
Tatapan yang dirasa menjengkelkan bagi Zeman Zeridhan langsung saja membuat kedatangan adik ketiga dari Stive El Zeidan terperangah dalam kebingungan, begitu pula dengan sang adik kedua,
"Apa wajah ku semenarik itu,Pa? "
suara serak berat sekejap saja membuat sekujur tubuh dari ketiga Putra keluarga besar Zeidan Tercekat hebat, kemudian Stive El Zeidan langsung memberikan arahan kepada nya,
"Ikuti aku, Zeman Zeridhan! "
diikuti lah Punggung seorang pria yang kini ia kenal sebagai Papa nya itu, tepat setelah melewati beberapa ruang kerja, akhirnya ke dua pria duduk bersandar di sofa,
Sedangkan Stive El Zeidan duduk tepat dikursi kekuasaannya, melihat Zeman Zeridhan yang berdiri menatap keluar ruangan, sontak salah satu saudara Stive angkat suara,
"Tadi aku tidak salah dengar kan kak, barusan anak itu bilang kalau kau adalah Papa nya, benarkah? kok bisa? "
Tanya Stiya El Zeidan adik ketiga dari Stive,
namun belum terjawab Stizo El Zeidan adik kedua nya langsung bereaksi tepat sasaran,
"Dia adalah Duplikat mu Kak, lihatlah, semuanya, tapi kuharap dia tak sama menjengkelkan nya seperti Stiya, yang selalu berbuat ulah, "
penuturan keduanya tak membuat Stive El Zeidan mengalihkan perhatiannya,
"Bagaimana kabar Mama mu, Zeman? "
seolah itu adalah suara penuh penekanan yang menyelidik akhirnya ia mengambil ponselnya,
dirogolah tepat di dalam saku celana kanan nya ia langsung menekan dan melakukan panggilan kepada Elghora Dezira, dengan mode mengeraskan suara,
terdengar lah lirih suara yang teramat dirindukan selama bertahun-tahun lamanya,
"Zeman, ada apa? apa ada masalah di perusahaan Papa mu? kenapa kau sama sekali tak bersuara? atau kau belum bertemu dengan Papa mu Stive, Zeman Zeridhan kau bisa katakan sesuatu kan? "
Mendengarkan semua pertanyaan itu sontak Stive El Zeidan langsung berdiri menghampiri Zeman,
"Aku baik Ma, dan aku sudah bertemu dengan Papa ku, jaga diri mu, Mam! "
"Baiklah hati-hati disana, "
memutuskan panggilan,
"Dimana keberadaan Mama mu Zeman? "
tak sabar dengan suara lembut Elghora Dezira, Stive langsung bicara dengan bertanya namun,
"Dia akan selalu berada dalam genggaman hati mu, Stive El Zeidan, "
mendengar lontaran kata itu seketika gejolak tersembunyi tersirat begitu saja, senyum kebahagiaan terlihat terbit dari ufuk timur, padahal dirinya kini berada di arah barat,
"Sepertinya Kakak akan kembali menggila jika ada satu wanita baru datang lagi, "
gumaman Stiya El Zeidan membuat kedua tatapan manik bak monster itu langsung mengintimidasi nya,
__ADS_1
lanjut nya kembali,
"Baru juga ngomong berasa ada hantu lewat disini, merinding, tapi kenapa wanita itu tidak kemari? dan siapa wanita yang kau hamili tanpa kau nikahi itu Kak? "
Zeman Zeridhan merutuki diri akan dirinya yang kini perlahan mengetahui masa lalu sang Mama, pasalnya ia tak sedikitpun memberitahu kan segala kehidupan masa lalu pada Zeman, sehingga kali ini ia sendiri yang akan mengungkap dibalik kesedihan Elghora Dezira yang selalu terbangun terjaga setiap malam nya,
"Memang sekarang yang mengganggu pikiran mu itu selalu saja membuat orang lain dalam masalah,ribet juga iya, jaga mulut konyol mu, jika kau tak ingin nyawa mu melayang, kau tidak lihat wajah menyeramkan itu menelisik dirimu, bahkan aku sampai membaca koran agar menghindari tatapan setajam pisau, bahkan lebih,hemm tak melihat nya juga masih dapat imbas nya pula,semua ini gara-gara kau, Stiya, tapi kau mala langsung menyerang nya, siapa pun wanita itu? biar kan semuanya menjadi urusan nya,diam atau kau akan mengalami gagar otak dalam sekejap, "
mencoba memperingatkan,
namun alhasil itu tak kunjung membuat nya takut sama sekali,
"Kak, apa kau akan membawa pria yang mengaku menjadi Putra mu itu ke kediaman? "
usilnya yang tak memiliki rasa takut kepada Stive El Zeidan,
"Karena kau banyak bertanya maka seperti nya kau orang pertama yang akan membawanya ke kediaman dan memperkenalkannya kepada Ayah dan ibu, Stiya El Zeidan, "
penegasan sang kakak membuat Stiya berkomentar cukup detail,
"Kok aku sih Kak, Kak Stizo saja, lagian aku masih banyak pekerjaan, dan sekarang aku harus pergi dulu, biar bisa menyelesaikan semuanya lalu kembali ke rumah tanpa jam lembur, Zeman kau dengan Paman Stizo saja okey, "
mencoba berdiri beranjak dari sana, tiba-tiba datanglah seorang wanita masuk tanpa mengetuk pintu, sehingga,kini Stiya pun duduk kembali disofa,
"SERANGGA DATANG, "
kedua bibir Stiya dan Zeman kompak berbicara,
pada akhirnya Stizo El Zeidan tersenyum mendengar kekompakan mereka,
"Sepertinya akan ada kejadian menarik disini,Tonton dan saksikan tayangan selengkapnya, di ruang CEO Hjb, menarik, sekaligus sangat menegangkan ini, "
baru selesai berbicara sendiri,
wanita yang dijuluki sebagai Serangga kini menuai konflik diruangan,
" Stive, apa kau punya waktu luang? jika ya, bisakan kau temani aku makan malam, emm? "
dengan merangkul bahu Stive bersikap manja tanpa menghiraukan ada kedua saudara nya disana,
Ungkap Stive,
"Tidak tau malu, "
lalu mendapatkan respon aktif pula dari Stiya dan Zeman,
"TEPAT SEKALI, "
cius, keduanya memiliki tanggapan menyenangkan,namun beda hal nya dengan Stizo yang selalu aktif menjadi penonton setia kekompakan keluarga nya,
"Jangan berharap padaku, sebab kau hanya akan membikin masalah buat ku, Anggelika Reslium, "
__ADS_1
“DENGARKAN ITU, "
Stizo lalu geleng-geleng kepala menatap adiknya dan keponakannya itu,
"Pokoknya aku akan menunggu di restoran Verian, oke, Stive! "
"O_GAH, "
terkekeh hingga terdengar oleh Stive El Zeidan,bagaimana tidak, bukan pertanyaan itu ditujukan ke mereka, tapi nyatanya mereka berdua lah yang selalu menjawab bersahutan dan sama persis perkataan keduanya,
Ucap Stive pada Zeman,
"Apa kau ingin mengatakan sesuatu Zeman? "
memberikan peluang untuk Putra nya agar bisa mengeluarkan suara nya,
mendekati wanita itu dengan menjajarkan dirinya dengan wajah nya,barulah ia
mencermati sesaat sambil berbicara,
"Wanita yang tidak tau tempatnya hanya bisa mengganggu penglihatan saja, dan memaksa pria untuk menemani, sedangkan kau punya pendengaran yang bagus, membuat kepura-puraan mu,membikin anggapan orang lain menjadi merubah kecantikan mu seperti keburukkan terburuk walaupun hanya sekedar meminta, wanita seperti mu adalah penggoda liar untuk mendapatkan posisi terbaik, dalam tujuan utama, ingin menjadi pendamping seorang CEO, maka kau akan mati melawan ku, paham Nona Anggelika Reslium, benar-benar nama yang aneh, kau tidak cocok dengan Stive El Zeidan,kau mengerti!"
Stizo El Zeidan melongo dengan usia yang masih belum sepenuhnya meyakinkan, bahkan kini ia bisa melihat sisi gelap menekan lawan dengan ucapan lembut nya,
"Sepertinya keturunan pertama Zeidan memiliki darah pembunuh sama seperti Stive El Zeidan,menyeramkan, kenapa tidak meniru sifat kak Elghora Dezira saja?tapi kedua kubu itu juga dari keluarga besar menegangkan, bahkan mereka memiliki dua marga yang bisa dikatakan jauh lebih seram dari Zeidan, hah pantas saja jika keturunan dari ketiga keluarga bergabung, maka beginilah jadinya,meresahkan,entah kenapa bukan aku yang berada diposisi wanita itu, tapi jantung dan nafas ku semakin tak berjalan normal, walaupun tak memiliki kaki untuk melangkah, tapi jantung ku semakin tak sehat jika tak segera meninggal kan lokasi kejadian ini, "
tiba-tiba lampu hijau berpindah tempat,
"Kak Stizo, kau sedari tadi seperti seorang reporter yang menikmati acara Live, hingga berkesan sangat menarik kak Stizo, pantas bakat kakak terpendam,latihan berbicara sendiri saja sudah menarik perhatian ku, bagaimana mereka, tu, liat ekspresi keponakan kita bikin leng geleng-geleng kepala,tinggal pasang lampu disko, mari kita joget bersama, gimana kak? "
gumam Stizo yang kehilangan batas kesabaran,
"Ini ni jadinya produk gagal terlanjur dikeluarkan, hemmm beginilah jadi nya, "
Ujar nya yang bikin Stiya kesal,
"Lagian produk yang memproduksi tu anak berasal dari pabrik mana sih kak? "
"BUK,"
lemparan koran pun melayang kepada Stiya,
"Lo ngomong lagi gue tendang pantat lo, ngerti, diem atau ku sekap kau diterminal! "
"Ayo kak, sekap sekalian kita otw bersama gimana? "
"Tolong berikan selebar lebarnya kesabaran ku ini, awas kau Stiya El Zeidan, gitu-gitu gimana mereka mengola nya sih sampai jadi menyebalkan seperti ini, "
Zeman pun ikut menyambar kilatan pencahayaan kamera samping yang sedari tadi berceloteh keluar jalur,
"Bukannya yang Produk gagal itu ada disini, jika tidak mungkin sekarang dia berkenan untuk tak mengganggu ke empat pria yang sedang berunding, atau bisakah kau memberi tahu ku, atau Paman Stiya bisa tau dari pabrik mana wanita ini berasal, emm? "
__ADS_1
batin Stizo merana,
"Mampus sudah alur ceritanya,Tadi ni anak cari gara-gara tanya Zeman dari pabrik mana, sepertinya ia menggiring bola balik ke kandang lawan dengan balik bertanya, produk dari pabrik mana Anggelika Reslium berasal? hah memang tak bisa dipercaya, serangan balik membuat kak Stive hanya menjadi pendengar setia seperti ku saja, "