Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 100~ SEASON 2


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi kini sudah tiba. Masih didalam kamar mewah Mama Allen, tampak wanita cantik itu masih terbaring diatas ranjang. Namun tidurnya terusik tatkala gangguan sinar matahari yang memantul lewat jendela kaca, menyoroti tubuhnya.


Mengerjapkan matanya berulang kali, Mama Allen segera bangun dan bersandar pada headboard. Dia mengumpulkan seluruh kesadarannya sebelum beranjak dari tempat tidur. Mengedarkan pandangannya, Ia merasa aneh saat tak melihat suaminya didalam kamar padahal jika waktu pagi seperti sekarang, dirinya akan melihat sang suami yang bermain laptop disofa sudut kamar.


Menajamkan inderanya, namun Mama Allen tak juga mendengar suara percikan air dalam bathroom. Ia lalu menoleh, menatap pada jendela kaca yang memantulkan kemilauan sinar matahari. Memposisikan tubuhnya menghadap jendela, Ia lalu menguncir rambutnya dan meregangkan ototnya yang terasa kaku.



Lama berdiam diri diatas ranjang, Mama Allen pun segera beranjak. Masih dengan piyama putih yang membalut tubuh idealnya, Ia keluar dari kamar hendak mencari suaminya.


Membuka pintu kamarnya, Mama Allen mengernyit saat diluar ternyata sangat sepi. Tak biasanya seperti itu, padahal diwaktu pagi seperti ini dia akan melihat beberapa pelayan yang tengah bersih-bersih.


" Kemana semua orang?" lirihnya yang perlahan menjauh dari kamar.



Mengedarkan pandangannya, Mama Allen tak mendapati satupun pelayannya yang sedang bekerja. Ia semakin dibuat bingung hingga memutuskan untuk mencari diruang keluarga. Namun sia-sia, karena ruangan bernuansa gold itu juga kosong.


__ADS_1


Berdiri ditengah-tengah ruang, samar-samar Mama Allen mendengar suara dari dapur. Ia pun segera berjalan menuju ruang makan yang juga tersambung dengan dapurnya.


Dan setibanya disana, Ia terkejut saat melihat suami dan ketiga anaknya berkumpul. Terlihat Halbert juga yang tengah asik memanggang daging sementara Ainsley dan Alexa juga Papa Harvey sedang duduk dimeja makan— menanti masakan dari sitampan Halbert.



" Mama, good morning." pekik Alexa saat melihat Mamanya diambang pintu.


" Pagi, Ma." sahut Ainsley juga.


" Kalian, tumben sekali berkumpul disini." seru Mama Allen yang masih berdiri ditempatnya.


Mama Allen tertegun, Ia baru menyadari bahwa hari ini adalah ulang tahun putra sulungnya. Pandangannya kini beralih pada Halbert yang sejak tadi mempelihatkan senyuman tipis.


" Duduklah, Ma. Dagingnya sudah hampir siap." ucap Halbert yang masih tersenyum.


Menyunggingkan senyumnya, Mama Allen segera ikut bergabung dimeja makan. Pancaran kebahagiaan langsung tersirat jelas diwajahnya, meski sekilas sosok Haven terpintas dipikiran.


" Ah, dimana semua pelayan?" tanya Mama Allen saat baru sadar bahwa tak satupun pelayan ada didalam rumah.

__ADS_1


" Aku meliburkan semuanya. Mereka akan kembali nanti malam." jawab Papa Harvey.


" Berarti hanya keluarga kecil kita dirumah ini?" Mama Allen tersenyum kepada suaminya, dan Papa Harvey pun mengangguk.


Selang beberapa saat, Halbert akhirnya selesai dengan kegiatannya. Ia segera menyajikan masakannya diatas meja dan mengambil posisi duduk disamping Mamanya.


" Harum sekali." puji Alexa yang hendak mengambil lebih dulu sajian daging itu.


" Alexa, biarkan Mama dulu. Hari ini ulang tahunku, jadi aku ingin Mama yang mengiris daging pertama." ucap Halbert menghentikan gerakan tangan adiknya.


" Ish, kau itu pelit sekali. Dasar kutu kupret." cerocos Alexa.


Papa Harvey dan Mama Allen sontak tertawa mendengar umpatan putrinya, sedangkan Halbert yang melihat Mamanya tersenyum turut bahagia.


" Baiklah, Mama yang akan memotong dagingnya." tutur Mama Allen segera mengiris daging panggang buatan putranya. Setelahnya Ia memberikan irisan pertama untuk sieumpunya hari istimewa.


" Selamat ulang tahun, nak." Mama Allen memeluk putranya dengan penuh kasih.


" Terima kasih, Ma." balas Halbert.

__ADS_1


Mereka lalu segera menikmati sarapan pagi bersama sembari diselingi canda dan tawa serta perbincangan hangat.


__ADS_2