Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Apes


__ADS_3

Keluar dari Cafe Liven yang berjalan sejajar dengan Stive El Zeidan masih memutar otak agar bisa fresh disamping nya,


Ujarnya yang tau apa arti dari tatapan penuh tanya itu,


"Kau itu mau menatap ku dengan ribuan tanya, aku pun tau apa arti dan maksud dari tatapan mencolok itu?lalu sekarang yang akan kau tanyakan apa Liven? "


Angkat bicara,


"Sebenarnya kalian ini saling mencintai tapi kenapa harus berada dalam posisi yang menyulitkan seperti ini sih? Kau bisa menjelaskan padaku kan Stive? "


menoleh melihat kearah dirinya,


katanya,


"Sekarang! "


kesalnya,


"Tahun depan, ya sekarang la Stive,aku menunggu penjelasan mu oke! "


gerutunya,


"Kalau sekarang butuh waktu lebih dari sepuluh jam menjelaskan panjang lebar kepada mu, Liven, "


"sepanjang itukah? lagian ya dipotong sepertiganya kan gak apa Stive? "


"Kau itu mau nya maksa saja, lagian tidak menarik kalau critanya terpotong begitu saja, kalau begitu mending langsung ******* nya saja dan gak perlu dilanjutkan, gimana? "


"Gak usah sekalian kalau begitu dari pada nanggung juga, hah, punya temen satu bikin pusing kepala saja,"


"Mau obat, gue ambilin sekarang, bagaimana? "


"aku tidak butuh obat melainkan penjelasan lo lah yang lebih efektif dan manjur buat gue Stive El Zeidan! "


"Pinter juga kalau sudah terlanjur ngomong, "


"Lo pikir aku apa coba? dasar, "


melanjutkan perjalanan kembali ke Rumah Sakit dimana Liven bekerja,


***********


Dalam perjalanan Biyanka geleng-geleng kepala karena ulah Blezen,


"Sepagi ini emang aku ditarik keluar mau ngapain? lo gak salah minum obat kan Blezen? "


tersenyum memandangi Biyanka yang masih merapikan baju beserta rambutnya,


"Apapun yang kau kenakan semua sesuai dengan paras mu Biyanka maka tidak ada kata tak pantas jika itu kau, emm, "


desah Biyanka Barnia,


"Hemm, pandainya menenangkan hati wanita,tapi jika target mu aku, jangan berharap lebih, heheh, "


"Tentu saja, lama kelamaan juga akan tepar kan, maksudnya luluh juga pada waktu nya nanti, tinggal tunggu saja kapan itu terjadi! "


kesalnya,


"Terus kita mau pergi kemana sekarang? lo gak akan bawa aku ke tempat yang macem-macem kan Blezen? "

__ADS_1


"Kalau macem-macem sih iya, kan gak seru kalau tidak ada yang spesial, benar tidak, Biyanka Barnia!"


hanya bisa menunggu setiba waktu nya ia akan melihat kalau dirinya hendak dibawa kemana oleh nya, walaupun firasat negatif ada, tapi Biyanka Barnia lebih dominan berpikir mungkin ini acara untuk berduaan seperti makan bersama, atau semacamnya,


Jika dipikir sepanjang jalan Biyanka hanya bisa menganggap ini sebagai keberuntungan bagi kehidupan nya, pasalnya dibebaskan oleh Blezen menikmati hari-hari penuh dengan keberadaannya, membuat resah luar biasa bagi sosok wanita yang kini berpikir berulang-ulang,


tepat dihadapan sebuah Cafe mata Biyanka Barnia tertuju dengan satu hal dalam pemikiran nya,


"Jangan katakan kalau ini acara yang tidak luput dari keberadaan Lezif dan Elghora Dezira, memang pikiran nya itu sejalan atau gak sih? masak jadi orang selalu mengganggu saja, dan jangan bilang kalau kali ini rencananya juga sama? "


Ucap Blezen kepada Biyanka,


"Kejutan, kita nikmati makan kumpul bersama seru kan Biyanka! "


mendengus kesal,


"Kalau dibilang normal sih iya, tapi kalau dijelasin lagi, sikap dari ketidak mengertian dari Blezen adalah tidak membiarkan mereka berdua untuk bersama, ya santai saja sih, sekeras apapun usaha untuk mendekati hati Elghora, percuma juga kan sebab tu hati dah nyantol pada orang yang permanen gilanya, "


Ucap Blezen,


"Maaf membuat kalian lama menunggu, dan wah buket bunga yang cantik, Elghora, tapi yah bisa di bilang teman ku satu ini sedang senang rupanya sampai sang istri mendapatkan paket mewah indah menarik seperti ini, bagaimana menurut mu Biyanka? "


sahutnya,


"Hal pertama paling berkesan adalah seseorang yang memberikannya sambil teringat akan kebahagiaan untuk seseorang, jika dia bisa membelikannya sebagai kado yah, itu menjadi paling menyenangkan untuk Elghora, tapi kenapa kau diam Elghora Zoead? "


begitu pula dengan Lezif Zoead yang hanya diam tanpa menjelaskan apapun mengenai sanggahan pertanyaan yang ditujukan kepada nya, namun dibalik kediaman mereka Elghora Dezira berdiri untuk pergi ke toilet sebentar namun,


pergelangan tangan Lezif membuat ia paham harus bersikap bagaimana,


Ucapnya,


"Biar Elghora ke Toilet bersama ku saja, lagian aku juga ada perlu, "


tepat di Toilet Elghora Zoead bertemu dengan Limoran,


tegur Elghora,


"Limoran kau disini, akhirnya kita bisa bertemu untuk kesekian kalinya tak ada kesempatan yang bisa mempertemukan kita, benar kan perkataan ku barusan, lalu bagaimana kabar mu sekarang? "


balas nya,


"Kabar baik El tapi dia bukannya Biyanka Barnia yang, sudahlah lupakan, kalian sudah baikkan? "


"Ya begitu lah, "


sahut Biyanka Barnia,


"Jangan khawatir gue gak akan makan teman sendiri kek seperti sebelumnya, gue udah sadar sepenuhnya oke, "


lalu ketiganya pun keluar dari sana namun ketika hendak menyusuri tempat untuk kembali mereka bertiga dihadang oleh pria yang familiar bagi Limoran,


Ucap nya,


"Sepertinya akan ada sebuah pertunjukan musikal berdurasi pendek nih, hihihi, "


bengong Biyanka Barnia yang tak paham dengan perkataan Limoran,


"Maksudnya? "

__ADS_1


lalu datanglah pria berkasual tak keren tapi sok tampan, gak muda tapi duda, sendiri tapi punya anak, sedang meracau dihadapan Elghora,


"Hellow Neng, kita ketemu lagi, pasti udah makan kan, nah dijamin sekarang pasti lebih berstamina untuk menjawab pertanyaan kakang tampan ini, benar gak Neng Limoran? "


langsung melengus menatap Limoran,


Ujar Biyanka,


"Lo kenal akik gak waras ini dari mana coba? kenalan lo? "


"Enggak, "


"Lalu, "


"Elghora, heheheh, "


usil Pak Duda,


"Neng itu makin kesini dipandang kok makin cantiknya bertambah sih, emang pakai rahasia apa to Neng? Bang Karam sampai kepincut sama Neng yang manis amet ini, "


"Nyingkir gak lo dari hadapan gue, atau mau gue apakan kau orang biar gak cari gara-gara ma gue, buat mood ku buruk aja, sana minggir! "


dihadang oleh kedua tangannya sehingga ketiganya gak bisa lewat,


"Neng kok marah sih, jangan dong ini hati lagi galau lo Neng ya masak gak dihibur, "


"Gue bukan badut lo ngerti! "


gumam Biyanka,


"Jika dibiarin bukannya malah buat Elghora naik darah yah, aku aja yang liat pengen nampol tu muka pakek sendal, lo gak pengen apa? tu muka keriput pede nya selangit pula, hiii, amit-amit, "


Limoran,


"Kalau Karam sih emang selalu usil nya bicara sama Elghora, makanya sejak awal yang suka buat ulah adalah pria itu, yang main celoteh tentu Elghora, jika mereka berpapasan ya terjadilah drama musikal berdurasi sekian untuk perdetiknya jika saling ketemu tak diduga, tapi masih usil juga sih sama Elghora, "


Ucap Biyanka,


"Gue jadi dia gak perlu buang tenaga sampai capek ngomong, pakek tindakan aja beres, biar gak ngelunjak, lo tau dikasih kepalan tangan atau tamparan sekalian biar jerah,"


sahut Limoran,


"Tapi kan gak main tangan sama wanita, dia cuma iseng usilin Elghora aja, "


"Lagian gue dari tadi sama Karim sampai nyimak perjuangan kalian buat berdebat celoteh, lo sahut gi Karim, bukannya itu kerjaan lo? "


"Iya, cuma, lebih mantep Sama Neng Elghora, "


"Kok bisa, bukankah sama cewek-cewek wajar kan, "


"Beda Neng, "


"Apanya yang beda pak Karim? ".


" Karena itu Neng-Neng yang ngegemesin punya banyak selingkuhan pula, jadinya kan lebih seru, benar kan Limoran! "


kompaknya,


"Selingkuhan, maksudnya? "

__ADS_1


tepok jidat Elghora,


"Ketemu dia memang apes hidup gue, hehhh, "


__ADS_2