Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab.32


__ADS_3

" wah, kasian sekali artis favoritku."


" iya, sepertinya dia kurang enak badan karena media selalu mengatakan dia pingsan."


" aku juga melihat postingan agensinya, dia terlihat pucat."


Semua bisikan terdengar begitu jelas ditelinga Harvey kala Ia berjalan masuk kantor. Beberapa karyawan yang bergosip di meja resepsionis kini mulai bubar saat menyadari kehadiran sang presdir.


" pasti presdir sangat sedih karena istrinya sakit."


Harvey yang berjalan menuju lift masih sempat mendengar bisikan karyawannya.


Dengan langkah cepat Ia masuk kedalam lift yang akan mengantarnya pada lantai tempat dimana ruangannya berada.


****


" Farel, buat janji dengan Nona Allen. aku ingin menjenguknya." ucap Harvey pada asistennya saat sudah berada didalam ruangannya.


" baik Tuan." ucap Farel dan segera berlalu.


Suami Istri tapi mesti buat janji biar bisa ketemu? Dasar rumah tangga rumit.


Farel bergumam dengan senyum tertahan di wajahnya. Sungguh Ia merasa bingung dengan perjalanan rumah tangga atasannya karena selama dirinya bekerja, Tuannya tidak pernah bertemu dengan sang istri ataupun bertukar kabar melalui telfon.

__ADS_1


Pintu ruangan tertutup saat Farel sudah keluar. Harvey kembali memeriksa berkas dihadapannya lalu menandatangi setelah memeriksa. Ditengah kesibukannya, Ia seketika menoleh saat seseorang tiba-tiba menerobos masuk.


" Daddy menyuruhku datang." ucap Harley datar saat sudah berhasil masuk kedalam ruangan kakaknya.


hummm


" katakan." jawab Harvey cuek sembari fokus pada tumpukan berkasnya.


" istrimu sakit dan Daddy juga Mommy menyuruhmu untuk menjenguknya. Kau jangan coba-coba menutupi masalah rumah tanggamu karena kau tau Daddy siapa kan, dia akan mudah mengetahui rumah tangga anak-anaknya." ujar Harley panjang lebar.


" aku sudah berusaha menemuinya, tapi Allen selalu bilang sibuk." jawab Harvey yang kini beralih pada adiknya. Ia menatap datar pria muda yang hanya berdiri tanpa ingin duduk.


" keluarlah. Aku sibuk." usir Harvey mengibaskan tangannya sembari memijat pelipisnya.


****


Hari berlalu begitu cepat dan tibalah waktu bagi Harvey pulang bekerja. Ia kini sedang mengemudikan mobilnya yang hampir sampai diapartemen.


Hanya lima belas menit berlalu, Ia sudah tiba didepan gedung apartemen elit. Ia keluar dari mobil dengan menenteng paper bag serta satu tangannya memegang buket bunga mawar.


Berjalan dengan wajah yang dihiasi senyuman, mendadak hilang saat melihat istrinya keluar dari mobil bersama pria yang tak asing baginya.


Dengan langkah cepat Ia menghampiri istrinya yang hendak masuk kedalam apartemen.

__ADS_1


" Allen." panggilnya dengan wajah datar.


Allen dan Dawin seketika menoleh saat mendengar suara maskulin itu.


" bagus sekali, Daddy dan Mommy menyuruh ku untuk bertemu denganmu karena mereka bilang kau sakit. Ternyata kau malah bersama laki-laki lain." ucap Harvey menatap tajam pada sosok pria tampan yang berdiri disamping istrinya.


" sepertinya suami bayanganmu ingin menjenguk Len." celetuk Dawin menatap sinis pada Harvey.


Dawin yang ingin berlalu seketika berhenti saat Allen menarik tangannya.


" jangan pergi." ucap Allen menahan Dawin.


Harvey yang melihat istrinya menggenggam tangan pria lain kini tersenyum kecut. Buket bunga yang sejak tadi dipegang seketika dibuang.


" bunga itu untukmu, tapi karena kau baik-baik saja jadi aku buang. Maaf sudah mengganggu mu." ucap Harvey berkata dingin dan segera berlalu.


▪︎


▪︎


Bersambung....


Jangan lupa dukung dan suport serta like and vote yan😘😘

__ADS_1


❤ SAYANG SEMUA ❤


__ADS_2