
Disaat Mama Allen tengah mengonfirmasi rumor perselingkuhannya, disatu sisi ada Halbert yang tengah berada diapartemennya.
Pria muda itu baru saja selesai mengganti tampilan baru, yang kini memakai kemeja bermotif dan dipadukan dengan jas berwarna biru langit dan celana yang berwarna senada. Ia kini tengah melihat siaran langsung di ipadnya yang ditampilkan sebuah media— dimana Mamanya membantah rumor perselingkuhan kemarin.
" Terima kasih, Ma. Aku bangga terlahir sebagai anakmu, tapi malu karena harus menjadi asing dipublik." lirih Halbert, mengamati Mamanya dilayar lebar ipad miliknya.
•
•
Kediaman Harvey Murray.
Ditengah malam yang tenang, sehabis makan malam kini Papa Harvey dan Mama Allen sudah berada didalam kamar. Keduanya tengah bersantai diatas ranjang. Hanya mereka berdua serta pelayan yang kini menghuni rumah besar mereka. Sebab, Alexa sudah mengabari sore tadi bahwa akan menginap dimansion Murray. Ainsley? Jangan ditanya, karena saudari kembar Alexa itu tak pernah tenang didalam rumah. Dia selalu bepergian keluar kota.
__ADS_1
" Sayang, aku baru sadar kalau kau tampan." celetuk Mama Allen— memainkan jemarinya pada dada bidang sang suami.
" Benarkah?" tanya Papa Harvey yang tengah fokus pada layar laptopnya.
Mama Allen mengangguk tanpa bersuara. Tanpa permisi, dirinya lalu mengecup singkap pipi suaminya. Sontak Papa Harvey menoleh, dan menatap penuh arti pada istrinya.
" Apa ini? Apa kau memancingku?" bisik Papa Harvey dengan seringainya.
Mama Allen tersadar pada apa yang dilakukannya. Entah mengapa, namun dirinya juga tidak mengerti mengapa tiba-tiba mencium suaminya.
" Tidak, aku hanya ingin kau berhenti memainkan laptopmu." tangkas Mama Allen dengan cepat.
" Kemarilah, aku akan menidurkanmu." Papa Harvey berbaring lebih dulu, menepuk sisi kosong disampingnya. Sedangkan Mama Allen seketika mengulum senyum. Ia pun segera merebahkan diri disamping suaminya dan berbagi selimut yang sama. Pelukan suaminya terasa hangat dan menenangkan, sebuah rasa yang dari dulu menjadi candu untuknya.
" Sayang, ulang tahunmu dekat dengan Halbert. Setelah Halbert, ayo kita rayakan ulang tahunmu." ucapnya mendongak— menatap manik mata suaminya.
__ADS_1
" Tidak perlu. Aku terlalu tua untuk berulang tahun." tolak Papa Harvey sembari mengeratkan pelukannya.
" Sayang, kau itu tidak tua. Umurmu memang sudah lima puluh tahun, tapi wajahmu sangat tampan. Aku bahkan tergila-gila dengan wajahmu." celetuk Mama Allen dengan polos.
" Hum,, jadi jika aku tidak tampan kau tidak akan tergila-gila?" Papa Harvey menggoda istrinya.
" Iss, kau ini. Aku tidak seperti itu, aku mencintaimu lebih dari apapun." balas Mama Allen dengan ketus. Dia lalu menenggelamkan wajahnya pada dada bidang pria kesayangannya.
Sementara Papa Harvey tak banyak bicara lagi. Ia hanya mengelus lembut rambut panjang istrinya dan lalu melabuhkan kecupan ringan dipuncuk kepala. Tak lama keduanya pun terlelap.
•
•
Malam terlewati, dan kini pagi sudah menyambut. Sebuah hal langka terjadi pagi ini— dimana Papa Harvey tengah menikmati sarapan pagi bersama istrinya dan ketiga anaknya. Alexa yang sudah pulang dari mansion Murray entah sejak kapan, begitujuga dengan Ainsley yang baru tiba dirumah pukul lima pagi. Sementara Halbert memang sengaja melakukan kunjungan untuk menikmati sarapan bersama keluarganya.
__ADS_1
" Ainsley, kau bisa cuti tidak? Akhir pekan ini pergila denganku ke mall. Aku ingin berbelanja." ucap Alexa seraya menikmati makanan.
" Kau akan mengganti kerugianku?" tanya Ainsley membahas soal waktu dan juga gajinya.