Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Terhubung


__ADS_3

Dirumah sakit


Sudah seminggu Stive El Zeidan masih tak kunjung tersadar, seluruh pihak keluarga sangat mencemaskan keadaan dirinya, hingga tujuh hari berlalu Stizo El Zeidan harus mengantikan posisi sementara sang kakak demi menjalankan ketiga perusahaan yang dipimpin oleh dirinya itu, Stiya hanya menatap nanar sang kakak yang kini terbaring lemah diranjang rumah sakit,


Zherico El Zeidan yang ikut menjenguk sang putra ikut terbawa hati merasakan sesak luar biasa melihat Stive masih tak kunjung sadar,


Ucap Stizo,


"Ayah, bagaimana jika dia kembali sadar dan menanyakan keberadaan Elghora Dezira? "


Sang Ayah menjawab,


"Itu pun jika ia tersadar dan mengingat nya, "


Stizo terkejut,


"Maksud dari perkataan Ayah barusan apa? "


Terangnya,


"Benturan keras pada tabrakan itu berujung fatal bagi ingatan kakak mu Stizo, kita hanya bisa berharap dia tersadar seperti sedia kala, atau kita hanya akan mendapati sosok berbeda dari Stive El Zeidan, itu dia dari kemungkinan yang akan benar-benar terjadi terhadap putra tertua Zeidan, kita hanya bisa menunggu saat ini, "


Stiya El Zeidan terduduk terkejut,


"Berarti mobil yang masuk terjun kejurang membuat saraf kakak bermasalah, kenapa harus seperti itu? padahal kakak sudah bersusah payah untuk bersama dengan kak Elghora, sedangkan ketika kesempatan sudah didepan mata, seolah takdir sedang menguji kekuatan hubungan cinta keduanya, ini sangat menyakitkan, "


Stizo beserta Zherico hanya bisa diam mendengar bagaimana putra ke-tiga nya mengeluh rasa sakit akan kehidupan sang kakak,


Satu jam kemudian mereka bertiga yang berjaga disana sangat terkejut akan kesadaran sang pria yang membuka perlahan kedua matanya sampai mencoba untuk beranjak dari sana,


Ucap Zherico,


"Stive apa yang kau lakukan? kau baru sadar tetap lah disini untuk beristirahat! "


jawab tegas Stive kepada nya,


"Apa yang terjadi sampai aku berakhir dirumah sakit? "


tanya Stiya,


"Kau tidak ingat kak? "


"Kecelakaan, mobil masuk kedalam jurang karena mobil yang sengaja menabrakkan diri dibelakang mobil ku dengan kecepatan penuh sehingga mobil dengan pijakn rem penuh pun tak akan mampu menahan mobilku agar tak masuk kejurang sama sekali tak berhasil, "


Stizo,


"Jadi kau mengingat nya, "


"Ya, Biyanka Barnia dipenjara bukan? "


jawab Stiya,


"Iya kak, kenapa? "


"Sepertinya ini disengaja oleh seseorang untuk diriku, agar tak bisa mencapai tujuan sejak awal kepergian ku, tapi apa yang ku lakukan saat itu? "


"AAPA? "


batin ketiga pria berdiri terkejut bukan main, seseorang yang sedari tadi khawatir untuk menjawab apa mengenai keberadaan nya, namun malah nama gadis yang dicintainya menghilang dari ingatan nya, mencengangkan,


Ucapnya kembali,


"Katakan kepada Dokter Stizo aku harus pulang hari ini! tempat ini menyesakkan, "


pikir Stizo,


"Bukan tempat ini kak, melainkan hati kakak lah yang teramat sesak tak mendapatkan dirinya sehingga ingatan pun mencoba meringankan nya, "

__ADS_1


balasnya,


"Baik kak, akan ku sampaikan sekarang juga, "


**********


Dikediaman besar kalangan tingkat atas berclass VIP Elghora Dezira berada di kamar untuk beristirahat, sedangkan di ruang tamu Tetua Dezir sedang melakukan perjumpaan bersama keluarga besar Milyader ternama Zoead,


Ucap Lerif Zoead,


"Bagaimana kalau kita buat keduanya Bertunagan terlebih dahulu, Zedam? "


pikir Elzedam,


"ini akan bermasalah, sebab putriku tidak suka keramaian Lerif, "


penuh pertimbangan Lerif memutuskan,


"Baiklah kalau begitu, ini sebuah cincin untuk nya, buat dia memakainya dengan memberitahu kan segalanya, dengan memakai nya saja sudah ku putuskan tanpa acara apapun mereka sudah menjadi tunangan secara resmi, jika Putri mu sangat sulit untuk melakukannya dengan resmi kita buat hal yang mudah saja, gimana Zedam?"


balas Elzedam,


"Baiklah Terima kasih sudah menghargai keputusan putriku, Lerif, "


jawab Lerif,


"Kau tau Zedam, sejak awal putrimu sangatlah berharga buat ku, jadi apapun kemauannya akan ku lakukan jika dia bisa merasakan kebahagiaan, "


********


Dikamar,


Tiba-tiba seseorang berada tepat disamping Elghora Dezira, dengan berbaring sejajar dengan nya,


ketika dia menoleh kearah samping kelopak mata berat itu terbuka perlahan,


"sepertinya aku sudah dibatas kegilaan ku saat ini, "


dia berpikir sama seperti tujuh hari berturut-turut yang membayangkan keberadaan Stive El Zeidan berada didekat dirinya, dan itu sama disebelah saat ia terbangun dari membuka kedua kelopak berat miliknya,


mendengar kalimat itu senyum menarik terlepas begitu saja,


balasnya,


"Sepertinya aku yang akan kau buat menjadi gila, Elghora, "


mendengar suara jawaban yang begitu asing akhirnya ia pun membuka lebar matanya dan Elghora Dezira pun menjerit,


"Aaaaaaa.... "


"BUK, "


lalu Elghora Dezira pun terjatuh diatas ranjang yang cukup tinggi itu demi menghindari seranjang dengan nya,


kesalnya,


"Siapa yang mengizinkan mu masuk kedalam kamar ku, hah? "


Namun tidak diduga Elzedam dan Lerif keatas untuk melihat apa yang terjadi karena sebuah teriakan yang cukup keras terjadi, walaupun keduanya sangat terkejut melihat posisi keduanya yang nampak menarik perhatian, Lezif diatas sedang kan Elghora dibawah tempat tidur,


tanya seseorang yang berada dibelakang keduanya yaitu Erghone Dezirev,


"Apa kalian baru saja melakukan sesuatu yang diluar perkiraan? "


sontak Elzedam dan Lerif menoleh ke arah Erghone karena bingung dengan pengucapan nya,


Ucap Lezif,

__ADS_1


"Pemikiran yang menarik, bagaimana menurut mu, Elghora? "


jawab kesal Elghora,


"Entahlah terserah, tapi kenapa kalian datang sangat terkejut sih, "


kata Lezif,


"Sepertinya mereka cemas aku telah melakukan sesuatu kepada mu El, "


memiringkan kepalanya sambil bicara,


"benarkah, wah mengejutkan, tapi kenapa kau bisa masuk kekamar ku sih, Lezif? "


jawab nya,


"Aku sudah mengetuk tiga kali tapi sama sekali tak ada jawaban makanya aku langsung masuk saja, kenapa El? "


merasa heran,


"Kau itu bisa-bisanya yah, hah dasar, "


melihat reaksi keduanya yang bagus kedua tetua itu tersenyum manis,sehingga muncul sebuah teka-teki pada ke-dua putra dan putri mereka tanya nya kompak,


"KENAPA? "


Erghone Dezirev pun tersenyum,


"Kalian berdua memang sangat menarik, "


lalu tanpa pikir panjang lagi El Zedam memberikan sebuah cincin kepada Elghora Dezira, begitu juga dengan Lerif yang tengah mempersiapkan kata-kata tanpa sepengetahuan putra nya,


Ucap Lerif,


"sebenarnya kami berdua sudah memutuskan untuk melakukan pertunangan secara biasa kepada kalian berdua,karena itu pertunangan ini akan berlangsung resmi jika kalian sudah memakai cincinnya, bagaimana? "


keduanya tercengang, melihat hal itu Erghone Dezirev pun heran, dia berpikir bahwa yang menyukai Elghora Dezira adalah sahabat nya, sedangkan reaksi nya yang terkejut begitu mengesalkan bagi Erghone,


batinnya,


"jadi semua karena kedua para tetua yang merencanakan semua ini, astaga, aku sampai berpikir gila mengenai sahabat ku itu, hah, "


namun kini wajah Lezif yang memandang Elghora Dezira seolah membuat dirinya menerima semua keputusan apapun dari Gadis kebingungan tersebut, dia pun berdiri dan mengatakan,


"Jika Daddy ingin aku semakin gila maka kau bisa pasangkan sendiri di jemari tanganku, tapi ingatlah satu hal semua yang terdahulu akan selalu menyerangku tanpa sepengetahuan ku, perasaan kacau ini sudah menghantui ku selama seminggu dan kini Daddy malah membuat ku runyam dengan keputusan ini, "


pergi meninggalkan kamar begitu saja,


disini Erghone Dezirev tau hati sang adik sudah terpaut jauh untuk Stive El Zeidan, sedangkan ElZedam berlari mengejar Putri nya disusul oleh mereka tepat dibelakang nya, ditariklah pergelangan tangan Elghora Dezira dan, air mata itu mengalir deras di pipi merona miliknya, melihat hal itu Elzedam semakin geram,


"Aku bilang lupakan dia, hiduplah dengan kehidupan baru mu ini, jadi kau tak boleh menolak Elghora **Dezira**, ini sudah menjadi keputusan Daddy,kau mengerti! "


lalu cincin itu masuk secara paksa didalam jemari tangan Elghora Dezira, seketika deru detak jantung kuat membikin sesak dirinya,


Batinnya,


"walaupun kau melupakan ku Stive, tak akan sedetikpun waktu bersama dengan mu bisa ku lupakan seumur hidup ku, cinta ini hanya untuk mu, dan akan selamanya menjadi milikmu, apapun yang terjadi, maaf telah menyakiti mu dengan keputusasaan ku dilain itu, nyatanya rela melepaskan tak semudah Bibir ini berbicara, Stive El Zeidan nama yang ada dalam pikiran ku, "


sehingga tak disangka gadis keturunan Dezir berakhir tak sadarkan diri diatas lantai,


melihat hal itu Erghone Dezirev langsung menolong sang adik saat jatuh pingsan dihadapan nya,


Ucapnya,


"Kau bisa memaksaku melakukan apapun tapi kali ini aku tak akan tinggal diam jika kau sampai membuat nya tertekan seperti ini, Elzedam Dezirev, "


untuk pertama kalinya Keluarga Zoead melihat pembangkangan Erghone kepada keluarga angkatnya, dan hal ini berpicu akan janjinya kepada mendiang Mom Elghora yang memintanya untuk selalu membuat nya bahagia, tapi kali ini penekanan paksaan dari Sang Daddy membikin hati Erghone emosi dan kacau sampai dirinya mampu memanggilnya dengan sebutan nama tetua keluarga besar Dezir.

__ADS_1


__ADS_2