
Dalam beberapa bogeman yang melesat berskala banyak, Mozhe tak mampu menghindar dan berakhir tumbang,
Kata seseorang dari kejauhan,
Sinhe,
"Wah sahabat ku kalah telak dari seorang wanita, "
Ungkap Vizhen,
"Lagian mereka juga keasyikan bermain, jadi biarkan saja! tapi_? "
kalimat menggantung itu justru membuat kedua tatapan indra dari seorang Sinhe menjadi kepikiran,
"Kau gak akan melakukan rencana yang diluar kendali kan, Vizher? "
smirk nya yang menjengah kan,
"Kenapa? apa yang kau takut kan dari hal itu, emm? "
mencoba menyadarkan,
"Dia adik mu Vizher, ingatlah pesan seseorang dari ketiadaan nya begitu mempercayai mu, jadi ku harap jangan buat obsesi mu bertahta hingga bermahkota kan raja disinggah sana mu yang akan menghancurkan segalanya, itu yang kuharap dari mu untuk saat ini! "
sedangkan orang yang dibicarakan malah tersenyum sendiri disana, melihat Mozhe dibawah masuk ke kediaman oleh satu pengawal membuat Morvez Morvize geleng-geleng kepala,
Ujarnya,
"Tu anak liat, kau buat tepar sekejap mata! "
sindir Elghora Dezira,
"Lo kesal, mau cari gara-gara, mumpung gue belum puas, kemari gi! gue mau lanjut ma lo, males cuma main omong doang dari tadi, gue juga punya mata, lagian jika lo gue katain akik emang lo gak marah? "
Morvez hanya mendesah dan berkata,
"Masuk aja dulu, entar kalau mau lanjut nunggu Mozhe siuman dulu, biar nyambung bogem nya enak, oke, "
decak nya,
__ADS_1
"Kebiasaan lo emang buruk, "
sambil berjalan masuk keruangan,
Batin Morvez,
"Jika aku lanjutin yang ada perang nya gak selesai malah berlanjut lama, kejengkelan nya memang selalu meresahkan saja, "
**********
Malam hari di kediaman Dezir,
Stive El Zeidan termenung menatap langit hitam dikala ia merasa sepi dikamar sendirian, melihat pintu kamar ruangan terbuka sedikit Zeman Zeridhan berencana masuk dan seperti kemauannya,
Tepat disamping sang Daddy yang masih terpaku pasif, tatapan kosong itu begitu mengkhawatirkan hati seorang anak kepada orang tuanya,
"**Daddy**, kau baik-baik saja kan? "
tanpa balasan dari adu pandang Stive menjawab,
"Hanya merindukan terang nya sinar saat malam, hal yang sudah terbiasa dengan kehadiran nya, justru hilang nya akan membuat sesuatu kosong dalam tempat dimana itu sudah menjadi milik nya, Zeman, "
"Apa Daddy tidak ada niatan lain, selagi kalian berpisah sejauh ini? "
menjelaskan kepada sang putra,
"Jika yang kau maksud pengganti, maka tak ada bagi wanita diluar sana bisa menempati detak jantung yang selalu hebat saat bersama nya, bahkan kau tau, kenapa aku terjaga saat ini? sebab aku bisa merasakan, kerinduan yang pada akhirnya akan sangat mempersulit hubungan ini karena semua penghalang yang ada, Zeman, aku sangat mencintai Elghora, sampai kapan pun, emm, "
sambil tersenyum merekah,
hati Zeman Zeridhan dibuat bahagia dengan keputusan bulat akan cinta besar yang ditempatkan bagi sang Mom teramat berkuasa dalam hati nya,
**********
Selesai menatap langit malam dengan dingin seolah melekat pada sekujur tubuh Elghora Dezira, kini dirinya melangkah ke ranjang berukuran over size sambil merebahkan tubuh letihnya, menatap langit penuh dengan wajah seseorang yang dicintainya itu,
"Apakah kita bisa kembali utuh lagi Stive? kerinduan ini begitu menyiksa ku, tak ada sedetik dirimu didekat ku, seolah sudah bertahun-tahun pria brengsek itu memisahkan kita, dan aku harap jika jalan kita pada akhirnya bisa mencapai titik bersama kembali, ku harap itu bukan sekedar angan, melainkan masa depan bagi kita, aku mencintaimu, Stive El Zeidan, "
lalu dengan ketenangan sesaat ia memejamkan mata karena rasa kantuk sudah tak mampu lagi ditahan, tapi tak bertahan lama, seseorang yang sudah sejak dari tadi menunggu kesempatan akhirnya melakukan siasat nya ditengah malam,
__ADS_1
Tepat pukul jam sebelas malam, Vizhen memasuki kamar Elghora Dezira dengan sangat hati-hati,bahkan tatapan itu lagi-lagi dikuasi api membara hebat menerjang dirinya, ingin sekali hari ini dirinya menjadi pemilik penuh atas Gadis yang kini dijadikan sebagai adiknya tersebut,
Lalu disini lah awal mula segalanya hancur karena ketidak berdayaan Elghora yang lengah disaat ia tertidur pulas, tidak dirasa kedua tangan yang sudah terikat pada kedua sisi ranjang dengan kencang nya, tak akan bisa membuat si korban bisa melepaskan nya dengan sangat mudah,
hingga pada akhirnya kini tubuh gadis itu berada dalam kendali nya, menerobos masuk bibir yang tertangkup erat merona menggoda hati Vizhen, kemudian sesuatu yang basah kini langsung melesatkan kedalam dan membuat sang empu tergerak perlahan,
merasakan ada sesuatu yang berkeliaran bebas, menggerakkan sesuatu seperti sebuah permen didalam mulutnya, akhirnya kelopak mata berat pun dipaksa bangun namun, kagetnya ia tak mampu bisa bergerak, tubuh yang merasakan beratnya beban seseorang diatas nya,
kemudian tangan yang tak bisa lepas bebas karena ikatan pada kadua sisi ranjang, membikin Elghora seolah frustasi hebat, dirinya tau ia memasukkan obat sejenis hal yang memancing keburukan untuk nya dimalam ini,
hingga akhirnya tertelan semuanya sentuhan basah itu pun terhenti sambil berkata,
"Kau akan menjadi milikku malam ini, Elghora Dezira,Bahkan lihatlah, kesayangan hati mu pun tak bisa menolong mu,dari jerat ku malam ini, tak kan bisa membuat mu bebas apalagi bisa kembali bersama dengan Stive lagi, Elghora, "
bisikan itu bagai sayatan pisau, peringatan tajam bagai belatih pembunuh kini nyaris mencabik tubuh nya, disaat obat itu sudah menampakkan reaksi hebat pada tubuh Elghora, Senyum puas nampak dari raut wajah Vizhen Devizher,
"Sayang, seberapa hebat kau bisa bertahan malam ini, kini aku akan memberikan tanda kepemilikan penuh kepada mu, Elghora Dezira! "
kata itu sudah menjadi boom bagi Elghora, ia tau akan apa yang terjadi selanjutnya, tubuh nya sudah sangat terpengaruh obat, pikiran nya kacau akan inginkan sebuah sentuhan, namun ia menahan sebisa mungkin agar tidak terjebak dengan permainan gila Vizhen Devizher,
Tapi berharap pun mustahil, sebab dirinya kini sudah mulai melakukan aktivitas dari mulai berjalan perlahan mengitari leher jenjang miliknya, segala sentuhannya justru semakin membikin Elghora tak bisa berkutik, ia menahan suara khas bariton mengiringi langkah menjelajah hebat itu dengan sebuah gigitan bibir,
batinnya,
"Jika ini dilanjutkan lebih dari sekarang, maka aku takut jika kesadaran ku akan menghilang karena efek gila obat ini, "
yang dikhawatirkan pun terjadi, semakin kemari jemari Vizhen nampak lihai bermain bahkan bibir yang melesatkan sebuah kecupan diberbagai tempat membikin tubuh cantik itu tergerak hebat, dan malam ini menjadi sebuah mimpi buruk bagi Elghora Dezira,
keesokan harinya, ketika ia terbangun melihat wajah pria yang tak asing itu adalah Vizhen, sontak ia terlunjat kaget hingga terduduk, membungkam bibir nya kemudian mengingat kembali malam panas bersama nya membikin ia merutuki dirinya, betapa bodoh nya ia bisa dengan mudah terjebak bagaimana liar nya Vizhen bermain penyatuan semalam,
bahkan kini kedua tubuh itu masih polos tanpa penutup apapun, jika bukan karena selimut yang menjadi penghalang nya,
Ucap nya saat terbangun dari tidur dan menarik tubuh Elghora kembali dalam pelukan nya,
"Makasih sayang, untuk yang semalam, aku akan selalu disamping mu sampai kapan pun, hanya untuk mu, "
batinnya,
"Gila nya sudah melebihi batas kegilaan ku terhadap Stive,bahkan cinta nya kini merenggut ku dari cinta terberat ku untuk Stive, "
__ADS_1