
"Aku tak pernah berpikir jika aku menjalani hidup ini dengan menjalin hubungan bersama dua pria sekaligus, sepertinya aku sampai menjadi orang yang selalu mengalami titik tengah diantara kalian berdua, lalu setelah ini apa yang bisa ku perbuat, Stive El Zeidan, kau bahkan membuat ku gila setelah semua sikap manis mu yang tak akan mampu akau lupakan, "
berdiri melangkah dengan menarik selimut agar tubuhnya tak terekspos disana, lalu memberikan selimut baru kepada Lezif, tanpa memandangi nya, perlahan namun pasti, gejolak haus akan dirinya ingin bertemu dengan Stive seolah membuat nya bingung,
"Bagaimana aku bisa bertemu dengan mu lagi Stive? kau membuat ku Rindu, aku ingin bersama dengan mu kembali, terkadang kenapa hati ini begitu mudah berubah apalagi mudah goyah jika berurusan dengan mu Stive El Zeidan? "
derasnya air mengalir membuat tubuh Elghora Dezira merenung sesaat, pandangan nya semalam adalah wajah redup bayangan Stive,
"Tapi kenapa saat sadar bukan kau yang berada disisi ku Stive? kenapa? "
selesai itu dia mengenakan bathrobe dan mengambil pakaian ganti untuk memenangkan pikirannya, melihat Elghora keluar dari kamar Lezif dengan rambut basah tanpa dikeringkan sontak,
teman Lezif yang bangun pagi mengajaknya berbicara,
Lenza,
"Kau akan kedinginan jika rambut basah mu tak kau keringkan Elghora, "
melihat perhatian dari temannya membuat dirinya tersadar dengan setiap hal mengenai ucapan yang selalu terngiang ditelinga bahkan benak nya, saat ini tak mampu lepas dari bayangannya, melamun membuat Lenza mendekat sembari mencolek tangan Elghora Dezira,
"Kau baik-baik saja El, El apa kau mendengarkan ucapan ku barusan? "
sambil melambaikan jemari tangan diwajah nya, namun itu tak membuyarkan angan Elghora tentang Stive,
Ujarnya,
"Ya aku mendengar mu, aku akan baik, kau tenang saja, "
mengambil minuman lalu pergi keteras menenangkan pikiran sejenak, melihat ekspresi penuh penekanan itu Lenza sudah tau pasti telah terjadi sesuatu diantara hubungan temannya bersama sang istri, apalagi sempat sebulan lebih dia menghilang dari sisi Lezif Zoead,
pikir nya,
"Sepertinya jarak hubungan kedua nya sangatlah jauh, apa ini hanya firasatku?"
lalu beberapa menit kemudian datanglah Lezif Zoead dari atas turun menghampiri Lenza,
"Kau sudah bangun, tumben sepagi ini bisa sesegar ini, oh ya, Terima kasih sudah berada disamping ku menemani ku mencari Elghora, Lenza! "
balasnya,
"Tentu, kau tak perlu mempermasalahkan hal itu, sebab kau adalah teman ku, tapi ngomong-ngomong gimana kabar nya Blezen, apa kau tau Lezif? "
jawabnya ringan,
"hari ini kau juga bisa melihat nya, Lenza, barusan dia menghubungi ku dan akan berkunjung kemari, jadi kau bisa berbincang dengan nya kali ini! "
tukasnya,
"ini akan sangat menarik! "
menghampiri Elghora Zoead diteras, melihat punggung yang telah semalam membuat kehangatan membikin hati Lezif berdebar hebat saat hendak mendekati nya,
gumamnya,
__ADS_1
"kenapa jantung ku jadi tidak normal? padahal tadi baik-baik saja, sekarang seperti selesai habis lari saja, benar-benar membuat ku kacau,"
berpikir untuk memegang bahunya namun ia malah lebih memilih memeluk punggung Elghora dari belakang, gadis itu kaget saat Lezif berbisik pada telinganya,
"Apa kau baik-baik saja El?semalam, Terima kasih, kau sudah memberiku kesempatan untuk singgah dihatimu, dan kenapa kau berada disini?apa ada sesuatu yang kau pikir kan? "
membalasnya,
"Aku baik Lezif, emm, hanya mencari udara segar saja, tidak ada yang terpikir cuma-? "
"Apa El? "
"Sudahlah lagian aku jadi kelupaan mau lanjut bicara apa? "
"kenapa bisa seperti itu? "
disaat Elghora Zoead mengubah posisi berbalik menghadap Lezif ia terkejut melihat sesuatu dari pandangan nya,
"Pandangan ku teralihkan dengan seseorang yang kini berada dibelakang kita, lihatlah! "
serunya sambil menggerakkan kepala Elghora,
dilihat ternyata mereka datang,
Ucapan penuh kebahagiaan tersirat diwajah Lezif Zoead,
"Wah teman ku yang paling spesial datang kemari, akhirnya kita bisa berbincang sangat lama, bukan begitu, Blezen! "
"Tentu bagaimana kalau kita masuk saja?"
Lalu keduanya sudah masuk diruang tamu sedangkan Elghora Zoead dan Biyanka Barnia masih berada diteras duduk menikmati seduhan Teh yang sudah tersaji dimeja, sejak ada hari tanpa Elghora, Lezif telah menyiapkan pembantu yang sangat dipercaya, yaitu Bik Rulla,
disana ia tersenyum melihat ekspresi Elghora Zoead yang aneh,
"Kau itu abis kemasukan apa Elghora? "
wajahnya terkejut melihat perubahan Biyanka Barnia,
"Kau yakin keadaan mu baik saat ini, "
jelasnya pada Elghora,
"Kau itu yang gila,
(mendekati wajah Elghora sambil berbisik, )
bisa berhubungan dengan dua pria sekaligus, rumit, segalanya yang ada dalam kehidupan mu memang ku akui, sulit ditebak, tapi melihat mu baik, maka aku pun tenang El, maaf untuk sebelumnya! "
senyum Elghora Zoead,
"Manis, "
"Apa katamu? "
__ADS_1
"Sepertinya kau lebih manis dari sebelumnya, mungkin itu yang membuatnya mengikat mu dengan sungguh-sungguh, "
"Dasar kau! "
"aku tidak bercanda Biyanka, kau lebih menarik kalau sekarang, "
"jadi menurut mu dulu aku tidak menarik seperti itu, "
percakapan serius berlanjut menegangkan,
"Kau tau tentang nya, jadi sepertinya sebelum ini kita pernah bertemu kan di Cafe Taman waktu itu, walaupun sudah beberapa hari yang lalu, "
"Kau bahkan sampai lupa kapan kita bertemu, bukannya baru kemarin hah, dasar otak mu itu hanya ada sikopat gila itu, Berhati-hatilah terhadap nya, okey, aku mengatakan karena bukan main dia menakutkan nya El, "
"Hahh, entahlah Biyanka, aku tidak bisa berpikir lagi mengenai kehidupan ku ini Biyanka, seolah semua seperti panggung pertunjukan yang sengaja dimainkan dan diperankan sendiri olehnya, "
"bahkan jika aku jadi kau, pasti langsung mendadak kena serangan jantung, sebab, kau pun sekarang sudah hampir ke tahap memasuki proses gila karena cinta mu pada nya, "
"Semua ini membingungkan ku Biyanka Barnia, aku melewati jalan buntu saat ini, "
"fase tersulit dalam kehidupan yang tengah kau alami, ku harap lancar sejak kedepannya El untuk awal baru mulai hari ini, walaupun sepertinya percuma, "
"Maksud mu apa Biyanka? "
"Kau kan bisa berpikir sendiri mengenai sikap dan sifat pria tajam yang melebihi sayatan pisau itu, "
sambung Lenza,
"Wah dua wanita sedang asyik mengobrol soal pria dibelakang pasangannya, "
jawab sinis Biyanka,
"Emang apa urusannya sama lo? udah tau juga, kenapa?lagi ngomongin pria lo yang berkedok sama malah menghampiri kami gak jelas banget! "
Elghora Zoead tersenyum manis dihadapan keduanya,
Ucap Biyanka Barnia,
"Kau bisa senyum, seandainya aku berada dihidup mu dengan posisi cowok tipikal seperti ini, bahkan senyum pun luntur tak mungkin bisa kembali, "
"Yah walaupun begitu bukannya terasa lebih menyenangkan, Biyanka Barnia! "
"iya juga sih, "
tanya Lenza yang sedari tadi tidak paham alur percakapan keduanya,
"Sebenarnya sedari tadi kalian berdua ini sedang membahas apa sih? "
kesal Biyanka Barnia,
"Dasar gak nyambung, "
Elghora Zoead hanya tersenyum melihat respon Biyanka pada Lenza teman yang sejak tadi malam menginap dikediaman Lezif.
__ADS_1