Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab.12


__ADS_3

Allen kini sedang berada didapur, Ia tengah menjalani hukuman dari Harvey yang menyuruhnya untuk mengepel lantai dapur dan dan membersihkan semua peralatan dapur yang berdebu.


" huh, tega sekali dia menyuruhku melakukan semua ini, apa dia tidak merasa bersalah memperlakukan istrinya seperti babu." gerutu Allen sembari mengepel. Wajah cantiknya kini sudah bercucuran keringat padahal baru setengah lantai, sebab selama ini Ia tidak pernah mengerjakan apapun karena mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi itu sudah diurus oleh pelayan dan Valery tentunya.


Sembari mengepel mulutnya terus berkomat-kamit namun seketika Ia tersadar akan satu hal.


" aku kan istrinya? kenapa aku mau saja disuruh-suruh olehnya, oh iya aku kan juga yang akan membantunya membangun perusahaannya." ucap Allen pada dirinya sendiri dan segera melempar kain pel nya.


Dengan langkah cepat Ia menuju ruang tamu dan Ia kini terbelalak saat sudah sampai diruang tamu. Bagaimana tidak, Harvey tengah berciuman panas dengan Rose hingga membuat Allen benar-benar muak dan dengan segera Ia mengambil sesuatu untuk dipukulkan pada suaminya itu.


Bukk.


Allen memukulkan majalah tepat pada kepala suaminya hingga membuat ciuman antara Harvey dan Rose terhenti seketika.


" kau ,"

__ADS_1


Belum sempat Harvey menyelesaikan perkataan, Allen kembali menampar wajah tampannya dengan menggunakan majalah.


" kau berani berciuman di depanku dan kau ingin marah? Harusnya kau sadar, kau itu beruntung menikah denganku yang seorang artis top sedangkan kau hanya bawahan dan bahkan uang mu pun tidak ada."


Allen berbicara panjang lebar dengan suara meninggi. Ia melotot karena benar-benar emosi sebab, merasa tidak dihargai oleh pria yang sudah berstatus suaminya.


Sedangkan Harvey kini terdiam melihat istri kecilnya marah-marah begitu juga dengan Rose. Lidah Harvey terasa keluh untuk berbicara pada istrinya yang kini menatap tajam padanya bahkan wajah cantik istri kecilnya kini memerah seperti ingin meletus.


" aku tidak melarangmu membawa kekasihmu kemari tapi kau tidak boleh berbuat macam-macam karena itu akan membawa sial. Bagaimanapun juga hubungan kalian itu haram."


Sedangkan Harvey kini menatap jengah pada Allen karena wanita itu berbicara layaknya orang tua yang memarahi anaknya.


" jika kau melakukan itu lagi, maka aku batalkan niatku untuk membantumu." ancam Allen lalu segera menuju kamar utama. Ia tidak tau kamar siapa yang dimasukinya yang intinya saat ini dirinya sungguh merasa panas dan perlu untuk menenangkan pikirannya yang sedang panas juga.


" Darling, maksud dia apa tadi?" tanya Rose pada Harvey yang hanya terdiam.

__ADS_1


" pembangunan di Surabaya terhenti karena uangnya digelapkan oleh orang kepercayaanku sendiri." jawab Harvey dengan jujur.


" what?" pekik Rose dengan wajah terkejut karena Ia sama sekali tidak mengetahui tentang hal yang menimpa kekasihnya.


" kalau terhenti berarti dia akan semakin lama menjadi bawahan. huh, dasar cowok melarat." gumam Rose dalam hatinya yang kini mulai ilfeel pada Harvey. Bagaimana tidak, Rose memilih Harvey sebagai kekasihnya karena Harvey adalah putra pertama dari keluarga Murray namun, saat mengetahui bahwa kekasihnya itu hanyalah bawahan di kantor membuatnya sedikit tidak suka namun, karena Harvey mengatakan akan memiliki perusahaan sendiri di Surabaya membuat Rose kembali semangat untuk menjalin hubungan.


Tapi disaat sekarang perusahaan yang dimaksud Harvey kini pembangunannya terhenti membuatnya mulai ilfeel lagi.




Bersambung....


Jangan lupa dukungan dan suportnya serta like and vote😍🙏

__ADS_1


Follow me IG @ningsih_official07


__ADS_2