Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
janggal


__ADS_3

Setelah melakukan hal bersama, percakapan yang membuat keduanya semakin dekat, kali ini mereka beristirahat di kamar masing-masing, selang merebahkan tubuh diranjang kedua mata dari Elghora juga Morvez menatap penuh angan yang terlampau tinggi,


Ujar keduanya tanpa sadar diantara pembatas dinding,


"Menarik, "


secara bersamaan keduanya kini menatap sebuah dinding pembatas pemisah diantara keduanya, andai tak ada penghalang maka bisa dikatakan jika keduanya kini saling bertatapan mata, merasakan satu sama lain, perasaan yang tadinya aneh berubah perlahan entah kenapa,


mata terlelap hingga begitu beratnya membuat keduanya kini tertidur pulas sambil tetap memandang dalam memejamkan mata mereka,


********


Dikantor Vizhen Devizhen semakin kesal, sebab ia tak menyangka jika sang kakak adalah dalang dibalik semua hilang nya Elghora tanpa jejak, seseorang sebelumnya memberitahukan kepada sang Bos, bahwa wanita yang di cari nya memang tengah mencoba lepas dari jangkauan pantauan pengawasan di setiap area yang dijaga oleh orang kepercayaan Vizhen,


meremas selampir kertas dengan bergumam,


"Haruskah aku membunuh kakak kandung ku sendiri, Sinhe? "


sahut seseorang dari arah dekat jendela,


"Jangan lakukan diluar kendali emosi mu Vizher!cari cara dan gunakan pikiran mu secara terbuka, maka kau juga akan mendapatkan hasilnya, "


Jawab Mozhe,


"Benar yang dikatakan Sinhe, Vizher, aku sebagai sahabat mu juga ikut melakukan hal yang bisa membantu mu, okey! "


*********


Setelah tiga jam Morvez keluar kamar hendak mencari air yang habis dinakas nya, ternyata mata hazel coklat itu tersenyum melihat tingkah Elghora Dezira yang menatap sambil senyum simpul penuh arti dan makna jika orang lain yang menatapnya,


tidak diduga tadinya ingin turun menuruni anak tangga tiba-tiba sentuhan hangat jemari seorang pria membuyarkan aktivitas uniknya, sambil menyandarkan dagu tepat diatas bahu Elghora ia berbisik lembut kepada nya,


"Apapun yang kau pakai, sangat cocok dan indah untuk mu, dan sekarang kau bahkn sangat menarik perhatian ku! "


lalu tak berpikir panjang lagi jemari tangan Elghora Dezira langsung menarik kera baju yang dikenakan nya, dengan kelonggaran di bagian dada, sehingga tatapan keduanya saling bertabrakan dan Morvez lagi-lagi tak mampu menahan deru ombak yang berdesir hebat dalam relungnya,

__ADS_1


Batinnya,


"Apakah dia akan marah jika aku hendak menciumnya? "


entah dapat keberanian dari mana, justru Kecupan sedetik itu membuat Morvez berdecak kesal,


Ujarnya,


"Apa tidak ada tambahan? aku sangat menginginkan hal ini, Elghora, bukan kepuasan tapi, kenyamanan berada dalam dekatan mu, "


Lalu dengan tekad penuh hati Morvez mengambil kesempatan dalam peluang besar ini, akhirnya keduanya saling merasakan bagaimana lezatnya rasa percampuran antara kebahagiaan sementara atau berlanjut,


Tegasnya sambil mengungkapkan hal yang sebenarnya,


"Bisakah kita melanjutkannya, Elghora? "


jawab nya manis,


"Tentu, tidak masalah, "


maka semakin berdesir hebat hati Morvez Morvizhe, kini wanita itu dibaringkan tepat dibawah tubuhnya tanpa melepaskan rasa nyaman akan ciuman khas mereka, membikin keduanya seolah candu tak mau menghentikan pergerakan yang semakin liar dan gencar dipandang,


Ciuman hebat tak mampu lagi terkontrol sehingga, nampak perangai yang berbeda dari wajah Morvez ketika keduanya saling menarik pasokan oksigen yang nampak tipis hingga keduanya bernafas sesak karena hantaman penuh memikat bibir sekaligus ciri khusus dari khas darah Dezir tersebut,


namun Morvez Morvizhe tiba-tiba menjaga jarak dari nya, sepertinya ia lupa akan satu hal, sebuah janji dengan seseorang yang begitu teramat penting bagi Elghora, selang beberapa saat terpaku berpikir Morvez Morvizhe pergi keluar dari pintu dan berpesan,


"Berbahagialah El, aku anggap ini adalah hadiah terbesar dari mu, Terima kasih, "


Tanpa menoleh dan menatap mata Elghora Dezira, terselip rasa sesak terlintas, seolah ada sebuah rencana yang disengaja kali ini, dan beberapa jam kemudian suara langkah seseorang tak membuatnya gentar membuka mata wanita yang terbaring santai diranjang,


Ucap Elghora,


"Beberapa jam keluar emang dari mana Morvez Morvizhe? "


tanpa balasan ia duduk disamping dirinya berbaring, menbelai lembut pucuk kepala Elghora lalu menyentuh menyeluruh wajah nya dengan sapuan jemari tangan hangatnya, maka seketika itu pula ia membuka mata sembari mengucapkan,

__ADS_1


"Stive El Zeidan, "


lalu disanalah ia menjawab sang kekasih hati nya,


"Kau masih bisa merasakan keberadaan ku El? kupikir saat ini kau hanya berpaut pada Morvez Morvizhe, ada apa dengan tatapan heran itu, El? "


ia pergi keluar kamar mencari dimana keberadaan Morvez, tapi disetiap sudut tak satupun mampu dilihat adanya dirinya, sekarang ia terhenti dalam sebuah bingkai foto besar itu, tatapan berubah kalau ia mengingat semua percakapan sebelumnya, dan dibalik semua tindakan bodohnya, hanya karena untuk bisa membuat nya kembali pada sosok yang diinginkan nya,


Batinnya,


"Apakah aku memiliki kesalahan? sampai hidup ku selalu diremehkan bahkan seolah aku sendiri tak mampu bisa menghindari semua permasalahan yang menimpa ku, apa aku hanya akan terus berjalan menyusuri masalah tanpa tiada ujung bahagia?"


rasa letih menghampiri hati Elghora tepat dibelakang Stive melihat setiap perubahan wajah Elghora Dezira yang membisu, tidak seperti biasanya ia akan senang saat bersama nya,


tanya Nya,


"Apa aku datang diwaktu yang salah El? rasa khawatir itu apakah untuk Morvez? rasa perasaan berbeda telah nampak dari mu El, ku pikir kau masih menempatkan cinta itu untuk ku, tapi justru aku menjadi penghalang mu, iya kan? "


Stive yang teramat mencintai Elghora tak bisa membentak atau tak Terima dengan semua keputusan apalagi perubahan menyeluruh dari dirinya,


Desah nya resah,


"Aku telah melakukan kesalahan terbesar El, aku membuat mu harus berbagi tempat dengan orang lain, walaupun yang ku mau hanya khusus untuk ku, tapi nyatanya ia yang baru datang mampu mengubah segalanya dan memasuki ruang diantara kita berdua El, "


ternyata sebuah kesalah pahaman terjadi disini, hingga Elghora Dezira langsung menyentuh kepala nya yang terasa pusing sesaat, ia merasa lelah, seolah dunia mempermainkan nya,


Ungkapnya,


"Stive, ku harap ini terakhir kalinya kita salah paham, okey, aku menatap lekat karena aku hanya janggal dan jengah dengan semua yang ku hadapi, belum lagi jika aku sampai ketemu Pria gila itu lagi, kau tau kan, adiknya Morvez, jadi apa aku ini, hidup ku sudah sangat kacau Stive, malah aku berpikir tidak lah pantas jika aku masih ada lekat dihati mu, dengan semua masalah yang membuatku terpojok harus menerimanya, "


Stive hanya mencoba mendengar penjelasan yang membikin hati nya gusar,


"Apa mereka semua menghancurkan mu El? sampai kau seperti menyerah di titik terendah seperti ini, "


"Entahlah rumit, "

__ADS_1


suasana berubah hening tanpa sahutan kembali diantara keduanya, apakah akan kembali bersama, atau justru akan berpisah demi keadaan kembali?


__ADS_2