
Bukannya menghampiri untuk membawa nya pergi dari sana, nyatanya tak ada satu dari kedua orang yang baru saja mencoba melerai walaupun bukan perkelahian namun sama sekali tak ada tindakan, keduanya bengong saat Emosi Biyanka Barnia semakin menjadi,
"Woi lu akik tua, nyingkir gak atau gue tempol lo sama ni kepalan tangan gue emm, mau coba rasain! "
gumam Dirgo yang sedikit menjauh dari Wanita itu, begitu pula dengan Blezen,
celoteh Dirgo,
"Kenapa ikutan mundur? tu bener cewek lo kan, masak yah lo takut kena srampang sama dia, serius lo? "
menepis kepala Dirgo tiba-tiba,
"Lo gak tau siapa cewek gue? jadi mending lo ikutan diem atau kita juga akan kena imbasnya, jika dia sudah setengah menjadi, maka bisa dipastikan pertikaian ini akan berlangsung lama, "
ujar Dirgo kembali,
"Darimana lo tau coba? "
jawabnya,
"Feeling gue, napa? heran, liatin wajah gue serius begitu, suka sama gue heh? "
dekilnya,
"Najis gue suka ma lo, emang lo pikir gak ada cewek lain apa?dan lagian walaupun didunia ini tak ada cewek, ogah gue ma lo apalagi suka hiii ngeri gue, "
bela Blezen,
"Gue ganteng berkelas kek gini,gak sudi juga kali ma lo, lagian ya lo tu selera gimana sih lom dapet juga sedari tadi?"
bentrok ngomong,
"Lo pikir aku kemari mau cari cewek apa? gue kemari mau nenangin diri, yang ada dapet nya orang setengah sadar astaga, ribetnya bukan main, "
tak trima dengan perkataan nya barusan,
"Setengah sadar kau bilang,kalau begitu lo udah setengah gak waras, dan kau perlu dibenerin sekarang juga! "
tak diduga pertikaian antara Blezen dengan Dirgo membuat Biyanka Barnia, Dirga dan akik tua itu melerai keduanya, siapa yang awalnya harus dihentikan, mala mereka bertiga yang dikhawatirkan malah menghentikan kekonyolan keduanya,
Blezen yang dicegah dengan Biyanka, sedangkan Dirgo digenggam erat oleh Dirga sang kakak,akik tua tepat menjadi penengah, melihat ketiga melerai sontak Biyanka Barnia tersenyum geli sendiri dengan kondisi gila kali ini,
Ungkap nya,
__ADS_1
"Kalian ini bego atau kelewatan oon nya sih, niat kalian kemari tu cuma ingin kasih peleraian napa jadi kalian yang live action sih?isst seru banget liatnya, bagaimana menurut mu,? "
Akik Kriput tiba-tiba nyolot,
"Mereka adalah pasangan yang unik,bukan begitu nona Cantik, emm, "
sambil mengedipkan satu mata, melihat hal itu Blezen tersulut emosi yang membara,
"Gue bunuh lo sekarang juga, karena gue lagi ngidam pengen liat lo gak sadar sekarang juga, lepasin gue, Biyanka Barnia! "
Blezen merasakan kemarahan mendalam membikin Biyanka Barnia melesatkan candaannya,
"Lepasin, maksa ni, padahal ya kau di lepasin ma gue kan lebih enak an, dari pada maksa, lagian ngidam kok gak estetik banget sih, kalau beneran pengen tu yang mantap la, jangan yang model kek akik keriput begitu an, Cowok keren kok di tolak, mala milik pria lemas tak bertenaga namun hanya sehat mulutnya doang, hiii, ngeri berrr, "
seketika Blezen menatap Biyanka Barnia yang sedari tadi bicara kepada nya,
Blezen pun berpikir ke jalur oleng saat ini, ikutan gerakan bebas dari percakapan Biyanka Barnia,
"Seperti nya ngidam nya entar gue tunda nanti malam saja, biar semua kelar, dan mudah juga untuk di lepas kan, lagian gue juga pengen di lepasin sama cewek gue, jadi beneran gak bisa nahan di branded gue, berasa idup nya mulai merasakan suara Mu sayang! "
Biyanka Barnia yang tau kemana arah perbincangan pun seolah berdecih kesal,
"Dasar mesum cabul jadi satu, "
"Neng kok demen yang model kek beginian sih? padahal cantiknya neng luar dalem lo, kok dapetnya brand KW sih, apa ya gak ada yang lebih menurut neng? "
kesal Blezen,
"Lo bilang gue apa barusan, KW? nang tampang lo kek gini apaan hah? "
hal ini sama sekali tak direspon oleh sang akik,
sambil mencari jalan pemikiran lain, melihat ekspresi Biyanka Barnia yang terjebak perkataan Akik tua, membuat ketiga pria lainnya menelan salivanya, mereka menunggu penuh harap apa yang akan dikatakan sekarang,
Batin Blezen,
"Ku harap dia tak membicarakan hal yang tak dimasuk akal sedikit pun, sehingga tak membuat ku berpikir gila sedari tadi menunggu, "
lalu tibalah bibir menggoda itu mulai bicara,
"lebih yah, emmm, kayaknya gak ada yang lebih menarik lagi sih, selain dia, cuma, kalau sekedar darinya emang banyak tapi kalau tulus dan bener-bener ngerti sih itu sulit, gak samua nya bisa, apalagi janji setia dan gak main selingkuh, "
tanya akik yang bertambah penasaran,
__ADS_1
"Kalau ni laki sampai selingkuh gimana neng? "
Ujarnya yang hanya menatap tajam kearah Blezen,
"Kek ayam potong, kali yah, lagian salah sendiri gak setia, potong-potong tu kek daging ayam, biar pas diongseng nanti bisa dibagi rata, akik tua pengen gak, entar tak transfer kalau dianya jadi selingkuh?"
sahut senang tu akik,
"Iya Neng seneng banget mala, dapat yang gratisan, "
gerutu Dirga,
"Tu cewek kesambet apa? tadi aja nyolot marah murka seolah mau ditelen setengah matang tu akik tua, giliran sekarang situasi percakapan berubah, dia nya ikutan oleng juga, gimana nasib ku yang sedari tadi ikutan ling-lung seketika? "
pukulan cukup keras pada bahu Dirga dari sang Adik,
"Apanya yang oleng? tu cewek bener, lagian si mie kriting itu emang jengkelin,pas banget kalau selingkuh akan dimutilasi kek ayam potong rasain, itulah kalau ngeremehin kekuatan cewek,mata gelap langsung aja terjaga ambil pisau tebas, co id dah, beres semua! "
Ujar sang kakak,
"Lo tu adek gue yang gila nya bukan main kalau urusan cewek, kenapa sekarang ngebela dia yang lo sendiri gak kenal? "
sahutnya,
"Kata siapa gue gak kenal dia? dia tu Temannya Elghora Dezira, juga Limoran,emmm, gue dilawan, "
"BUK, "
sebuah bogeman mendarat tepat di kepala Dirgo dari Biyanka Barnia,
"Lo tu jadi cowok kek gak perlu banyak omong, mau ngelawan gue apa hah? Dirgo, atau Karim? "
Ucapan Biyanka membuat akik tua itu tersenyum Sontak ia pun mengangkat dua bahu nya sambil keheranan dengan tatapan karim yang suka nya nongol tiba-tiba,
Batin Biyanka Barnia,
"Kek hantu, selalu datang di saat yang pas, "
Namun selang beberapa saat pertikaian pun selesai dan tidak dimenangkan oleh siapapun, heheh, ditempat yang kini nampak sinar itu mulai menampakkan wujudnya, sebuah kehangatan akan kerinduan tersendiri seolah selalu membuat hati Elghora lemah,
Seseorang yang ingin ia lihat dikala pagi, melakukan aktivitas bersama beserta Zeman, kini harus tertunda, tidak tau sampai kapan, tapi jelasnya ia harus menerima segalanya dengan kedua mata yang harus dijadikan bukti akan hubungan lama antara keduanya, Stive El Zeidan,
"Ku tau kau pasti dalam posisi tersulit, maka cobalah sebisa kau mempertahankan diantara kami, Stive, "
__ADS_1