
Seminggu sejak perawatan yang dilakukan oleh Elghora Dezira ternyata berhasil membuat sosok pria yang bernama Stive El Zeidan kembali pulih,sehingga kini keduanya menjalin hubungan bersama bakal sebagaimana pasangan suami istri, kebahagiaan keduanya sangat terpancar jelas terlihat dari pesona wajah berbinar pria dan wanita yang saling beradu pandang di hadapan terik mentari menghangatkan ini,
Ucap Stive lembut,
"Morning sayang, kau sangat cantik, dan Terima kasih atas semua perhatian juga kasih sayang mu pada ku, aku bahkan tak menyangka jika bisa berada di titik paling aku harapkan ini, bisa bersama dengan mu, "
Elghora Dezira tersenyum akan sikap lembut Stive El Zeidan dengan merangkul pinggang ramping menarik milik wanita nya, membikin sang empu terkekeh geli,
"Kau itu, ini geli Stive hentikan! tapi tumben kau bangun sepagi ini, ada apa? apa hal dari semua kejadian itu masih mengganggu mu, emm? "
memang Stive sendiri tidak bisa mengelak nya, karena itu adalah hal yang paling membikin dirinya selalu khawatir setiap saat,
"Ya, itu benar El, aku bahkan tak ingin melepaskan mu sekarang! aku masih sangat merindukan sosok Elghora Dezira ku,dan bagaimana kau bisa tau kalau aku masih hidup El? "
sambil menatap heran juga penasaran,
senyum gemulai manis tersirat menentu kala ini,
"Mulai hari ini jangan pernah remehkan seorang wanita, sebab dibalik diamnya, ketenangan nya, sesantai apapun dia, dan sejauh apa ia berusaha tak pernah dihargai, maka jangan pernah berpikir ia akan bisa kembali memahami mu,karena rasa lelah yang seolah menghantui akan menghancurkan hubungan yang terjadi, Stive El Zeidan,ini adalah terakhir kalinya,jika ada lain waktu maka,kita tak akan bisa bersama seperti ini lagi, emm, ku harap kau mengerti sayang! "
bagai peringatan yang ditujukan kepada Stive El Zeidan ia semakin memeluk erat tubuh Elghora Dezira yang kini melekat kepada nya, disisi lain hubungan ini semakin terarah kedepan hingga pada akhirnya pengawal setia Zeman Zeridhan memberikan informasi penting kepada nya, bahwa sang Mommy dan Daddy nya sudah bersama kembali dan hubungan keduanya pun membaik,
Batinnya,
"Seperti inilah yang ku ingin dari keduanya, setidaknya kini keluarga ku kembali utuh, berani sekali lagi ada yang menggali lubang, maka jangan harap mereka bisa hidup bebas diluar sana, "
sedang pengawal yang menyampaikan pesan tadi melihat respon dari Tuan nya yang tersenyum menyungging membikin bulu kuduk nya seketika berdiri,
Benaknya,
"Apa gue salah ngomong yah? perasaan tadi informasi yang kusampaikan normal-normal saja, kenapa sekarang jadi seperti di Kutub Utara, hemmm, dinginnya merinding banget, "
Sedangkan dikediaman Zeidan Stiya kembali berulah karena Anggelika Reslium,
"Napa lo kemari? cari abang gue? dia dah nikah, mau apa lagi lo kemari hah? "
Balas nya liar,
"Nyariin lo lah, kan lo juga udah tau kalau Stive udah nikah, jadi sekarang giliran lo yang harus gue dapetin,Stiya El Zeidan, "
__ADS_1
Stizo pun geleng-geleng kepala namun,
"Gue setuju banget kalau hal itu, kalian kan cocok, botol sama tutup nya kan oke lah pas banget, "
gumamnya dari kejauhan yang tak terdengar oleh Anggelika namun bisa didengar sang adiknya Stiya,
lalu tidak Terima dengan hal itu Stiya pun kolot main oper ke yang lain,
"Enak aja lo ngomong, tu sama abang gue yang satunya,masih nganggur tu, gi gaet aja langsung, "
"Bruzzz, "
Stizo yang minum sampai menyemburkan minumannya ke sembarang arah,
Gerutunya,
"Astaga apa bener tu emang saudara kandung gue? kok ngeri juga denger dari mulut gila nya itu, "
Sahut Anggelika tak Terima dengan Stiya,
"Gue gak peduli, pikiran gue sekarang hanya lo, cuma lo, tetap lo dan sampai akhir harus lo jadi pasangan hidup gue, titik gak pakek koma, "
"Dinikahin aja biar kelar, beres to! "
mendengar dukungan dari sang abang Anggelika Reslium semakin bersemangat menempel pada bahu Stiya,
"Liat tu, gue dapat dukungan seratus persen dari abang lo tu, sekarang bagaimana kalau kita langsung otw nikah aja? yah Stiya, ayo lah ia, emm, "
memasang wajah penuh harap,
melihat tingkah sang abang sekaligus manja nya Anggelika membikin Stiya pusing kepala,
"Hahh, ogah, yanga nikah gue bukan abang jadi yang buat keputusan ya cuma gue aja, ngerti, "
sambil mengehempaskan tangan yang menempel tersebut dengan keras,
Hingga Anggelika Reslium pun cemberut ditempat karena tepisan tangan cukup kasar dari Stiya, melihat hal itu dirinya tak tega dan langsung meminta maaf kepada nya,
"Maaf deh soal tepisan tangan kasar gue barusan, jangan sedih, oke, "
__ADS_1
mendengar kalimat begitu menenangkan sang hati akhirnya tanpa pikir panjang Anggelika Reslium langsung memeluk tubuh Stiya El Zeidan dengan sangat erat,
"Makasih Stiya aku menyanyangimu, "
balasnya singkat,
"Setelah ini siapa lagi yang kau sayangi?"
aneh dengan jawaban Stiya,
"Kok gitu, "
Ujar nya pelan,
"Lagian bukannya sejak awal target lo adalah kak Stive, kenapa sekarang jadi gue sih? "
jelas Anggelika kepada nya yang membikin Stizo melotot kan matanya,
"Sebenarnya sejak awal aku mendekati kak Stive hanya untuk membuat nya memberikan izin agar bisa bersama mu, namun pada dasarnya abang Stive juga jarang merespon juga pelit bicara jadi secara tidak langsung aku mengganggu nya, begitu, semua karena hanya ingin menjalin hubungan dengan mu, kalau ayah sih pengennya aku dekat dan mendapatkan hati Stive, tapi karena aku mendapatkan kesempatan dalam kesempitan jadi aku gunakan saja dengan baik, "
sambil menggerakkan kedua alisnya,
Stiya dan Stizo dibuat melongo keheranan oleh niat akan beruntun dari sang pelaku utama mengesankan dalam seumur hidup nya,
Ungkap Stizo,
"Waow usaha yang membawakan hasil ternyata, heheh, jadi tersingkap saja dibalik pengganggu wanita di perusahaan Hjb sebelumnya yang dibawah oleh pemegang Stive El Zeidan,
Dan kini perusahaan itu tengelam hanya tinggal sebuah nama dimasa lalu, di suasana yang mendukung kali ini Blezen langsung menargetkan ancangan yang membuat Biyanka Barnia mematung sesaat,
"Sayang, pengen tiga anak, oke, biar mansion besar ini rame dengan semua anak-anak kita, pasti seru! "
Sahutnya,
"Otak lo pindah ya yang, kok banyak amet pengen nya, satu aja lah, ini aja belom jadi juga, udah nambah mulu, ni yang bingung gue kali, lo enakan cuma kerja la giliran yang kerepotan dirumah ini gue kan,emang bisa atur lo waktu dibagi dua dengan rumah hah, enak aja tinggal main ngomong, anjir, nyusahin orang aja, ya walaupun banyak anak sih mantep lah, heheheh, "
langsung saja tanpa pikir panjang Biyanka Barnia yang tadinya selesai mandi pun mendapatkan babatan abis dari sang pelaku pria, aksi ini membikin Sang empu melotot jengah pagi-pagi udah main trobos jalan, padahal semalam jatah sebulan udah diembat dalam semalam,
Batin gila Biyanka,
__ADS_1
"Astaga entar gimana gue jalannya coba kalau main double kuota saja, "