Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Datang


__ADS_3

Selesai berkumpul bersama Lezif Zoead pergi menghampiri Leezin Hoenzo di kamar nya, sedangkan Elghora sendiri lebih asyik tiduran diatas ranjang, ketika keduanya sedang fokus dengan obrolan tiba-tiba Lezif mendapatkan kabar untuk kunjungan ke suatu tempat, dimana hal itu tak sanggup di tolak hingga berujung pada keputusan meninggalkan Elghora Dezira dikediaman nya,


Keluar dari kamar Leezin ia berpamitan kepada sang sepupu, dan dirinya pun mendapatkan sebuah anggukan dari nya, lalu pergilah Lezif menemui sang istri, tiba-tiba melihat tepat didalam kamar dengan pintu yang terbuka sedikit Lezif tercekat, menatap wajah kebahagiaan terkulai dihadapan nya, sebab baginya segala sesuatu yang bisa membuat Elghora Dezira bahagia maka ia pun akan lebih senang karena senyumannya,


mendekat perlahan-lahan agar tak membangunkan sang istri duduk di sebelah nya kemudian memberikan sebuah kiss untuk pengantar tidur nyenyak Elghora Dezira, sekaligus buat salam pamit agar hati Lezif bisa tenang pergi karena kunjungan yang tak mungkin bisa dibatalkan oleh keputusan nya semata,


walaupun hati merasa tidak rela meninggalkan istri di kediaman sendirian, namun sebelumnya Lezif sudah meminta Leezin untuk menjaga sang istri tanpanya beberapa hari dikediaman nya, selepas itu Lezif Zoead pergi meninggalkan tempat yang amat dirindukan dalam setiap perjalanan ataupun keberadaan nya tanpa Elghora Dezira,


dari pandangan yang melekat tajam melihat kepergian Lezif Zoead ada rasa senang dalam hati Leezin Hoenzo, sebab ini kesempatan emas untuk berada dekat dengan nya, tak ditunggu lagi sontak ia berjalan keluar kamar menuju kamar Elghora Dezira, dikediaman walaupun pergi ke mana pun tak akan ada sebuah halangan,dengan berbagai alasan untuk bisa bertemu secara langsung gadis cantik pujaan hatinya itu, karena didalam kediaman tak ada satupun penjagaan khusus disana jadi semua itu sangatlah mudah baginya,


alhasil kini dirinya membaringkan tubuh letih itu tepat disisi ranjang sebelah nya, mengantuk sehingga akhirnya ia tertidur pulas disamping Elghora Dezira, satu helai pun Leezin tak mampu menyentuh nya karena perasaan nya akan menggebu dan akan sulit untuk diredakan jika sedekat ini dengan sang penghuni hati terdalamnya,


beberapa jam kemudian barulah Elghora Dezira terbangun sambil melihat seseorang yang tak diduga berada tepat di sebelah nya,


Gumamnya,


"Apa aku bermimpi? kenapa Leezin Hoenzo ada disini? dan sejak kapan? "


menguap sembari menyambung semua pertanyaan yang dianggap sangat banyak bagi Leezin,


"Tidak perlu banyak berpikir, aku kemari sebenarnya ingin mengatakan kepada mu, kalau Lezif sedang melakukan kunjungan keluar beberapa hari, jadi tidak bisa pulang, sedangkan kau saat ingin ku beritahu mala asyik tiduran, jadi aku saja sampai ikutan terlelap tanpa kuduga, hah... ya sudah aku duluan, lanjutin aja jika mau tidur lagi! "


Dititik ini Elghora Dezira sama sekali tidak tau siapa sosok mengerikan yang berada didalam permainan kehidupan nya, sedang drama ini baru saja dimulai, membikin hati Leezin tersenyum menatap gemas wajah bangun tidur milik Elghora Dezira,


"*Gak bisa tahan untuk me**ncium mu jika berhadapan langsung dengan dirimu Elghora* Dezira, "


Batinnya saat dirinya berjalan keluar kamar Elghora,


"Hemmm, berpikir melakukan permainan menyenangkan,tapi apa lagi yah? jika bisa bersama dengan nya tanpa pengganggu,maka ini akan semakin menjadi lebih menarik lagi, hehe, "


***********


Sedang didalam keluarga besar Zeidan mereka nyaris setiap malam dihantui oleh sang putra tertua, sebab sudah sejak lama dirinya tak menampakkan diri dalam keberadaan keluarga nya, bahkan sang ibu merasa cemas akan kondisi putra tertua mereka Stive El Zeidan,


seandainya mereka tau, hal gila apa yang kini sedang direncanakan putra nya demi Elghora Dezira, maka bisa diyakinkan bahwa mereka telah kehilangan sosok putra tertuanya yang sangat hangat dengan keluarga, bedanya sekarang dia lebih dingin,keras kepala dan penuh tekanan emosi, apalagi dengan tindakan nya tanpa dipikir, semua terasa menakutkan bagi para pengawal setia nya,


********


DiVila Blezen,


merangkul paksa pinggang Biyanka dengan senyum seringai yang perlu diwaspadai,


Ujar Biyanka Barnia,


"Kau itu orang pertama yang harus dikategorikan sebagai pria paling berbahaya, "


Memasuki Vila tanpa melepaskan tatapan puas atas Ucapan Biyanka,


katanya,


"Benarkah, kalau begitu menarik, bukan begitu, kau juga termasuk orang yang dalam kategori beruntung bisa bersama dengan ku, "


kesal Biyanka,


"Darimana terlihat aku bisa dikatakan beruntung, dari segi bebas dari penjara, aku memang mengakuinya, tapi kalau hal lain, beda lagi pendapat nya, kau seharusnya tau akan hal itu, "


timpal nya,

__ADS_1


"Yah walaupun begitu, bagaimana kalau kita lanjutkan untuk bersenang-senang nya, Biyanka?"


jawab letih Biyanka,


"Capek, mau tidur, "


"Baiklah kalau begitu, "


Tanpa aba-aba langsung menggendong ala bridal style, Biyanka Barnia yang terkejut pun melongo keheranan,


Ucapnya,


"Kau itu sangat pandai mengejutkan seseorang, Blezen, "


Menatap sangat dalam wajah Biyanka,


"Sampai kapan kau membuat aku menahan hal membuat ku paling menyulitkan ini, Biyanka? sepertinya kau sangat senang bisa membuat ku menjadi orang yang harus bertahan demi kau, "


sesampainya dikamar Biyanka Barnia dibuat tercengang saat dirinya dibaringkan diatas ranjang dengan sangat lembut,


Gumamnya,


"Kenapa kau sangat pandai menjinakkan orang sih? dasar, "


tersenyum disaat kini dia berbaring diranjang memeluk erat tubuh Biyanka,


"Manisnya.... jadi sayang ku sudah bisa ku jinakkan yah, "


gerutunya,


"Ku tarik kembali ucapan ku, "


"Ya, kenapa? "


"Kalau begitu aku juga ikutan menariknya, "


"Bagaimana caranya? "


"Kau ingin tau, Biyanka? "


"Ya, lanjutkan, "


"Dan caraku lebih briliant, sayang, "


"Itu tidak mungkin, teruskan! "


Tanpa diduga Biyanka Barnia langsung mendapatkan serangan brutal liar pada bibir nya perlahan, mulai membuat arus didalam lebih terarah menuntun Biyanka merasakan sensasi termanis bergerak fantastis disana,sedang Biyanka Barnia hanya bisa terdiam sambil merasakannya,


namun tidak pernah dibayangkan jika Biyanka sekarang malah membalik keadaan, sebelumnya dia berada dibawah tubuh Blezen nyatanya dirinya sekarang membalik keadaan menjadi orang yang dominan menguasai keadaan, Blezen pun puas mendapatkan balasan yang sangat diharapkan oleh nya,


Namun ketika ia tersadar dengan tindakan bodohnya, Biyanka Barnia lalu menutup wajah merah karena begitu malu sekaligus mengerutuki,


"Bisa-bisa nya aku senekat itu, aku benar-benar udah kehilangan kendali jika Blezen selalu membuat ku terbuai dengan ciuman liar itu, "


Batin yang menjerit meronta karena tingkah kebodohannya tersebut,


sedangkan Biyanka yang menghindari tatapannya apalagi mencoba menjauh dari tubuh Blezen membuat diri nya terkekeh gemas beserta imut karena kelucuan gadis yang sedang malu-malu kucing ini,

__ADS_1


"Kenapa bersembunyi? toh tadi menikmatinya begitu dalam luar biasa, tapi itu sangat manis, Sayang, "


sambil membisikkan kata tepat ditelinga Biyanka Barnia,


lalu mendengar sebuah panggilan dari Lezif, segera ia langsung pergi ke luar untuk berbicara dengan nya,


pamit nya,


"aku keluar sebentar, sayang, "


Biyanka Barnia langsung mengangguk kan kepala, melihat Punggung pria itu semakin menjauh akhirnya dirinya langsung membaringkan tubuhnya dengan mengingat semua kejadian gila barusan,


"Sebenarnya tadi apa yang tengah terjadi pada ku,Biyanka Barni? "


berbicara pada diri sendiri,


Dibalkon,


percakapan antara Lezif Zoead dan Blezen berlangsung,


"Kau dimana? "


jawab Blezen,


"DiVila, apa kau ingin berkunjung? "


sahutnya,


"Aku tidak gila sampai harus mengacaukan kalian berdua sebagai seorang pengganggu, Blezen, aku cukup tau diri, "


tanya Blezen,


"Ada apa Lezif? "


"Aku hanya ingin mengatakan kalau sekarang aku berada diluar kota dengan kunjungan padat dalam kurun waktu beberapa hari"


heran Blezen,


"Apa? jadi kau membiarkan istri mu dikediaman mu sendirian Lezif? "


jawabnya,


"Tidak, dia bersama sepupu ku, kau tidak perlu khawatir, "


tegas Blezen,


"Apa kau bodoh? jadi jangan bilang kalau kau membiarkan hanya mereka berdua disana? "


"itu memang benar, jangan cemas dan berpikir negatif dulu, karena aku sangat mengenal Leezin Hoenzo, Blezen, "


desah Blezen,


"ya sudah kalau begitu, semoga kau beruntung dan jaga diri disana, ingat itu, "


"Ya, tentu, kau juga, "


panggilan pun berakhir sekarang juga.

__ADS_1


Tapi ketika Blezen kembali masuk ke kamar, dia kehilangan jejak Biyanka Barnia, kemana sekarang dia akan mencari keberadaan nya?


__ADS_2