Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab.37


__ADS_3

" wah, be...besar sekali."


Kalimat yang seperti memuji spontan meluncur dari bibir mungil Allen. Ia kini bergidik ngeri dan hendak pergi namun Harvey dengan sigap menindih tubuhnya.


" kenapa kau ingin pergi." tanya Harvey menatap intens wajah istrinya yang mulai pucat.


" besar sekali." ucap Allen dengan polos hingga membuat Harvey tertawa kecil.


" kau lupa, meski besar tapi dia sudah pernah masuk kesini." ucap Harvey sembari menekan adik kecilnya yang menegang, ke area sensitif istrinya.


" ta..tapi."


Perkataan Allen menggantung saat bibirnya tiba-tiba dibungkam oleh sebuah ciuman lagi hingga perlahan Ia membalas tautan bibir suaminya yang semakin panas.


Tanpa melepaskan tautan bibirnya, tangan Harvey sudah melepas bra serta kain berbentuk segitiga itu. Ciuman bibir kini beralih pada kedua aset istrinya. Harvey menyesap gundukan kenyal Allen layaknya seorang anak yang menyusu pada Ibunya.


Ahhkk.


Suara desa'han lolos seketika dari bibir mungil Allen saat merasa geli dan nikmat secara bersamaan. Harvey yang merasa istrinya sudah terbuai oleh permainannya kini mulai memperbaiki posisi adik kecilnya yang sudah menegang sejak tadi.

__ADS_1


Sembari menyesap gundukan istrinya, Harvey perlahan bermain dibawah sana hingga membuat Allen menjerit seketika.


Bagaimanapun juga Allen baru dua kali melakukan hubungan intim ini, itu sebabnya area intinya masih terasa sakit saat sesuatu menusuk dengan dalam dibawah sana.


" milikmu masih sempit, pasti karena aku jarang masuk." ucapan Harvey seketika membuat Allen kembali merasa malu hingga Ia hanya mampu memejamkan mata sembari menikmati rasa sakit serta nikmat secara bersamaan.


Saat Harvey menenggelamkan adik kecilnya sangat dalam, Ia menatap wajah istrinya yang seperti menahan sakit hingga dengan perlahan Ia membelai wajah cantik Allen.


" ini tidak akan sakit, kau hanya perlu mengizinkan aku melakukannya setiap hari." bisik Harvey ditelinga istrinya yang memejamkan mata.


Allen sontak saja mengangguk sembari kedua tangan dikalungnya pada leher suaminya. Sedangkan Harvey Ia mulai menghentak pelan dibawah sana hingga membuat suara desa'han meluncur dari bibir Allen.


Allen meremas rambut suaminya karena sungguh yang dirasakannya sekarang adalah nikmat yang belum pernah Ia rasakan.


Kamar utama kini hanya dipenuhi oleh suara desa'han serta erangan yang saling bersahutan hingga tak lama saat pelepasan, Harvey menenggelamkan adiknya sangat dalam sembari menghujani kecupan bertubi-tubi diwajah Allen yang sudah dibanjiri keringat.


Masih dengan nafas memburu, Harvey perlahan mengeluarkan miliknya dan berbaring disamping Allen. Ia memeluk erat istrinya dan Allen pun menenggelamkan wajahnya dalam dada bidang Harvey yang juga dibanjiri keringat.


" terima kasih sayang." ucap Harvey mendekap erat

__ADS_1


Akkk.


" jangan terlalu erat, perutku sakit." keluh Allen hingga membuat Harvey sadar.


" saat kau mengidam, kau ingin apa?" tanya Harvey yang kini melonggarkan pelukannya. Ia bertanya sebab dari yang diketahui bahwa Ibu hamil akan mengalami masa ngidam.


Allen yang ditanya kini menggeleng karena Ia memang tak menginginkan apapun seperti memakan sesuatu.


" jadi kau tidak mengidam? atau tidak menginginkan makanan atau yang lain?"


Harvey masih bertanya sebab dirinya sangat penasaran, bagaimana istrinya bisa melewati masa-masa itu sendirian.


" aku hanya merindukanmu saat kandunganku memasuki bulan ke dua." jawab Allen yang kini perlahan memejamkan mata.


▪︎


▪︎


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2