
Allen dan Valery kini sedang berada di ruangan Harley sang presdir. Allen baru saja menandatangani perpanjangan kontrak.
Walau dirinya sudah terikat kontrak dengan agensi lain, namun hal itu tak menjadi masalah karena dengan popularitas yang sedang naik membuat agensi tetap memberi kebebasan pada Allen untuk menerima tawaran kerja dari perusahaan lain selagi hal itu tidak akan mencoreng agensinya.
Apalagi, Allen hanya bekerja sama dengan perusahaan iparnya sendiri.
Sungguh keputusan Allen untuk mempublik statusnya adalah hal yang baik, sebab karena statusnya itu yang membuat popularitasnya semakin meningkat serta namanya menjadi kuat karena sudah menjadi menantu dalam keluarga besar Murray.
****
Setelah bertemu dengan Harley, kini Allen sudah berada didalam lift apartemen yang akan mengantarnya ke unit miliknya sedangkan Valery masih berada dibasement, memarkirkan mobil.
Ting.
Lift terbuka dan Allen segera berjalan keluar dengan pandangan mata hanya mengarah pada layar ponselnya hingga tak sadar menyenggol seseorang.
" jika berjalan jangan fokus pada ponsel." ucap seorang pria dengan suara beratnya. Allen yang mendengar suara familiar itu seketika menoleh.
Deg.
Melihat suaminya bersama kekasih membuat Allen bungkam seketika. Setelah lama berpisah, suaminya justru datang dengan menggandeng wanita yang masih sama yaitu Rose.
__ADS_1
" kapan kau datang." tanya Allen tersenyum getir.
" baru saja, tapi kami ingin keluar makan siang." jawab Harvey santai, masih dengan menggandeng Rose yang menatap sinis pada Allen.
" baiklah, ah iya aku sudah ujian. Sebentar lagi akan masuk SMA." ucap Allen tiba-tiba dengan maksud hanya ingin memberitau pada suaminya bahwa Ia akan masuk sekolah menengah atas yang itu berarti dirinya sudah dewasa.
" bagus, belajar dengan giat ya." jawab Harvey enteng dan segera berlalu.
Mendapat tanggapan biasa dari suaminya, Allen hanya memandang sedih pada Harvey dan Rose yang sudah masuk kedalam lift.
Berusaha menguatkan diri, Allen tersenyum pada suaminya sebelum pintu lift tertutup. Tanpa disadari Allen, sejak tadi ada sepasang mata yang memperhatikannya dari jauh.
" kasihan sekali kamu Nona, sudah membantu Harvey membangun perusahaannya, dia malah seakan tak peduli padamu." ucap Valery. Ia baru keluar dari lift yang berlawanan dan kini memandang sendu pada Allen.
" Nona, istirahatlah. Aku ingin pamit dulu karena ingin bertemu alumni teman kuliahku." ucap Valery yang hanya dijawab anggukan oleh Allen.
Sebenarnya Valery tidak kemana-mana, hanya saja Ia ingin memberi waktu pada Allen yang sepertinya ingin sendiri saat ini.
****
Didalam mobil yang sedang melaju, tampak pria gagah sedang menggenggam tangan wanitanya. Ia adalah Harvey dan Rose yang menuju restaurant.
__ADS_1
" darling, kupikir kau bercerai saja dengan gadis kecil itu. lagipula kita akan menikah sebentar lagi kan karena kau bilang perusahaan di Surabaya akan diresmikan dua hari lagi." usul Rose dengan manja pada kekasihnya.
" sayang, Allen tidak ingin diceraikan." jawab Harvey sembari fokus pada kemudinya.
" itu karena dia ingin menumpang tenar karena kau kan sudah menjadi pengusaha sekarang." cibir Rose kesal saat mengingat istri kekasihnya.
" sayang, jangan mengatakan itu. Allen sudah terkenal jauh sebelum aku menikah dengan dia." timpal Harvey seakan membela istri kecilnya.
Perbincangan sepasang kekasih itu terhenti kala bunyi ponsel berdering berulang kali.
▪︎
▪︎
Bersambung....
Jangan lupa dukung dan suport serta like and vote yah🥰😘😘😘
***
Info:
__ADS_1
Mohon maaf semua kalau penulisan masih ada yang berantakan, itu karena Mommy masih belajar mengurai kata dengan baik.
❤ sayang semua ❤