
Menyusuri di setiap tempat bahkan ruangan diVila menjadi hal pertama demi menemukan Biyanka Barnia, baru saja ditinggal sebentar ia bisa lepas begitu mudah dari nya,
Gumamnya,
"Mencoba kabur dariku, lihatlah apa hukuman terbesar yang akan menjadi masalah terberat seumur hidup mu, Biyanka Barnia! "
tepat diruangan pengawas ia menemukan gadis itu menyelinap keluar dari gerbang utama,
Batinnya,
"Nikmati saja kebebasan mu untuk sementara! setelah beberapa jam, kau akan ku buat mendesah Biyanka, yah jika tidak seperti ini, pasti tak akan menarik untuk bermain dengan mu, gadis pintar, "
Diluar, Tepat disebuah pemberhentian bus, ia memandang kosong ke langit sambil bergumam,
"Setelah ini aku harus kemana? tujuan pun tak punya, hah hidup ku memang begitu berat,menyebalkan, "
tanpa pikir lagi dia kembali berdiri melangkah tanpa tujuan, setidaknya tidak bersama pria gila itu hidup sudah berasa bernafas lega walaupun untuk sementara, dia tau kalau tak akan mampu lepas dari jerat seorang Blezen, namun secara tidak sengaja disebuah cafe dia melihat Elghora sehingga langsung saja ia bergegas untuk menjumpainya,
Tapi ketika dirinya sudah dekat ia melihat seorang pria duduk tepat di hadapan nya,
pikir Biyanka,
"Jangan bilang kalau dia adalah sepupu Lezif yang tinggal seatap dengan nya, seperti yang waktu itu ku dengar dari perbincangan keduanya saat ditelfon, sekarang bagaimana ya? haruskah aku menghampiri nya? tunggu, lihat waktu tepat saja untuk kesana, "
Disaat pria itu pergi meninggalkan Elghora entah kenapa tadinya ia ingin langsung menemui Elghora dimeja Cafe tersebut, namun diurungkan sebab ada hal yang dikira Biyanka aneh dengan sepupu itu,
Tepat dibelakang Cafe Biyanka Barnia mengintai nya dan tidak diduga ia menutup mulutnya tak percaya dengan semua yang terlihat oleh nya,
Batinnya,
"Elghora berhati-hatilah dengan nya, dia bukan sepupu dari suami mu, melainkan Stive El Zeidan, aku tidak menyangka tindakannya kali ini tak akan pernah terbayang kan oleh Lezif Zoead, seandainya dirinya tau kebenarannya, maka sudah pasti tak akan membiarkan mereka berdua bersama dalam Vila tanpa penjagaan khusus itu, Elghora bagaimana dengan nasib mu? kini aku lebih bodoh bisa menyukai pria psikopat seperti Stive El Zeidan itu, "
Disaat waktu dirinya untuk membebaskan dari topeng sialan, tanpa diduga olehnya bahwa kedok permainan penyamarannya telah diketahui oleh Biyanka Barnia, tapi seperti nya hal itu disengaja sebab ia ingin tau apa yang akan dilakukan gadis gila setelah bisa dengan mudah terbebas dari jeruji besi,
Pikir nya,
"Apa yang akan kau lakukan, Biyanka Barnia? apa kau akan memberitahukan kepada Elghora? lakukanlah jika kau bisa! "
__ADS_1
"Brakk, "
Tubuh Biyanka menabrak sesuatu sehingga Leezin Hoezon menoleh dengan tatapan tajam, seketika bulu kuduk tubuh nya berdiri, berlari tanpa menghampiri Elghora sebab ketakutan luar biasa menyerang batinnya, hingga nafas yang tersengal-sengal tak begitu ia rasakan dan kini ia berakhir di depan pintu gerbang Vila Blezen,
Melihat kamera pengawas yang sedari tadi tanpa dia beranjak dari sana, ia menyaksikan bagaimana rasa takut Biyanka Barnia membuat tubuh itu bergetar hebat,sampai dalam benak Blezen berpikir ada yang menyebabkan ketakutan nya hingga kecemasan sampai seluruh tubuhnya bergetar hebat, di saksikan ia berlari masuk kamar Blezen naik keatas ranjang sambil menutupi seluruh tubuh Biyanka Barnia dengan selimut tebal,
sontak hal itu langsung membawa nya pergi menuju dirinya, membuka pintu perlahan lalu membaringkan tepat disisi Biyanka sembari memeluk erat tubuh bergetar hebat itu,
Tanya nya,
"Apa kau baik-baik saja, Biyanka? "
melihat reaksi yang tak pernah dibayangkan membuat Blezen mengurungkan niatnya untuk bersenang-senang dengan Biyanka Barnia, sebab kondisinya akan memburuk jika sampai dia melakukan tindakan yang bisa mempengaruhi dirinya,
jawab Biyanka,
"Aku baik-baik saja,Blezen, "
dia tidak berani mengatakan kebenaran kalau disaat dirinya ketahuan oleh kedua mata Stive El Zeidan dia sempat bergumam pada bibir nya dengan ancaman,
"Aku akan membunuhmu, Biyanka! "
*********
Diluar kunjungan itu berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala, tapi tiba-tiba saja Lezif Zoead menjatuhkan sebuah gelas berada dalam genggaman nya,
Batinnya yang ragu akan hal ini,
"Astaga, kuharap ini bukan pertanda buruk bagiku, "
*********
Tepat kepulangan mereka dari Cafe Elghora langsung kembali ke kamar tanpa bicara apapun kepada nya, disana ia langsung merapikan diri untuk beristirahat malam, sudah saatnya tidur diwaktu jam lelapnya, namun beda kali ini pada Elghora, rasa kantuk berat seolah membikin ia tak mampu merasakan gerakan kelihaian jemari seseorang memasuki piyama yang dikenakan Elghora,
merasakan sentuhan gila di sekujur tubuhnya tanpa bisa melawan dia hanya mampu memandang raut buram namun begitu familiar, sebelum ini Elghora telah meminum minuman yang telah dimasukan sebuah obat untuk nya dengan habis tanpa sisa,
lalu sekarang pengaruhnya sangat berkhasiat membuat Elghora berubah ingin sebuah sentuhan bahkan nyaris pikiran nya kacau tak bisa diartikan,
__ADS_1
desahnya,
"Stive... hemmm.... ahhh... "
seluruh tubuh mengeliat saat ciuman itu nyaris tak menyisahkan tempat untuk dibiarkan begitu saja, dengan sengaja Leezin tak meninggalkan satu bekas kissmark sama sekali, sebab dirinya tau itu akan membuat Elghora dalam masalah yang lebih runyam,
*******
Perasaan memburu takut serta gejolak luar biasa berbenturan antara ingin kembali dan masih berada didalam kunjungan, Lezif Zoead nampak ketakutan serta khawatir akan keadaan sang istri tanpa sekali pun membalas pesannya,
*********
Siapa yang mampu mencegah kejadian fatal ini? sedang sang suami berada dalam tempat terjauh hingga kini Leezin telah menghancurkan penghalang terkuat milik Elghora,
Gumamnya sembari merasakan nikmatnya bermain atas ketidak sadaran nya,
"Akan ku tanamkan benih ku pada rahim mu,Elghora, "
segalanya hancur dengan ketidak sadaran Elghora,
Keesokan pagi nya mata yang terbuka berat dengan mengusapnya pada punggung tangan membikin ia tercekat, seseorang memeluk dirinya tepat diatas ranjang miliknya, namun orang itu bukanlah Lezif Zoead sang suami melainkan,
"Apa yang kau lakukan disini Leezin? "
mencoba berdiri dan pergi dari nya tetapi dia merasakan sesuatu yang basah dibawah sana,
"Apa yang terjadi? "
Leezin tersenyum puas sudah mendapatkan apa yang dia inginkan selama bertahun-tahun dirinya menyukai sosok wanita yang bernama Elghora Dezira,
walaupun kini dia berstatus sebagai istri dari seseorang, tapi ia yang lebih dulu mendapatkan mahkota kebanggaan dari seorang putri Dezira,semua seolah begitu kalut dalam kehidupan nya, kebingungan meruak keras sehingga wajah itu tiba-tiba menjadi pucat dan jatuh pingsan tepat di hadapan Leezin Hoezon,
membenarkan tubuhnya sambil membersihkan dirinya,
Ucap nya membelai pucuk kepala Elghora Dezira,
"Aku akan menunggu janin ini El, aku benar-benar sudah tidak sabar menunggu nya! "
__ADS_1
Cintanya membuat ia lupa hal paling istimewa saat bersama dengan Elghora Dezira, sampai hal paling dibenci pun harus dijadikan nya sebagai kelemahan wanita pujaan hati Leezin, kini semua akan memperumit kehidupan istri dari Keluarga Zoead tersebut.