Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Kabur


__ADS_3

Sedangkan sosok yang sedari tadi sembunyi di dalam ruangan berusaha mengganti pakaian nya dengan kemeja milik Vizhen Devizher, sebab disana ia tak mendapati pakaian yang ia bisa kenakan untuk saat ini,


Gumamnya,


"Aku bahkan harus mandi lagi dan membersihkan diri karena pria bernama Vizhen Devizher itu, "


sebelum itu Vizhen Devizher kembali melangkah melanjutkan pekerjaan yang seharusnya dilakukannya, sedangkan dalam sudut lain tatapan mata Morvez Morvize sekarang nampak tertuju kepada pintu kamar Elghora Dezira yang sebenarnya adalah kamar kedua milik Vizhen Devizher,


mencoba memasuki kamar itu sesaat pikiran Morvez terpalingkan karena pakaian yang dikenakan oleh Elghora,


Ujarnya,


"Apa yang akan kau lakukan El? mencoba menggoda ku hah, "


kesalnya,


"Lo tu main masuk pasang dua tanduk emang mau jadi banteng apa pagi-pagi bikin ribut aja? capek gue, kalau karena pakaian ku maka jangan salahkan aku, sebab tak ada baju ganti disini, oke, Morvez, "


lalu dia keluar pintu namun kembali masuk kamar lagi, melihat tingkah kocak itu justru Elghora Dezira melotot kebingungan dengan semua argumen dikepala nya,


"Ngidam sesuatu atau mau lahiran? keluar masuk gak jelas bingung juga gak pegangan makanya kalau mikir tu yang benar, masak ya adik sama kakak miring nya kebangetan, "


bertanya,


"Aku bisa bantu buat kau keluar dari sangkar gila yang pada akhirnya akan membunuhmu ini Elghora? "


desah nya yang kesal,


"Walaupun sudah terlanjur dibunuh,tapi mencoba peruntungan untuk kabur jika bisa kenapa tidak? "


Morvez menarik tubuh Elghora melihat sekitarnya apa ada yang celaka,


"Mana? dimana dia membunuh mu Elghora? "


mengambil ancang-ancang dengan meletakkan tangannya,


"Ni jidat gue, napa lo bikin gue muter-muter sih pusing kali ni kepala orang bukan kelapa sawit, dasar! "


Usulnya,


"Begini_"


setelah menceritakan panjang kali lebar Elghora Dezira terkekeh dihadapan Morvez Morvize, bagaimana tidak, dirinya sudah memprediksi bahwa akan ada dimana segalanya terungkap dengan pasti, dikarenakan lawan mainnya kali ini adalah juara nya tipu muslihat dengan mudah memecahkan rekor bersama semua kelompok besarnya,


Sarannya,


"Jika itu rencana nya, gue gak bisa, entar yang kena hukuman siapa? gue kan, terus siapa yang diprediksi mati? gue lagi kan, bukan lo, jika cara yang kau pakai aja semudah tebakannya, gimana nasib gue?lo enak an la aku, sakit ni punggung belum kelar, entar malah ditambah lagi, Ogah, "


tanya nya yang tak tau pasti,


"Emang dia apain kamu sampai sakit seperti itu El? apa dia cambuk punggung mu itu El, benarkah? "


heran dengan jalan pikiran nya, kini kedua mata itu jengah pada pria yang sedari tadi berdiri didepan nya,

__ADS_1


"Yang nerka siapa? yang bilang siapa? yang ngeyakinin hati juga siapa? sejak kapan gue ngomong kek gitu coba? "


jelasnya,


"Lalu punggung mu kenapa kalau begitu? "


singkatnya karena malas,


"Kebentur tembok dekat kamar mandi, napa perhatian amet, suka ya ma gue? "


langsung tepok jidat,


"Tu otak dapet sembelit dari mana? "


jahil jawabnya,


"Dari lo, mana ada otak sembelit, astaga kelar juga pagi-pagi dapat plus-plus ditambah minus juga ada, lengkap sudah jiwa batin gue pengen meronta-ronta, "


**********


Dikantor Zeman Zeridhan masih menatap pada sebuah ujung pulpen yang ia pegang, berpikir dengan jernih mengenai keadaan keluarga nya yang hancur karena ulah pihak lain membuat heran hati Zeman, seolah masalah tak kunjung mereda,malah semakin bertambah runyam dan sengit,


memikirkan sang Daddy yang selalu gundah dengan tatapan kosong tanpa keberadaan sang Mom, membuat penyesalan tersendiri bagi putra nya, karena bukannya membantu tapi justru kalau dia ikut turun tangan langsung maka, akan ada hal fatal terjadi jika musuh adalah penguasa kekuatan sekaligus menjadi pemilik baru dari kekuasaan sang Mom,


Zeman bingung, apa keadaan ini akan membuat semua hancur tanpa sisa, atau pada dasarnya memang keluarga yang selama ini ia ingin satukan memang terlampau sulit untuk dihadapi secara terbuka dan tersembunyi, segala hal sudah dilakukan, tapi benteng pertahanan dari musuh lawan kali ini nyaris membikin Zeman mengeluh luar biasa,


********


Dalam acara rapat khusus tak terduga di sebuah ruang pertemuan VVIP terdapat Blezen dan Lezif Zoead yang sedang membangun kekuatan baru dengan bantuan seseorang, dan ternyata seseorang yang ditunggu diruang VVIP tersebut adalah Vizhen Devizher bersama kedua sahabat nya yaitu, Mozhe dan Sinhe,


bahwa seseorang mengatakan dengan jelas kalau Elghora Dezira menghilang didalam pantauan nya, Blezen dan Lezif nampak saling berpaut menatap apakah yang didengar memang nyata atau hanya salah mendengar nya, tapi ketika pria yang bernama Vizhen Devizher itu keluar dengan langkah kaki tegas nya,


membuat Sinhe yang berjalan paling akhir berkata,


"Ku harap dia bisa bebas dan lepas dari cengkraman nya, Elghora Dezira semoga kau selamat, tapi siapa yang membantu mu keluar dari sangkar itu? "


ternyata kedua orang yang mendengarkan penjelasan tersebut berdiam diri seperti patung pahatan profesional,


Ucap Mozhe,


"Yah ampun, kok bisa-bisa nya lomba patung dadakan kek gini, apa karena mendapatkan kontrak kerja resmi jadi mereka mengekspresikan diri seperti itu, Sinhe? "


sahut Sinhe,


"Entah mana tau aku, lagian apapun yang mereka lakukan juga terserah kan, kebebasan itu sih perlu diapresiasi kan, "


kata Mozhe,


"Jadi itu bentuk apresiasi nya, kok gak jelas amet, "


celetuk Sinhe,


"Jelaslah kan ketularan sama lo, maka nya hasilnya jadi kek gitu, wajar kan, menurut ku sih, "

__ADS_1


emosi Mozhe,


"Lo ngatain aku ini maksudnya? "


sahut seseorang yang mencekam suasana,


"Mau sampai kapan main drama kolosal gak jelas, hah? "


langsung pergi berlari menghampiri Vizhen Devizher,ia sudah tidak sabar untuk menangkap kekasih hati sekaligus adik tercintanya yang saat ini sedang bermain petak umpet dari nya, tepat di dalam mobil Sinhe dan Mozhe nyaris menatap tajam bahkan menengak saliva nya disaat yang bersamaan,


sorot mata membunuh lawan telah di tampakkan dihadapan keduanya,


Ucap nya,


"Kabur lah sejauh yang kau bisa, setelah tertangkap untuk kedua kalinya, aku akan membuatmu sadar mengenai konsekuensi gegabah mu yang hanya membikin aku semakin menginginkan lebih dan sangat, lihatlah nanti Elghora Dezira, "


***********


Disebuah mobil yang melaju kencang Elghora Dezira berkata,


"Lo beneran udah gila, bawa gue sampai segini nya, liat gak, gue aja gak sempet beli baju, ni mala lo bawa kabur, gimana jika kita ketangkap sialan? gue juga yang entar kena getah nya, tau gak sih Morvez Morvize? "


Morvez masih fokus mengemudi,


"Emang kau mau hamil anaknya dia apa? "


cercahnya,


"Siapa juga yang mau? yang ada hidup gue udah sengsara sejak awal memasuki kediaman sialan itu, kau itu kakaknya tapi kok melenceng yah dari nya, apa gak kandung yah? "


desahnya menjelaskan kepada Elghora,


"Sedara plus sekandung, seangkatan seibu juga, "


dibuat melongo karena jawabannya,


"Wah bisa sedetail itu dan pas banget nyebutnya, oh astaga gue lupa lo kan kakak nya, jadi ada sedikit kesamaan anehnya, "


geramnya,


"ngomong gak jelas lagi gue cium baru tau rasa! "


kesalnya,


"Yang namanya ciuman mah mana ada rasanya, semua sama, Sama-sama ngerasain bibir lawan mainnya, lo pikir jus yang diblender banyak rasanya apa? atau kau pikir es yang dibeli di angkringan sampai ke inget varian nikmat nya, emm? "


dengan memayunkan bibir nya maka sontak tiba-tiba saja mobil yang melaju kencang tersebut menepi sesat dan, menarik tengkuk leher Elghora hingga menekan dimana Morvez sudah kehilangan kesabarannya, bahkan tak sedetikpun dirinya memberikan jeda nafas bagi wanita yang hendak ditolong nya,


Batinnya,


"Pantas jika Vizhen begitu mendambakan mu, Elghora, "


pikir Elghora kalut,

__ADS_1


"Woi ni orang kesambet dijalan tol ngapain buat oksigen berlebih ke gue, dasar gak adik gak kakak emang udah rada gak enak kejiwaannya, oh my god, mana ada yang bisa nolongin hidup gue, ni napa mala ribet ruwet runyam abis sih gila gak jelas begini?"


__ADS_2