
Sindir Biyanka Barnia,
"Kik, gak capek ya nimbrun bareng ma cewek cantik? lagian ni tempat gak level jika akik masih duduk disini! "
masih saja berkeluh kesah atas kehadiran nya, namun tak disangka juga tiba-tiba sapaan dari seseorang membuyarkan atensi Elghora Dezira,
"Neng Cantik milik ayang, jumpa lagi, gimana kabar Neng? sepertinya makin serius aja ni muka, kangen gak ama abang manis tiada duanya ini, emm? "
tak bisa mengelak Biyanka Barnia dibuat kesal tujuh turunan melihat cowok yang kemarin berada dibelakang pria yang pernah emosi saat di tempat waktu itu,
Geram Biyanka,
"Woi kau, cowok yang ada dibelakang Dirga, lo adiknya kan? Dirgo si biang kerok sama seperti kakaknya, hahh astaga, parah ketemu lagi apalagi ditambah ni akik kayaknya hidup kita bertiga akan segera_"
sahut Elghora Dezira,
"Menjadi lebih menyenangkan, bukan begitu Limoran! "
Limoran yang sempat terdiam kini ikutan menganggukkan Kepala nya sebab Elghora memintanya untuk berpendapat, sedangkan ia juga bingung mau bercakap apa, karena situasinya sangat tak mendukung sama sekali, kini malah ia beralih pada Biyanka Barnia yang seolah memijit dahinya yang mungkin sedang pusing kali ini,
Tegur Elghora Dezira,
"Jika temen gue jadi sakit kepala sampai stres berat karena kedatangan kalian, maka sudah diharuskan kalau kalian berdua harus bertanggung jawab! "
kecamnya yang membikin seluruh tempat tersebut melirik kearah tempat duduk yang kini berisi penuh penghuninya itu,
jawabnya,
"SETUJU, "
dengan kompak nya,
Elghora Dezira menggelengkan kepalanya sambil berkata,
"Baiklah kalau begitu kalian harus bersiap menghadapi suami dari wanita yang kalian inginkan ini biar semua kelar dan selesai lebih cepat! kalian tanpa sadar sudah menyita waktu ku yang paling berharga, "
"TUNGGU, "
keduanya menahan dengan suara yang sangat lantang,
jawab Elghora,
"Aduh gemes aku denger suara keras begini, jadi pengen langsung kasih bogeman biar tambah komplit kan paketnya, bener gak, "
mereka dengan cepat pergi keluar meninggalkan tempat itu sambil terbirit-birit, membikin Biyanka Barnia tertawa lepas dengan mudah nya,
ucap Elghora Dezira,
"Apa kau juga akan sama seperti mereka? atau mungkin ingin menyusul nya, emm? "
__ADS_1
sontak Biyanka Barnia terdiam seketika, Limoran hanya bisa menahan senyum saat dirasa kesabaran hati Elghora Dezira sudah pada dimana titik lelah ingin memakan seseorang,
namun sebelum reuni perkumpulan serius ini hendak dibahas, Tiba-tiba suara dering ponsel milik Elghora membuat keduanya terkejut, karena bukan nya diangkat melainkan ia masih berangan-angan apa harus dijawab, walaupun Biyanka dan Limoran tau siapa nama pemanggil dari ponsel milik Elghora Dezira,
Dari ujung sana dia berceloteh mondar-mandir tidak bisa dicegah, sehingga Anggeliya Reslium yang saat ini berada di Villa miliknya kebingungan menanggapi proses Elghone Dezirev yang semakin diluar kendali,
"Apa yang sebenarnya terjadi? kau dimana? kenapa tidak kau angkat? Elghora Dezira, yah jangan bilang kalau dia meninggalkan ponselnya disuatu tempat, "
Gumam nya selalu menjadi pusat perhatian wanita yang sedari tadi duduk disofa panjang disana,
Masih asyik menatap Elghora dimeja makan tersebut,
Biyanka Barnia,
"Yaaa,sadar apa aku harus membawa mu masuk ke USG? "
"PLOK, "
Elghora menepis kepala Biyanka, ia yang merasakan hal itu langsung mendesah kesakitan,
"Auuhhh sakit tau,emang ada yang salah dengan segi ucapan ku emm? "
benarkan Limoran,
"Yang benar bukan USG, tapi UGD, begitu, makanya tu tepisan tangan mendarat tepat dikepala mu, "
lalu dalam hitungan detik Elghora Dezira yang membuka adanya pesan masuk, maka langsung berdiri dari sana meninggalkan mereka berdua yang terpaku sebab ditinggalkan sang teman,
"Astaga kita berdua ditinggal begitu, ohhh dia itu benar-benar yah, bikin pusing kek seperti dua pria yang sudah menghilang ditelan kabut sebelumnya, "
setelah pergi meninggalkan kedua wanita itu Elghora Dezira langsung menuju ke tempat sang kakak, sesampainya dengan mempuh waktu yang cukup lama, ia kini masuk kedalam kediaman besar Elghone, semua keadaan sama sekali tak berubah, mungkin hanya watak dan kebiasaan nya yang pastinya lebih bertambah,
Diruang keluarga Elghora Dezira bersandar pada sebuah pintu masuk kesana, ia menatap cemas sang kakak sambil menggenggam erat ponsel milik nya itu,
Ucapnya,
"Ada apa kak sampai memanggilku kemari? tumben, kangen yah?"
sambil di iringi dengan senyum manisnya,
tanya nya,
"Suami kau tinggal mana? "
kesal Elghora, sebab ditanya apa malah balik nanya,
"Penjara,"
Anggeliya yang sedari tadi disana diam menengok dalam sekejam mata, sebab dirinya kaget akan yang terjadi, bahkan tingkah Elghone sampai mengeluarkan keringat dingin,
__ADS_1
Ungkap nya,
"Gak usah setakut itu, aku juga gak akan ngelakuin hal sama pada mu, kakak, "
mendekati sambil menyentuh lembut kemeja hitam milik nya,
Batin Anggeliya Reslium,
"Dia wanita pertama yang sangat menakutkan, tapi bagaimana bisa Stive menjadi suaminya yah? apa yah ia bisa hidup tenang tanpa tekanan? aku yang melihat saja sudah tertekan begini, padahal juga tidak buat masalah, hahh astaga, "
sedangkan Elghone pun memberanikan diri untuk mengatakan hal yang hendak ingin ia sampaikan,
"Jangan bertindak terlalu jauh, lagi pula dia itu suami mu El? "
jawab Elghora sambil tersenyum lebar,
"Hahaahah astaga aku hanya bercanda kak, suami ku berada di mansion, kenapa? kangen sama dia ya? atau mengkhawatirkan nya? "
Elghone hanya bisa bernafas lega, sebab ia hanya takut kalau sampai emosinya membuat hubungan nya juga terancam kacau,
Ungkap nya,
"Jangan khawatir kak, aku sangat tau arti dari sebuah batasan, beda lagi jika dengan mereka? "
kata menekan pada mereka adalah hal yang bisa dengan mudah ditebak, sebab selama beberapa hari ini kedua orang itu bisa dipastikan sangat mengganggu pikiran nya, begitu pula dengan Elghone,
Tanya nya dengan nada serius,
"Apa yang kau lakukan? aku tau kau pasti sudah dengar mengenai hal itu bukan, Elghora? "
Elghora Dezira mengambil setangkai mawar di sebuah Vas berukuran sedang dimeja ruang keluarga,
"Mungkin hanya sedikit untuk mengukur waktu sebelum semua akhirnya the end kakak, "
"GLEK, "
Elghone Dezirev dan Anggeliya Reslium menelan saliva nya kala mendengar perkataan barusan didengarnya,
masih termenung dengan ketidak percayaan, tatapan Elghora tak lepas dari kedua orang yang tegang sejak dari tadi,
"Oh my god, jangan setegang itu, aku tidak akan melakukan apapun pada kalian! "
namun seolah semua percakapan nya bak penekanan batin,sehingga Elghone bisa merasakan ada sesuatu permainan mencekam yang sedang dalam perjalanan, menunggu tanggal main yang sebenarnya, Nafas berat Keduanya begitu dirasa oleh Elghora Dezira,
gumam Elghone,
"Jangan sampai terlampau jauh El! aku tak ingin sesuatu terjadi kepada adikku satu-satunya, kau mengerti maksud ku kan? "
"Jangan khawatir, adik mu ini akan sangat baik, tapi mereka lah yang sedang menanti tajam nya belati esok di waktu yang pasti, dan akan terjadi,"
__ADS_1
ucapannya selalu pas membikin hati siapapun terintimidasi, Elghora Dezira yang ia kenal sebagai adik kesayangannya nyatanya kini berubah dengan sangat menakutkan di mata nya.