dengan logika, Stive keadaan membuat mu tak mampu berkelut hingga pilihan pun terasa begitu berat, disaat kau berada di sisi seperti itu siapa yang akan kau pilih Stive? "
"Apa yang saat ini sedang kau pikirkan El? kau membuat ku takut mengkhawatirkan pikiran mu itu! "
"Aku juga tidak menginginkan hal itu, cuma aku hanya ingin memastikan kalau aku menempatkan hatiku untuk orang yang tepat dan tulus menghargai ku, aku bersikap seperti ini karena mengkhawatirkan mu Stive, juga hubungan kita, "
"Tidak akan terjadi apapun tentang hubungan kita El, janji, okeyy, lepaskan beban berat yang menghantui mu itu, Stive El Zeidan akan selalu berada di sisi mu apapun yang terjadi! "
"Janji Stive! "
"Janji sayang, "
akhirnya tepat di depan kampus Elghora Dezira melambaikan tangannya kepada Stive El Zeidan, ada rasa lega yang tersirat dalam wajahnya walaupun berbeda dengan hati nya yang saat ini seolah sedang bergulat beradu untuk menenangkan pikiran terjauhnya,
Tiba-tiba benda pipih itu berbunyi dilihat lah nampak sebuah pesan chat singkat dari Stive yang mengatakan,
"Jangan banyak pikiran! Stive mu akan selalu disamping mu, dan hari ini aku akan merapikan semua barang mu! "
mata Elghora Dezira melotot,
balasnya,
"Jangan lakukan itu Stive! taruh saja di apartemen lalu selesai kuliah aku akan berbenah sendiri, tolong jangan lakukan itu Stive! "
balas nya lagi,
"Baiklah kalau itu tak membuat mu nyaman, maka aku akan mengantarkannya saja, masuk gi sana, nanti malah tertinggal jam kuliah lagi! "
"Oke Stive makasih banyak yah, "
tak lupa dengan embel-embel stiker hati,
"Ya El sama-sama, Hati-hati disana,"
__ADS_1
"Ya Stive, "
senyum pun melesat kearah wajah Stive El Zeidan,
"El kau orang pertama yang mampu membuat ku tersenyum sebahagia ini, Terima kasih sudah mau menerimaku, "
*********
Dikampus sudah setengah perjalanan Elghora Dezira terhenti saat dirinya menatap kearah yang tidak lain disana ia dapati Limoran dan satu lagi adalah gadis yang menemaninya di kosan, yaitu Sin sedang mengintai sesuatu,
itu pun seketika membuat Elghora Dezira juga ikutan Ngintip,
selang beberapa saat ia bisa melihat yang kini di perhatikan dengan diam-diam adalah,
"Yah, bukannya itu pak Karam Akik tua yang ganjen waktu itu, "
ucap kompak keduanya, Limoran dan Sin,
"Hussht, "
dengan mengangkat satu jarinya tepat ditengah bibir mereka yang meminta nya untuk diam mendengarkan saja, mau tidak mau ia pun langsung terduduk dibelakang nya, sebab bagi nya ini gak begitu penting juga, malah menyebalkan,
setelah selesai Limoran dan Sin pun terduduk di sebelah Elghora, menatap wajah keduanya yang tersenyum kocak membikin Elghora Dezira menggelengkan kepalanya,
ucapnya,
"Kalian senyum gak jelas tu kenapa hah? "
"Kau tau ternyata pak Karam adalah Dosen baru dikampus kita El, "
"Mampus hidup gue, "
tanya Si Sin,
"Kenapa emang El? "
ujar nya,
"Hidup El sedang dalam bahaya, bukan begitu, tapi kok janggal juga yah, "
sahut Sin,
"Kenapa Li? emang terlihat dari mana nya jika itu terasa janggal? "
"Mikir aja sih Sin, gimana menurut mu El? "
"Hah terserah, mau masuk ke dalem dulu aku, duluan Oke, "
"Hati-hati El, "
jawab Sin,
"Dia gak angkat nyangkut Li, bagaimana kau bisa sekhawatir itu kepada nya? "
"Sebenarnya Kekonyolan nya yang membikin aku khawatir Sin, jika dikampus dia seolah menjadi sisi yang berbeda saat dirinya berada diluar kampus, pokoknya lebih menyenangkan jika diluar area kampus bersamanya, "
setelah mereka masuk dan mengikuti penerangan dari beberapa Dosen akhirnya waktu berakhir tiba, melihat Elghora Dezira yang baik-baik saja Limoran pun merasa lega, berbanding terbalik dengan Sin, ternyata,
"Pak Karam ternyata Dosen baru gue Li, "
"Apa? "
Elghora Dezira pun sangat terkejut,
"senang nya rasa ni hati tak jumpa wajah akik nyebelin nya sekarung itu, "
__ADS_1
"Tapi seperti nya dia gila El, "
mendengar penuturan Sin Li dan Elghora terdiam,
jawab kocak Elghora Dezira,
"Gila omong, gak jelas, gak pakek otak-otak lagi, "
"Mending otak-otak nya digoreng lalu kita makan, gimana? "
sahut kompak Sin dan El,
"Hiii.... gak huyan,"
mereka pun akhirnya pergi ke cafe sebrang jalan disana mereka bertiga berkumpul dan melihat sesosok pria yang tidak lain adalah Dosen Hazen,
ucap Sin,
"Kalian kenal Dosen Hazen? "
Li,
"Gak, kamu El, "
"Terus kenapa? "
"Dia punya dua cewek lo, "
Elghora pun menyembur,
"Bruzzzh, "
Limoran,
"Mantap gila nya melebihi pak Karam, "
"kalau gak salah satu ceweknya lagi yang pernah dekat dengan lo El, siapa ya? Oh ya namanya Biyanka Barnia, "
jawab Li,
"Itu sahabat Elghora, yang waktu itu sempat berkenalan saat di gerbang depan, "
"Di itu bodoh banget, Dosen itu cuma manfaatin dia doang El, lo gak kasih tau sama dia? "
"Yang ada entar gue jadi bahan ledekan, to itu pilihan nya sendiri,dan bukan urusan gue juga, "
tanya si Limoran,
"Bukannya Biyanka sudah punya pacar ya, yang waktu itu? "
"Deg.. Deg.. Deg. "
batin Elghora Dezira,
"Jantung gue kenapa ya? "
jawab Sin,
"Mereka udah putus, banyak gosip yang beredar dikampus, kalian gak denger yah? "
melihat Dosen Hazen yang begitu romantis membuat bulu kuduk mereka bertiga berdiri, tak diduga ternyata seorang wanita menghampiri Keduanya dan gadis itu menyiram tubuh wanita yang tengah duduk bersama dengan Dosen Hazen, wanita yang melakukan tindakan konyol beserta perasaan kacaunya tidak lain adalah,
"Biyanka Barnia, "
Lirihnya yang terdengar dari kejauhan,
__ADS_1
"Bisa-bisanya kepercayaan sebesar itu yang ku berikan padamu kau hancurkan begitu saja, Hazen, apa maksud mu ini? jadi selama ini kau mempermainkan ku, begitu! "
perdebatan sengit terjadi diantara ketiga orang dimeja bagian ujung, walaupun begitu rasanya Elghora Dezira ingin melarikan diri dalam masalah kali ini, dia sama sekali tak ada niatan untuk membantu sebab dirinya tau, kedepannya dialah orang yang paling berbahaya dalam hubungan percintaannya bersama dengan Stive El Zeidan.