
" Len, kau tau tidak. Semua yang ada dalam dirimu aku sangat menyukainya tapi satu hal yang tidak aku suka, yaitu suamimu karena dia adalah penghalangku untuk menjadikanmu milikku."
Dawin berbicara dengan suara agar keras dengan maksud agar Harvey mendengarnya.
Harvey yang mendengar perkataan Dawin berusaha menahan kesal dalam hatinya. Ia pun segera meninggalkan istrinya hanya diam sejak tadi.
****
Berjalan dengan lesu, Harvey menuju kamarnya untuk beristirahat. Namun, saat Ia melihat ranjangnya, seketika teringat pada perlakuannya waktu itu dimana Ia merenggut kesucian Allen secara kasar.
maafkan aku, aku sungguh merasa kehilangan setelah kau juga menjauh dariku.
Rasa sesal dihati menggerogoti jiwa Harvey belakangan ini. Ia mengaku salah karena bermain kasar pada gadis kecil yang masih polos, mengingat bahwa Allen juga masih sangat muda dan baru berusia lima belas tahun.
Menghela nafas kasar, pria tampan itu menghempaskan tubuh kekarnya di ranjang dan tak lama matanya tertutup karena sungguh Ia merasa lelah seharian.
****
Disaat Harvey sudah tertidur, berbeda dengan Allen yang berada didalam kamarnya. Ia sudah berulang kali memuntahkan isi perutnya di wastafel hingga membuatnya lemas.
Memandang pada wajahnya dipantulan cermin yang pucat pasi, Ia melamun dan seketika tersadar saat perutnya bergejolak lagi.
__ADS_1
" kau itu, membuat Mama tersiksa." omelnya dan kembali muntah.
Valery yang sejak tadi mencuri dengar, kini menghela nafas berat. Ia kasihan pada Nona nya yang beberapa hari ini tersiksa dengan terus memuntahkan isi perut serta selera makan hilang.
****
6 bulan berlalu.
Harvey yang mengelolah dua perusahaan sekaligus membuatnya sungguh sibuk. Setiap minggu Ia akan bolak-balik dari Indonesia ke Amerika.
Dunia Harvey seakan berubah drastis. Ia juga tak lagi mementingkan sebuah relationship bersama seseorang. Dunianya kini di isi oleh tumpukan berkas saja. Ia hanya terakhir kali menjalin hubungan bersama Rose juga Allen.
Pernikahan? Harvey sampai sekarangpun tak tau bagaimana hubungannya dengan Allen. Jika dikatakan suami istri, itu hanya media saja yang meliput bahwa keduanya baik-baik akan tetapi nyatanya Harvey juga Allen tak pernah bertemu sama sekali karena Harvey sibuk sedangkan Allen selalu menghindar.
Dunia seakan berpihak padanya karena meski tak lagi syuting, Ia tetap menjadi trending topik.
...****************...
Perusahaan Healthy Contributions
Tampak pria gagah yang dibalut dengan setelan kerja tengah bersandar pada kursi kebesarannya. Ia adalah Harvey.
__ADS_1
Memijat pelipisnya yang terasa berdenyut karena sangat letih seharian bergelut pada berkas dihadapannya.
Bukk.
Tumpukan berkas baru yang dibawa sang asisten seketika membuat Harvey menatap jengah pada asistennya.
" kenapa banyak sekali?" Harvey tercengang dengan lidah kelu mendapati mejanya yang kembali di huni oleh berkas-berkas.
Tersenyum manis, Farel segera berlalu tanpa berbicara sepatah dua kata.
" kalau dipikir aku bekerja setengah mati tapi tidak tau untuk siapa? istriku tidak jelas? anakku pun tak ada? lalu kenapa aku harus membunuh diriku dengan semua ini?"
Omelan beruntut meluncur dari bibir Harvey yang entah untuk siapa. Meski mulutnya komat-kamit namun Ia tetap mengerjakan tugasnya sebagai presdir perusahaan.
▪︎
▪︎
Bersambung...
Jangan lupa dukung dan kasih suport yah
__ADS_1
Jangan lupakan juga like and vote nya😘😘😘