
Seminggu berlalu tanpa melihat senyum kebahagiaan sang wanita tambatan hati, bisa dibilang kegusaran dibalik raut itu memang sangat sulit untuk bisa ditebak, apalagi sesosok pria yang sudah lama bertahan dengan segala keanehan begitu juga kegundahan nya, mampu mengelabui Liven yang kini menatap lamunan gila yang sudah sejak dari sejam lalu, tak mengedipkan mata,
"Seandainya ada perlombaan, aku yakin kau akan menjuarai nya, sekaligus wajah import familiar namun kurang jelas ini, kini malah menatap kepada ku, sebaik apapun kau bisa bersikap kepada orang lain, akulah yang tau kau tidak akan pernah bisa dipercaya, tampang, omongan, tindakan, hanya orang seperti ku yang tekena mantra setengah kewarasan ku sejak dari tadi tak mendapatkan sahutan dari tetangga didepan mata? apa kedua mata itu butuh pemeriksaan? maka akan ku bawakan alat deteksi jantung, sekalian melihat bagaimana dia bisa berolahraga dengan gaya melamun itu? "
melemparkan sebuah bantal mengarah tepat pada wajahnya, sehingga nampak lah ekspresi alis terangkat sebelah, sambil sebelah bibir Liven tergerak keheranan,
Ujar Stive yang semakin bingung,
"Kau tau aku lagi bingung, sekarang malah kau membuat ku semakin kebingungan, emang sekarang kau sedang memainkan ekspresi drama serial apa? bahkan alis sampai sebelah bibir mu juga ikutan bergerak, aku yang cukup gila dengan semua adegan tidak tau persis peran siapa yang sedang kau mainan itu? apa itu favorit mu? tapi kenapa aku sama sekali tak bisa mengenalinya? hanya Liven yang stress saja kini bisa ku kenal, bukan begitu, dan lagian mata melamun kau mala mengambil alat deteksi jantung,emang apa hubungannya Dokter Liven?"
sambil mengangkat kedua alisnya,
"Kau pikir hanya kau yang bisa, lihat aku juga bisa, bahkan keduanya, ngomong-ngomong kenapa kau terlihat tak bersemangat? atau kau kurang pelukan, Baiklah aku akan kesana dan memeluk mu sampai erat! "
berdiri menghampiri Liven namun dengan sigap srampang sampai menabrak kursi demi menghindari hal gila dari pelukan pemberontakan sang teman yang kini tidak jelas mencari alamat berpelukan,
omelnya,
"Nyingkir lo, jangan peluk gue, gue bukan belok! "
Tiba-tiba Stive terhenti begitu pula dengan Liven,
batin nya,
"Tumben gak lanjut, apa lagi nyaring omongan nya gue barusan? "
sahutnya,
"Gue gak kata lo belok, tapi kenyataannya barusan lo ambil jalan belok tu, gue liat sendiri lo, yakin gak mau ngaku kalau lo belok? itu berarti teman ku Liven, benar-benar membuat ku sebagai panutan, sebab sangat pandai berbohong, apalagi seorang dokter pula, hemmm patut untuk tidak diakui jempol, bagaimana? "
kesalnya,
__ADS_1
"Aku gak butuh pengakuan dari lo, apalagi jempol, di ponsel gue udah penuh stiker jempol, gak muat nampung lagi, jadi, kalau bisa cari tempat buat dia? terutama cewek lo suruh dia balik! jika lo kek gini terus gimana ma hidup gue?yang ada lo orang pertama yang bikin umur hidup gue panjang jadi pendek karena lo makan, dan ya gue tadi belok, apa itu cukup? "
ungkap nya,
"Kau itu Dokter tapi bermental tipis sih? "
balasnya,
"Mental Dokter gak bisa diukur, yang ada tu mental lo yang perlu gue ukur supaya tau panjang dan lebar kegilaan lo kalu udah bikin gue seperti seorang dokter yang membutuhkan perawatan dari dokter lain demi kejiwaan yang tetap setia disisi mu? aku tidak tau jika semua butuh pengorbanan! "
"Maka lo lah yang gue kirim sebagai pengorbanan nya, tepat sekali, jenius juga ide lo, hah, maklum dokter spesial ala menangani urusan hati gue, iya gak? "
"ya... ya... ya..., hahhh... tapi kapan lo balik ke keluarga lo? bagaimana jika mereka sampai khawatir? "
"lo ngusir gue, ya memang setiap hari tentu nya khawatir, lagian walaupun aku hilang lama juga gak akan hamil, "
"Ya emang,kan lo laki dasar, tapi kebalikannya, lo yang udah buat cewek itu hamil, sama aja kan,"
"Oh ini cerita abang Stive ingin belajar khusus persamaan dari kata beda jadi sama begitu, baik, tapi sebelum itu angkat dulu ponsel mu! dia dari tadi bunyi gangguin orang mulu, hah sama seperti pemiliknya, luar biasa atraksi percakapan nya, "
*************
kehidupan yang tak lengkap tanpa Stive El Zeidan membuat setiap harinya hati dari Elghora Dezira selalu gusar, namun tiba-tiba saja ketika mereka berdua tengah melakukan acara keluar untuk makan berduaan, tanpa diduga,seorang pelayan menghantar kan setiap hidangan nya tepat dihadapan Elghora Zoead,
sedangkan saat ini Lezif Zoead sedang membicarakan hal penting mengenai bisnis mendadak diluar jendela ruangan tersebut, melihat dibalik adanya kesempatan tak disangka wajah menunduk Elghora membikin rasa sakit didada pria yang kini menatap lekat kearahnya,
ia pun yang sedari tadi memperhatikan wanitanya langsung berupaya ribuan cara, dengan imajinasi diluar perkembangan pemikiran seorang dokter disebelahnya, ia menyewa sebuah pakaian pelayan, berjalan melangkah kearah kursi yang diduduki oleh Elghora,
batin Liven menatap punggung teman nya,
"Ku pikir wanita nya sedang pergi keluar kota, nyatanya, dia datang menghampiri istri orang yang tengah dihamili nya, waow luar biasa kehebatan aktor tergila sepanjang masa, dan kuharap aku bisa menghadapi kegilaan ini sendiri, kalau saja aku juga sudah beristri, hah, sungguh malang nasib ku,lagian kenapa aku harus meratapi hidup ku? lihat saja dia, memberikan satu buket bunga mawar sambil menyamar sebagai seorang pria pelayan, lalu berbisik sesuatu yang seperti nya akan memabukkan, itu pastinya, jelas gak bisa ditinggal itu, akal-akalan teman seperjuangan gila terdahulu, tapi sekarang aku waras gak kelebihan gila kek dia, "
__ADS_1
Bisiknya,
"Aku akan selalu mencintai mu, Elghora Dezira, kau hanya milikku, maka bersabarlah untuk ku, sayang, emmuachh, "
sebuah kiss dipipi melesat seperti roket, wajah memerah bak tomat segar terlihat, namun ketika tepat pelayan itu pergi, lalu barulah Lezif datang menghampiri Elghora,
tanya nya,
"Elghora, ada apa sayang? wajah mu memerah, apa ada sesuatu yang terjadi? "
ucapnya sambil tersenyum,
"Ya dia adalah seorang yang memberikan aku hadiah spesial kali ini, katanya persiapan bunga mawar indah kau berikan untuk ku, jadi Terima kasih untuk sebanyak-banyaknya atas hadiah ku, aku sangat -sangat menyukainya, Lezif, "
batin Liven yang sebenarnya kini duduk dibelakang Kursi Elghora, yang terlihat nampak dekat itu,
"Yah, jika melihat akting wanita nya adalah seorang ratu maka pantas dia menjadi pasangan raja yang tidak ada duanya saat gila nya datang, bahkan walaupun aku wanita orang pertama yang ku contreng keluar dari kategori pria terfavorit adalah dia Stive El Zeidan, la Elghora sendiri malah bahagia seperti itu, hah itulah cinta buta yang tiada tandingannya, "
Ujar Lezif,
"Tadi siapa yang mengantarkan buket bunga mawar untuk mu El, Pria atau wanita? "
batin Liven,
"Hati gue ronta-ronta mendengar percakapan serius keduanya, ".
jawaban yang membikin kaget Liven,
" Seorang penjual bunga, bertubuh pria namun memiliki aroma semerbak harum dalam dirinya, "
mendengar penuturan tidak jelas maka Lezif tak berniat lagi untuk menyelidiki dimana sang istri mendapatkan hadiah mengejutkan yang bukan berasal darinya melainkan dari pria lain.
__ADS_1