Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Bimbang


__ADS_3

Limoran yang kini menunggu jawaban dari Sang Kakak hanya mampu berharap, bahwa dirinya mampu singgah dalam hati pria itu dengan berpikir cukup keras,


Tepat dihadapan Mereka ucapan dari keputusan Lezif Zoead membuat Elghora bimbang,


"Dia akan tetap disini El, aku tau dia diam karena memiliki alasan tersendiri,jangan menyimpulkan segala sesuatu dengan kepala penuh luapan emosi, semuanya akan berakhir sia-sia El, tolong pikir kan lagi keputusan mu kali ini! "


sontak Biyanka heboh dengan pikiran nya,


"Dia itu cowok ter plin-plan sekaligus bodoh yang pernah ku ketahui,bahkan tidak sadar dengan semua perkataan nya barusan, apa yang sebenarnya ada dalam pikiran nya itu? "


menghela nafas berat,


"Hffft.... baiklah jangan biarkan kau menyesal dengan keputusan mu, karena hubungan pernikahan ini akan ku akhiri sekarang juga,Lezif Zoead,! "


seolah ini adalah keputusan final dari Elghora,


wajah tersembunyi dibalik batu itu sangat bahagia, bagaimana tidak, tanpa dia bicara ia bisa langsung memberikan peluang terbesar untuk bisa menjadi orang pertama yang berada di sisi sang kakak,


Blezen pun ikut serta dalam tim Elghora,


"Apa kau gila Lezif? bagaimana kau bisa begitu bodoh bicara seperti itu kepada istrimu? istri mana yang mau satu atap dengan selingkuhan nya? apa bersama dengan nya otak mu sudah tercuci sempurna, Lezif? "


Mata Biyanka Barnia langsung berbelok menengok ekspresi dari Blezen, hingga dirinya penuh tuai kalimat berseteru dalam hatinya,


"Sadar juga kalau teman mu gila, ya memang bodoh si Lezif kurang akal itu, aku yang seorang wanita saja, tentu akan melanjutkan keputusan yang pasti demi hubungan kedepannya, dan mengenai otak yang tercuci sempurna, ternyata dibalik wajah polos itu, banyak tersimpan duri durian, heheh, walaupun buah tak berduri, tapi dilihat dari sisi manapun ada sisi lancip nya kan, la semua sisi itu adalah Limoran,jika dibelah bukan buah yang sempurna melainkan,hanya abal-abal


belakang, tapi kenapa sejauh hubungan keduanya terikat cukup jauh Elghora sampai tidak mengetahui nya, mungkin dia tipikal orang pendiam, yang tersembunyi seribu racun saat bicara, ular cobra, hih bagaimana aku juga sampai berbaur dengan nya?"


mengingat keadaan sudah kacau, tak mau berpikir lagi ini saatnya untuk berbicara keberanian dari hati Terdalam,


ia langsung ungkap kan semua keluh nya,


"Terserah dengan semua pendapat miring mu itu, aku tak peduli Blezen, tapi El, jangan membuat keputusan gegabah, masih ada cara lain? "


Elghora tidak percaya akan jawaban sang suaminya,


"Benarkah cara seperti aku harus membawa pria lain juga kemari, emmm, "

__ADS_1


Batin Biyanka yang sangat terkejut,


"Waow, pukulan terberat dalam hidup, sekarang apa jawaban melenceng nya Lezif? "


Blezen bahkan tak habis pikir dengan ulah aneh Lezif Zoead hingga berdampak buruk bagi Elghora Dezira,


"Kenapa kau berbicara seperti itu El? seolah semua perbuatan ku salah, kau ingin balas dendam padaku, dia, Limoran adalah adik angkat ku El, "


mencoba menjelaskan agar semua berjalan dengan baik pikir Lezif, namun beda dengan pandangan sang istri,


"Adik angkat kau bilang, terserah kau saja, aku tidak butuh penjelasan tidak berguna itu, kau pikir berpengaruh, kenapa aku seperti ini, karena kau Lezif Zoead? tak ada ungkapan seorang anak walaupun angkat mampu membuat sang Ayah keluar dari identitas marga nya sendiri, dan kali ini wanita pendiam ular beracun tidak tau diri, akan menghancurkan segalanya,


(beranjak dari sana Elghora melangkah keluar dengan pesan terakhir nya,)


kita akhiri dipengadilan, Lezif! "


runtuh sudah hadir hubungan keduanya, ia merutuki hasil dari kebodohannya, istrinya kini meninggalkan dirinya, begitu pula dengan Biyanka Barnia,


Ucap cukup sakit dari Blezen untuk Lezif yang nampak ling-lung ditempat,


"Aku tidak akan mengganggu mu lagi Lezif, bahkan aku melakukan semampu ku agar kau dengan orang yang paling kau cintai, nyatanya pupus karena keputusan dari rasa bimbang yang menghancurkan dan bahkan menenggelamkan dirimu, aku sangat kecewa dengan mu, ku harap, jangan menampakkan diri padaku! apalagi meminta bantuan ku, Lezif Zoead, "


Limoran berbangga diri dengan keputusan sang kakak,


Elghora yang tengah memasuki taxi menintihkan air matanya, ia memikirkan semuanya, kejadian seolah mendapat penyerangan untuk dirinya, nampak terjadi secara beruntun dalam hidupnya,


Mobil berjalan dengan mengikuti jalan nya taxi yang tengah dinaiki Elghora,dirinya ingin memastikan kemana pikiran kalut akan membawanya,Blezen yang sedari tadi membuat hati Biyanka resah,memandang tajam kepada nya,


"Sampai kapan kau akan terus menatap wajahku, Biyanka? "


gumamnya yang terdengar jelas oleh telinga Biyanka, alhasil respon unik yang ia dapatkan,


"Hanya terkejut, wajah yang nampak menjengkelkan itu kini berubah secara drastis, walaupun mengesankan tapi sangat menarik perhatian ku, aku yakin kau pasti senang dengan tanggapan ku,lagian kau seharusnya mencemaskan dadar guling yang kau tinggalkan itu,bukannya Elghora,"


"Ku akui jawabannya memang ya, tapi kau kenapa nampak tenang sedang keadaan begitu sangat menegangkan seperti ini, Biyanka?"


dibalik penjelasan penuh arti itu Biyanka malah tersenyum hingga terkekeh cukup nyaring didekat Blezen,

__ADS_1


"Heheheh, kau tidak tau, maka nya seandainya kau dalam posisi ku, maka peluang terbesar saat ini, yang perlu kau khawatir kan adalah teman bodoh yang paling kau percaya itu, "


sontak atensi Blezen berubah, ia bertanya karena rasa penasaran akan ungkapan dari Biyanka Barnia,


"Benarkah kau mengatakan hal itu, bukannya disaat seperti ini, pukulan terbesar wanita adalah penghianatan, Biyanka? "


desah dari helaan nafas Biyanka,


"Hahh, sama saja, jika pria di hianati pasti juga menjadi pukulan atau hantaman bagi nya, tapi kau tidak tau sisi lain dari Elghora Dezira, pemilik dua darah yang mengalir dua kubu marga yang menakutkan,"


hal itu memicingkan kedua mata Blezen yang tidak percaya,


"Benarkah, jika begitu kenapa kau juga sampai menghianati nya? "


kesalnya pada penerangan Blezen,


"Kau,jangan mengungkit hal itu, mendengar nya lagi saja, sudah membuat ku sangat muak, tapi mungkin dia hanya memaklumi ku, walaupun begitu, kau juga lihat sendiri, jika dia memang memiliki kebencian untuk ku, maka apa dia sampai rela hati mau bicara dan menanggapi ku emm? "


membenarkan penjelasan yang nyata,


"Benar juga yah, tapi apa yang kini sedang kau pikir kan tentang Elghora? "


gusar antara mengatakan nya atau tidak,


"Emmm, berpikir untuk kembali ke keluarga nya, tapi jika itu pasti maka, hancur sudah hubungan marga yang semula terpaut baik akan hancur karena kebimbangan Lezif,tapi disisi lain kartu truf terbesar sebenarnya akan terjadi dan terungkap secara nyata, apa Lezif mu akan siap hancur sepenuhnya, atau dia akan gila tumbang diranjang tanpa sadar karena sudah mengecewakan Elghora,seperti sebelumnya, "


dari setiap kalimat Biyanka terusik sesuatu yang mengejutkan, ibaratkan sebuah teka-teki namun walaupun dirinya tau, ia hanya berperan sebagai penonton dalam sisi kedua nya,


"Kenapa kau tidak mengatakan nya terus terang, Biyanka? "


"Karena aku tidak ingin mengulangi hal yang sama bodoh nya, seperti Lezif Zoead dan Kau termasuk orang itu, hehehehe, "


"Kau itu bisa-bisanya bercanda disaat seperti ini, "


celetuk Blezen kepada Biyanka Barnia.


"Itu harus, agar mengurangi kadar stres dari seorang wanita, heheh, "

__ADS_1


senyum Biyanka adalah hal terindah untuk Blezen.


__ADS_2