
Visual Dawin Buckman
Info: Dawin adalah anak semata wayang Dalton Buckman dan Mommy Nona si sepupu Mommy Ayu.😊
****
Apartemen Veluey.
Harvey kini sudah tiba di apartemennya. Baru saja menjatuhkan bokongnya pada sofa, istri kecilnya sudah datang.
" jadi dia pujaan hatimu?" tanya Harvey pada istrinya yang kini duduk disofa dengan jarak lima meter darinya.
Harvey tadi sempat melihat Allen bersama pria muda yang diyakininya sebagai pujaan hati istrinya itu sebab Ia melihat sekilas senyum yang terus mengembang diwajah Allen.
Allen tak menjawab dan hanya berselancar pada ponselnya. " sepertinya kau sangat bahagia." ucap Allen tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
"ya."
" kenapa?"
" Daddy akan memberikan perusahaan di Amerika untukku."
Harvey berbicara dengan penuh rasa bahagia dihati karena tadi setelah mengantar Rose pulang, Ia berkunjung ke mansion Murray dan memberitahu pada Daddy nya bahwa dirinya sudah siap memimpin perusahaan Self Esteem Brands dan Daddy nya juga menyanggupi hal itu.
" lalu?" tanya Allen dengan santai.
" aku akan ke Amerika besok, bersama Rose. Aku ingin dia hadir di acara penting itu yang akan digelar dua hari mendatang. Pasti dia senang saat melihatku menjabat sebagai presdir perusahaan terbesar di Amerika."
Harvey berbicara tanpa memperhatikan raut wajah Allen yang sudah berubah.
" Iya, sampai pembangunan di Surabaya selesai, aku akan kembali kesini dan meminta sepupuku Edden untuk mengurus perusahaan di Amerika." jawab Harvey santai dan segera berlalu menuju kamarnya, meninggalkan Allen yang kini wajahnya redup.
Melihat kepergian suaminya, Allen hanya mampu menatap dalam diam. Cemburu? tentu saja Allen tidak berani karena Ia merasa tidak punya hak akan hal itu.
Dengan langkah lesu, Ia berjalan menuju kamarnya namun melihat sekilas pada Harvey yang sedang mempacking barang kedalam koper. Karena penasaran, Allen menerobos kedalam kamar.
" kau sungguh akan pergi dengan Rose?" tanya Allen yang kini memperhatikan suaminya tengah asik memasukkan pakaian kedalam koper.
__ADS_1
" Tentu saja." jawab Harvey santai tanpa memandang pada Allen.
Allen yang mendapati suaminya bersikap cuek kini menghela nafas berat seraya menjatuhkan bokongnya pada bibir tempat tidur. Pandangan belum lepas pada sang suami yang sibuk dengan urusan sendiri.
" kau tau tidak, Papa dan Mama meninggal saat aku dilahirkan. Mereka meninggalkan aku tanpa sepucuk surat ataupun sepatah kata karena Papa hanya menyimpan kekayaannya untukku sedangkan Mama malah berpesan pada kepala pelayan untuk menjaga dan merawat aku. Valery adalah anak kepala pelayan kami, dan hanya dia yang selalu menemani aku. Saat kau sudah hadir di hidupku, aku hanya merasa memiliki anggota keluarga baru namun sepertinya kau akan pergi bersama Rose."
Tanpa dipersilahkan, Allen berceloteh panjang lebar dan tanpa sadar bulir air mata meluncur seketika. Harvey yang mendengar cerita istri kecilnya kini terdiam dalam posisi menghadap koper, membelakangi Allen.
Cerita istrinya seakan mencubit hati. Menghela nafas, Ia berbalik namun istrinya sudah tak nampak lagi didalam kamar.
Ia pun terdiam, tak ingin mengganggu Allen yang mungkin sedang berada dikamar sendiri. " apa dia punya masalah?" gumam Harvey dan segera mengemas kembali barang yang akan dibawanya besok.
Sedangkan disisi lain, Allen kini berada dalam kamarnya. Ia tengah meringkuk dibawah selimut sembari menangis. Entah ada apa dengannya hari ini namun, perasaannya sudah kocar-kacir sejak pertemuannya dengan Rose.
▪︎
▪︎
Bersambung....
Jangan lupa dukung dan suport serta like and vote yah🥰😘😘😘
__ADS_1
Follow IG @ningsih_official07
❤Sayang Semua❤