Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Kehilangan


__ADS_3

Tepat berjalan keluar rumah sakit hati yang begitu tak bisa diartikan lagi kini menuntunnya pada arah mengambil jarak dengan seseorang yang sangat diinginkan, tatapan kosong mengharapkan segalanya namun seolah semua pencapaian mustahil untuk di dapat, hubungan yang terjalin dengan indah bersama Stive El Zeidan,


Didepan rumah sakit sebuah mobil yang dikemudikan Pak Kim kini membawa Elghora Dezira menjauh dari sang kekasih hati, walaupun kerinduan akan sangat menyiksa nya, didalam mobil dirinya terisak menangis meratapi kehidupan dimana seorang yang disukainya telah menjadi milik orang lain,


Hubungan ini terjalin dengan cinta sedangkan dari yang terlihat status Biyanka Barnia lebih unggul darinya hingga batin serta pikiran Elghora Dezira goyah tak akan mampu meneruskan nya, sekarang semua tinggal pada keputusan Stive El Zeidan jika dirinya masih mempertahankan istrinya maka Elghora akan menjauh dan tak akan pernah kembali kepada Stive yang menjadi suaminya,


jika ini dilanjutkan maka Elghora Dezira akan menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka, sesampainya di sebuah Rumah besar mata merah sembab dan tak berdaya lemah itu hanya menatap sendu semua yang ada,


Ucap Pak Kim,


"Nona mulai hari ini anda akan tinggal disini dan saya akan menjaga Nona Elghora Dezira di kediaman Rumah Tuan besar Zherico El Zeidan, "


sebenarnya ada rasa kaget dibenak Elghora Dezira, bagaimana bisa seseorang yang dianggap nya sebagai Papa memberikan bantuan sebesar ini kepada nya,


Lirih Elghora Dezira,


"Iya Pak Kim, makasih banyak yah sudah membantu saya disini, "


jawab Pak Kim,


"Nona tidak perlu berterima kasih kepada saya, sebab ini sudah tugas dari Tuan besar untuk menjaga anda Nona, "


Akhirnya kini dengan sangat berat hati dirinya melangkah masuk bersembunyi dibalik Rumah besar Zherico, saat pintu kediaman sudah mulai terbuka Elghora Dezira sama sekali tak melihat semua yang ada disana, namun satu hal yang pasti ia membaringkan tubuh letih itu disebuah sofa panjang diruang tamu,


Ingin rasanya mengatakan kepada sang Nona agar beristirahat didalam kamar, tapi seolah Pak Kim menyadari satu hal bukan tempat yang membuatnya akan merasa nyaman namun keputusan dari putra tertua dari Zherico El Zeidan mampu mengubah wajah tak bersemangat itu berubah menjadi kebahagiaan, kini semua bergantung kepada nya,


**********


Dirumah sakit,


melihat Biyanka Barnia yang mencoba duduk bersandar di ranjang pasien Stive membantu nya dengan begitu lembut, bahkan tak ada sikap kasar atau tanpa kepedulian yang sebelumnya ia berika kepada nya,


pikir Biyanka Barnia,


"Apa sekarang Stive ku sudah berubah menjadi sosok suami bagi istrinya? benarkah aku mendapatkan semua perhatian nya? dan aku harus mempertahankan hal ini agar Stive tak kembali kepada wanita sialan itu! "


Ucap Biyanka Barnia,


"Stive aku lapar, "


mendengar perkataan itu Stive pun langsung menyiapkan makanan untuk nya dan karena jemari tangan Biyanka Barnia yang masih gemetar, jadi Stive pun menyuapi nya tepat dihadapan Stizo dan Stiya, menatap perhatian nya kepada wanita bar-bar gila itu membikin Stiya kesal mendadak,


Gerutunya berjalan sambil keluar dengan Stizo,


Stiya,

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba perut ku terasa mual ya kak? "


Stizo,


"Bahkan rasanya tanganku mati rasa melihat penampakan mengerikan itu, "


keluar kamar mendengarkan ocehan kedua putra nya sontak membuat emosi Zherico El Zeidan meluap, alhasil tadinya ingin berkunjung sekarang dibatalkan secara mendadak, bahkan sang istri besar Zeidan tak diizinkan untuk masuk kedalam sana,dan pada saat ini semua orang kembali ke kediaman besar Zeidan di Vila,


Tidak dirasa sudah dua hari Stive El Zeidan menjaga Biyanka Barnia dirumah sakit sendiri an, tanpa berpikir bagaimana keadaan Elghora Dezira, namun disaat Biyanka Barnia diperbolehkan untuk pulang tepat hari ketiga tepat di depan Vila Zeidan semua hanya bersikap biasa seolah tak pernah terjadi apapun disana, tak ada sambutan hangat mereka untuk Biyanka Barnia,


Biyanka Barnia menatap harap dari keluarga sang suami,


"Kenapa kalian tetap bersikap seperti ini kepada ku? apa salah ku? "


air mata Biyanka Barnia tiba-tiba menetes dihadapan Stive El Zeidan, dirinya tau karena seolah tersisih kan disana, namun setelah menempatkan dirinya dikamar Biyanka Barnia, barulah ia menyadari ketika Sang istri bertanya kepada nya,


"Stive bisakah kau menerima ku sebagai istri mu yang sebenarnya? dan kita lalui bersama dari awal lagi tanpa wanita itu, "


Seketika Stive mengernyitkan dahinya ternyata selama tiga hari penuh dirinya melupakan Elghora Dezira, bahkan tak sekali pun ia bertanya kepada anggota keluarga mengenai dirinya, lalu berlari dari arah kamar Biyanka menuju kamarnya ternyata, terlihat tak ada satupun orang disana, sehingga dengan nafas ngos- ngosan Stive menuju ke ruang keluarga dan bertanya kepada mereka,


"Apa kalian melihat Elghora? "


ujar Stizo,


"Bukankah terakhir kali kau yang bersama nya, kak Stive El Zeidan, "


"Aku tanya sekali lagi, tak adakah kalian yang tau keberadaan nya? "


"Brakk, "


hantaman meja dipukul oleh kepalan tangan Zherico El Zeidan,


"Kau orang yang bertanggung jawab atas dua wanita disini, tapi kau mencoba menyudutkan seseorang yang itu tidak lain adalah anggota keluarga mu Stive, "


Stive mondar-mandir kebingungan jika tanpa ada Elghora Dezira disisi Nya maka segalanya sudah tak dapat diartikan lagi,


Ujar sang Zherico,


"Bukankah kau sudah melupakan wanita itu selama tiga hari penuh, lalu kenapa kau mencarinya? apa mau mu lagi yang ingin dituruti oleh wanita yang sudah kau lukai itu, jika Wanita gila itu sakit kau melupakan dirinya, kalau sudah sembuh kau mencarinya, jangan bersikap seolah kau hanya memanfaatkan wanita itu untuk keegoisan mu, karena aku tak pernah mengajari mu seperti itu, maka sekarang putuskan sebelum terlambat, Stive El Zeidan, "


...meninggal kan ruangan karena merasa konyol jika tetap disana dengan tingkah bodoh Stive putra tertuanya,...


**********


Dirumah Zherico Elghora Dezira hanya memandang keluar jendela menatap dari arah kejauhan kehangatan terik matahari yang baru saja menjulang tinggi, tatapan yang selalu kosong tanpa harap ia sekarang hanya ingin bebas dari semua ini, bahkan sekarang dirinya sudah tak berkuliah lagi akibat semua perkara yang terjadi dalam kehidupan nya,

__ADS_1


tiba-tiba sebuah panggilan telfon yang tidak lain itu adalah Limoran membuat sedikit senyuman terlintas di sudut bibir yang sedari kemarin tak pernah bisa mengekspresikan dirinya,


Panggil Limoran saat ditelfon,


"El, bagaimana kabar mu? "


"Baik Li,"


"Kau dimana El? kenapa tak pernah ke rumah kosan lagi? "


"Aku ada urusan yang harus diselesaikan, jadi maaf tak bisa berkunjung kesana Li, "


"Gak papa El, setidaknya kau baik disana, itu lebih dari cukup untuk ku, "


"Emm, "


panggilan secara langsung diputus oleh Elghora Dezira, membuat Limoran merasakan ada sesuatu yang mengganjal dan hal itu sebenarnya disembunyikan oleh teman nya tersebut,


*********


Lalu Dikamar Biyanka Barnia,


ia hanya mampu menyandarkan punggung diranjang miliknya setelah dirinya ditinggalkan pergi Stive untuk melihat wanita sialan yang akan selalu mengusik kehidupan keluarga nya bersama Stive El Zeidan,


"Aku yakin kau pasti akan menerima ku dan melupakan wanita sialan itu Stive,segala cara akan aku lakukan walaupun harus dengan menyingkirkan nya dari dunia ini, "


Mendengar Perkataan keras itu akhirnya Stizo mendapatkan kartu final yang akan membuat Biyanka Barnia tersingkir dari keluarga besar Zeidan, sebab rekaman itu telah masuk dalam pesan suara dan dikirim lewat pesan untuk Stive El Zeidan,


Stizo,


"Lihatlah kau tak perlu bersikap manja disini sebab musuh dari keluarga baru mu sangatlah banyak, maka mustahil bagi mu mencoba menyingkirkan Elghora Dezira sedangkan pembela nya begitu banyak, dasar otak licik,Biyanka Barnia, "


kembali dari sana Stizo hanya menyandarkan kepalanya tepat dihadapan sang kakak Stive El Zeidan yang kini menatap kosong keluar jendela,


Ujar nya,


"Mungkin kakak ipar juga melakukan hal sama dengan mu, menatap langit tanpa henti, tiada harapan, sedang orang yang diinginkan sama sekali tak memahami nya, wah percintaan yang mengerikan nampak dikeluarga Zeidan, Kak Stive El Zeidan, sebenarnya yang ada dihatimu itu siapa kak? kau merepotkan semuanya, pilihlah satu, dan singkirkan satu, maka beres, dan jangan serakah memilih keduanya sebab akan ada luka yang membekas terlalu dalam hingga suatu hari nanti tak mampu termaafkan, kak Stive, semoga kau bisa memilih sebelum kehilangan akan menghancurkan hidup mu, "


selepas ia pergi barulah Stive melihat ponsel tersebut dan terdapat pesan dari sang adik Stizo,


dibukalah,terdengar permainan licik Biyanka Barnia yang akan menyingkirkan nya dari dunia ini, maka pikir Stive,


"Sebelum itu terjadi aku harus memberikan surat gugatan kepada nya, jika tidak maka aku lengserkan seluruh keluarga nya sekalian, Biyanka Barnia, "


sedangkan dari sudut lain Stizo merasa senang puas akan hal menarik yang akan dilakukan kepada gadis gila itu.

__ADS_1


Stizo,


"Aku menunggu kejutan dari mu kak Stive El Zeidan, dan kuharap kau tak mengecewakan ku, untuk mengembalikan keadaan yang seharusnya ditempati oleh kakak ipar Elghora Dezira dikeluarga ini, "


__ADS_2