Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Berlind


__ADS_3

Ketika terbangun dari mimpi sementara Elghora Dezira mengusap kelopak mata yang berat dirasa, sedangkan Luwis Ndrizen kini berada cukup jauh dari Nona nya, sama hal nya seperti pengawal pribadi milik Putra Mahkota Berlind Berlinze,


Pria itu kemudian membelai pucuk kepala Elghora dengan lembut sambil tersenyum dia menyunggingkan ekspresi yang teramat membahagiakan,


"Kau Masih sama, tetap membuat seseorang tertarik karena kau sangat menarik, ku harap kau akan selalu berada disisi ku kali ini Istri ku, sekarang bangun dan mandilah kau pasti butuh kesegaran, atau aku harus membantu mu, emm! "


berbisik tepat di telinga Elghora Dezira,


Masih tak merespon namun ketika kepala wanita itu memiringkan sejenak, kedua mata hazel biru itu melongo keheranan,


"Astaga Bocah Nyebelin yang waktu itu Daddy bawa adalah kau, Berlind Berlinze! dan sekarang kau membuat ku dalam masalah, "


menarik Kera kemeja Berlind, sebut dia Zeriko, melihat Sang Majikan dibuat kasar pun seolah tak Terima, ketika Luwis Ndrizen yang menatap pergerakan akan melakukan perlawanan,


Keduanya hendak saling beradu tak Terima sedangkan tiba-tiba mereka tercekat diam menunduk ketika tatapan tajam mengintimidasi dilayangkan kepada pengawal setia itu,


melihat tindakan keduanya yang berhenti secara mendadak sontak Berlind Berlinze dibuat terperangah akan kemampuan wanita yang selama ini dinanti kehadiran nya, Elghora Dezira, tarikan itu semakin kencang hingga nampak wajah keduanya tak ada jarak yang memisahkannya,


hal itu langsung mendapatkan respon jengah mematung melihat Berlind yang menatap heran namun senang mendapatkan perlakuan menarik dari wanita tersebut, sedangkan Elghora langsung angkat suara,


"Kau itu kenapa harus pakai acara pengepungan buat ku hah? membuat ku hampir sesak, dan apa alasan mu bersikap lancang seperti ini? "


sengaja mendekatkan wajah Berlind hingga kini menyentuh pipi merah Elghora,


"Karena mulai hari ini kau adalah istri yang ku dapatkan dari hubungan terjauh, dan keberadaan mu berhasil menyingkirkan benalu dihidup ku, jadi manfaat kan sesuka mu dikediaman Kerajaan Berland, kau bebas melakukannya, untuk kecemasan keluarga mu, aku akan memberitahukan nya nanti, nikmatilah, dan mandi sekarang juga, kau memiliki aroma menyengat, Elghora! "


Dengan sigap melempar bantal tepat ke wajah Pria berjulukan Putra Mahkota,


Gerutunya kesal pada pria itu,


"Walaupun semua orang menghormati mu, aku tidak peduli lagi saat ini, karena kau bocah yang waktu itu jadi jangan pernah menyesal telah membawa ku kemari, lihatlah, kau telah memilih orang yang salah, namun tepat untuk membuat masalah! "


senyum seringai tajam terlintas,


melihat hal itu Berlind Berlinze tersenyum sembari menjawabnya,


"Baiklah akan ku tunggu semua ulah istri tercinta ku, dan satu hal lagi, nanti malam kita akan berbagi ranjang bersama, see you, "

__ADS_1


sambil mengedip kan satu matanya,


Zeriko dibuat terpanah akibat gerakan dari balasan Tuan nya, untuk pertama kalinya dalam menjaga Putra Mahkota ia bisa melihat kebebasan dari sikap alami manusia dan itu saat dirinya bersama wanita yang kini masih kesal menahan emosi solah akan meletup menyambarkan lava nya,


cibir nya yang membuat Zeriko menelan saliva nya,


"Awas saja saat malam berganti, akan kau buat mati diranjang baru tau rasa! "


mendengar hal ini bahkan Luwis begidik ngeri akan ancaman yang diberikan untuk sang Putra Mahkota,


pintu kamar mandi tertutup rapat Elghora Dezira langsung menenangkan pikiran dengan buliran air yang meneteskan pada setiap inci tubuhnya, selang beberapa saat ia keluar mengenakan Bathrobe, Elghora kaget saat yang ia lihat pertama dibuka adalah wajah bocah menyebal kan tersebut,


"Kau itu mau bikin aku kena serangan jantung yah, barusan kau keluar sekarang nongol lagi, bisa kan kasih kode biar aku juga tau dan gak bikin copot jantung gue, hah! "


Hanya tersenyum tapi langsung dengan sambaran kilat pinggang ramping Elghora kini berada dalam dekapan tubuhnya, tanpa sadar wanita itu menatap penuh kearah Berlind,


"Adakah pikiran mu yang terganggu karena mantan wanita mu itu, hemm? "


menyodorkan wajah nya tanpa rasa takut jika dia kena kilatan gigitan yang sejak dari tadi ditahan oleh Putra Mahkota,


Namun tiba-tiba lidah itu menari lincah mengitari warna pink muda yang sedari tadi tak hentinya berhenti bicara kepada nya,


"Dia seperti tumbuhan hijau yang merambat,lalu berulah seolah semua adalah miliknya, "


Lalu tibalah saat Elghora Dezira melakukan perang siasat, dengan membalikkan keadaan kepada nya, apa dia akan menahan? atau malah bertindak lebih dari sekarang,


Namun pada akhirnya Bathrobe itu tersingkap bebas dengan jemari Berlind,meninggalkan jejak dengan menelusuri leher jenjang miliknya, bersamaan dengan kelihaian nya menyentuh paha Elghora,merasa ingin menjatuhkan lawan tubuh besar Berlind Berlinze dibuat mundur hingga terjatuh diatas ranjang,


Elghora Dezira masih tak akan berhenti sampai puas mengerjai Berlind, tingkahnya semakin membuat Elghora menjadi, namun disudut ruangan, lebih tepatnya diluar kamar, seolah tercium aroma sengit di dalam sana,


Ujar Zeriko,


"Menurut mu siapa yang akan menang saat diranjang? "


balas Luwis,


"Sepertinya Nona, dilihat dari sisi manapun, dia adalah ratu pemikat diatas ranjang, "

__ADS_1


kagum akan katanya,


"Benarkah, waow, kalau begitu, Tuanku sangatlah beruntung, bisa mendapatkan istri semenarik Nona, maksud ku Nyonya,"


sedangkan ketika sang pria sudah masuk kedalam perangkap Elghora Dezira pergi menjauh darinya, sambil membuka sebuah lemari ia mengambil satu kemeja milik Berlind, melihat hal itu pria itu memancarkan senyum buas nya,


"Kau tau, tajam nya mata mu akan ku buat kau jengah, sebab hari ini kau menjauhkan ku dengan suami ku sekaligus anak ku, Berlind Berlinze! "


mendengar perkataan barusan Berlind terdiam mematung tidak percaya,


"Kau hanya ingin membuat ku mempercayai nya bukan, dan jangan mencoba mengelabui ku, Elghora!walaupun itu benar seperti nya aku tak akan peduli lagi, "


marah akan hal yang teramat membuat luka bagi Berlind, seseorang yang disukainya tengah menjadi milik orang lain, lalu sekarang dirinya bahkan seolah hendak menghancurkan semua hubungan keluarga yang terjalin itu,dengan ekspresi disembunyikan darinya,


penuh kematangan,


"Apa aku terlihat bercanda mengatakan hal ini kepada mu? bukanya kau orang pertama yang paham melebihkan siapapun yang tau sosok seperti apa Elghora Dezira, bukan begitu Berlind Berlinze? "


beranjak dari ranjang mendekati Elghora dan memeluk punggung yang begitu hangat bagi Berlind,


"Baiklah, kalau begitu bantu aku saja untuk melakukan perlawanan di Kerajaan Berland ini, kau harus mau, jika tidak ada hal terburuk yang akan ku lakukan padamu, Elghora Dezira! "


Elghora pun menjawabnya,


"Kau yang tak memiliki bala bantuan sejak awal, memang sangat pas mendapatkan umpan seperti ku, tapi jika kau menginginkan sesuatu selagi itu membutuhkan ku, kau dengan mudah mengancam ku, kau pikir aku sama seperti mereka yang menganggap mu sebagai seorang Putra Mahkota, kau salah, aku akan menghormati orang lain yang menghargai ku, dan akan membuat masalah jika orang itu sengaja mencari gara-gara sama seperti mu, maka rubah lah sikap mu atau_! "


Tanpa menyahuti Elghora Dezira bibir itu kini disantap hebat oleh Berlind Berlinze, menekan mencoba melepaskan namun semakin ia berusaha maka makin erat pula cengkraman dan hisapan nya,


"Astaga ini benar-benar gila, "


namun disela hal liar terjadi panggilan ponsel milik Elghora Dezira membuyarkan segalanya,diangkatlah benda pipih yang di rogoh dari saku nya,


terdengar suara khawatir seorang pria dari ujung sana,


"Sayang kau dimana? apa kau baik-baik saja, emmm katakan sesuatu? "


ketika hendak direbut Berlind Berlinze membuat Elghora mematung sesaat,

__ADS_1


"Kau mengkhawatirkan istri ku, Stive El Zeidan, kau tau, aku akan membuat kau sama merasakan hal pahit seperti Lezif Zoead, Oh... bukannya kau sudah mendapatkan keturunan darinya, Maka kali ini aku yang akan mendapatkan hal setimpal sama seperti mu, setelah itu hidup keluarga ku akan utuh, dan kau carilah sosok wanita pengganti, karena apa yang ada digenggaman ku, tak akan mudah direbut oleh siapapun, camkan itu! "


panggilan terputus, mendengar hal itu tubuh Elghora begidik ngeri, ternyata Berlind Berlinze sudah berubah menakutkan, disini ia sempat menelan saliva yang nampak mengemaskan dihadapan Putra Mahkota,menarik pergelangan tangan itu membuat melangkag mundur,hingga kini ia merasakan kembali dijatuhkan tubuh menggodanya diatas ranjang besar tersebut, Elghora lagi-lagi diserang liar diatas sana tanpa sanggup melawannya.


__ADS_2