
Elghora Dezira menarik pergelangan tangan Stive El Zeidan tepat dihadapan Dirgo, Limoran, Sin, termasuk gadis yang dianggap sebagai Karimah pun tercengang kalau seorang CEO terbesar Hjb datang kemari, beda dengan Karim yang bertanya,
"Wah kedatangan tamu spesial ini,Bukan begitu El! "
Elghora Dezira yang tau maksud arti dari tujuan pengucapan kata itu sama sekali tak merespon nya, namun akhirnya ia membawa Stive untuk duduk dengan nya,
Ucap nya,
"Satu porsi buatku, satu lagi untuk mu, kita makan bersama yah Stive! "
Stive pun membelai pucuk rambut Elghora dengan lembut sembari tersenyum manis kepada nya,
Dan untuk pertama kalinya seorang CEO dingin menakutkan itu tersenyum dihadapan gadis bernama Elghora Dezira, melihat hal itu Karim sontak menyinggung mereka,
"Bagaimana sayang ku bisa melupakan Sang Karim? "
Karimah melongo heran sebab dirinya tau pasti bahwa Dirgo atau Karim tak pernah bisa atau mampu mencari masalah dengan Stive El Zeidan,
namun nyatanya sekarang dia seolah bertekad untuk menguji seberapa besar dirinya bereaksi akan gadis bernama Elghora Dezira itu, walaupun tak merespon nya sama sekali, tapi Stive tau itu seolah menjadi pengganggu bagi sang pujaan hati nya,
"Dirgo Fan Renav, Lama tidak bertemu, "
tatapan serta ungkapan itu sangat lah tajam hingga Deboran wanita yang disapa dengan sebutan Karimah itu merinding seketika,
Ucap Elghora Dezira,
"Oh jadi nama aslinya Dirgo Fan Renav, tapi gak cocok, dia lebih pas dengan si Karim, "
sahut Stive,
"Siapa Karim? "
"Barusan yang tengah kau ajak bicara itu Karim, cara ku memanggilnya sih begitu, "
sambil memakan nasi goreng serta tak lupa beberapa tegukan jus yang dibelikan untuk nya,
"Jadi kau panggil dia dengan Karim, "
"Iya, kenapa? "
"Benar-benar sangat cocok, "
Deboran, Sin,dan Limoran terkekeh kecil tak berani tertawa bebas takut Karim tersinggung ulah ucapan mereka,
tanya Si Karim,
"kau ada hubungan apa sama tu orang El? "
"Kenapa Rim? Penasaran yah, "
"Banget, jangan bilang kalau kau dan dia_? "
"Dia pacar gue, kenapa emang? apa ada masalah Karim? "
"Jangan bercanda la El, ya masak sama abang di gituin sih, "
"Ada sapu gak? "
Tanya limoran,
"Buat apa El tanya sapu? "
"Buat mukul tu jidat lebar yang gak guna, "
sahut Sin,
"Belakang pintu, mau gue ambilin gak El? "
"Gimana Rim, mau lanjut gue pukul gak? "
__ADS_1
"Yak ilah, jahat amet sama ayang nya, "
"Ambilin Sin, "
Stive yang melihat perdebatan mereka seolah bagai menatap sosok pribadi berbeda dari Elghora Dezira,
"Jangan Sin, mau gue belikan oleh-oleh gak? "
"Gak ngaruh sama sogokan loh,Karim, "
mencoba berdiri namun,
"Ya baiklah gue percaya, tapi apa gak ada sedikit aja buat abang di hati Neng El yang cantik? "
"Sin ambilin cepet tu sapu, gue pengen hantam keras tu ke mulut biar nyusulin tu akik keriput Karam biar sama pergi nya! "
baru di ambilin Karim dan Karimah langsung tancap gas keluar kosan, Limoran yang melihat lari si Karim sambil tergesa-gesa hingga nyungsep dilantai bikin dirinya tertawa puas ulah kocak mereka,
kata Limoran,
"Hahahah hari ini sangat menyenangkan, "
batin Stive El Zeidan pun tertawa lepas melihat tingkah konyol mereka yang terbirit-birit bak mau diterkam binatang buas, dan si pemenangnya kali ini adalah kekasih hati Stive sendiri,
gumamnya,
"Menyenangkan, "
"Apa kau mengatakan sesuatu tadi Stive? "
"Tidak El, makan lah habiskan, nanti malah tersedak jika kau menikmatinya sambil berbicara seperti tadi, "
"Baiklah, aku duluan ya, tapi temanin makan aku Stive! "
lalu Stive pun makan bersama bersama Elghora Dezira diruang tamu, sedangkan Limoran masuk kedalam dengan Sin dikamar mereka, setelah beberapa menit akhirnya Elghora Dezira mengantarkan kepergian Stive diluar,
***********
Keesokan harinya, ketika dirinya hendak menyandarkan tubuhnya pada ranjang tidur terdengar suara familiar bagi Elghora Dezira,
"Pagi, "
ia langsung melotot kaget plus heran akan adanya dirinya sepagi ini,
"Ngapain sepagi ini sudah datang dimari Stive? "
"Tentu jemput kamu El, "
sambil mencolek pucuk hidung mancung Elghora,
"Aku juga belom mandi tapi kau sudah dihadapan ku, bagaimana bisa? "
"Tentu saja bisa, kenapa El? "
"Yah, hanya heran plus geleng kepala aja sama tingkah mu Stive, "
"Boleh minta Kiss pagi gak El? "
"Gak,ini mau mandi , "
Tiba-tiba mendekati tubuh Elghora Dezira sehingga ia terpojok dalam sudut ranjang dan dengan sangat puas Stive mampu memberikan morning kiss kepada sang kekasih hati,
"Kau itu ada-ada saja, "
bergegas berlari menuju kamar mandi,
"Jangan lari nanti terjatuh El, "
"Gue bukan anak kecil Stive, gak kan jatuh, "
__ADS_1
setelah selesai melakukan rutinitas pagi segar Elghora Dezira pun keluar dengan mengenakan bathrobe milik nya, namun dirinya merasakan ada tatapan tajam yang seolah ingin menerkam dirinya,
Stive El Zeidan yang tak kuasa melihat pujaan hati berbalut bathrobe pun langsung menghampiri nya, menarik pinggang ramping Elghora perlahan menekan punggung milik nya dan kini kedua mata itu saling beradu pandang dengan hembusan keduanya yang saling menderu dirasakan,
"Kau cantik El, selalu menarik perhatian ku dan bahkan hari ini nyaris aku menahan diriku untuk memakan mu, "
sambil menyelipkan seuntai rambut ditelinga nya, namun tiba-tiba disaat yang tidak tepat Elghora Dezira bersin,
"Hajizz... "
sampai ketiga kalinya sehingga Stive pun terkekeh kecil melihat Elghora Dezira bersin dihadapan nya,
"Kau sangat mengemaskan El, "
"Sepertinya aku kedinginan deh, "
"Bilang aja kalau ingin dipeluk, Mas mu ini akan senang hati melakukan nya untuk mu, emm, "
"Kau itu walaupun aku gak bilang juga secara frontal pun langsung ketarik nih tubuh aku Stive, dan sekarang apa aku yang minta duluan coba? "
"Iya baiklah, tapi jika terus seperti ini aku takut kau akan telat kuliah El, "
menepuk tu jidat,
"Oh iya lupa gue, "
**********
akhirnya keduanya masuk kedalam mobil dan berpamitan kepada Limoran dan Sin yang sudah sejak semalem menginp di rumah kosan tersebut,
"Cabut duluan ya, "
"Hati-hati El, "
"Iya, "
sedangkan disisi rumah sebelah si Karim hanya bisa menatap dari arah kejauhan,
Dalam perjalanan Stive selalu tersenyum saat dirinya menyetir sambil menatap Elghora dengan sangat menawan,
ucap Elghora,
"Jika kau selalu tersenyum seperti ini di hadapan cewek, sudah pasti deh, dijamin mereka akan mengila ingin bersama mu Stive! "
"Benarkah, bagaimana dengan mu El? "
"Jantung aku aja sekarang udah gak normal, mungkin karena kau Stive! "
"Aku akan tanggung jawab, jangan khawatir, jika perlu sekarang menikah pun Stive El Zeidan akan langsung melakukannya, kalau sang wanita nya adalah Elghora Dezira, "
"Ucapan itu membuat seolah kau benar-benar serius dalam hubungan ini Stive, "
"Aku sama sekali tidak ada niatan barang sekecil apapun untuk main-main dengan mu, sedetik apapun itu semua ku lakukan karena aku menyukai mu El, "
"Terima kasih Stive, "
dengan sigap Elghora Dezira memberikan kiss pada Stive yang saat itu sedang menyetir sehingga dengan perasaan menggebu bahkan kacau gila wajahnya saja kini berubah memerah bak tomat segar yang ingin dimakan,
bisik Elghora Dezira pada sang kekasih,
"Blush merah bak tomat terasa segar untuk dilahap, pasti menyegarkan, bukan begitu, Stive El Zeidan! "
"Tak pernah ku pikiran jika Elghora Dezira mampu menggoda juga, "
sambil mengacak-acak rambut Elghora,
"Yah, kau mengacaukan tatanan rambut ku Stive! "
hanya tersenyum melihat Elghora disamping nya.
__ADS_1