Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 47


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, kediaman Murray kini kedatangan seseorang. Harvey bersama Allen, datang diwaktu pagi tanpa memberi kabar pada Dad Ben dan juga Mom Ayu.


Menggandeng istrinya masuk kedalam mansion, terlihat jelas sikap peduli Harvey pada sang istri yang tampak kesulitan berjalan dengan perut buncit.


" sayang, mau ku gendong saja?" Harvey menawarkan bantuan pada istri kecilnya.


" tidak perlu, Aku terlalu berat." tolak Allen dengan senyum tertahan, menahan sakit diperutnya yang tiba-tiba terasa.


Allen yang tak ingin membuat suaminya panik, memilih menyembunyikan rasa sakit diperutnya. Meski begitu, Ia tak hentinya merintih dengan lemah. Tak kuasa lagi menahan sakitnya, Allen segera duduk disofa ruang tamu.


" sayang, masuk dikamar dan istirahatlah." ucap Harvey dengan wajah sendu.


" Iya, pergilah temui Daddy dan Mommy dulu" sahut Allen sembari tersenyum.


Melihat senyum yang menghiasi wajah istrinya, Harvey segera berlalu– menemui Daddy dan Mommynya.


Sementara Allen, Ia sedang mengelus perutnya dengan harapan rasa sakit itu perlahan berkurang.


" kenapa sakit terus, ya. Sepertinya persalinannya masih bulan depan." Allen bermonolog pada dirinya sendiri dan segera bangkit dari duduknya. Berjalan tertatih-tatih sembari menahan sakit, Ia memutuskan untuk beristirahat dikamar sambil menunggu Harvey.


Disatu sisi, Harvey kini menerobos memasuki kamar Mom Ayu hingga siempunya kamar terkejut.


" Harvey, kau datang nak. Kenapa mendadak?" Mom Ayu mendekat pada putra sulungnya lalu, memeluknya erat.

__ADS_1


Harvey yang merasa bahwa Mommy nya bersikap tak biasa, kini mengernyit bingung dan segera mengurai pelukannya.


" ada apa Mom? Kenapa wajah Mommy pucat?" Harvey menatap lekat wajah Mommy nya. Terlihat jelas bahwa wanita paruh baya didepannya tak sehat.


" tidak apa-apa, sayang. Mommy hanya belum makeup saja." tutur Mom Ayu dengan lembut. Pandangan matanya sayu, menatap dalam wajah tampan putranya– seolah hari ini adalah hari terakhirnya bisa melihat wajah anaknya.


" baiklah, Mom. Aku titip Allen. Sebenarnya, Aku berencana untuk tinggal dimansion sampai Allen melahirkan karena Aku kasihan padanya jika diapartemen sendiri."


Harvey menjelaskan tujuan kedatangannya pada Mom Ayu. Ia lalu mengecup singkat kening Mommynya dan segera pergi.


Berjalan gontai hendak keluar dari mansion, Harvey menemui istrinya sebelum benar-benar pergi.


" sayang, Aku berangkat dulu ke kantor. Jika merasa tidak enak, beritahu pada Daddy atau Mommy, ya. "


Setelah perpesan pada istrinya, Harvey segera berlalu– bergegas ke kantornya.


*


*


Diperjalanan yang tak jauh dari kediaman Murray, Harvey kini hendak menghubungi asistennya– Farel. Namun, benda pipih yang sejak tadi dicarinya hilang entah dimana.


" apa ponselku tertinggal di kamar tadi?"

__ADS_1


Harvey menerka-nerka dan segera memutar balik laju kendaraannya. Ia kini menuju mansion, untuk mengambil ponselnya yang tertinggal.


Setibanya di depan kediaman Murray, Ia segera keluar dari mobilnya dan berlari masuk kedalam mansion. Sejujurnya, pagi ini Harvey hendak menghadiri pertemuan dengan rekan kerjanya– disebuah restaurant yang sudah di reservasi oleh Farel.


Itu sebabnya, hati Harvey sangat resah karena tidak ingin membuat rekan kerjanya menunggu lama.


Ceklek.


Membuka pintu kamarnya, Harvey terkejut saat melihat istrinya yang ambruk dilantai. Dengan sigap Harvey berlari mendekat pada istrinya yang sudah tak sadarkan diri.


" sayang, bangunlah. Kita kerumah sakit sekarang." Harvey berbicara dengan nada cemas sembari menepuk pelan pipi istrinya.


Namun, wanitanya itu tak bergeming sama sekali hingga Harvey dengan segera menggendong tubuh istrinya dan membawanya keluar dari kamar.


****


Visual Mom Ayu, ya.


Mom Ayu udah masuk umur 43 tahun.😊



__ADS_1


__ADS_2