
Keesokan harinya Elghora Dezira dan Stive El Zeidan melakukan aktivitas pagi bersama, serapan, begitu juga dengan hal lainnya, didapur tak sengaja ia melihat beberapa stok barang sudah habis, sehingga akhirnya keduanya berencana untuk berbelanja, setidaknya bisa menikmati waktu bersama berduaan,
ehem, ehem, yang lagi asmara menjulang, heheheh,
Ketika mereka sudah selesai memasuki tempat itu, berjalan menyusuri dimana letak dari barang kebutuhan yang seharusnya dimasukkan ke troli, sedangkan tanpa disengaja pandangan Stive yang mengarah pada wajah manis Elghora membuat Troli dengan berisi setengah barang pun menabrak tubuh seseorang,
Sialnya yang ditabrak bukan nya marah, melainkan senyam-senyum sendiri,
Celoteh ringan Stive,
"Ni akik kesambet apa barusan? bukannya marah udah ditabrak secara tak disengaja, malahan tu alis kenapa gerak keatas ke bawah, wahh, ada yang gak beres! "
sahut Elghora Dezira tepat disamping nya,
"Jelas lah gak jelas, la dianya ketemu sama musuh bebuyutan nya coba, pengen gue bogem aja sama ni tangan gue yang tiba-tiba gatel liat tu wajah akik Karam gila disini, "
melihat respon sang istri emosional dirinya membatin,
"Apa aku ketinggalan sesuatu yah? "
tanya sang akik tua,
"Neng, Neng kok tambah makin manis aja, apa sih neng rahasia nya? biar cewek abang nanti tak kasih tau rahasia nya neng cantik, oke! "
Suara keras meninggi Elghora Dezira membuyarkan satu tempat itu hingga membuat beberapa dari mereka menoleh kearahnya,
"Yah akik liat umur apa? cewek mana lagi yang diembat hah, pengen gue tampol apa sama ni sendal, gatel ni kaki pengen ambil sendal langsung ke muka lo, dasar juga, anak lo mana? "
Stive sangat terkejut,
"Tadi dia marah-marah gak jelas, sekarang malah nanya anak nya gimana sih ini situasi? kok runyam, "
memandang wajah Elghora Dezira tanpa berkedip karena kaget bukan main, sebab ini kali pertama ia bertemu pembicaraan lepas dari kata seorang wanita yang dia amat sayangi, bisa dibilang percakapan ini bebas dari lingkungan bahwa dirinya adalah seorang ketua besar,
jawab asal Karam akik keriput tapi doyan omong itu,
"Ooo, Anak abang tadi ku titip kan ma tetangga, biasalah neng, kan lagi pacaran kok bawa anak, kan jadi gak seru! "
Tepok jidat saat Biyanka Barnia juga ikutan belanja ditempat yang sama pula,
"Astaga ketemu akik gila ini lagi, wah, sesungutan itu pastinya Elghora, "
sahut Blezen,
"Kenapa begitu? emang ada hubungan apa dia sama Elghora? "
belum juga di balas tiba-tiba keributan memuncak saat Stive El Zeidan menghentikan pemberontakan Elghora Dezira yang nampak ingin menghajar habis tu akik tua,
Omelnya,
"Gue bunuh lu, gue cincang kek acar lobak biar tau rasa, tu muka gue lap sekalian biar sadar, tu anak lo ngapain lo titipin ke tetangga? dari pada ngurusin cewek gak jelas mending pulang urus anak lo, dasar sialan, akik tua kriput ngeselin orang jika ketemu, "
melihat aksi brutal itu Lezif Zoead yang belanjan disana pula ikutan tercengang,
Ujarnya,
"Kok Elghora bisa berubah seperti itu? "
Limoran tersenyum saat bersama nya,
terangnya,
__ADS_1
"Sebenarnya sejak awal aku kenal Elghora berasal juga dari akik gila itu, malah bisa dibilang dia itu titik emosi Elghora yang selalu tiba-tiba naik secara drastis, pasalnya dia ngeselin kalau ketemu Elghora, makanya tu sekarang kau juga bisa lihat gimana reaksi srmapangan nya yang pengen ngejambak tu kepala akik dan mungkin sekalian membogem tu wajah, "
Lezif mala semakin bingung,
"Hah, alasannya apa coba? "
Limoran yang tersenyum karena kejengahan Lezif pun menjelaskan,
"Sebab tu akik Karam lebih memilih menggoda cewek gak jelas dari pada mengurus anak nya, begitu kak Lezif, makanya Elghora sampai marah jika bertemu kembali dengan orang itu, "
beberapa dari pembeli disana sampai keheranan akan sikap dari keramaian yang disebabkan oleh Elghora Dezira dan akik Karam, sedangkan Stive El Zeidan sampai tak berkutik ditempat yang masih mencegah Elghora agar tidak kembali berubah seperti sebelumnya,
Batin Stive,
"Pengen dibabat apa ni akik? udah tua masih saja cari masalah, lebih parahnya, istri ku yang jadi terpancing karena ulah jaim si akik keriput gila ini, "
Limoran yang hendak menghampiri pun diikuti oleh Lezif Zoead, begitu juga dengan Biyanka Barnia dan Blezen, namun ketika dirinya hendak akan menghampiri sepertinya ia tengah merasakan sesuatu dipunggung nya,
"Auu astaga punggung ku kenapa terasa sakit sih? "
Blezen tau akan penyebab rasa sakit itu pun diam tanpa berceloteh, melihat reaksi diamnya seorang suami yang begitu dikenal Biyanka sontak ia pun geleng-geleng kepala,
"Ohhh iya, gitu toh, pantes biang ulah diem mulu dari tadi, pasalnya si pelaku gak mau masuk penjara kan? "
mendengar hal aneh dari bibir Biyanka membuat Blezen melotot kaget menatapnya,
"Yah, apakah ada suami sampai masuk penjara gara-gara begituan, lagian kan wajar nambah jatah, masak sampai masuk penjara, kok jadi gak normal aja yang dibahas, "
langkah kaki terhenti saat perdebatan itu beralih ke arah Biyanka Barnia dan Blezen,
Biyanka tak Terima,
mendengar penjelasan itu Stive El Zeidan malah kedipin mata tercengang keheranan,
Ungkap nya,
"Sepertinya yang buat istri ku kesambet barusan sekarang nempel ke Biyanka, "
melihat sang suami heran Elghora Dezira pun bertanya,
"Bagaimana kau bisa menyimpulkan seperti itu Stive? "
ralatnya,
"Lagian yang dibahas hampir sama, mau gue tempol atau bogeman, pas dan mirip seperti mu tadi, "
tanya Akik tua pada Elghora,
"Neng bukannya tu temen Neng? "
jawab Elghora biasa,
"Ya kenapa? "
sahutnya lagi,
"Kok bisa jadi ganas gitu pengen patok orang lagi "
kesal Elghora mulai bertahap,
"Lo pikir temen gue ular apa sampai matok orang? lagian jika iya gue pengennya lo orang pertama yang dipatok biar cepetan kelar, gak bikin gue pusing mulu, tau ah, "
__ADS_1
tanya nya balik,
"Neng? "
dibuat menghela nafas berat,
"Apa lagi akik? "
"Gak dicegah tu temennya, masak Iyah diliatin mulu, kan kasian, "
menatap tajam kearah Akik tua itu,
"Lo liat responnya gak, liat gak siapa yang terpojok? pria jika udah diketahui kelemahan nya sama cewek,akibat kesalahannya, maka seumur hidup akan diingat, apalagi berulah mati hitungan menit pun bisa, racun wanita lebih berbahaya dari pada yang kau kira akik tua, "
mendengar penjelasan dari Elghora Dezira Stive El Zeidan membuat menelan saliva nya sendiri, sebab sebagian dari kata penjelasan tersebut sedikit mengarahkan kepada dirinya,sedangkan Limoran yang menatap lekat perubahan situasi membikin semua dibuat heboh,
akhirnya Biyanka Barnia yang hendak melakukan sesuatu kepada Blezen akibat ucapannya yang salah seketika Lezif Zoead berada dipihak Blezen menengahi, sedangkan Limoran mencekal tubuh Biyanka Barnia yang tersulut emosi tiba-tiba,
pikir Stive El Zeidan,
"hemmm, ini hari bisa belanja bersama ditempat yang sama, bertemu tanpa sengaja, sekarang berdebat secara tidak sengaja, dan kini pertengkaran yang semakin membludak, tadi Elghora, sekarang Biyanka, astaga, ni tempat ada apanya sih kok nempol bikin masalah ****saja****? "
seharian ini ada saja yang terjadi, bikin heboh ditempat yang beruntun, namun akik tua lagi-lagi bikin Stive geleng-geleng kepala,
"Neng, bukannya yang misahin tu Neng Biyanka bukannya Nona itu bidadari di kereta ya? seingat ku Iyah deh, masak yah abang salah tafsir sih, "
Ujar Elghora Dezira jahil kepadanya,
"Enggak tu kik, salah orang, lagian gak pakek kaca mata, jadi hasilnya minus kan,bukannya daya ingat akik delapan watt ya, kok bisa ngeblank, ngilang kemana tu dua watt nya? "
timpal seru juga akik tua pada Neng Elghora,
"Gak tau tu Neng, emang sih biasanya sekitar sepuluh watt penuh, mungkin karena ada Neng kali jadi ngegas nya nancep ke neng lapan watt dan tinggal sisa dua di abang, emang Neng itu paling utama lo buat abang, "
Stive El Zeidan tersulut tak Terima karena celoteh Akik reseh gak main-main itu,
"Pengen banget dilak ban ya,disolatip juga gak guna, diapain sekarang akik yang gak tau etika ini, mau gue soto hah? "
jawab ngeselin Akik,
"Oalah akang bisa toh buat soto, kok gak bilang, kan abang bisa langsung otw main ngicip rasa soto ala kadarnya, emmm pasti nikmat, ya gak neng? "
desah Elghora,
"Yang capek gue, lanjutin aja, ni bibir gue kalau gatel bahaya lo, "
mendengar hal itu Akik jadi ikutan mencela nya,
"Emang bibir Neng kena apa sampai gatel? kasih obat aja Neng, jika perlu yang paling mujarab "
sahut Elghora Dezira,
"Obat yang mujarab buat bibir gue ya suami gue lah, tu bibir kalau udah nempel, emmm, rasanya hitam manis pahit anget jadi satu, "
sontak Akik pun kepikiran,
"Kopi dong Neng, "
kesal Elghora,
"Udah tau kenapa nanyak, hah? "
__ADS_1