
Tepat di Mansion milik Lerif Zoead, satu tangan kanannya memberikan sebuah kabar mengejutkan tentang segala kehidupan putra tunggal yang secara sengaja mengeluarkan dirinya dalam kehidupan Lezif Zoead,
melihat kondisi terpuruk dirinya langsung saja sebuah tatapan tak bersahabat itu melayang, bahkan Irom Leuza tangan kanan Lerif begidik ngeri dengan perubahan mendadak ekspresi nya,
batinnya,
'Ku harap ini tak akan membuat sebuah bencana beraksi dalam hitungan menit kali ini, '
lalu tibalah sebuah panggilan masuk berdering pada ponsel milik Elghora Dezira, diangkatlah ponsel itu sembari membenarkan tempat duduknya,lalu terdengar lah suara dibalik jauhnya Lerif Zoead,
"Bisakah kau membantu ku,menghunus dua mangsa sekaligus,sampai mereka bertekuk lutut kepada ku, Elghora Dezira? "
jawabnya,
"Itu sangat mudah, apa yang kau maksud adalah Putra mu dan putri angkat mu itu Paman Lerif Zoead? "
mendengar nama itu disebut seketika kedua mata sayup terbuka segar, bagaimana tidak, Stive yang mengingat nama dari putra Keturunan Zoead yakni Lezif Zoead mampu menghancurkan hubungan nya dengan Sang pujaan hati, lalu tanpa ikut campur Stive El Zeidan hanya mendengarkan pembicaraan mereka berdua,
"Ya, itu yang ku maksud, kapan kau bisa melakukannya untuk ku, Elghora? rasa haus ku melihat kebodohan nya hancur dan dihianati oleh wanita gila itu, bisa membuatnya membuka mata tepat dihadapan ku,sampai penyesalan mendalam menghantui pikiran Lezif dikarenakan Limoran gadis tidak tau diri itu,Elghora,"
sahut Elghora Dezira sambil mengusap lembut pucuk kepala Stive yang begitu tenang, pria itu pun langsung mengubah posisi nya sembari memeluk tubuh wanitanya yang sedari tadi melakukan sebuah pebincang sambil duduk bersandar diranjang tersebut,
"Jika Paman ingin segera, maka aku bisa melakukannya lebih cepat dari tanggal permainan nya, namun apa yang ku dapati mengenai hadiah yang akan aku dapatkan, paman Lerif Zoead? "
sambung nya yang membikin Stive El Zeidan heran,
"Apapun yang kau mau, Sosok Elghora Dezira bisa memiliki nya, "
tantangnya untuk seorang perintis Zoead,
"Bagaimana jika aku menginginkan kediaman Zoead, Paman? "
mendengar hal itu sontak Stive sangat kaget, namun di balik keinginannya itu sudah jelas terlintas akal busuk rencana yang tersusun rapi dalam benak Elghora Dezira, melihat ekspresi mengintimidasi walaupun lawannya berada jauh disebrang, tapi getaran penekanan nya sangat lah luar biasa,
"Baiklah dengan senang hati, sekarang pun kau bisa menempatinya, akan ku proses kediaman itu menjadi milik mu! "
sahutnya lantang,
__ADS_1
"Maka cepat pula bagiku menghunus dua mangsa sekaligus, itu pasti akan sangat menyenangkan! "
seringai senyum bagai maut yang hendak menghampiri mereka berdua,
sedangkan tiba-tiba saja Limoran merasakan getaran hebat pada tubuhnya,
"Apa yang sedang terjadi? kenapa aku merasa akan terjadi sesuatu yang sangat mengerikan? walapun aku tidak tau lebih jelas nya, tapi kesannya benar-benar menakutkan, "
ucap Lezif Zoead yang berjalan kearahnya,
"Jangan terlalu mudah untuk berprasangka buruk Limoran! "
balasnya sembari menimpali nya dengan sebuah senyuman,
"Ku harap juga seperti itu, Kak Lezif, "
Tapi sampai beberapa jam lamanya hati gelisah Limoran kian menderu hebat, seakan pasti ada hal yang akan mengganggu nya saat ini,
Sedangkan Elghora Dezira beranjak dari ranjang namun tercekat erat dengan jemari Stive El Zeidan yang menggenggam erat pergelangan tangan nya, melihat pegangan yang begitu dirasa seolah dirinya tak rela Elghora menjauh, detik itu juga sebuah seringai senyuman terkulai tajam,
'Ada apa dengan senyuman itu? kenapa begitu cepat berubah, padahal wajah datar akan menghilang dalam sekejap baru terlihat, kini berganti dengan ekspresi seserius itu, perubahan menakutkan akan sikap mu membuat ku makin terjerat lebih dalam, Elghora Dezira! "
langsung tanpa sebuah peringatan ataupun aba-aba tubuh tak berbalut helai kain pun kini menampakkan kembali aura menegangkan, bahkan Stive dibuat menelan salivanya, kala Elghora Dezira mengambil tempat yang mulai membuat kegagahan Stive mulai bangkit disaat posisi tubuh wanita itu kembali berada diatas nya,
Ungkapnya dalam pikiran yang sangat mengebu tapi kacau balau untuk saat ini,
'Kau lebih menggoda saat ini El,sekujur tubuh mu mampu menggoyahkan seluruh gelora yang terpendam lama dalam diriku kini terbangun kembali, dan hanya kau yang mampu mengendalikan nya bahkan bisa melakukannya dengan sangat mudah, semua milikku adalah milikmu, Elghora Dezira, "
Permainan extra hot kembali berlangsung, seperti sebuah tayangan dengan saluran live membangkitkan dentuman keras dalam setiap pergerakan, belum puas merasakan getaran Stive dilanda heboh dengan serangan perubahan posisi Elghora, walaupun dengan memunggungi nya, namun aura terpancar jelas pada tubuh yang basah akan keringat dari semangat melakukan aktivitas menyambut pagi bersama,
Tidak Terima begitu saja sekarang Stive El Zeidan mencoba mendominasi dari sensasi kehangatan dari deru nafas keduanya, tatapan kian mendalam membuat Stive menyerang bibir dengan suara khas dari karakteristik Elghora Dezira semakin brutal, seolah tak ada hari esok lagi dirinya mampu melihat keberadaan wanita yang teramat sulit ditemui nya,
Namun sebuah panggilan lagi-lagi mengacaukan suasana akan kehausan itu membuat Stive harus menghentikan nya sesaat, diangkatlah benda pipih itu, namun terdengar suara yang sama dari sebrang sana,
"Aku sudah memberikan kediaman itu atas nama mu, maka lakukanlah yang terbaik, katakan padaku jika kau membutuhkan sesuatu, Elghora Dezira! dan Terima kasih, ku harap kau selalu menganggap ku sebagai Paman mu,dan aku sudah mengirimkan ke alamat yang tadi kau kirimkan kepada ku lewat chat mu! "
"Tentu , Kau tetaplah Paman ku, dan tunggu saja ditempat yang paling Nyaman Paman Lezif Zoead! "
__ADS_1
gumamnya kembali,
"Akhirnya aku mendapatkan nya dengan mudah dan tinggal melakukan permainan yang menyenangkan disana! "
pekiknya yang tiba-tiba merasakan,
"Aahkk..... Stive kau benar-benar_, "
melanjutkan kembali tanpa henti hingga membuat Elghora Dezira terkejut bukan main,
Gumamnya sambil merangkul mesra tubuh Elghora dalam dekapan tubuhnya,
"Kau membuat ku menunggu, dan aku sudah tidak bisa menahannya lagi Elghora Dezira_"
Tak disangka setelah melaksanakannya dengan kehebatan keduanya, kini Stive yang terbaring sejenak beristirahat, membuat terkejut kala tanpa sakit atau keluhan, Sang pujaan berdiri dengan lembutnya sambil tersenyum tersipu,
Ujarnya,
"Nanti akan ada, kau ikut dalam permainan menarik ku, Stive El Zeidan, tunggulah, "
tanya nya kepada Elghora yang hendak memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri,
"Apa kau akan bersembunyi lagi seperti sebelumnya, El? "
sedikit ucap namun mengesankan,
"Tidak akan sama seperti sebelumnya, "
Kagum akan pesona nya,
"Bahkan kau memiliki stamina yang sangat luar biasa, Elghora, bukankah sejak awal aku sudah tepat dengan menancapkan sebuah pilihan jiwa, bahwa hanya kau yang mampu memikatku hingga terperosok jauh mendalam sampai ke ujung dasar, hanya pria bodoh yang bisa melepaskan mu begitu mudahnya, "
setelah selesai merapikan dirinya akhirnya punggung itu menjauh pergi keluar dari pintu kamar Hotel,
Lain cerita dengan Biyanka Barnia,sampai sekarang tubuhnya masih terjerat lekat dalam dekapan pria yang tesulut api panas dan kini dirinya yang harus menerima akibatnya, diangkatlah tubuh itu dengan gaya ala koala sambil merasakan sesapan minuman rasa khas perpaduan buah segar, hingga tak mampu bisa dilepas begitu mudah,
dengan mudahnya kini tubuh Biyanka Barnia bereaksi mudah dengan sentuhan jemari yang bergerilya hebat dipunggung nya, menelisik masuk bermain manja di setiap cela tubuh manis bak semerbak harumnya mawar merekah, Biyanka Barnia menahan setiap suara yang sedari tadi ia tahan akibat ulah berjuta sensasi yang diberikan kepada nya, dan semua ini hanya pria itu yang mampu membuat sesosok wanita terlilit tak sanggup bergerak dengan mudah, Blezen yang menyukai Biyanka Barnia.
__ADS_1